Posted by: izoruhai on: May 4, 2009
Gaun, tak hanya terbuat dari beragam keindahan jenis kain dan kristal semata, melainkan suatu bentuk pengabdian bagi kebahagiaan seseorang. Itu sebabnya setiap gaun diwujudkan tak hanya lewat keahlian semata, melainkan dari lubuk hati sanubari. Terlebih gaun pengantin, sebuah busana yang selalu akan dikenang seumur hidup oleh penggunanya. Membuat gaun pengantin dengan detil-detil yang menawan, menjadi prioritas utama para desainer. Salah satunya Chenny Han yang mengaplikasikan lewat teknik laser cutting.
Tak sekadar indah, cantik dan anggun. Tapi hasil akhirnya pun begitu rapi, presisi dan tak terbatas. Itulah gambaran gaun pengantin bergaya unfinished yang memakai teknologi laser-cutting. Dengan teknik ini, Chenny Han, mampu menghasilkan berbagai ornamen dari kain yang dipotong secara sangat rapi sehingga tidak ada lagi bulu-bulu halus di sekeliling ujung kain.
Sebanyak duabelas gaun putih cantik, anggun dan eksklusif dengan teknik inovatif itu dihadirkan Chenny Han dalam peragaan busana bertajuk Laser Me Beautiful, di Jakarta beberapa waktu lalu. Pembuatan detil hiasan yang rumit, namun indah itu sebelumnya pernah dilakukan Chenny dengan bantuan kristal-kristal mahal dari Eropa, benang emas maupun media selain kain. Sebut saja koleksi gaun pengantin berlampu, gaun pengantin dari kertas, gaun pengantin batik white on white hingga gaun pengantin tiga dimensi.
Pada koleksi terbarunya ini, Chenny Han menampilkan beberapa ornamen penghias yang eksklusif sebagai pencipta keindahan busana. Diantaranya adalah ratusan bunga sutera, surai-surai yang rapi, seperti barisan mie raksasa, kotak-kotak kecil seolah kain berjendela hingga barisan komet berekor ukuran mini yang begitu artistik. “Teknik potong laser menghasilkan ornamen-ornamen yang jauh lebih rapih, mengurangi pemborosan kain serta memiliki akurasi ukuran yang sangat presisi dan konsisten. Dimana, hal ini sangat mustahil dilakukan bila menggunakan cara manual,” ujar pemilik rumah mode Chenny Han fashion and Bridal. [view]
tulisan ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi April 2009
[...] Original post by izoruhai [...]
Komentar