Lebih Dekat Dengan Nur Iswanto: Berjuang untuk Perubahan

Pamornya sebagai politisi asal Sumatera Selatan kian diperhitungkan. Kepiawaiannya dalam menahkodai partai politik menjadi sebuah parameter keberhasilannya. Meski demikian, ia tetap meyakini bahwa setiap aktivitas politik harus dilandasi kesungguhan hati dan kerja keras. Sepertinya tak ada kata lelah dalam menggeluti panggung politik. Termasuk ketika ia ditunjuk maju sebagai bakal calon Walikota Palembang, Sumatera Selatan.

DSC00053Memang, diakui oleh H Nur Iswanto, SH, MH, bukanlah perkara sulit dalam meraih simpati masyarakat. Bagi pria kelahiran Lahat, 7 November 1961 inilah buah dari perjuangannya yang berliku selama puluhan tahun silam.  ”Meski demikian, saya tidak pernah lelah untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat demi sebuah perubahan,” tegas politisi Senayan yang diamanahi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sumatera Selatan ini.

Sejak terjun di dunia politik praktis di masa orde baru, Nuris, demikian panggilan akrabnya terus menunjukkan tajinya sebagai seorang politikus. Kepiawaiannya mengantarkan ia duduk sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan dua periode. Kemudian ketika didaulat oleh Prabowo Subianto untuk memimpin Partai Gerindra pada 2008, Nuris kembali berhasil mengantarkan dua kader terbaiknya melenggang ke Senayan, ia dan Edhy Prabowo pada Pemilu 2009 lalu.

Baginya, politik itu perjuangan. Perjuangan yang diawali dengan mencari kekuasaan, setelah berkuasa baru bisa merubah keadaan. Tentunya perubahan yang positif. Tanpa berpolitik perjuangan akan percuma. Dan di Gerindra inilah Nuris berjuang demi sebuah perubahan. ”Dalam berpolitik, apapun masalahnya, seberapapun keterbatasannya, kapanpun masanya kalau kita yakin dan dilandasi dengan kesungguhan niat, pasti kita bisa mengatasinya. Karena politik itu perjuangan,” tegasnya.

Termasuk di saat tengah menjalankan tugas sebagai Ketua DPD Partai Gerindra, ayah empat anak ini diminta sebagain besar masyarakat Palembang untuk maju dalam pemilihan walikota (pilwako) Kota Palembang. Tak tanggung-tanggung, perintah pun turun dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk merebut Palembang. Semua itu bukan sekadar gagah-gagahan atau unjuk kekuatan Partai Gerindra yang dipimpinnya di bumi sriwijaya, tapi untuk sebuah perubahan yang dimulai dari Kota Palembang sebagai jantung Sumatera Selatan.

Menurutnya, memang dengan kekuatan lima kursi anggota DPRD Kota Palembang, Gerindra masih memerlukan dua kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonannya. Anggota Komisi V DPR-RI ini optimis lewat jaringannya akan bisa mendapatkan dua kursi bahkan lebih. ”Saya rasa dengan melihat pergerakan dan aksi kita selama ini, ada beberapa partai yang siap berkoalisi dengan kita,” tandasnya.

Meski begitu, ia menegaskan kepada semua kadernya untuk terus berjuang bersama meraih simpati dan dukungan semua kalangan dalam gelaran pilwako yang akan berlangsung April 2013 mendatang. Pasalnya menghadapi calon incumbent dan muka-muka lama bukanlah perkara mudah. Untuk itu, ditengah kesibukannya sebagai anggota DPR, Nuris rela bolak balik Jakarta Palembang untuk mensosialisasikan pencalonannya ke pelosok wilayah Palembang. ”Jumat sore sampai Minggu malam saya habiskan waktu untuk sosialisasi di Palembang, Senin pagi saya sudah di Jakarta lagi,” terang anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ini.

Saat ditemui di ruang kerjanya di komplek Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu, kepada Hayat Fakhrurrozi dari Garuda, lulusan Universitas Palembang ini memaparkan pandangan terhadap kondisi Kota Palembang, perjuangannya membesarkan Partai Gerindra Sumatera Selatan serta kesiapannya menghadapi pesta demokrasi pilwako Kota Palembang. Berikut petikannya:

Bisa diceritakan kondisi Partai Gerindra di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri seperti apa?

