Prabowo Subianto : “Gerindra Didirikan untuk Masa Depan Bangsa”

“Kita merasa masa depan bangsa ini di persimpangan jalan. Kalau kita tidak pintar, tidak bijak, tidak piawai, tidak teguh, tidak tegar, tidak berani dalam menjalankan kehidupan bernegara, berbangsa, berpoilitik, bisa-bisa Indonesia pecah tidak lama lagi. Untuk itu, tujuan didirikannya partai ini adalah untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tegas Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dihadapan para kadernya dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Lembah Hambalang, Bogor, Maret lalu.

Menurut Prabowo, Partai Gerindra telah menjadi partai yang besar. Diakui atau tidak Partai Gerindra ikut mempengaruhi kehidupan politik bangsa, menentukan arah kehidupan politik bangsa ini. Tidak hanya itu, kondisi ini ditopang dengan perjuangan para kader di daerah yang tetap kuat, militan, dan disiplin.

Ini ditunjukkan para kader yang tetap membesarkan partai dan berada di tengah-tengah perjuangan rakyat. Dengan demikian Gerindra telah menjadi parpol yang sebenarnya berjuang untuk rakyat Indonesia. “Alhamdulillah partai kita kerja bukan karena ada uang, partai kita bila perlu berkorban uang untuk bekerja demi rakyat Indonesia,” tegas mantan Pangkostrad ini.

Prabowo prihatin dengan kondisi bangsa yang lemah di tengah kekayaan alamnya yang melimpah. Negeri ini kaya dengan sumber tambang yang berharga bagi kehidupan dunia, tetapi hampir semuanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Bahkan dengan mudah diambil oleh bangsa lain.

“Di tengah kekayaan alam yang melimpah, rakyat kita tetap miskin, di tengah kekayaan yang berlimpah masih ada rakyat yang telanjang, rakyat kita tidak menikmati apa yang seharusnya kita nikmati,” ujarnya heran.

Sehari sebelumnya, putra Begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini menerima tamu sejumlah kepala suku dari sejumlah wilayah adat di pulau Kalimantan yang mengadukan nasib atas tanah leluhurnya. Betapa tidak dari wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang kaya sumber daya alam itu puluhan ton tambang keluar, tapi tak bisa menikmati sepeserpun. Padahal keuntungan setiap tahunnya bisa mencapai Rp 6 triliun.

“Bahkan rakyat kita digusur, tidak menikmati dari kekayaan yang ada di tanah leluhur mereka. Kita lihat aparat yang dibiayai rakyat menggusur dan menindas rakyat kita sendiri, saya sebagai mantan tentara, saya menangis melihat kenyataan ini,” ujarnya.

Wajar jika rakyat marah, ketika meraka melihat kekayaan negeri ini tidak dikelola dengan baik dan hanya dinikmati segelintir orang. Rakyat melihat penyelewengan, aksi korupsi yang kian berani, kelakuan para pemimpin yang dengan gampang tanpa dosa melakukan kebohongan-kebohongan. Tak heran bila situasi negara sudah mulai panas, parah, banyak yang minta perubahan, bahkan melakukan tindakan di luar konstitusi.

Perang Suci

Mantan Danjen Kopassus itu berkali-kali menegaskan bahwa Partai Gerindra didirikan untuk menyelematkan masa depan bangsa, memperbaiki kerusakan moral, kerusakan politik, dan kerusakan yang telah terjadi dalam proses kepemimpinan di tiap tingkatan dari desa, kecamatan, hingga nasional. “Kita ingin memimpin pembaharuan, kita ingin Indonesia ini menjadi negara yang sejahtera,” tegasnya.

Tapi Prabowo mengingatkan, negara sejahtera tidak bisa dicapai, kalau pemerintahnya tetap korup, pemerintahnya tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan pelayanan kepada rakyatnya. Sejarah manusia mengajarkan, manakala pemerintah suatu negara itu korup maka itu menuju distintergrasi, dan kegagalan.

