Tukul, Kini dan Dulu

tukulDi penghujung tahun 2008, selama lima pekan sosok Tukul tak tampil menemani fans setianya dalam acara talk show Empat Mata. Dengan alasan melanggar kode etik penyiaran, tayangan yang diminati jutaan penonton ini akhirnya harus berhenti disiarkan. Buntutnya, Tukul terpaksa ‘nganggur’.

Untungnya, Tukul yang namanya berarti Tumbuh ini, memang tak ada matinya. Meski tayangan Empat Mata berganti nama Bukan Empat Mata dan masih menampilkan Pepi dan Vega, ‘sobat’ Tukul di Empat Mata, tayangan baru ini lebih segar. Sepertinya, Tukul kini mencoba untuk lebih santun dalam bersikap dan bertutur kata. Dan terbukti, sosok Tukul memang tak tergantikan oleh siapa pun.

Harus diakui, sosok pelawak kelahiran Semarang, 16 Oktober 1963 ini, terlanjur melekat di hati pemirsa. Tak hanya gayanya yang lucu, namun jargon-jargon khasnya seperti puas…puas..atau kembali ke laptop membuat penonton merindukannya. ”Ya gini ini mas, kalau rejeki nggak kemana-mana,” kata Tukul tentang kembalinya Bukan Empat Mata.

Berikut bincang-bincang VIEW bersama pemilik nama lengkap Tukul Riyanto di awal kemunculannya kembali di program tayangan in-house production dari Trans7. Seperti biasa bintang film Mendadak Romantis ini,  menjawab pertanyaan dengan banyolan-banyolan khasnya dan ekspresi yang katro.

VIEW: Kini Anda kembali mengisi acara Bukan Empat Mata, dengan nama yang berbeda, apa komentar Anda?
TUKUL: Lega dan sangat bersyukur. Akhirnya saya bisa kembali menghibur pemirsa teve, khususnya fans berat saya yang sudah kangen banget dengan muka wong ndeso ini.

VIEW: Sebenarnya, kembalinya Anda ini karena masih ada ikatan kontrak atau memang tayangan itu masih menjanjikan?
TUKUL: Memang saya masih terikat kontrak. Lah ini kan tempat saya cari rejeki, kenapa harus ditolak. Lagian masih banyak kok penonton yang kangen sama saya. Pastinya acara yang saya bawakan ini akan disukai penonton. Lho kalau nggak menjanjikan, buat apa Trans7 kembali menayangkan acara ini.

VIEW: Menurut Anda, apa perbedaan Bukan Empat Mata  dengan Empat Mata?
TUKUL: Ya cuma ini ada tambahan kata ’Bukan’. Tapi sebenarnya sama aja sih, karena hotsnya kan masih Tukul.  Teman setia saya, Pepi dan Vega juga ada. Memang sih nggak sama  persis dengan Empat Mata, karena ada tambahan segmen acara current issue.

VIEW: Kabarnya Anda juga meminta kenaikan honor?
TUKUL: Ha..ha..tau aja. Emang saya minta honornya dinaikkan. Berapa besarnya, ya nggak ding sopan kalau diomongin. Yang jelas ada tambahanlah, karena program ini kan sifatnya hanya melanjutkan.

VIEW: Selama sebulan di rumahkan, Anda jualan kripik singkong. Bagaimana kelanjutan bisnis itu?
TUKUL: Sampai saat ini saya masih jualan kripik singkong. Ya masih bisnis ini masihlah. Pokoknya ada ngurus, orang  manajemen saya tentunya.

tukul1VIEW: Selain jualan kripik singkong, aktivitas apa lagi selama sebulan nganggur?
TUKUL: Tentunya selain Sleeping Beauty, saya juga masih dipakai kok untuk mengisi acara off air di beberapa daerah. Kemarin baru ngemsi di Semarang. Pokoknya nggak nganggur-nganggur amat deh. Pemotretan juga sempat dilakoni, wong saya ini kan cover boy.

VIEW: Dengan kejadian ini, bagaimana Anda menjalankan tugas sebagai presenter, agar tidak bernasib sama dengan Empat Mata?
TUKUL: Meski kemarin Empat Mata  dihentikan bukan gara-gara saya, tapi yang pasti, saya akan lebih berhati-hati agar tidak kena semprit KPI lagi. Saya ini hanya komedian, ya niatnya sekadar menghibur kok. Tentunya kalau ada masukan akan saya hargai, yang penting saya bisa belajar dari pengalaman.

VIEW: Lalu apa komentar orang-orang dekat Anda, khususnya istri dan anak?
TUKUL: Mereka selalu mengingatkan dan memotivasi saya. Karena jauh sebelum itu saya selalu bilang kepada mereka, pokoknya mengalir seperti biasa saja. Semuanya yang ngatur Tuhan. Dan mereka pun mengerti kok.

VIEW: Apa impian Anda yang belum tercapai?
TUKUL: Membuat paket lawakan untuk generasi penerus yang idenya sama dengan saya

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Januari 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s