Kenapa Harus Di Bali?

Pulau Bali memang penuh daya magis. Siapapun pasti ingin menjejakan kakinya. Beragam maksud dan tujuan, Bali pun dibanjiri manusia dari segala penjuru dunia. Tak terkecuali pasangan yang hendak mengikat janji. Mereka pun memilih Bali. Tak hanya sakralitas belaka, tapi sensasi dan kepuasan diri.

Menikah di Bali kini tengah digandrungi banyak pasangan. Pasangan Dewi Sandra–Glenn Fredly, Dewi Rezer–Marcellino Lefrand dan Debby Sahertian–Andri Dumais hanyalah sedikit pasangan selebriti yang memilih Pulau Dewata untuk melangsungkan pernikahan. Pun dengan aktor Bollywood, Syahruk Khan yang menggelar momen penting dalam perjalanan hidupnya itu di Bali beberapa waktu lalu. Dan nyatanya sejak pasca tragedi Bom Bali II, fenomena ini kian meningkat.

Lantas kenapa harus di Bali? “Bali tidak sekedar memiliki keindahan alam. Lebih dari sekedar itu, Bali memiliki keunikan dalam budaya. Tempatnya eksotis dan romantis. Selain itu di Bali budaya tradisi asli tidak dikomersilkan,” jelas Deden, Direktur Bali Exotic Wedding, sebuah perusahaan wedding organizer yang menawarkan ‘atmosfir’ Bali.

Betapa tidak, dengan beragam fasilitas mulai dari pantai pasir putih, villa, chapel dibibir pantai atau di atas bukit karang hingga hotel bintang lima, serta dukungan budaya tradisional yang kental, Bali tak pernah sepi kedatangan pasangan yang hendak mengikat janji. Beragam pola acara yang ditawarkan pun menjadi daya tarik tersendiri. Sebut saja Sunset Wedding, dimana momen sakral itu digelar sore hari dengan suasana Sunset. “Biasanya pasangan pengantin memilih saat sunset, karena pemadangannya begitu indah,” katanya.

Bahkan, karena merasa ditantang oleh seorang penyedia jasa wedding asal Yunani, Deden pun pernah menggelar Sunrise Wedding. Tentunya acara itu digelar di pagi buta, bersamaan menyambut dimulainya kehidupan. “Sejak saat itu, sunrise wedding pun kian diminati, meski tak sebanyak sunset wedding, karena momen ini digelar di pagi buta, menjelang matahari terbit,” ujarnya.

Untuk bisa menikah di Bali, menurut Deden tidaklah serumit yang dibayangkan para pasangan selama ini. Pasalnya, semua urusan yang berkaitan dengan legalitas baik secara hukum agama maupun negara akan ditangani oleh pihaknya. Beragam pilihan paket yang ditawarkan pun kian memudahkan calon pengantin. Mulai dari sekedar akad nikah saja hingga pesta resepsi. Mulai dari hanya Rp 10 juta hingga Rp 200 juta.

Menurut Deden, tren menikah di Bali sendiri diketahui kalangan awam sejak tahun 2000 silam. Namun pada saat itu masih di dominasi oleh wedding organizer dari luar negeri, seperti Jepang dan Australia. Pun dengan ‘pengantinnya’ yang kebanyakan dari manca negara. “Memang hingga saat ini pun lebih banyak pasangan dari luar negeri dibanding orang Indonesia sendiri,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, tren ini mulai dikenal dan diminati. Tak sekedar menikah, bulan madu pun menjadi ‘plus-plus’ dari sekian banyak paket nikah di Bali yang kini banyak ditawarkan perusahaan jasa wedding di Bali.

Jadi, bila bosan dengan tempat, proses resepsi pernikahan yang itu-itu saja. Tak ada salahnya jika anda dan pasangan mencoba menikah dengan cara dan tempat yang unik. Bali adalah salah satu jawabannya.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2008

Advertisements

2 thoughts on “Kenapa Harus Di Bali?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s