Romantisme ‘Jaket Pengantin’ nan Anggun

Pernahkan terbayang oleh Anda, jika ‘jaket’ memberi kesan anggun pada gaun pengantin yang dikenakan mempelai wanita? Ya, jaket yang dimaksud bukan sembarang jaket. Jaket cantik yang romantis adalah rancangan desainer Tina Andrean, bagai gaun pengantin bak puteri raja di abad ke-18. Inilah tren yang ditawarkan Tina dengan mengusung tema Tale of Love bagi pasangan pengantin di tahun 2008 ini.

“Saya ingin mengusung sesuatu yang baru untuk busana pengantin internasional. Selama ini kita tahu bahwa jaket lebih sering dipakai untuk acara santai. Namun saat dipadukan dengan gaun pengantin, ternyata jaket pun mampu menghadirkan kesan sakral,” tutur Tina saat memperkenalkan rancangan gaun pengantin terbarunya.

Gaun pengantin dengan tampilan gaya slim-line, semi A-line, dan semi ball-gown dipadukan dengan short jacket, medium jacket dan long jacket. Tak hanya itu, adanya permainan penataan bordir, lace dan kristal yang ditata secara apik dan smart, menghilangkan kesan heavy dan full. Tina juga tetap menghadirkan gaya super feminin, romatic dan light sebagai ciri khas rancangannya. Sebanyak 24 rancangan yang terbagi dalam 4 sekuen yakni Glamourous Evening, Elegant Simplicity, Romance of Princess dan Tale of Love.

Menurut Tina, gaun dengan penutup shoulder akan digemari kembali. Sementara V-Neckline akan menjadi alternatif pilihan disamping gaun-gaun dengan potongan bustier. Lengan-lengan balon kecil, medium dan besar dengan ujung-ujung yang lebar akan menjadi detail-detail yang menarik. Begitu pula permainan lipit-lipit dari bahan-bahan ringan melayang seperti silk organza, tulle, dan silk satin menjadi pilihan bagi pengantin yang mendambakan kenyamanan dan keanggunan.

Pergesaran pemilihan warna dari putih ke warna lain mewarnai gaun pengantin tahun ini. Adalah warna off-white atau oak white, dimana warna yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu kuning (crème) yang menjadi primadona para pengantin. Pasalnya warna ini begitu netral dan mudah disesuaikan dengan warna kulit apa saja. Pun dengan warna ivory yang masih tetap digemari karena memberikan kesan merampingkan serta klasik.

Hadirnya ‘jaket’ bisa dilihat pada rancangan gaun pengantin tale of love yang hadir dalam bentuk gaun lurus dari bahan brokat dan tulle dipadukan dengan jaket transparan tulle dan organza. Ada juga gaun pengantin full lace model semi A-line dipadukan dengan jaket transparan yang romantis dengan detil bola-bola bunga yang menggantung. Gaun pengantin dengan potongan pinggang V-waistline dalam warna light ivory, menonjolkan garis aristokrat yang klasik dipadukan dengan jaket silk organza.

Gaun pengantin dengan kesan simpel namun tetap elegan tampak pada gaun pengantin semi A-line warna off white yang terbuat dari full chantilly lace. Masih mengambil bahan dan warna yang sama, Tina menghadirkan gaun pengantin model A-line dilengkapi dengan jaket bertangan balon. Sementara untuk tampilan slim line, terbuat dari bahan full lace dipadukan dengan potongan V-neckline. Ada pula kombinasi lace dan tulle dengan potongan bustier dan semi ball-gown.

Selain itu, gaun pengantin mermaid style dengan bahan full brokat dipadukan dengan jubah panjang yang terbuat dari organza transparan memberikan kesan pengantin layaknya seorang puteri raja. Hal serupa nampak pada gaun warna ivory dengan paduan short jacket ditampilkan dalam semi A-line, A-line dengan bahan lace. Dan tak kalah anggunnya, gaun pengantin bersusun potongan bustier dipadukan dengan bahan france lace dan silk tulle.

Pada rancangan glamourous evening, dari 6 potong gaun malam, Tina menghadirkan gaun malam dengan potongan halter neck terbuat dari lace, dusty pink dengan model rok bersusun. Ada pula gaun malam shiffon dengan nuansa maroon, dipercantik dengan potongan empire dan gold belt ribbon pada bagian dada dan drapery bergaya greek.

Paling tidak, rancangan gaun malam dan gaun pengantin yang terangkum dalam Tale of Love karya Tina Andrean memberikan pilihan bagi pasangan muda-mudi yang hendak melangkah ke pelaminan sepanjang tahun ini. [view]

Artikel ini ditulis awal tahun lalu, dan dimuat di majalah VIEW edisi Januari 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s