Secara umum Partai Gerindra Sumatera Selatan kondisinya baik. Struktur partai dari tingkat DPC, hingga PAC sudah terbentuk. Untuk kota Palembang, setelah saya ditetapkan oleh DPC untuk maju, sejak dua bulan lalu saya lebih fokus di Kota Palembang, namun bukan berarti DPC lain tidak diperhatikan. Khusus di Palembang, struktur partai sudah terbentuk hingga ranting dan anak ranting.

Bisa dijelaskan rencana Anda untuk maju dalam pemilihan walikota Palembang?

Memang benar, saya sebagai ketua DPD diminta oleh DPC Kota Palembang untuk maju dalam pemilihan walikota (pilwako) 2013 mendatang. Pencalonan saya ini sudah disosialisasikan ke DPC dan PAC yang ada di Sumsel. Gerakan kita sudah berjalan sejak dua bulan lalu baik lewat aksi revolusi putih atau kunjungan ke PAC dalam rangka melihat kesiapan mesin-mesin partai untuk menghadapi pilwako ini.

Bagaimana tanggapan masyarakat atas rencana pencalonan Anda?

Sejak ditetapkan untuk maju dan hasil kunjungan saya ke pelosok kampung di Palembang selama dua bulan ini antusias masyarakat begitu besar. Bahkan mereka sudah siap berjuang tidak untuk saya saja, tapi untuk kemenangan Gerindra dan Prabowo Subianto sebagai Presiden pada 2014 mendatang. Kita terus mengumandangkan yel-yel Gerindra Menang, Prabowo Presiden dalam setiap kesempatan.

Hingga saat ini, siapa lawan yang bakal dihadapi dalam pilwako nanti?

Setidaknya hingga saat ini, ada incumbent Wakil Walikota yang tentunya secara penokohan lebih terkenal. Tapi saya dan Partai Gerindra tidak gentar untuk menghadapinya. Lalu ada juga Kepala Dinas Perhubungan yang mencalonkan kembali, meski sudah dua kali ikut pertarungan pilwako tapi kalah, tentunya dia pun tak kalah terkenalnya. Mungkin dalam perkembangannya akan ada nama lain.

Kenapa pilih Walikota Palembang, tidak Gubernur Sumsel?

Sebenarnya ada juga yang menyarankan untuk posisi gubernur, tapi  saya juga harus tahu diri, dan tidak mau muluk-muluk, dengan kondisi dan realitas yang ada. Kalau pun maju di pilgub Sumsel, saya akan ambil posisi wakilnya. Nah, karena saya sudah ditentukan untuk maju di pilwako Palembang maka saya harus fokus. Kalau nanti kita dapatkan Palembang ini, maka ada keuntungan ketika mengusung Prabowo ke depan. Di Kota Palembang Gerindra memiliki ada lima kursi dan juga mata pilihnya 1,3 juta pemilih. Peringkat kedua Kabupaten Muara Enim, dengan lima kursi DPRD dengan jumlah pemilih sebanyak 700.  Untuk itu, kita harus rebut wilayah ini untuk menuju pemilihan Presiden mendatang.

Bisa dijelaskan, kekuatan Partai Gerindra di Palembang sendiri bagaimana?

Bayangkan, sebagai pendatang baru, dari 50 anggota DPRD, kita mampu mendudukkan lima kursi atau satu fraksi. Memang dengan jumlah kursi yang dimiliki itu belum cukup, untuk itu saya masih memerlukan dua kursi lagi agar memenuhi persyaratan. Tentu kita akan koalisi dengan partai lain. Mudah-mudahan dengan gerakan kita orang lain akan mendekat.

Dengan kekuatan itu, sebesar apa peluang yang dimiliki?

Kalau tidak punya potensi, saya tidak akan maju. Tapi karena melihat Gerindra punya posisi yang bagus dan sangat solid. Maka ketika ada kader yang siap maju, maka partai ini tidak boleh direntalkan. Pasalnya, kita berhitung kalau orang lain yang maju, kalau mereka kasih duit paling berapa sih? Setelah itu mereka tinggalkan kita, tapi kalau kita bertekad untuk maju, maka kalah memang itu kita yang tanggung. Jadi ngapain kita rentalkan, seperti yang dilakukan banyak partai di luar kita yang merentalkan partainya hanya untuk mendapatkan uang, sementara kaderisasi tidak jalan. Yang penting kita berjuang dulu, harus berani, kalah menang itu urusan nanti.

