Hijau yang Jadi Komoditas

mro14_9880_8118.jpg
foto by Fernandez

Isu pemanasan global terus berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Kampanye untuk mengurangi bahaya perubahan iklim pun terus didengungkan. Dan kini, istilah ‘green’ atau yang biasa disebut ramah lingkungan menjadi tren gaya hidup yang sedang diterapkan oleh segenap lapisan masyarakat di seluruh dunia, terutama mereka yang hidup di perkotaan.

Seiring dengan itu, sejumlah brand global pun melabelkan kata ‘green’ pada ragam produknya. Fenomena ini dijadikan ‘alat’ untuk mendongkrak nilai penjualan di tengah krisis global. Sejumlah pabrikan, menjadikannya sebagai bentuk promosi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Program dengan embel-embel ‘eco’ ini, mereka tak sekadar meraup untung besar, namun brand image sebagai pengusung ramah lingkungan pun digenggamnya. Meski semua itu harus dibayar mahal, semahal produk dagangan mereka.

Sebut saja elektronik asal Jepang, Sharp yang mengusung label ecogreener dalam setiap promosi produknya. Lalu produsen perlengkapan rumah tangga kenamaan asal Swedia, Electrolux,  mengklaim semua produk buatannya lulus uji ramah lingkungan, dan banyak lagi merek lainnya.

Hiroshi Morimoto, Group General Manager Environmental Protection Sharp, mengklaim hingga 2010 nanti, produk-produk penghasil energi dan hemat energi buatan Sharp lebih banyak daripada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan Sharp sendiri. Untuk mencapai tujuan ini, Sharp memiliki Super Green Strategy yang diterapkan sebagai kampanye global pada semua pabriknya.

Sharp juga menerapkan konsep ecogreener yang diterjemahkan dalam lima program turunan yakni clean air product, low-energy product, long-lasting product, eco activities dan natural energy. Aktivitas peduli lingkungan yang melibatkan segenap lapisan masyarakat, digerakkan Sharp lewat Eco-Activites.

Pada clean air product, Sharp mengusungnya dalam hal teknologi yang diterapkan. Salah satunya Ion Plasmacluster yang dipasang pada perlengkapan rumah tangga, seperti Air Conditioner dan Air Purifier. Penerapan Low-energy Product sebagai bentuk penghematan energi listrik, diterapkan pula di semua produknya, seperti pada TV LCD Aquos.

Produk unggulan Sharp yang diproduksi di pabrik Kameyama, mampu menghemat enerji dan sumber daya. Bahkan, mengkonsumsi listrik kurang dari 30 persen daripada TV CRT. Tak hanya itu, produk pun lebih awet dan lebih tipis serta lebih ringan. Pada akhirnya, inilah yang disebut dengan Long-Lasting Product.

Begitu pula Electrolux, yang mengklaim semua produknya mengkonsumsi listrik rendah dan air seminimal mungkin. Perlengkapan rumah tangga semisal dishwasher (mesin pencuci piring) dan mesin cuci, dibekali fitur Direct Spray, dapat mengurangi 35-50 persen pemakaian air dan energi untuk sekali muatan. Pada lemari es-nya yang dilengkapi dengan mesin pembeku plus fasilitas pencair es otomatis, dapat menghemat energi, uang dan waktu.

Lanny Kurniawan, Marketing Manager PT Electrolux Indonesia menegaskan, peralatan rumah tangga yang dipasarkan adalah perangkat hemat energi dan air, dan juga dapat didaur ulang. “Salah satunya, mesin cuci yang dapat diatur waktu pemakaiannya sesuai dengan keinginan dari pengguna,” tambahnya.

Kampanye ‘hijau’ ini tak melulu dimonopoli para pabrikan elektronik –yang memang menjadi penyumbang terbesar dari efek rumah kaca— lewat penggunaan energi bahan bakar fosil yang berlebihan. Sejumlah kawasan perumahan hingga pusat perbelanjaan kelas elite, ikut memanfaatkan popularitas dari istilah green.

Maklum saja, setiap ada proyek pembangunan pemukiman, atau pusat niaga akan diikuti dengan pembukaan lahan secara besar-besaran. Maka mau tak mau, para pengembang wajib memulihkan fungsi ekologis dari lahan yang  mereka kembangkan. Sekadar mengingatkan, kawasan resapan air seperti Kuningan, Senayan, Cilandak, Pondok Indah hingga Lebak Bulus –dulu rimbun dengan pepohonan— kini menjadi ‘rimba beton’ yang menjulang ke langit.

