Ketika si Kecil Bergaya dengan Batik

Anggapan bahwa hanya pantas dikenakan orang tua, perlahan-lahan mulai sirna. Perlahan tapi pasti, banyak kaum muda, mulai gemar mengenakan batik. Kini, batik kembali menjadi tren fashion. Beragam motif-motif etnik, menjadi daya tarik tersendiri bagi pemakainya.

Penggunaan aneka bahan dasar batik, juga memberikan warna tersendiri. Ya, batik pun tampil penuh gaya dan warna, meski lewat busana simpel dan sederhana. Dan inilah cara yang tepat untuk menjadikan batik digemari oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

Adalah Allure, sebuah brand lokal yang mencoba berkreasi dengan memperkenalkan busana batik khusus anak-anak, lewat label Allure Kids. Di desain simpel namun penuh gaya dan warna, si kecil pun tampil modis dan keren.

Koleksi ini, sebagai bentuk jawaban akan keinginan para pecinta batik untuk mendapatkan baju batik bagi si buah hatinya. Dan mengajak anak-anak untuk mengenal produk dalam negeri sejak dini dan mencintai budaya leluhurnya.

Rancangan yang segar, khas anak-anak dan jauh dari kesan miniatur gaun sang ibu. Koleksi inipun mampu memberikan rasa nyaman di tubuh anak-anak dengan penggunaan bahan katun. Selain itu, pemakaian motif yang ditata ringan dan tidak rumit, sesuai usia mereka. Pemilihan warna-warna ceria dan garis rancangan imut, menjadi sebuah keharusan guna menampilkan sosok si kecil yang menggemaskan.

Allure Kids menawarkan 20 koleksi rancangan untuk anak-anak, usia 5 hingga 12 tahun, baik untuk perempuan maupun laki-laki yang dibagi dalam tiga babak. Koleksi baju santai dengan warna-warni terang menemani kegembiraan anak-anak selagi santai dan bermain sehari-hari. Kombinasi motif garis dan kotak, serta jahitan tindas menambah kesan riang pada rancangan dari bahan katun embos dan sutera.

Pilihan busana untuk menjadikan si kecil tampil keren saat perhelatan pesta dengan batik katun emboss, dipercantik organdi prada dan sifon. Tentunya, pemakaian aplikasi sulam tangan berbentuk bunga dan daun menjadi detil manis rancangan bernuansa warna segar ini. Begitu pula dengan hiasan pita dari katun embos dan sifon yang menempel di sana sini kian mempercantik gaya ceria si kecil dengan baju batiknya yang berwarna lembut pastel.

“Desainnya memang mengikuti kemauan anak-anak dan dibuat dengan bahan katun. Untuk motifnya lebih ringan dan tidak rumit, sesuai usia mereka,” tutur Anita, desainer Allure. [view]

Boks

Motif Klastik Batik Viskos

Di tengah maraknya penggunaan batik dalam setiap fashion show industri mode dalam negeri, berbagai terobosan terus dilakukan kalangan pengrajin batik. Salah satunya adalah penggunaan bahan viskos yang diperkenalkan oleh brand lokal Allure, yang mengusung tema Drapery for Batik Viscose di penghujung April lalu. Tentu saja, kekhasan Allure lewat pemilihan bahan, ragam motif maupun desain menjadi daya tarik tersendiri.

“Di tengah tren batik saat ini yang banyak menggunakan tekstil katun bermotif klasik, Allure justru tampil beda dan selangkah di depan dengan mempersembahkan koleksi baru di atas bahan viskos,” tutur pengamat mode, Muara Bagdja.

Dalam dunia tekstil, viskos adalah serat buatan pertama yang terbuat dari batang pohon yang diproses menjadi benang dan diberi campuran bahan kimiawi. Pertama kali diproduksi tahun 1884 oleh ilmuwan Perancis, Hilaire de Chardonnet dan baru empat tahun kemudian dibuat secara massal.

Lewat bahan viskos ini, Allure, memperkenalkan koleksi batik viskos yang diolah menjadi busana santai sampai busana malam nan cantik. Koleksi batik viskos ini hadir dalam dua babak. Melambai beraksen flora merupakan koleksi babak pertama dengan rancangan longgar melambai dan berdraperi yang dipermanis hiasan bunga viskos dan sifon buatan tangan.

Masih mengikuti tren mode saat ini, tampil dengan potongan longgar, bergaris A, lengan balon, lipit-lipit dan draperi. Hadir dalam bentuk gaun, blus bluson dalam paduan dua warna dan motif bergradasi.

Koleksi berikutnya yakni kental dengan unsur draperi. Dimana gaun-gaun mewah berdraperi sehingga terkesan lebih fancy, gaya dan chic. Tampil dengan potongan ramping dan berdetil hiasan kerajinan tangan ini mampu menarik perhatian siapapun yang melihatnya. [view]

Artikel ini dimuat di majalah VIEW edisi Juni 2008

Advertisements

2 thoughts on “Ketika si Kecil Bergaya dengan Batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s