Tukul Dulu, Tukul Kini

Siapa yang tak kenal Tukul Arwana? Host acara talk show Empat Mata ini kini menjadi bintang yang bersinar. Mulai Senin hingga Jumat, pemirsa televisi dapat menikmati banyolannya di stasiun Trans7. “Kembali ke laptop. Puas…puas…dan orang ganteng, cover majalah sobek…,” menjadi kalimat-kalimat yang dinanti-nantikan jutaan penonton setia Empat Mata.

Aktor ternama seperti Rano Karno memuji Tukul sebagai seorang yang punya talenta luar biasa sebagai pelawak. “Nggak nyangka aja, ternyata dia cerdas juga menimpali joke-joke bintang tamunya.” Bukan Rano saja yang bilang begitu. Aktor kawakan seperti Sophan Sophian tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Tukul. “Rasanya saya pengen jadi pelawak setelah melihat acara Tukul yang bisa membuat orang bahagia menontonnya. Lucu sekali…,” kata Sophan pada acara Dorce Show.

Namun pujian bertubi-tubi dari banyak orang, khususnya selebritis yang pernah menjadi bintang tamunya, tak membuat Tukul besar kepala. “Ibarat pohon, untuk tumbuh menjulang dan daunnya menjadi lebat, butuh waktu lama dan harus terus dipupuk. Semua ini melalui proses panjang dan berliku, dan saya nggak pernah berhenti belajar,” ujar Tukul merendah.

Belajar dari masa lalunya, Tukul tak mau sesumbar dengan keberhasilan yang kini diraihnya. “Saya butuh waktu lebih 12 tahun untuk jadi seperti ini. Asam garam kehidupan sudah saya lalui. Mulai jadi kernet, sopir, tidur di emperan, makan sekali sehari, sampe tidur beralas tikar, semua sudah saya rasakan. Wong apa yang mau disombongin? Pada akhirnya, saya hanya bisa bersyukur semua berlalu dan kini saya menuai hasil dari ketabahannya untuk menjadi pelawak,” kenang Tukul tentang masa lalunya yang terasa getir dan pahit.

Tukul ingat betul bagaimana susahnya untuk menjadi pelawak di kota metropolitan. Meski suka melawak sejak masih di kampung halamannya di Semarang, teramat sulit untuk bisa langsung manggung di Jakarta. Bersama temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara, Tukul banting tulang untuk bisa bertahan hidup di kota besar. “Hanya karena malu pulang kampung dengan tangan kosong aja saya berusaha tetap bertahan tinggal di sini. Ya, untunglah usaha dan doa saya terkabul dan kenikmatan dari Yang Maha Kuasa akhirnya datang juga,” kata Tukul serius.

Kerja keras Tukul tak sia-sia. Dia diterima sebagai pelawak di radio humor SK bersama komedian Bagito, Patrio dan Ulfa hingga bergabung di Lenong Rumpi. Sesekali wajahnya mulai tampil di televisi. Tukul yang masih mengandalkan tampang culun-nya itu ditawari menjadi bintang video klip penyanyi cilik Joshua dalam lagu Diobok-obok. Sejak itu, tawaran manggung sebagai pelawak dan host beberapa acara-acara hiburan di teve dan panggung lawak makin sering menghampirinya.

Pada suatu hari, seorang konsutan program televisi asal Filipina, Apollo, terpukau melihat penampilan Tukul dalam acara Warung Pojok di TV7. Dia langsung menawari Tukul menjadi host talk show Empat Mata. “Wow, saya kagetnya setengah mati. Saya bilang, nggak bisa deh. Wong saya pelawak kok disuruh jadi pembawa acara orang pinter kayak gitu. Tapi dia bujuk terus. Katanya sih, saya punya talenta. Bisa ngelewak yang cerdas. Pokoknya, dia muji-muji gitu, jadi nggak bisa nolak lagi. Alhamdulillah, pelan tapi pasti, acara ini ternyata memang digemari banyak orang,” papar Tukul panjang lebar.

Bahkan menurut Tukul, dia tak ingin hanya sekadar menjadi host saja, tapi juga menyumbangkan ide untuk kesuksesan acara ini. Icon “Kembali ke laptop” merupakan idenya. “Soalnya saya kan dipandu sama laptop. Jadi lebih enak aja. Nggak bingung mau nanya apa sama narasumber, kan tinggal baca di laptop,” kata pria kelahiran Semarang, 16 Oktober 1963 ini.

Kini Tukul boleh bertepuk dada. Acara berdurasi satu jam ini menempati rating teratas. Tak heran jika kontrak yang pada awalnya untuk 13 episode saja diperpanjang menjadi 26 episode. Lalu terus meningkat 39, dan terus bertambah menjadi 260 episode. Artinya, akan makin puas menikmati lawakan Tukul hingga tahun depan.