Sebagai kiblat pasar mode, Senayan City pun mencanangkan Go Green, sebagai sebuah kampanye gaya hidup ramah lingkungan. Dengan menonjolkan unsur reduce, reuse, recycle, dan respect terhadap alam diterjemahkan lewat pagelaran Eco-Fashion bertajuk Senayan City Greener Nation di penghujung tahun lalu.

Selain itu, Senayan City memperkenalkan Eco-friendly Collection, dari lima desainer muda seperti Ade Sagi, Barli Asmara, Ichwan Thoha, Priyo Oktaviano dan Rusly Tjohnardi serta pendatang baru di butik kami Vera & Ina dari Vera Abby dan Inna Thomas.

Memasuki 2009, Senayan City merilis New Season 09 Collections in Feature Film dan Limited Edition Canvas Bag ala Greener Nation sebanyak 10 desain. Ada pula New Faces of Fashion First Greener Nation, terdiri dari enam orang trendsetter sekaligus public figure dipilih untuk merepresentasikan enam label utama, dalam Fashion First di Senayan City. Juga program Eco-friendly New Boutique yang digelontorkan Universitas Pelita Harapan memberi nuansa baru untuk interior dan window display butik.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009

Advertisements

Gaya Rambut, Fashion dan Riasan Wajah 2009

png
foto by Fernandez

Penampilan seseorang tak melulu dipengaruhi gaya berbusana. Mulai dari Paris, Milan,  Singapura hingga Indonesia, sejatinya setiap wanita akan memberikan pandangan yang berbeda terhadap arti kecantikan. Meski pada akhirnya dari perbedaan itu muncul tren yang terus berulang, dan kembali menjadi tren di tahun 2009 ini.

Biasanya inspirasi tren yang diusung para pelaku mode dan dunia kecantikan.  Perputaran arah mode dan tren kecantikan itu cenderung mengusung tema yang selalu berulang dengan dinamika baru. Dan di tahun 2009, isu global warming yang tengah menggejala ikut mewarnai tren warna dan gaya rambut, make-up serta fashion yang diusung brand lokal maupun brand global.

Sebut saja Zenergetics, gaya rambut dan tata rias yang terinspirasi unsur alam. Kreasi Rudy Hadisuwarno ini, menampilkan karakter dan kecantikan seseorang sebagai individu. Dengan imajinasi tinggi, penata rambut terkemuka selama 40 tahun ini, menghadirkan rangkaian tata rambut dan riasan terlihat ringan, natural namun berkarakter kuat. Zenergetics menampilkan empat variasi gaya, yakni Natural Zen, Passionate Zen, Modern Zen dan Urban Zen.

Pada gaya Natural Zen, menampilkan kecantikan berkarakter bijaksana dan intelektual namun tetap rileks dengan karakter rambut ringan melayang. Sementara Passionate Zen,  menampilkan kesan sosok carefree nan anggun dan romantis. Menarik dengan paduan tatanan gaya rambut wet look, sentuhan warna rambut matte serta riasan bernuansa biru kehijauan.

Tampilan gaya modern pada Modern Zen,  dipengaruhi unsur api yang membara penuh energi. Karakter rambut lebih funky, namun berkesan modern dengan potongan tegas, dipadu dengan warna rambut merah-oranye. Gaya ini pun dipertegas dengan riasan gelap di seputar mata dan sentuhan warna merah pada bibir.

Sementara bagi wanita dewasa yang ingin tetap tampil cantik, elegan, mapan dan tampak lebih dewasa bisa menerapkan gaya Urban Zen. Gaya yang diaplikasikan lewat sentuhan warna rambut kecoklatan, ditambah highlight keemasan dengan polesan warna coklat pada riasan wajah.

foto by fernandez
foto by fernandez

“ Tren ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia yang ingin tampil cantik dan mengikuti mode,” ujar Rudy Hadisuwarno, maestro sekaligus pemilik jaringan salon di bawah bendera Rudy Hadisuwarno Organization.

Rumah gaya Johnny Andrean, juga menawarkan pilihan dandanan rambut dan riasan wajah yang cenderung pada warna-warna ungu plum, merah cabai, oranye dan kuning. Pada tatanan rambut, Johnny Andrean merekomendasikan gaya rambut lurus alami dengan tekstur menonjol serta helaian yang halus.

Gaya rambut seperti ini bakal digemari kembali. Bagi yang berani tampil beda, bisa mengaplikasikan konsep concave dramatis yang bisa diaplikasikan pada rambut pendek –yang biasanya membentuk rambut potongan bob concave. Bisa pula diaplikasikan pada rambut panjang sedang maupun rambut panjang.

Pada riasan wajah, Johnny lebih memilih riasan yang mencerminkan kulit bersih, bening dan cemerlang dengan dasar riasan berefek shimmer yang sangat ringan. Dan pada polesan riasan wajah yang simpel dan alami lewat warna-warna netral, lebih menarik jika dipadu dengan lipstik bernuansa cerah.