Program apa yang akan Anda tawarkan kepada masyarakat?

Sebenarnya secara umum, Palembang sudah bagus. Untuk walikota Edi Sentana, saya angkat topi, tapi ini periode terakhir buat dia, ada banyak hal yang harus dibenahi. Contohnya masih banyak rumah yang tidak layak huni, lingkungan yang kumuh, jalan-jalan yang belum bagus, tingkat kemiskinan yang masih tinggi, fasilitas pendidikan yang memprihatinkan, pasar tradisional yang kiat terjepit, pelayanan puskesmas gratis tapi tetap berbiaya mahal, karena akses yang jauh.

Untuk itu kita menawarkan perubahan di setiap bidang. Misalnya, puskesmas yang ada akan kita tingkatkan menjadi puskesmas modern dilengkapi fasilitas rawat inap yang dekat dengan penduduk kampung. Begitu pula dengan kesejahteraan para tenaga medisnya. Lalu bidang pendidikan tidak saja membenahi sekolah yang ambruk, tapi kualitas gurunya harus ditingkatkan, karena banyak sekolah bagus tapi gurunya tidak bagus. Kemudian, keberadaan pasar-pasar tradisional akan kita buat lebih modern sehingga bisa bersaing dengan supermarket yang kian membanjiri Palembang dan mematikan ekonomi rakyat kecil. Begitu juga dengan pembinaan generasi muda di bidang olahraga yang tidak diimbangi dengan fasilitas kapangan olahraga yang kian berkurang dan banyak yang disulap menjadi mal.

Apa yang Anda lakukan dalam sosialisasi ke tengah masyarakat?

Dalam setiap sosialisasi yang saya lakukan setiap Jumat sore hingga Minggu malam selalu tidak sekadar pertemuan saja, tapi sekaligus digabungkan dengan program delapan aksi seperti revolusi putih. Biasanya aksi revolusi putih yang digelar di kampung-kampung dengan sasaran anak-anak dan ibu-ibu hamil ini selalu dihadiri minimal 400-600 orang, bahkan pernah juga sampai 1000 orang yang hadir. Sebelumnya saya juga secara rutin menggelar turnamen bola voli yang sudah memasuki tahun kelima ini, bukan karena saya ingin maju di pilwako saja, tapi saya melihat minat olahraga di perkampungan di Palembang ternyata begitu tinggi. Dari sini kalau kita bina bakat-bakat atlet itu pasti menjadi baik dan tidak hanya terpusat di kota saja, tapi hingga ke pelosok kampung.

Nah dalam rangka sosialisasi menghadapi pilwako ini, saya dan tim memulainya dari pinggiran Palembang dulu, baru setelah itu kita garap wilayah perkotaan. Setidaknya, dalam seminggu ada lima kali revolusi putih. Untuk itu, saya membutuhkan dukungan dari teman-teman DPC, DPD dan DPP dalam menjalankan aksi ini.

Apa yang akan Anda berikan untuk Palembang?

Dengan jumlah penduduk 1,7 juta jiwa dan mata pilih 1,3 juta. Saya tidak mau banyak janji, karena biasanya banyak janji pasti banyak bohongnya. Saya hanya menawarkan perubahan dengan haluan baru, pemimpin baru, semangat baru dan rakyat tak butuh janji, tapi butuh bukti. Dan ini sudah saya lakukan sejak memulai terjun di panggung politik yang mengantarkan saya duduk di DPRD dua periode dan di Senayan ini. Mudah-mudahan ini tidak sekadar slogan yang saya cantumkan di atribuk sosialisasi yang saya buat tapi bisa saya buktikan secara nyata. Dan pada saat saya harus membangun Palembang, jargon ini harus saya buktikan.

Kondisi birokrasi di Palembang sendiri bagaimana?