“Rakyat kita semakin pandai, pinter, tidak bisa dibohongi terus. Rakyat pun menyadari bahwa pemerintahan harus memberi pelayanan publik yang lebih baik, keamanan, pendidikan, kesehatan, dan ini tidak mungkin kalau korupsi terus merajalela,” tandasnya.

Dengan kondisi seperti ini, Partai Gerindra memberanikan diri tampil berjuang memperbaiki negeri. Karenanya, norma-norma biasa yang berlaku di parpol lain tidaklah berlaku di partai ini. Partai Gerindra harus selalu tampil di tengah-tengah rakyat sebagai pembela kebenaran, kejujuran dan semua golongan.

“Saya tidak ragu-ragu bahwa apa yang kita lakukan ini sebagai jihad, perang suci dalam menjalankan mandat saudara-saudara,” tegasnya.

“Saya memimpin dengan sikap berjuang, bukan sebagai politisi. Kita adalah pejuang untuk mempertahankan NKRI sampai darah penghabisan. Karena itu kita harus selalu tampil kepada rakyat sebagai pembela kebenaran, kejujuran, yang lemah dan semua golongan. Itulah ruh Partai Gerindra,” ujarnya mengingatkan.

Prabowo pun meminta kepada para kadernya untuk terus menjaga marwah partai sebagai partai yang bersih, kompak, tidak terlalu banyak pertikaian, tidak terlalu banyak sikut menyikut, kubu-kubu, intrik-intrik, curiga mencurigai, karena tuntunan keadaan partai ini membutuhkan kader yang kompak dan militan. “Karena kita sudah ada di ajang perang. Tidak ada waktu untuk membicarakan kejelekan orang lain, tidak ada waktu untuk bersitegang,” ajaknya.

Semua itu dalam rangka menghadapi pemilu 2014 mendatang yang boleh jadi tidak lebih dari 1000 hari lagi. “Kita tidak mau terulang di masa waktu 2009, dicurangi dan kita malah menjadi anak manis. Sudah saatnya kita harus bergerak, berjuang untuk menang. Menjalankan revolusi damai, konstitusional. Kita ingin pemilu yang bersih, kita harus tekankan bahwa kunci kita di pemilu nanti adalah damai,” ujarnya.

Partai Gerindra harus menjadi partai yang bersih. Partai yang membela kepentingan rakyat. Partai yang melakukan perombakan, pembaharuan, karena kalau tidak negara ini akan sirna dan bubar. Sejatinya, lanjut Prabowo, rakyat Indonesia yang ada di Papua, Kalimantan, akan bertanya kenapa kita diam melihat kekayaan negeri ini terus diambil dari daerahnya. Mereka juga bertanya, apa benar kita masih mau ada di negara ini? “Jangankan dari Papua atau Kalimantan, rakyat Banten pun saya yakin, tidak mau dipimpin oleh penguasa yang terus korup. Kita pun merasakan rakyat yang sudah kecewa, karena itu Partai Gerindra tampil berani untuk maju ke hadapan rakyat,” tegasnya.

Untuk itu, selama empat tahun berjalan, Partai secara alamiah telah melakukan penyaringan terhadap kader-kadernya. Bagi mereka yang mengira bisa berpetualang di partai ini, mencari kekayaan dari partai ini, satu persatu mulai meninggalkan partai.  Pun apabila mereka tidak mau meninggalkan partai ini, maka partailah yang mendorong mereka untuk keluar.

Dalam kesempatan itu Prabowo pun berkali-kali mengatakan bahwa Partai Gerindra tidak boleh asal jadi partai, Gerindra harus menjadi partai bersih, yang membela rakyat, membela kedaulatan dan kehormatan bangsa yang memimpin pembaharuan bagi rakyat Indonesia. Partai Gerindra ingin membangun bangsa yang bermartabat, menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia baik di desa maupun di kota. Cita-cita Partai Gerindra adalah cita-cita yang besar, impian yang besar, perjuangan Partai Gerindra perjuangan besar, karena itu dibutuhkan jiwa yang besar, pengorbanan yang besar, semangat yang besar, bukan semangat yang kerdil.