Sebagai penyempurnaan dalam penampilan, busana dan aksesori lebih pada gaya busana  bersiluet simpel dan nyaman. Misalnya, gaun terusan selutut, rok lebar, celana capri, dan tank top dengan sentuhan warna merah, oranye, kuning dan ungu. “Paling tidak inilah yang diprediksikan akan menjadi popular di tahun 2009,” papar Johnny Andrean.

Begitu pula dengan pemain global, Procter & Gamble (P&G) –yang menjadikan Indonesia sebagai pasar potensialnya— lewat P&G Beauty-nya menawarkan New Look For A New You sebagai tema tren rambut, make-up dan fashion 2009. Dalam hal ini, P&G Beauty menggandeng para pakar tata rias Alfons, Andiyanto, Irwan Mulyadi, Jacky Timurtius, Jonki Pitoy, Sugimartono, Rudy Hadisuwarno dan Kusumadewi Sutanto untuk menerjemahkan tema tersebut. Delapan maestro inilah terlahir tiga model yang menjadi tren 2009, yakni Eighties, Ethnic, dan Futuristic.

Pada dasarnya, gaya Eighties (80’s) yang mudah ditata dan lebih up-to-date. Tidak terkesan ‘jadul’ dan cocok digunakan saat-saat romantis atau hang-out dengan keluarga. Lalu tatanan Ethnic, lebih pas untuk acara forman maupun semi formal. Sementara model Futuristic sangat cocok untuk aktifitas kantor atau bisnis lainnya. Tampilan baru yang ditawarkan P&G Beauty ini masih menggunakan pewarnaan yang senada dengan sedikit splash dan highlight.

Dan sepertinya P&G pun dipengaruhi tren dunia yang masih menyukai gaya flawless face untuk riasan wajah tahun ini. Dimana wajah yang sehat, segar dan cerah terlihat sempurna, alami bak pualam. Tentunya hal ini menggunakan make-up seminimal mungkin, bahkan bisa jadi tanpa make-up sama sekali.

Untuk menghadirkan kesan flawless face ini, riasan difokuskan pada bagian mata. Dalam hal ini, bulu mata sedikit ditampilkan tebal dan panjang. Lalu bibir tampil Glowing Nude. Wajah hampir tidak diberi shading. Sementara bagian pipi hanya diberi sedikit Blush-on untuk memperkuat kesan sehat dan alami dengan warna-warna lembut dan earthy.

New Look for A New You, tak sekadar menjadi sebuah patokan tren 2009, melainkan juga sebuah pernyataan bahwa kesempurnaan bisa tercapai dengan adanya kerjasama antara generasi saat ini dengan generasi masa mendatang,” tegas Bambang Sumaryanto, External Relation Director P&G Home Products Indonesia.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009

Tren Perabotan Rumah 2009

iron1Sebagai benua dengan populasi penduduk tertinggi di dunia, kawasan Asia juga dihuni orang-orang yang memiliki kebiasaan unik. Salah satunya dalam hal melakukan pekerjaan rumah, dengan memasak di dapur.

Tentang kegemaran memasak makanan di Asia, AC Nielsen melakukan survey, di sembilan Negara dan melibatkan 27 ribu responden orang di Asia. Dari survey ini, diperoleh gambaran apa yang dipikirkan orang-orang Asia tentang makanan, cara belanja makanan, makan di luar rumah, memasak, hiburan yang disukai dan dapur di rumah.

Untuk urusan makanan serta memasak, disimpulkan bahwa orang-orang Asia menyukai masakan bervariasi dan berbumbu. Karena itu, mereka memerlukan alat penghisap asap yang canggih. Selain itu, orang Asia senang dengan masakan digoreng, sehingga kompor yang digunakan harus dirancang dengan api besar. Hal ini sangat membantu mereka,  membuat makanan cepat matang  dalam waktu singkat.

Beranjan dari sinilah, pabrikan peralatan dapur terkemuka, Electrolux, mengembangkan produk peralatan memasak, pengolahan makan dan desain dapur. Dan 2009 ini, perusahaan dengan jargon Thinking of You, memperkenalkan serangkaian produk dapur dan perawatan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan orang Asia. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 30 produk dilengkapi fitur mutakhir serta model elegan, dirilis sesuai tren disain tahun 2009.

