Bincang-bincang Bersama Indra Bekti

Wajahnya kali pertama muncul di layar kaca sebagai pemandu acara Tralala Trilili bareng Agnes Monica. Lewat penampilannya yang kocak dan segar akhirnya mendatangkan berbagai tawaran memandu acara hingga penyiar radio.

Kini, wajahnya makin sering tampil sebagai bintang iklan. Belum lagi beberapa mata acara yang dipandunya, saban hari menyapa pemirsa. Bahkan, paling tidak ada lima film layar lebar pernah dibintanginya. Wajar, bila saat ini dia berlimpahan materi.

Meski begitu, ia menyimpan banyak mimpi, salah satunya membuat album. Dan mimpi itu akhirnya tercapai, meski hanya album kompilasi. Indra Bekti merasa bangga. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1977 yang pernah bergabung dalam grup vokal FBI ini, bisa tampil sebagai penyanyi solo.

Lewat album bertajuk Goal! 2008 ini –yang dirilis bersamaan dengan perhelatan akbar Euro 2008 yang lalu— Indra membawakan lagu berjudul Goal ciptaan Ramadhan. Berikut perbincangan Indra bersama VIEW, di sela-sela peluncuran albumnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

VIEW: Apa komentar Anda tentang album ini?

INDRA: Inilah cita-cita saya dari dulu yang ingin jadi penyanyi solo. Bahkan untuk mewujudkannya itu, saya ikut belajar olah vokal di bina vokalia. Lalu pernah pula membentuk grup vokal bernama FBI, meski akhirnya bubar. Dan akhirnya tahun ini, akhirnya mimpi itu dikabulkan oleh Tuhan.

VIEW: Lantas apa arti dari album ini?

INDRA: Inilah awal kembalinya seorang Indra Bekti di industri musik. Dan lewat album inilah saya buktikan bahwa saya bisa, meski dengan nada dan koreografi yang tidak mudah.

VIEW: Sudah lama tidak bernyanyi, apa tidak menjadi beban?

INDRA: Pada awalnya memang sedikit kaget. Karena ini sebuah kepercayaan, maka bagi saya ngapain harus jadi beban. Sebelumnya, saya menawarkan diri kepada beberapa label termasuk Sony-BMG. Entah kenapa akhirnya Sony menghubungi saya dan menawarkan proyek ini.

VIEW: Sebelumnya apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan mimpi itu?

INDRA: Saya membuat demo lagu. Hasilnya, label menilai lagu-lagu saya terlalu berat. Uang pun habis, ya sudah… saya pasrah. Tapi ternyata saya dihubungi Sony-BMG untuk ikut proyek ini, tapi bukan lagu-lagu yang saya tawarkan sebelumnya.

VIEW: Karakter suara Anda dengan lagu yang Anda bawakan jauh berbeda, bagaimana Anda menyiasatinya?

INDRA: Jujur, saya pribadi sebagai penyanyi harus bisa menyesuaikan diri dengan pasar. Saya yang pop, tapi ternyata harus membawakan lagu rock yang energik. Disinilah saya merasa tertantang. Dan ternyata rock itu asyik lho.

VIEW: Ada yang bilang Anda aji mumpung, komentar Anda?

INDRA: Apapun resikonya, saya terima. Orang mau ngomong apa, terserah. Tentu saja, masyarakat awam yang belum tahu FBI, akan menilai seperti itu. Siapa tuh Indra? Presenter kok mau nyanyi.

VIEW: Kalau boleh tahu, berapa honor untuk nyanyi?

INDRA: Untuk tampil nyanyi, jujur dari managemen belum ada honor yang pasti.

VIEW: Ada rencana membuat album solo?

INDRA: Untuk sementara ini album solo belum, tapi saat ini lebih banyak mengumpulkan lagu-lagu dulu.

VIEW: Ke depan apa rencana apa lagi yang akan Anda lakukan?

INDRA: Saya terus mencoba untuk jadi aktor, penyanyi dan tetap ngemsi. [view]

Artikel ini dimuat di majalah VIEW edisi Agustus 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s