“Karena itu saya bersyukur bahwa kita bisa selenggarakan satu kongres pada hari ini dengan penuh kekeluargaan, jiwa besar, pengorbanan, kesadaran dan kearifan sesuai dengan watak bangsa Indonesia, musyawarah untuk mufakat. Kita di rumah besar Gerindra ini, tidak mempermasalah suku, agama, ras, asal usul, dan golongan,” tandasnya.

Sekali lagi, Prabowo mengingatkan para kadernya Gerindra dalam berpolitik untuk memperbaiki kehidupan bangsa. Karena tanpa politik, tanpa kekuasaan maka tidak bisa memperbaiki kehidupan rakyat. “Tapi kita bukan politisi. Gerindra menggembleng, mendidik dan menyiapkan pejuang politik. Kita harus menjadi pejuang-pejuang politik yang rela berkorban,” ujarnya.

Sadar atau tidak, bangsa Indonesia dalam kondisi bahaya. Betapa tidak, setiap saat selalu ada kekuatan-kekuatan yang ingin bangsa ini pecah belah dengan mengadu domba antar suku, ras, agama dan golongan. Padahal sejatinya, sifat dari bangsa ini dikenal rukun, moderat, cinta damai, ramah tamah, gotong royong sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini –yang digambarkan dalam Pancasila. Tapi sekarang banyak pihak yang hendak menghilangkan Pancasila dari kehidupan bangsa. Bahkan UUD 1945 yang merupakan pengalaman para pendiri bangsa ini pelan-pelan hendak dirubah, dihapus, diganti dengan sistim yang tidak cocok dengan bangsa ini.

Untuk itu, Gerindra ingin merebut kekuasaan untuk memperbaiki dan mengamankan Pancasila, mengembalikan UUD 1945 menjadi pegangan dan landasan kehidupan bangsa Indonesia. “Dan ternyata dalam usia kita yang masih muda, telah berhasil bahwa sikap-sikap Gerindra selalu berada di pihak yang benar di hadapan sejarah. Partai Gerindra didirikan untuk menawarkan suatu pemerintah yang bersih, kuat, bisa mengelola dan menjaga kekayaan negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, jauh sebelum berdirinya Gerindra, partai ini sudah mengkritik sistem neolib. Partai Gerindra merupakan partai pertama yang mengatakan sistem itu menyesatkan dan menyengsarakan bangsa Indonesia. Dan Gerindra telah mengingatkan bangsa Indonesia bahwa neolib itu keliru, tapi malah diejek, dicemooh. Tapi buktinya, sejarah mencatat bahwa pada tanggal 18 Oktober 2008, terjadi crash di Amerika Serikat, disusul kawasan Eropa akibat sistim perekonomian neolib yang dibangga-banggakan ternyata penyebab hilangnya trilunan dolar.

Sekarang apa yang terjadi, mereka pelan-pelan merubah, mereka bilang bukan neolib, tapi ekonomi Pancasila. Padahal mereka dulu mau merobek-robek tuh pasal 33 UUD 1945. “Enak saja, mereka kini bilang saya juga Pancasila, kemana saja kemarin-kemarin? Sudah salah tidak mau ngaku, tidak mau minta maaf lagi,” ujarnya gusar.

Prabowo pun mengajak seluruh kadernya untuk terus turun ke rakyat dengan tegas dan lantang mengajarkan, mendidik rakyat bahwa Gerindra mengeti tentang bangsa ini. Gerindra juga pahan dan bertekad untuk membawa bangsa ini dari kemiskinan, berdiri di atas kakinya sendiri, menjadikan bangsa yang dihormati, disegani bangsa lain, terhormat dan sejahtera. “Itulah perjuangan suci kita semua,” tekadnya.

Mandat

Prabowo menegaskan memang, sistim yang dibangun di Partai Gerindra seolah-olah hanya memberi mandat pada satu orang. Sejatinya sistim ini tak lain belajar dari para pemimpin negeri ini, seperti Bung Karno yang pernah dituduh diktator, Pak Harto yang selama 32 tahun memimpin negara ini, membela Pancasila, membawa kesejahteraan yang juga dituduh diktator. Tapi rakyat lebih tahu bagaimana dan apa yang dihasilkan kedua putra bangsa terbaik itu.