“Kami berusaha untuk selalu menggali dan memahami kebutuhan para konsumen. Kami ingin menjadikan hidup mereka lebih mudah. Kami menciptakan produk-produk dapur dan perawatan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Lanny Kurniawan, Marketing Manager PT Electrolux Indonesia.

lgKoleksi terbaru perabotan dapur 2009 yang ditawarkan pabrikan berbasis di Swedia ini, antara lain kompor tanam (hob) alat penghisap asap (cooker hood), oven tanam (built-in oven), kulkas, mesin cuci, dan pengering pakaian (dryer).  Pada kompor tanam atau hob, di disain begitu elegan dam dapat menghasilkan api besar. Waktu memasak pun akan lebih efisien serta hasil masakan superior. Selain mudah dibersihkan, hob ini juga memiliki pengaman gas thermocouple. Bila ada kebocoran pada tabung atau selang gas, secara otomatis kompor ini tak akan menyala.

Electrolux pun memperkenalkan alat penghisap asap atau hood yang hening, namun sangat bertenaga, sehingga terasa lebih nyaman saat memasak. Produk oven pun multi fungsi,  mudah dibersihkan dan sangat aman, untuk disentuh bahkan pada saat dinyalakan. Dan semua rangkaian produk itu dapat dipadukan dalam dapur  yang terintegrasi dan serasi.

Perangkat dapur lainnya, breakfast set hingga blender pun diluncurkan bersamaan koleksi perabotan rumah tangga 2009 oleh pabrikan yang berslogan ‘memikirkan Anda’ bukan sekadar pemanis belaka, tapi cara hidupnya itu. Electrolux juga menciptakan rangkaian produk yang erat kaitannya dengan urusan domestik yakni mesin cuci, pengering pakaian dan penghisap debu berteknologi tinggi.

Terinspirasi kebiasaan orang-orang Asia yang menilai bahwa tidak ada makanan lebih segar daripada makanan dari pasar, Electrolux  merilis sejumlah model lemari es yang mampu menjaga makanan tetap segar. Kulkas mulai dari dua pintu hingga empat pintu ini, hadir dengan ruang penyimpanan fleksibel, dilengkapi display dan sistem deo fresh aktif.

Untuk mesin cuci terbaru, hadir dengan fitur Time Manager yang diklaim sebagai mesin cuci pintar. Mesin cuci ini dapat mencuci sesuai dengan waktu pengguna dan dapat mencuci segala jenis bahan tanpa merusaknya. Dengan bentuk drum yang miring, memudahkan pengguna  memasukkan dan mengeluarkan pakaian. Sementara teknologi Jet Spray-nya, membuat mencuci lebih bersih dan empat kali lebih hemat air, dibanding mesin cuci bukaan atas.

elecroluxBegitu pula dengan mesin pengering pakaian bernama Iron Aid. Produk inovasi pertama yang diciptakan dalam sejarah peralatan rumah tangga. Mesin ini mampu mengeringkan pakaian serta mengurangi kekusutan hingga 70 persen. Pengguna pun tak perlu repot menyetrika pakaiannya setelah dikeringkan. Sama halnya dengan rangkaian penghisap debu yang mampu membersihkan apa saja berkat beragam seri dan jenis nozzle yang diciptakan. Mulai dari seri rapido, ergorapido si vacuum cleaner instant hingga seri Tribolite, si robot vacuum.

Sama halnya dengan Electrolux, Sharp dan LG, dua pabrikan elektronik yang juga memegang kendali pasar itu pun merilis beberapa produk ’dapur’ andalannya untuk kawasan Asia.

Sharp, lewat pabrik barunya meluncurkan 10 model mesin cuci model twin-tub seri Super SoakMagic dan Super AquaMagic. Selain itu, Sharp juga melengkapinya dengan produk mesin cuci model front loading kelas premium Glam Magic yang khusus didatangkan dari Jepang. Dimana semua produk mesin cucinya dibekali dengan ion Ag+, penghilang bakteri penyebab bau tak sedap. Sementara di jajaran lemari es, Sharp tetap memasarkan seri Fresh Lemon dan Queen, menjamin makanan tetap segar dan alami.

Begitu pula dengan pabrikan LG, memasuki tahun 2009 ini, memperkenalkan lemari pendingin dua pintu dan seri side by side. Kulkas ini dilengkapi dengan ragam teknologi mutakhir seperti, In Door Ice Maker, Soft Home Bar, dan fitur Miracle Zone, Moisture Balance serta VitaLight lengkap dengan LED. Bahkan pada seri side by side, LG membalutnya dengan flower pattern warna Red Wine dan White Flower yang menonjolkan kesan modern, dinamis dan feminin.

