Bincang-bincang Bersama Indra Lesmana

Darah seni musik mengalir lewat ayahnya, musisi ternama almarhum Jack Lesmana. Tak heran jika Indra Lesmana, yang mulai belajar keyboard sejak di usia 10 tahun itu, akhirnya tampil sebagai musisi handal. Kini, musisi yang pernah meraih beasiswa dan belajar di Conservatorium of Music Australia ini, kembali terpilih menjadi juri Indonesian Idol untuk keempat kalinya.

Acara yang ditayangkan RCTI, itu tentunya menambah sederet kesibukannya mulai dari audisi di daerah-daerah hingga final nanti. Lalu seperti apa komentar lelaki kelahiran Jakarta, 28 Maret 1968 seputar Indonesian Idol? Di bawah ini hasil percakapan dengannya .

VIEW: Kenapa Anda kembali bersedia menjadi juri Indonesian Idol?

INDRA: Ini suatu kebanggaan bagi saya secara pribadi. Dengan menjadi juri di ajang bergengsi sekelas Indonesian Idol, ini kita menemukan bakat-bakat terpendam yang tersebar di seluruh Indonesia.

VIEW: Bagaimana kesiapan Anda memasuki Indonesian Idol musim tahun ini?

INDRA: Wah sudah pasti siap banget. Bahkan saya sangat berharap, bisa benar-benar tampil sebagai juri yang lebih selektif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

VIEW: Apa yang Anda harapkan dari kontestan Indonesian Idol nanti?

INDRA: Saya sangat berharap para kontestan Indonesian Idol nanti bisa bernyanyi dengan hati, tidak sekadar bisa menyanyi saja. Sebab menurut saya, segala sesuatunya harus dilakukan dengan sepenuh hati, sama dengan kalau saya bermusik, tak pernah setengah-tengah.

VIEW: Oh ya. Seperti apakah itu?

INDRA: Ya, karena lagu yang dinyanyikan dengan penuh perasaan dari dalam hati, pendengarnya juga akan merasakan sampai ke hati. Menurut saya, inilah adalah modal dasar yang harus dimiliki seorang penyanyi atau pemusik dalam berkarya.

VIEW: Seperti apa sih independensi juri dalam menilai kontestan?

INDRA Sekali lagi, semua itu kembali ke hati. Ketika kita mendengar sebuah lagu dengan hati maka akan sangat terasa maknanya. Makanya ketika kontestan menyanyikan lagu sepenuh hati, dari situlah timbul independensi kita dalam menilai para kontestan.

Sebagai musisi, Indra tak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga namanya sangat familiar bagi musisi jazz dunia. Terbukti, ia pernah rekaman bareng Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, Tooty Heath di album For Earth and Heaven dan dirilis di Amerika Serikat. Di tahun 2000, Indra kembali berkarya lewat album Reborn. Disusul kemudian membesut big-band 17-piece yang menjadi soundtrack film Rumah Ketujuh.

Indra Lesmana pun pernah duet bareng living legend pianis Bubby Chen. Sehingga pengakuan sebagai icon jazz menempel pada sosok yang pernah menghasilkan 200 komposisi asli, 47 album dan lebih dari 70 produksi album rekaman yang mengeksplorasi musik pop, jazz, mainstream, swing, hingga nu-jazz. Bahkan mantan suami dari Sophia Latjuba ini sering tampil dalam konser jazz internasional. Salah satunya, acara JakJazz tahun lalu yang mampu mensejajarkan dirinya dengan pemusik internasional seperit Salena Jones dan Phil Perry.

VIEW: Menurut Anda, kriteria apa saja yang wajib dimiliki para kontestan untuk bisa tampil hingga lima besar?

INDRA: Belajar dari musim pertama hingga ketiga sebelumnya, tentunya kita tetap menginginkan kualitas musikalitas para kontestan yang jadi kriteria dasar.

VIEW: Dalam kenyataanya, sekarang ini para finalis Indonesian Idol lebih sering tampil dalam sinetron atau program lainnya yang memang bukan tujuan awalnya?

INDRA: Penjaringan bakat penyanyi lewat Indonesian Idol memang untuk melahirkan penyanyi yang handal. Tapi memang tidak sekadar menjadi penyanyi, karena mereka pun dengan sendirinya tampil sebagai entertainer. Jadi tidak menutup kemungkinan jika mereka menerima tawaran main sinetron atau ikut program lainnya karena kebetulan memang sudah populer.

VIEW: Lantas dengan ditunjuk sebagai juri Indonesian Idol ini, apa yang diperoleh?

INDRA: Paling tidak saya bisa membantu banyak anak muda yang memiliki bakat terpendam sebagai penyanyi berkualitas untuk menembus industri musik Indonesia.

VIEW: Bagaimana dengan musim tahun ini?

INDRA: Saya harap Indonesian Idol musim tahun ini lebih colorful, telebih kini tempat audisi merambah ke 12 kota besar dimana sebelumnya hanya ada enam kota. Bisa dibayangkan kan betapa banyak orang-orang yang berbakat untuk ikut berkompetisi dalam ajang ini. [view]

Artikel ini ditulis awal tahun 2007 lalu dan dimuat di majalah VIEW Edisi Februari 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s