“Percayalah, saya sebagai orang yang dipercaya saudara, saya sadar bahwa saya hanya manusia biasa dengan penuh kelemahan, kekurangan, tetapi saya sadar adakalanya dalam sejarah ada orang-orang yang harus bersedia memikul tanggungjawab untuk orang banyak. Dan apabila itu memang takdir saya, kehendak dari rakyat banyak, saya terima mandat yang telah kalian berikan pada saya di siang hari ini,” ujar Prabowo saat menyampaikan kesanggupannya mengemban mandat untuk menyempurnakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gerindra.

“Mandat yang saudara berikan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya dan diselesaikan dengan penuh rasa tanggungjawab, seksama serta dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya,” lanjutnya.

Memang dalam kongres tersebut, tak sekadar memberikan mandat kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra untuk menyempurnakan AD/ART saja, tapi sekaligus memberi mandat kepadanya untuk maju sebagai calon Presiden RI pada pemilu 2014 nanti. “Saya merasa ini kehormatan yang sangat besar yang diberikan kepada diri saya. Tentunya saya harus menjaga kepercayaan saudara dengan segala kekuatan yang saya miliki,” tegasnya.

Tak cukup sekali Prabowo menyatakan dirinya hanyalah manusia biasa, tidak memiliki kelebihan, tapi ia paham bahwa ada kalanya rakyat banyak, orang banyak, akan meminta satu diantaranya untuk menjadi nahkoda, pemimpin, pembawa bendera bangsa ini. “Saya sadar kekurangan saya, tapi saya merasakan ada getaran di hati saya, rasa cinta tanah air yang sulit saya bendung, kalau saya liat merah putih, saya dengar Indonesia Raya dikumandangkan, saya terpanggil, saya ingin melihat Indonesia yang makmur, kuat, dan  dihormati. Itulah yang menggerakkan saya untuk menerima kepercayaan saudara-saudara kepada saya,” ujarnya merendah yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan para hadirin.

Sebagai hamba biasa, Prabowo pun mengaku tidak mungkin kepercayaan itu bisa diwujudkan kalau berjuang sendiri. “Saya akan mengajak, merekrut, membujuk putra putri bangsa terbaik untuk membantu saya berjuang bersama mewujudkan cita-cita kita yaitu Indonesia Raya yang sejahtera, adil makmur, gemah ripah loh jinawi,” ucapnya.

Prabowo pun mengingatkan bahwa untuk bisa berhasil, semua kader Partai Gerindra harus siap jadi pendekar yang membela kebenaran. Partai Gerindra harus berhasil membangun kekuatan yang besar, untuk menghadapi kekuatan-kekuatan kurawa, angkara murka yang menginginkan bangsa ini pecah belah. “Kalau mereka mengajak curang, kita harus hadapi dengan kekuatan dan kebenaran. Kalau mereka ingin intimidasi, kita harus berani membela diri kita dengan kegagahan. Kita tidak gentar dalam bertarung. Yang tidak berani bertarung, berdiri tinggalkan partai ini,” pintanya.

Program

Prabowo menegaskan, selain menyusun kekuatan di setiap lini, pendidikan dan pengkaderan, Gerindra pun tengah menyiapkan tim untuk memperbaharui manivesto perjuangan, delapan program aksi. Pasalnya, lanjut Prabowo, dari sekian program aksi yang dicanangkan Partai Gerindra sudah banyak ditiru dan bahkan diakui oleh kelompok lain.

Salah satu program baru yang akan dimasukkan dalam program aksi adalah membangun bank tabungan haji. Di Indonesia ada sekitar 200 ribu calon haji per tahunnya yang harus menunggu lima tahun, bahkan ada yang tujuh sampai delapan tahun. Bisa dibayangkan berapa triliun uang yang nongkrong di situ? “Aneh memang, sebagai bangsa yang memiliki umat Islam terbesar di dunia, tapi tidak memiliki bank tabung haji,” ujarnya heran.