“Produk spesifik seperti lemari es side by side Flower Pattern memang ditunggu oleh konsumen karena desain yang beda dan emotional benefit yang telah menyentuh orang Asia,” ujar Budi Setiawan, General Manager National Sales PT LG Elektronics Indonesia.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009

Gaun Pengantin 2009 ala Tina Andrean

tina
foto by Fernandez

Kemeriahan sebuah pernikahan adalah nilai lebih dari hanya sekadar kesakralan dari momen terpenting dalam hidup. Dan, keindahan gaun pengantin akan memberi kesan tersendiri bagi pasangan yang berbahagia.

Layaknya busana pada umumnya, gaun pengantin pun memiliki tren tersendiri dari tahun ke tahun. Dan biasanya pemilihan busana pengantin lebih merujuk pada kesesuaian karakter tubuh dan kepribadian sang calon pengantin.

Mengacu pada tren dunia, rupanya model klasik masih mendominasi rancangan para desainer gaun pengantin. Tak terkecuali pada hasil rancangan yang menonjolkan kesan romantik dan glamour yang telah menjadi ciri khas dari Designer Couture Tina Andrean. Dimana tahun 2009 ini, sang desainer mengangkat tema The Royal Heritage. Sebuah persembahan haute couture yang diilhami kejayaan seni Yunani lewat permainan lipit-lipit, selendang, balero, sequins, crystal dan embroidery.

Kesan klasik glamour dalam sentuhan romantis nan feminim tampak pada rancangan Tina yang terbagi dalam lima babak, dua sequen gaun malam dan tiga sequen gaun pengantin. Mulai dari gaun ekor pendek untuk informal wedding, gaun ekor sedang untuk semi-formal wedding hingga ekor panjang mencapai 3,5 meter untuk formal wedding. Dalam koleksi The Royal Heritage ini, Tina menghadirkan warna-warna oak white, ivory, light blue, champagne, dan putih. Bahan yang dipakai pada rancangan dengan potongan bervariasi seperti high waist, drop waist, V cut, empire cut dan princess cut ini adalah satin silk, sifon, organza silk, tulle silk, dan Italian lace.

Pada suguhan sequen pertama, bertajuk Garden of Eve, Tina menampilkan sebagian besar gaun-gaun malam bernuansa lemon dan hijau lembut. Menggunakan bahan sifon dalam potongan mermaid, empire cut, draperi neckline yang dipermanis dengan halter-neck, bermain dalam lipitan-lipitan, dan hiasan ruffle yang dipadu cantik dengan Italian lace, selendang asimetris dan ivory lace.

foto by fernandez
foto by fernandez

Sementara pada rancangan Flower of Innocent yang menampilkan gaun malam dengan nuansa peach, silver ivory dan warna cappuccino. Gaun ini terbuat dari bahan shantung silk, satin, tulle ivory, sifon dan Italian lace bermodel bustier, high waist, asimetris shoulder dipadukan dengan Italian lace, tulle halus dan silver lace serta memakai detail selendang.

Rangkaian gaun pengantin terbagi dalam tiga babak diantaranya The Secret Treasure, menampilkan gaun pengantin bermodel semi A-line, semi mermaid, semi ball-gown, slim line asimetris dan empire cut bustire. Gaun ini menggunakan lace chantily tulle ivory, silver Italian lace feather shape, tulle halus ivory yang dipadankan balero pendek atau selendang lace di bagian depan dan belakang gaun. Selain itu, pada gaun bustier-nya dipercantik dengan detil lace dan embroidery.

Gaun pengantin ekor panjang mulai dari 1,5 hingga 2,5 meter dengan potngan bustier yang dipadukan balero dan off shoulder terbuat dari bahan Italian silk dan full brocade, duchese biru, satin silk, dan organza silk. Rancangan yang termasuk dalam bagian dari A Sparkling Diamond ini tampil dengan garis potongan A-line, drop waist dan v-waist dalam warna oak white dan blue ivory.

Dan lewat The Royal Heritage, Tina mempersembahkan gaun pengantin formal wedding dengan panjang ekor hingga 3 meter, terbuat dari bahan satin dilapis dengan tulle tipis dan silk organza. Lewat gaun ini,  pengantin akan tampil anggun, elegan dan feminim dengan garis potongan dada bustier dilengkapi balero. Selain itu, dilengkapi gaun satin dua pieces dengan desain yangan lipit yang unik. Detail embroidery ala kerajaan Yunani yang anggun dan elegan lewat sentuhan warna oak white dan champagne, sebagai pelengkapnya.

