Film Sepuluh dan Anak-Anak Jalanan

sepuluh1
foto by Fernandez

Kepedulian film Sepuluh terhadap nasib anak jalanan tak sekadar ditampilkan dalam layar lebar saja. Lebih dari itu, film garapan sutradara muda, Henry Riady –yang mengangkat perjuangan tragis anak jalanan Jakarta— diwujudkan dalam aksi nyata. Inilah bentuk komitmennya dalam membuat film yang bermanfaat, mengirim pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Lewat acara Sneak Peak-nya yang digelar di Medan awal Februari lalu, film perdana produksi First Media Production ini berhasil menggalang dana senilai Rp 35 juta. Dana ini, lalu disumbangkan untuk kelanjutan pendidikan anak jalanan melalui Yayasan Acorn Indonesia di Jakarta pada Kamis, (12/2) silam –tepat sepekan setelah film Sepuluh  tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia.

Dan memang, lewat film Sepuluh ini sepertinya Henry tengah berusaha mengusik semua pihak, terutama pemerintah, agar peduli terhadap nasib anak jalanan. Tak hanya itu, lahirnya film ini pun dilatarbelakangi dari pengalaman sosok pria kelahiran Singapura, 14 Juli 1989 silam yang pernah mengajar bersama kawannya di sejumlah lokasi permukiman kumuh dan anak jalanan di Jakarta.

Paling tidak, menurut Henry Riady yang tengah mengenyam pendidikan sinematografi di Biola University, Los Angeles ini, akan ada snow ball effect dari serangkaian kegiatan yang menyertai karya perdananya. “Saya ingin membantu anak jalanan bukan karena saya membuat film Sepuluh, tapi memang sudah seharusnya kita peduli terhadap mereka. Semoga kegiatan ini akan mampu menggerakkan banyak orang dan institusi untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Anggit Hernowo, Direktur Marketing First Media, bahwa sumbangan yang diberikan oleh First Media Production ini akan digunakan untuk beasiswa bagi anak-anak jalanan dalam rangka mempersiapkan mental dan raga anak-anak jalanan dalam mendapatkan pendidikan yang layak. “Sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap nasib anak jalanan agar mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Yayasan Acorn Indonesia sendiri merupakan lembaga banyak membantu anak-anak jalanan menemukan kehidupan yang lebih baik. Yayasan ini hadir berkat salah satu penggiat Yayasan Acorn Internasional yang lahir di Inggris sembilan tahun lalu dan termasuk dalam UK Charity. “Dan lima tahun lalu saya dan istri datang ke Indonesia, kami tergerak untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak jalanan, maka sejak tiga setengah tahun lalu kami mulai membuka Yayasan Acorn Indonesia,” ungkap Steven, pendiri sekaligus direktur Acorn Indonesia.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Maret 2009

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s