Abdul Harris Bobihoe : Piawai Mengurusi Administrasi dan Menata Acara

Dinamika perpolitikan negeri ini telah menempanya menjadi seorang pejuang politik yang loyal dan penuh dedikasi. Betapa tidak, berbagai rintangan telah ia lalui, meski harus rela terjatuh dan bahkan tersingkir. Semua itu semakin mendewasakan sikapnya dalam berpolitik.

haris bobihoItulah yang dirasakan Abdul Harris Bobihoe, sejak ia menceburkan diri di dunia politik praktis. Kini, pria kelahiran Gorontalo, 18 September 1963 ini dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).  Ia pun tercatat sebagai salah satu orang yang ikut membidani lahirnya partai berlambang kepala burung garuda ini. Berkat kepiawaiannya dalam hal sistim administrasi organisasi ia pun mendapat tugas khusus untuk mengurusi masalah administrasi kepartaian.

Memang, sedari awal terjun ke dunia politik, Harris disibukkan dengan persoalan administrasi. Baginya, organisasi akan berjalan baik, kalau administrasinya baik. Bahkan kini, Gerindra telah diakui banyak kalangan sebagai partai politik yang memiliki administrasi yang kuat. “Jangan menyepelekan administrasi, semisal surat menyurat, karena administrasi adalah suatu hal yang sangat luar biasa dimana pada saat akan mengambil keputusan. Kalau administarinya tidak beres, maka organisasi itu akan kacau balau,” tegasnya yang mengaku banyak belajar tentang administrasi kepartaian dari dua partai politik yang pernah digeluti sebelumnya.

Keterlibatannya di partai politik besutan Prabowo Subianto ini jauh sebelum Gerindra lahir. Bersama para koleganya, Harris ikut aktif dalam forum diskusi mengenai persoalan bangsa akhirnya membuahkan pemikiran untuk mendirikan partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi rakyat. Namun Prabowo Subianto –yang ikut aktif dalam forum diskusi itu— yang dinilai memiliki kapabilitas sebagai seorang pemimpin masa depan waktu itu menolaknya. Setelah melalui perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya pada Desember 2007, disepakati untuk mematangkan konsep partai yang akan dibentuk.

Sejak saat itulah, Harris kembali ditugasi mengurusi segala administrasi, mulai dari menyusun nama-nama pengurus, surat menyurat kantor hingga yang lainnya. “Syukur Alhamdulillah, kerja keras kita yang hanya dalam waktu kurang dari sebulan sejak terdaftar di notaris, Gerindra dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu 2009,” ujarnya mengenang.

Saking sibuknya mengurusi administrasi partai, Harris yang pada Pemilu 2009 lalu didapuk sebagai calon legislatif untuk DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) provinsi Gorontalo, tak memiliki banyak waktu untuk berkampanye. Bahkan ia baru bisa turun ke tanah kelahirannya saat memasuki masa tenang. “Karena saat itu saya lebih fokus mengurusi administrasi partai di pusat, dan demi kepentingan partai yang lebih besar daripada mementingkan pribadi, saya pun menerima hasil itu,” ujar suami dari Wuri Handayani ini.

Bagi Harris yang aktif di beberapa organisasi sosial keagamaan, terjun ke dunia politik, sama halnya ketika menggeluti organisasi. Yang membedakan adalah tujuannya saja. Terlebih dalam menyelami partai politik, Harris menemukan banyak hal yang muncul. Namun yang terpenting adalah bagaimana menyikapinya secara arif dan bijak. “Karena sifatnya yang fluktuatif, ada saja hal-hal yang muncul, mulai dari gejolak, intrik dan konflik. Asal dilandasi dengan hal yang benar maka politik itu akan benar,” tegasnya yang mengaku ada ketertarikan dan kesamaan dengan pemikiran Prabowo Subianto jauh sebelum Gerindra lahir.

Menurutnya, begitu banyak cerita para anak buahnya tentang bagaimana Prabowo memimpin di lapangan. Pun ketika pensiun dari militer, Prabowo mengusung konsep ekonomi kerakyatan yang selama ini tabu dibicarakan para ekonom. Dari situlah, saya memantapkan diri untuk mendedikasikan segala kemampuan untuk ikut mendirikan dan memenangkan Gerindra serta mengantarkan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. Walau diakuinya, saat ini, masih begitu melekat anggapan masyarakat bahwa Gerindra adalah Prabowo. Karena memang konsep Gerindra lahir dari perwujudan konsep, hayalan, imajinasi dan mimpi Prabowo. “Wajar jika Prabowo menjadi icon Gerindra, dan Gerindra adalah Prabowo. Untuk itu kita harus bisa menciptakan Prabowo Prabowo lain. Saya kira sudah mulai banyak muncul Prabowo Prabowo baru yang mempunyai mimpi dan konsep yang sama seperti yang diimpikan Prabowo,” tegasnya.

Jelang Pemilu 2014, putra ketiga dari tujuh bersaudara ini memang tetap lebih senang mengurus administrasi partai. Tapi, sebagai kader, ia pun tetap akan siap jika diperintahkan untuk maju dalam pemilu legislatif mendatang. Di samping handal dalam urusan administrasi, Harris pun piawai dalam mengonsep dan memandu acara. Tak heran bila ia kerap tampil sebagai Master of Ceremony (MC) acara resmi yang digelar Partai Gerindra. Dengan suara dan gaya biacaranya yang khas, sosoknya seakan begitu melekat di setiap kegiatan Gerindra yang melibatkan para petinggi partai. “Mau tidak mau tugas itu saya terima saja, yang pasti bagi saya acara itu berjalan lancar, pesan politik Pak Prabowo sampai dengan baik dan sesuai yang diinginkan,” katanya yang mengaku belajar sebagai MC secara otodidak.

Tentu saja, bukan tanpa sebab ia kerap tampil di muka publik Gerindra. Ayah satu anak ini memang sudah terbiasa dan memiliki bakat dalam memandu acara sejak duduk di bangku sekolah. “Memang sejak SMA hingga kuliah, saya selalu ditunjuk sebagai pembawa acara,” aku Harris yang mengenyam pendidikan menengah dari SMP hingga SMA di Kota Manado karena ikut orangtuanya yang bertugas di kota itu. [G]

Catatan:

  • Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Februari 2013
  • Pada Pemilu 2014 ini, Abdul Harris Bobihoe maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR-RI dari Partai Gerindra 
About these ads

2 thoughts on “Abdul Harris Bobihoe : Piawai Mengurusi Administrasi dan Menata Acara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s