Ragam pilihan rancangan ini bisa menjadi inspirasi tema perkawinan. Sebagai catatan dari pengamat mode, bagi mereka yang hendak menikah tahun ini, sepertinya pemakaian perhiasan penuh kilau sebisa mungkin dihindari, karena bukan lagi tren. Kecendrungan minimalis dalam hal perhiasan, ditegaskan dengan diwakili sebentuk berlian di jari atau kalung cantik melingkar di leher.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009

Tukul, Kini dan Dulu

tukulDi penghujung tahun 2008, selama lima pekan sosok Tukul tak tampil menemani fans setianya dalam acara talk show Empat Mata. Dengan alasan melanggar kode etik penyiaran, tayangan yang diminati jutaan penonton ini akhirnya harus berhenti disiarkan. Buntutnya, Tukul terpaksa ‘nganggur’.

Untungnya, Tukul yang namanya berarti Tumbuh ini, memang tak ada matinya. Meski tayangan Empat Mata berganti nama Bukan Empat Mata dan masih menampilkan Pepi dan Vega, ‘sobat’ Tukul di Empat Mata, tayangan baru ini lebih segar. Sepertinya, Tukul kini mencoba untuk lebih santun dalam bersikap dan bertutur kata. Dan terbukti, sosok Tukul memang tak tergantikan oleh siapa pun.

Harus diakui, sosok pelawak kelahiran Semarang, 16 Oktober 1963 ini, terlanjur melekat di hati pemirsa. Tak hanya gayanya yang lucu, namun jargon-jargon khasnya seperti puas…puas..atau kembali ke laptop membuat penonton merindukannya. ”Ya gini ini mas, kalau rejeki nggak kemana-mana,” kata Tukul tentang kembalinya Bukan Empat Mata.

Berikut bincang-bincang VIEW bersama pemilik nama lengkap Tukul Riyanto di awal kemunculannya kembali di program tayangan in-house production dari Trans7. Seperti biasa bintang film Mendadak Romantis ini,  menjawab pertanyaan dengan banyolan-banyolan khasnya dan ekspresi yang katro.

VIEW: Kini Anda kembali mengisi acara Bukan Empat Mata, dengan nama yang berbeda, apa komentar Anda?
TUKUL: Lega dan sangat bersyukur. Akhirnya saya bisa kembali menghibur pemirsa teve, khususnya fans berat saya yang sudah kangen banget dengan muka wong ndeso ini.

VIEW: Sebenarnya, kembalinya Anda ini karena masih ada ikatan kontrak atau memang tayangan itu masih menjanjikan?
TUKUL: Memang saya masih terikat kontrak. Lah ini kan tempat saya cari rejeki, kenapa harus ditolak. Lagian masih banyak kok penonton yang kangen sama saya. Pastinya acara yang saya bawakan ini akan disukai penonton. Lho kalau nggak menjanjikan, buat apa Trans7 kembali menayangkan acara ini.

VIEW: Menurut Anda, apa perbedaan Bukan Empat Mata  dengan Empat Mata?
TUKUL: Ya cuma ini ada tambahan kata ’Bukan’. Tapi sebenarnya sama aja sih, karena hotsnya kan masih Tukul.  Teman setia saya, Pepi dan Vega juga ada. Memang sih nggak sama  persis dengan Empat Mata, karena ada tambahan segmen acara current issue.

VIEW: Kabarnya Anda juga meminta kenaikan honor?
TUKUL: Ha..ha..tau aja. Emang saya minta honornya dinaikkan. Berapa besarnya, ya nggak ding sopan kalau diomongin. Yang jelas ada tambahanlah, karena program ini kan sifatnya hanya melanjutkan.

VIEW: Selama sebulan di rumahkan, Anda jualan kripik singkong. Bagaimana kelanjutan bisnis itu?
TUKUL: Sampai saat ini saya masih jualan kripik singkong. Ya masih bisnis ini masihlah. Pokoknya ada ngurus, orang  manajemen saya tentunya.

tukul1VIEW: Selain jualan kripik singkong, aktivitas apa lagi selama sebulan nganggur?
TUKUL: Tentunya selain Sleeping Beauty, saya juga masih dipakai kok untuk mengisi acara off air di beberapa daerah. Kemarin baru ngemsi di Semarang. Pokoknya nggak nganggur-nganggur amat deh. Pemotretan juga sempat dilakoni, wong saya ini kan cover boy.

VIEW: Dengan kejadian ini, bagaimana Anda menjalankan tugas sebagai presenter, agar tidak bernasib sama dengan Empat Mata?
TUKUL: Meski kemarin Empat Mata  dihentikan bukan gara-gara saya, tapi yang pasti, saya akan lebih berhati-hati agar tidak kena semprit KPI lagi. Saya ini hanya komedian, ya niatnya sekadar menghibur kok. Tentunya kalau ada masukan akan saya hargai, yang penting saya bisa belajar dari pengalaman.