“Saya juga nggak nyangka kalau akhirnya Empat Mata jadi acara yang disukai pemirsa. Yah…itu tadi, mungkin aja mereka kangen dengan wong ndeso tapi tak kalah hebat dan gantengnya dari presenter lain,” ujar Tukul terkekeh-kekeh dengan gaya khasnya.

Meski kontraknya cukup panjang, Tukul, yang hobi baca buku ini, merasa yakin tak akan kehabisan ide untuk mengisi program yang kini banyak diikuti stasiun teve lain. Bahkan stasiun televisi swasta nasional tertua memboyongnya untuk mengisi acara dengan menggunakan namanya, Catatan Si Tukul. “Selama ini sih saya enjoy menjalani dua-duanya. Apalagi acara Empat Mata dan Catatan Si Tukul memang beda,” ujar ayah dari Novita Eka Afriana ini.

Kalau sudah laris begini, seberapa besar materi yang didapat Tukul dari Empat Mata? “Saya nggak enak ah ngomongin angka-angka. Sama ajalah, saya juga terima honor standar dengan komedian lainnya,” ujar pelawak yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluarga daripada hura-hura.

“Alhamdulillah orangtua ngasih nama Tukul, yang artinya tumbuh. Berkat doa orangtua, nama Tukul itu benar-benar tumbuh. Kalau di Inggriskan menjadi Mr Growing Up. Dan sekarang saya sudah mempunyai rumah sendiri, tidak ngontrak lagi, bahkan sudah punya kontrakan,” kata pemilik Harley Davidson ini.

Boks :

Andri Loenggana

[Produser acara Empat Mata]

Andri Loenggana, produser acara Empat Mata, menilai Tukul memiliki talenta yang luar biasa di dunia hiburan. “Selain profesional dan kooperatif, Tukul memberi inspirasi bagi kami untuk terus mengembangkan acara ini,” ujarnya. Namun Andri mengingatkan agar Tukul selalu mengasah talenta yang dimilikinya.

Andri memuji Tukul yang dalam bekerja sangat menghargai waktu. Tak segan-segan, Tukul menegur rekan-rekan kerjanya di tim Empat Mata jika ada yang telat hadir sesuai dengan kesepakatan. “Tukul adalah orang yang sangat menghargai waktu, dan selalu on time. Jika ada yang terlambat dia pasti ngomel. Lucunya, mungkin saking keselnya, sampai terbawa- bawa saat dia tengah syuting. Karena itu, nggak ada yang berani macam-macam sama dia,” ujar Andri.

Tingginya perhatian pemirsa terhadap Empat Mata dibuktikan dengan email yang diterima tim Empat Mata: 150 hingga 200 email per hari. “ Banyak yang memuji bahwa acara ini memang pas dipandu Tukul. Banyak juga kritik dan saran, dan juga mendoakan agar acara ini terus sukses. Yang menarik, secara tidak langsung acara Empat Mata yang identik dengan laptop ini mengajarkan masyarakat untuk bersentuhan dengan dunia internet,” tandas Andri, yang merasa kewalahan untuk membalas email seputar Empat Mata.

Tak hanya itu, menurut Andri, kini timnya kewalahan menghadapi permintaan masyarakat yang ingin menonton langsung di studio. Hingga April mendatang, jadwal penonton sudah penuh. Padahal, di awal-awal episodenya sangat sulit mencari orang sebanyak 20 orang untuk menonton acara. “Kalau dulu kita susah mencari orang untuk diajak menonton acara ini. Kini, kita kewalahan memenuhi permintaan mereka. Sampai April nanti penonton sudah fully booked.”

Membludaknya animo penonton di studio memang tak pernah disangka oleh tim produksi. Bahkan, Tukul sendiri pun tak yakin jika Empat Mata yang menggabungkan talk show, musik dan komedi ini bisa berhasil seperti sekarang ini. Hal ini tergambar jelas ketika tim kreatif mencari bintang tamu yang kebanyakan menolak untuk hadir karena melihat host-nya Tukul. Tak heran jika di awal-awal episode lebih mengandalkan bintang tamu kelas dua bahkan orang biasa. Tapi kini, Empat Mata tak hanya menghadirkan selebritis papan atas tapi juga kalangan pejabat. “Kalau juru bicara Presiden RI saja bersedia hadir, kenapa presiden kita nggak? Saya yakin suatu saat nanti pasti bisa,” harap Andri. [view]

Artikel ini ditulis diawal tahun 2007 lalu dan dimuat pada majalah VIEW Edisi Maret 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s