Bincang-bincang Bersama dr Sonia Wibisono

Bertemu langsung dengan dr Sonia Wibisono (30), bisa membuat pasiennya pangling. Maklum, selain masih muda dan cantik, Sonia juga selalu tampil trendy bak seorang model, bukan dokter. Memang, Sonia tak hanya menguasai soal dunia kedokteran, tapi juga acapkali tampil sebagai pembicara dalam bidang fashion, kecantikan dan lifestyle. Sonia juga kerap hadir di berbagai acara selebritis dan namanya cukup dikenal di kalangan sosialita negeri ini. Tak heran jika dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, sibuk menggelar acara di berbagai yang berkaitan dengan dunia kesehatan dan kecantikan seperti Sexy and Beautiful, Be a Man Magnet.

Sonia mengakui, profesinya sebagai dokter tak akan ditinggalkan begitu saja. Ia tetap meluangkan waktu untuk praktek sebagai dokter di sebuah klinik di kawasan Bulungan Jakarta Selatan. Baginya tugas dokter tidak saja berpraktek mengobati pasien, tapi memberi penyuluhan untuk mencegah terserang penyakit pun bagian dari tugasnya. “ Praktek di klinik paling hanya dua kali seminggu saja, soalnya anak-anak saya juga butuh perhatian lebih dari ibunya,” kata ibu dua anak kelahiran Jakarta 11 Oktober 1977 ini. Berikut bincang-bincang View dengan Sonia:

VIEW : Sebagai seorang dokter yang juga dikenal sebagai presenter beberapa program acara kesehatan, mana yang Anda pilih, praktek sebagai dokter atau profesi baru ini?

SONIA : Terus terang saya lebih memilih menjadi narasumber, presenter dan menulis dunia kesehatan di beberapa majalah dibanding berada di ruang praktek. Toh dengan memberi penyuluhan baik lewat seminar maupun tulisan di media seputar kesehatan pun tidak mengurangi esensi dari profesi saya sebagai seorang dokter.

VIEW : Kenapa hal ini Anda lakukan?

SONIA : Yang pertama, saya ingin memberikan perhatian yang maksimal kepada anak-anak saya. Saya ingin lebih banyak waktu bermain bersama anak-anak karena di usia balita inilah masa-masa golden age bagi tumbuh kembang mereka. Kebetulan kedua orangtua saya pun, dulu memperlakukan saya seperti itu. Yang kedua, saya selalu ingin memberikan sesuatu yang berguna untuk orang banyak.

VIEW : Apakah kegiatan ini, masih ada kaitannya dengan ilmu kedokteran yang Anda pelajari?

SONIA : Apa yang saya sampaikan selama ini, tak jauh dari sisi dunia kesehatan seperti kecantikan, kebugaran dan gaya hidup. Walau ada keinginan untuk lebih jauh mengupas soal fashion, traveling atau psikologi, tapi selalu saja masih berkaitan dengan kesehatan tubuh. Bagi saya, semuanya masih mencakup dan tetap dalam kaitannya dengan ilmu-ilmu kedokteran yang saya pelajari selama ini.

VIEW : Anda lebih dikenal sebagai sosok wanita yang sangat modis, tidak terkesan seperti seorang dokter yang serius dan tampil formal. Apa komentar Anda?

SONIA : Saya memang suka tampil modis. Menurut saya, wanita memiliki estrogen yang menimbulkan sisi feminitas sehingga kodrat sejati seorang wanita mana pun pasti suka akan keindahan. Dengan tampil rapi, bersih dan cantik tentunya akan membuat rasa percaya diri seorang wanita lebih besar.

VIEW : Sebenarnya apa motivasi Anda?

SONIA : Sejujurnya, saya hanya ingin lebih mendobrak kebebasan sebagai individu. Tapi tentunya melihat orang tidak harus dilihat dari penampilannya saja. Kebetulan saya yang berprofesi sebagai dokter dinilai orang tampil lebih modis. Toh menurut saya, tampil fashionable itu kan lebih bagus.

VIEW : Lalu apa sih yang Anda cari sebagai seorang wanita?

SONIA : Intinya kebahagian. Apa yang saya jalani selama ini telah memberikan kebahagian yang selama ini saya cari. Kebahagian itu kan harus datang dari diri kita sendiri. Nah sebagai seorang wanita, saya hanya ingin be happy with ourself. Paling tidak apa yang saya lakukan bisa membahagiakan diri sendiri dan tentunya orang lain, seperti berbagi rasa, menolong kesulitan orang lain, atau ikut dalam aktivitas amal lainnya.

VIEW : Berada di dalam atau diluar ruang praktek, Anda merasa nyaman dimana?

SONIA : Wah tentunya lebih nyaman berada di luar ruang praktek, bisa ketemu banyak orang dan mengungkapkan ide-ide. Terus terang saya orangnya bawel, sehingga lebih banyak ngomong dan sangat suka bicara soal kesehatan di depan banyak orang. Jika seharian berada di ruang praktek yang hanya berukuran 2 x 3 meter, ha…ha.. ha..bisa-bisa stress.

VIEW : Wah ternyata dokter juga bisa stress ya?

SONIA : Yah iyalah. Dokter juga kan manusia.

Artikel ini ditulis pada Agustus 2007 dan dimuat di majalah VIEW Edisi September 2007

Advertisements

2 thoughts on “Bincang-bincang Bersama dr Sonia Wibisono

  1. Saya akan selalu mengingat pesan mbak Sonia di iklan TV itu.
    ..”Sejujurnya.. saya sih enggak mau cari penyakit.. penyakit itu yang secara kebetulan saya kenal dari bekas teman saya..kemudian kami bergaul>’kawin’>>saya hamiliN>>>lahirlah penyakit baru”..
    Saya lebih suka bersahabat dengan siapa saya yang dengan tulus iklas (tak mempunyai maksud-maksud tertentu) berteman dengan saya.Terimakasih.
    Salam Kenal (SK)
    JON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s