VIEW: Lalu apa komentar orang-orang dekat Anda, khususnya istri dan anak?
TUKUL: Mereka selalu mengingatkan dan memotivasi saya. Karena jauh sebelum itu saya selalu bilang kepada mereka, pokoknya mengalir seperti biasa saja. Semuanya yang ngatur Tuhan. Dan mereka pun mengerti kok.

VIEW: Apa impian Anda yang belum tercapai?
TUKUL: Membuat paket lawakan untuk generasi penerus yang idenya sama dengan saya

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009.

Elevation: Identitas Baru Anggun

anggunelevationSiapa tak kenal Anggun Cipta Sasmi. Penyanyi Indonesia yang merambah ke panggung hiburan kelas dunia. Bak magnet, pelantun Tua Tua Keladi ini selalu memukau penontonnya.

Album terbarunya Elevation (2008), kian mempertegas eksistensi Anggun di panggung musik yang digelutinya sejak masih belia. Album yang dirilis di penghujung 2008 ini, lagi-lagi Anggun berupaya semaksimal mungkin menghasilkan karya terbaiknya. Tentu inilah bentuk nyata sebuah keberanian dalam melakukan eksplorasi tanpa harus kehilangan jati diri. Meski ia berstatus warga negara Perancis, Anggun tetap mencintai negerinya.

Anggun, mulai dikenal khalayak sebagai lady rocker ketika berusia 14 tahun lewat hits-nya Mimpi. Sejak itu, nama Anggun langsung melejit karena suaranya yang khas. Popularitas yang tengah digenggamnya berbuah manis dengan diraihnya penghargaan The Most Popular Artist Award (1990-1991).

Tak berhenti di situ, penyanyi kelahiran Jakarta, 29 April 1975 ini memantapkan diri untuk go international. Terlebih ketika menerima pinangan Erick Benzi, seorang komposer asal Perancis yang pernah menangani olah vokal Celione Dione, Jean Jacques dan Jhonny Hallyday.

Lewat gemblengan sang suami, vokal Anggun menjadi lebih bervariasi. Buktinya, di album terbarunya Elevation, ditemui sensasi yang tak hanya baru tapi juga mengagumkan. Sajian aneka sound upbeat, midtempo, dan slowmo yang terasa urban, melekat dalam warna warni musik, mulai pop, rap, dance, ballad, hiphop, bahkan rock. Seluruh komposisi tersebut terbingkai apik dalam vokal Anggun yang sangat berkarakter.

Sejak pindah dan menetap di Paris, Perancis, Anggun merilis beberapa album, diantaranya Au Nom De La Lune/Atas Nama Bulan (1997), dan setahun kemudian merilis Snow on Sahara (1998). Album tersebut mampu menghipnotis penikmat musik di Perancis dan Eropa, termasuk penyanyi dunia Sarah McLahan yang mengundangnya tampil dalam Festival Musik di Oregon, Amerika. Pun ketika ia meliris album Luminescence (2005) dengan single-nya Etre Une Feme yang dinobatkan sebagai lagu terpopuler di Perancis.

Di album Elevation ini, Anggun berkolaborasi dengan Tefa dan Masta, produser bertangan dingin dalam menggarap musik urban. Tak hanya itu, ia juga menggandeng Pras Michel, personil The Fugees. Juga DJ Laurent Wolf, DJ kondang asal Perancis yang baru-baru ini menyandang sebagai World Best DJ dari ajang 2008 World Music Award.

anggunKontribusi Laurent, dapat dinikmati pada lagu No Stress yang kental dengan beat-beat dance yang diramu dengan musik techno –yang saat ini tengah hip di lantai klub Eropa. Sebagai kompensasinya, tembang ini pun masuk dalam album terbaru Laurent Wolf bertajuk Wash My World.

Album yang memuat 13 lagu dan 4 bonus track ini memilih lagu Jadi Milikmu (Crazy) sebagai single unggulannya. Lalu sebagai single kedua, dipilih lagu berjudul Stronger (featuring Big Ali). Lagu yang dibawakan dalam bahasa Inggris ini terasa Amerika banget. Sebuah kombinasi dari musik rock yang powerful dan repetan rap/R&B dari Big Ali, musisi hip hop kawakan yang sering berkolaborasi dengan penyanyi tenar seperti Usher, Puff Diddy, dan Nelly Furtado. Kabarnya, lagu ini menjadi terobosan Anggun untuk menembus pasar musik Amerika.

Lagu My Man (featuring Pras Michel dari The Fugees) yang tampil sebagai female anthem, bercerita tentang ketegasan Anggun kepada pria yang mengejar dirinya. Bagi yang kangen akan gaya Anggun di era 90-an, ada pilihan lagu Give It To Love yang sangat seksi dan alluring. Beat-nya dikemas era kini, berpadu dengan bisikan vokal Anggun yang menggoda. Dan rupanya, ibu satu anak ini ingin memberi ruang tersendiri untuk sang buah hati lewat lagu Interlude atau pada tembang Eden in Her Eyes yang bertutur tentang Kirana, sang buah hatinya.

