Bincang-bincang Bersama David Koz

Perjalanan karir saksofonis asal Amerika Serikat, Dave Koz (44) selama dua dekade ini boleh dibilang luar biasa. Berbagai jenis lagu diciptakan, berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi berbakat. Penjualan album yang mendapatkan penghargaan Platinum dan empat kali masuk ke dalam nominasi Grammy. Pria kelahiran Los Angeles 27 Maret 1963 ini tak hanya mencuri hati sejumlah penggemar jazz Indonesia, tapi juga mendapat tanggapan yang positif di mata pencinta musik.

David Kozlowski yang melambung lewat lagu You Make Me Smile, tampil memukau di Jakarta dalam tur promo album terbarunya At The Movies. Kedatangannya ke Jakarta lagi-lagi disponsori Volkwagen (VW), yang pernah mengundang Koz tampil di ajang Java Jazz Festival tahun lalu dan berkolaborasi dengan Ruth Sahanaya. Lewat album terbarunya, Koz menyertakan lagu Manusia Bodoh milik Ada Band. Tak heran jika Koz menjadwalkan promo albumnya di Jakarta untuk unjuk kebolehan di depan para penggemarnya.

Lalu apa yang membuat Koz kepincut dengan Indonesia? Berikut bincang-bincang View bersama Dave Koz saat manggung di Jakarta mempromosikan albumnya At The Movies beberapa waktu lalu.

VIEW: Apa yang mendasari Anda membawakan lagu Manusia Bodoh?

DAVID KOZ [KOZ]: Awalnya saya ditawari oleh label, kemudian materinya dikirimkan. Jujur saja, saya tidak mengerti bahasanya, tapi melodinya sangat indah, jadi saya pikir kenapa tidak. Akhirnya, bermodal ketertarikan pada melodi lagu itu, saya masukkan melodi saksofon dalam lagu tersebut. Dan Manusia Bodoh versi baru itu menjadi bonus track dalam album At The Movies yang tengah saya promosikan ini.

VIEW: Tapi sebenarnya apakah Anda mengerti apa itu Manusia Bodoh?

KOZ: Sungguh, lagu itu sangat indah. Lagu yang sangat romantis, melodinya begitu menyentuh perasaan. Tak hanya saya, orang Amerika juga sangat mengenal lagu itu dan menyukainya. Namun saya tak mau seperti judul lagu ini, ya walau sesekali bersikap begitu.

VIEW: Lalu kenapa Anda memilih lagu-lagu asal Indonesia?

KOZ: Di Indonesia banyak sekali musisi berbakat, salah satunya Donny Sibarani, vokalis Ada Band yang begitu fantastik. Itulah mengapa saya cinta Indonesia dan rasanya ingin selalu kembali ke sini.

Dalam At The Movies, Koz membawakan 12 lagu lawas yang merupakan soundtrack film. Sebut saja, Over The Rainbow (Wizard of Oz peraih Oscar 1940), As Time Goes By (Casablanca, nominasi Oscar 1944), Somewhere (West Side Story, pemenang Oscar 1962), Moonriver (Breakfast At Tiffany’s, pemenang Oscar 1962), The Shadow of Your Smile, (The Sandpiper, pemenang Oscar 1966), The Pink Panther (The Pink Panther, nominasi Oscar 1965), The Way We Were (The Way We Were, pemenang Oscar 1974), The Summer Knows (Summer of’42, pemenang Oscar 1972), It Might Be You (Tootsy, nominasi Oscar 1983), A Whole New World (Aladin, pemenang Oscar 1993) dan Schindlers’s List (Schindlers’s List, pemenang Oscar 1994). Dari keseluruhan lagu disajikan dengan dukungan orkestra penuh, dengan dukungan bintang tamu seperti, Barry Manilow, Anita Baker, Donna Summer, India Arie, Vanessa Williams, Johnny Mathis, dan Chris Botti, termasuk di dalamnya lagu Manusia Bodoh persembahan Ada Band.

VIEW: Apa yang mendasari album ini diberi judul At The Movies?

KOZ: Saya senang sekali ketika berada di gedung bioskop dengan sekotak popcorn, soda di tangan dan seorang teman saat menyaksikan sebuah film hebat. Saya suka suasana seperti ini dan akhirnya memberi judul album ini At The Movies. Karena selain suka film dan diambil dari film-film yang hebat, ide awalnya pun datang saat di bioskop.

VIEW: Kenapa lagu-lagu tersebut yang pernah jadi soundtrack film dipilih untuk album ini?

KOZ Karena paling tidak dari sebagian besar lagu-lagu di album ini menjadi bagian dari kehidupan seseorang dan saya juga merasakannya.

V Lalu bagaimana Anda memilih lagu yang akan diaransemen ulang?

KOZ Mengaransemen ulang sebuah lagu bukanlah hal yang mudah, maka saya pilih lagu yang benar-benar tidak dapat dipisahkan dari filmnya. Dan ketika orang mendengar lagunya ia akan langsung mengenal filmnya. [view]

Box:

Discography:

Dave Koz (1990)

Lucky Man (1993)

Off the Beaten Path (1996)

December Makes Me Feel This Way (1997)

The Dance (1999)

A Smooth Jazz Christmas (2001)

Golden Slumbers: A Father’s Lullaby (2002)

Saxophonic (2003)

Golden Slumbers: A Father’s Love (2005)

At The Movies (2007)

Artikel ini ditulis pada April 2007 dan dimuat pada majalah VIEW edisi Mei 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s