Padahal menurut Prabowo, negeri jiran Malaysia yang memiliki penduduk 25 juta orang saja sudah memiliki bank tabung haji. Bahkan lanjut Prabowo, Mahatir Muhammad pernah bilang, jika saja waktu krisis 1998, Malaysia tidak punya tabung haji, maka ekonominya bangkrut. Pasalnya, uang yang ada di Malaysia dibawa lari ke luar negeri kecuali bank negeri Malaysia, bank tentara dan bank tabung haji yang tidak dikuras.

Selain itu, menjadi tantangan bagi bangsa ini lanjut Prabowo, negara ini harus bisa mewujudkan program mobil dan motor nasional buatan putra Indonesia. Dan Partai Gerindra harus mendukung apa yang diproduksi oleh putra Indonesia, seperti yang dilakukan pelajar SMK yang telah berhasil membuat mobil esemka. “Baik atau jelek kalau itu buatan asli Indonesia harus kita dukung,” tegasnya yang berniat untuk terbang ke Solo dalam waktu dekat ini.

Suara rakyat

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Suhardi  mengungkapkan dengan berlangsungnya kongres ini menandakan bahwa Partai Gerindra mampu tampil ke tengah-tengah rakyat meski suhu politik kian memanas menuju 2014. Untuk itu, Suhardi berharap kepada seluruh kader untuk bisa membawa diri terus menerus, menunjukkan diri kepada rakyat bahwa Gerindra bisa menjadi pemimpin di republik ini.

Menurutnya, yang harus dilakukan oleh para kader adalah terus berjuang mengawal suara rakyat yang terus mengarah ke Gerindra dari waktu ke waktu. Suhardi pun sepakat dengan Prabowo bahwa untuk saat ini sudah tidak ada waktu lagi bagi para kader Partai Gerindra untuk saling sikut, saling bertikai baik di pusat hingga daerah. Menurutnya, harapan itu terjawab sudah pada pelaksanaan kongres hari itu bahwa kader Gerindra tetap disiplin, militan dan memiliki semangat juang yang tinggi menjalankan tugasnya.

“Hari ini kita rasakan tidak ada gejolak-gejolak, semua bersinar mukanya bahwa hari ini adalah hari besar partai Gerindra. Yang harus kita waspadai adalah bagaimana kita harus mengawal suara rakyat, apakah kita akan menghianati suara mereka, apa artinya kita mendirikan partai Gerindra. Tugas kita adalah terus berjuang untuk mengawal suara rakyat,” tegas Suhardi.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang menegaskan bahwa ketetapan yang dihasilkan dalam kongres itu bukan sekadar menjadi cita-cita saja, tapi janji kepada bangsa dan hutang kepada rakyat yang harus dibayar. “Inilah janji kita kepada bangsa dan hutang kita kepada rakyat Indonesia yang akan kita bayar pada pemilu 2014 nanti,” tegasnya.

Menanggapi pidato politik Prabowo dalam kongres itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Banten, Budi Heryadi, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Partai Gerindra selama ini memang kian terasa oleh rakyat. Untuk itu, kader diminta tetap solid dalam membesarkan partai, melakukan sosialisasi dan pencapaian target di 2014 bahwa Gerindra menjadi pemenang dan menjadikan Prabowo sebagai presiden.

Menurut Budi, sebaiknya dan sudah saatnya pidato politik seperti itu tidak hanya dilakukan di depan kader yang hadir pada kongres itu saja, tapi seharusnya disampaikan di setiap kesempatan. Sehingga masyarakat mengetahui dan memahami serta mengenal lebih jauh tentang visi misi dan program Partai Gerindra dan Prabowo. “Angin ini tengah mengarah kepada kita dan Pak Prabowo, tentu saja masyarakat sudah melotot dan pintar dalam memilih pilihannya,” ujarnya. [G]

* Catatan : Artikel ini ditulis dan dimuat di Majalah GARUDA, edisi 16/April/2012