Album ini seakan menjadi penanda jati diri Anggun dalam dimensi yang baru, baik secara musikal maupun personal. Sinergi apik, perpaduan cita rasa romantisme Eropa dengan denyut Amerika yang dinamis, dan tentu saja elemen eksotis Asia.

“Elevation adalah album dengan pandangan terbaru saya dalam bermusik. Selalu penuh pertanyaan, keraguan dan keinginan untuk mewujudkan sesuatu yang innovatif, menarik dan kreatif untuk publik dan para penggemar saya,” tegas Anggun.

Kini, kehadirannya di jaringan entertainment global tak sekadar di panggung musik. Anggun pun tampil sebagai ikon untuk beberapa produk. Memang, dalam fashion style, Anggun adalah ikon yang selalu diasosiasikan dengan brand terkenal, semisal Dolce & Gabbana dan Roberto Cavalli.

Lewat nama besarnya, Anggun dipercaya sebagai ambassador jam tangan Audemars Piguet. Dan Anggun juga dikenal sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap lingkungan hidup. Anggun pun ditunjuk badan dunia PBB sebagai duta Kredit Mikro.

Di kampung halamannya Indonesia, putri seniman komik tanah air bernama Darto Singo, ditunjuk sebagai Brand Ambassador Shampoo Pantene dan Susu Anlene. Dan lewat lagu Jadi Milikmu (Crazy) dan Shine yang ada di album Elevation menjadi musik latar untuk Shampoo Pantene. Dan lagu Stronger, menjadi latar musik Susu Anlene.

Diakui atau tidak, Anggun benar-benar fenomenal. Di tengah ketatnya persaingan dan sedikitnya orang pribumi di kancah global, wanita berkulit hitam manis yang dulu tampil di Ancol dengan bayaran Rp 40 ribu itu, terbukti sukses go internasional.

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Januari 2009

Wabah Facebooking

originalfacebookingEntah ini sekedar perasaanku saja atau memang semua orang yang terakses dengan dunia maya [internet] merasa pula dijangkiti virus bernama facebook. Dan memang, ternyata ketika bersua dengan rekan kerja di lapangan selalu diburu pertanyaan, “punya facebook? add dong?” Nah lo pertanyaan itu tak sekedar datang dari seseorang teman, namun ketika di tempat lain pun sama. Bahkan saya sempat dibilang ‘tak asik’ rasanya bila tak punya facebook. Pun ketika saya meliput sebuah peluncuran novel dari sang novelis hebat, diantara yang hadir adalah facebooker. Dan salah satu pengundang pun ketika saya tanya, ada hubungan apa dengan si penulis, dia dengan enteng menjawabnya, “saya kenal dengan dia di facebook,” gubrak!!

Seperti tidak kalah kuatnya, facebook pun melanda istriku yang setahu saya tak begitu suka dengan satu dari sekian fasilitas ‘social networking’ dewasa ini. Suatu ketika dia invite saya untuk segera bergabung di facebook, namun lagi-lagi vaksinku begitu kuat untuk menghadapi godaannya untuk segera bergabung. Dan ternyata, ketika dia bersua dengan teman-temannya, perbincangannya tak jauh-jauh dari aktivitas facebooking mereka. Padahal bertelepon pun iya. Huh… lagi-lagi setelah saya googling wajah istriku pun terpampang di facebook, dan memang setelah saya liat di friendlist-nya setengahnya saya kenal dengan baik. Halah…

Kembali dengan teman-temanku di lapangan, lagi-lagi saya dibilang ga gaul, ga uptodate… walah? Padahal secara hari-hari kerja saya memang hampir tak pernah lepas dari akses internet. Dan juga beberapa blog pun sudah saya lahirkan lewat fasilitas Multiply dan WordPress.

Akhirnya apa daya, kini rupanya virus facebook itu telah merasuk ke jemari ini untuk ikut-ikutan menetakkannya sekedar posting yang tidak penting seperti yang sedang anda baca ini. Dan hari ini pun akhirnya saya meng-approve beberapa teman yang me-request. Pun ketika saya masuk ke facebook istri, setelah saya lihat-lihat beberapa barisan temannya saya pun kepincut untuk meng-add-nya sebagai teman… hahahahaha

Nah, bagi yang mau melongok facebook yang dimaksud coba searching di facebook dengan ID:  izoruhai ru

note: image didapat dari pakde gugel