Secara umum sudah birokrasi pemerintah kota Palembang cukup bagus. Tapi kalau nanti saya memimpin, maka harus lebih bagus lagi. Kalau perilaku KKN di lingkaran birokrasi saya pastikan masih ada, hal ini dibuktikan dengan adanya laporan para pemborong kepada saya bahwa proyek-proyek mereka sudah diambil oleh orang-orang dekat para pejabat birokrasi atau lewat koleganya. Inilah tantangan kita ke depan untuk menciptakan birokrasi yang bersih.

Selain mengandalkan mesin partai, parpol mana yang sudah melirik Anda?

Sampai saat ini memang banyak pihak yang meminta kader Gerindra untuk maju di pilwako Palembang, untuk itu saya maju. Tim hingga saat ini masih mengkaji siapa dan partai mana yang bakal mendampingi saya nanti. Yang jelas saya tidak akan merentalkan partai ini.

Selama ini apakah sudah ada survey tentang tingkat elektabilitas Anda?

Saya dan tim belum melakukan survei. Bagi saya survey itu bukan menjadi patokan seseorang untuk menang, tapi sekadar sebagai rekomendasi saja untuk mencari tahu, sebagai arah dimana titik lemah dan titik kekuatan. Jangan terlalu percaya dengan survei, bisa jadi pada saat survei warga yang menjadi responden hanya kenal dengan orang atau calon dari partai lain.

Bagaimana membagi waktu persiapan pilwako dengan kesibukan Anda di Senayan?

Saya rasa tidak bermasalah, selain pembagian waktu rapat yang berbeda antara komisi, BURT dan keperluan untuk dapil. Selama ini saya selalu pulang setiap Jumat sore untuk keliling ke seluruh dapil di Sumsel. Saya mohon maaf kepada kader-kader di DPC lain, sementara ini kurang diperhatikan. Bukan berarti dilupakan, tapi karena saya lagi fokus di Palembang. Untungnya, tim di setiap DPC sudah solid dan mereka mengerti dengan tugasnya, tinggal mengkondisikan saja.

Menurut Anda kondisi kepemimpinan kita saat ini seperti apa?

Di Sumsel sendiri, kita lihat gubernurnya selain sibuk menyelesaikan tugas juga tengah sibuk maju di DKI. Namun demikian, Gerindra tetap mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang pro rakyat. Meski memang diakui, kepemimpinan saat ini saya anggap amburadul, plintat plintut, ragu-ragu dalam menentukan kebijakan. Untuk itu dengan kebulatan tekad, Gerindra mengusung Prabowo menjadi pemimpin Republik ini.

Sebagai politisi kawakan, menurut Anda, politik itu apa?

Politik itu perjuangan. Di sinilah kita menentukan perjuangan itu bisa atau tidak. Perjuangan diawali dengan mencari kekuasaan, setelah berkuasa baru bisa merubah keadaan. Tentunya yang positif, tanpa berpolitik perjuangan kita omong kosong.

Lalu kondisi politik di gedung parlemen saat ini seperti apa?

Boleh saja dalam persaingan politik Fraksi Gerindra belum diperhitungkan karena jumlahnya sedikit. Tapi, meski sedikit sangat menentukan dan diperhitungkan banyak pihak. Biasanya kalau sidang paripurna, kita menentukan. Sedikit tapi diperhitungkan.

Pesan Anda untuk kader Gerindra Sumsel?

Saya yakin seluruh pengurus partai dan kader yang di Sumsel mendukung kebijakan ini, tidak hanya dalam bentuk materi tapi dengan moril dan dukungan gerakan lainnya untuk mensosialisasikannya ke bawah. Khususnya kader yang ada di Palembang ataupun di luar itu pasti akan mendukung bahwa saya, Haji Nur Iswanto maju sebagai walikota, untuk itu mohon dibantu. Dan kalau memang menginginkan kesejahteraan pilihlah Gerindra. [G]

H NUR ISWANTO, SH, MH

Tempat tanggal lahir:

Lahat, 7 November 1961

Jabatan:

  • Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Selatan
  • Anggota Komisi V DPR-RI
  • Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR-RI
  • Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI

Catatan:

  • Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Juni 2012
  • Pada Rabu, 5 Maret 2014, Nur Iswanto meninggal dunia karena sakit jantung.

One thought on “Lebih Dekat Dengan Nur Iswanto: Berjuang untuk Perubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s