Transconic: Gaya Busana Muslim Konsep Baru

foto by fernandez
foto by fernandez

Busana adalah media untuk mengekpresikan jati diri. Busana pun harus memberi perasaan senang bagi pemakainya. Termasuk busana muslim –yang tak melulu dikenakan pada kesempatan-kesempatan tertentu saja— yang selalu berdekatan dengan perkembangan mode dan gaya hidup. Tak heran bila pemakai busana muslim saat ini adalah penikmat mode yang selalu ingin tampil modis.

Berangkat dari pemikiran tersebut, up2date, sebuah merek busana muslim modern yang memiliki kekuatan pada material dan konsep padu padan kembali merilis koleksi terbarunya bertema Transconic 2009 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung, lewat pagelaran show tunggalnya ini, up2date ingin memposisikan diri sebagai merek busana muslim siap pakai yang berkarakter muda, ringan dan trendi, layaknya koleksi yang diusung oleh label kenamaan seperti Zara atau Mango.

Transconic yang didefinisikan sebagai ‘perpindahan’ kea rah satu tujuan yang lebih baik itu tetap mengacu pada pakem yang diusung up2date yakni Chic, Comfort, dan Covered Up. Lewat prinsip itu, koleksi up2date hampir tidak menggunakan unsur dekoratif berupa manik, payet atau kristal. Tampilan produk lebih difokuskan pada bahan dan desain untuk memberi nyaman, kesan modern dan urbanis.

Sebagai pionir penggunaan bahan kaos spandek, up2date sengaja memberi alternatif dan inspirasi gaya berbusana muslim dengan konsep baru. Dimana dalam pagelaran Transconic yang menampilkan lebih dari 80 set koleksi terbagi dalam empat sekuen yakni Iconic, Urban, Nature Spirit dan Mutation.

foto by fernandez
foto by fernandez

Koleksi Iconic busana yang tampil dari interpretasi ikon mode berupa struktur asimetris, simbol yang berkaitan dengan mode seperti kancing, pita ukuran, jarum baik dalam bentuk aplikasi atau olahan baru. Bahan yang digunakan selain spandek adalah katun dan rajut. Pada seri Urban, lebih menegaskan dinamika kaum urban yang dipancarkan dalam tampilan busana ringan, modern, praktis dan bergaya pakai tinggi. Garis tailored, warna monokrom, warna dalam nuansa gelap serta pemakaian elemen atau aksesoris dalam warna yang dikontraskan dengan warna busana.
Seakan tak mau ketinggalan tren, up2date pun menyinggung isu lingkungan. Lewat koleksi Nature Spirit, koleksi yang lebih banyak bermain dalam palet warna natural, seperti moka, hijau lumut, merah bata, dan warna kayu. Sementara siluet yang ditawarkan adalah melebar (flare) dan ringan. Rancangan yang boleh jadi disebut sebagai perpindahan tampak pada seri Mutation yang menampilkan perubahan bentuk dari desain mode yang ada menjadi tampilan kekinian. Hal ini terlihat pada penekanan konsep tumpuk serta penggunaan warna-warna matang seperti biru laut, kuning kunyit dan merah. Bahan yang digunakan adalah voile, suede dengan sedikit aksen bahan bermotif.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Februari 2009

Advertisements

Tren Aksesori 2009

foto dok. VIEW by Getty Images
foto dok. VIEW by Getty Images

Rasanya ada yang kurang tanpa aksesoris. Begitu kata banyak wanita tentang beragam aksesoris seperti kalung, gelang, anting, bros dan lainnya. Tak heran, jika tren aksesoris dari tahun ke tahun terus berkembang. Perkembangan mode yang berganti setiap tahun pun, juga diimbangi dengan beragam bentuk dan model aksesoris. Dan aksesoris yang diprediksi bakal menjadi tren 2009, adalah pita rambut, tas, corsage, syal, kacamata dan perhiasan pendek tebal berbentuk rantai.

Seperti dilansir Female First di awal tahun lalu, pita rambut –yang menghiasai mahkota wanita— dinilai menambah cantik kaum hawa di tahun Kerbau ini. Selebriti sekelas Alexa Chung dan Kelly Osborne, disebut-sebut sebagai selebriti yang selalu menggunakan pita untuk menghiasai rambutnya. Pita yang dikenakan pada rambut, diyakini kedua selebriti ini akan membuat penampilannya kian feminin dengan sentuhan girly.

Selain pita rambut, aksesoris yang bakal tren adalah tas berukuran besar dengan motif print dan warna-warna terang. Kehadiran tas tak sekadar memberikan manfaat bagi si pemakai, tapi juga mampu menciptakan kesan elegan. Bahkan kini, model tas berukuran besar tak melulu dipakai pada saat malam hari saja, tapi dapat digunakan kapan Sedangkan tas kecil meski tetap menjadi favorit, sepertinya tak lagi ngetren di tahun ini.

Aksesoris lainnya yang akan digandrungi pecinta mode adalah hiasan bunga yang menempel di bagian pinggang atau bahu pada gaun, dikenal dengan sebutan Corsage berukuran besar. Aksesoris jenis ini untuk pertama kali diperkenalkan tokoh Carrie Bradshaw dalam Sex and the City, yang diperankan Sarah Jessica Parker. Untuk menghadirkan corsage ini, dalam setiap penampilannya, Carrie menyiasatinya dengan mengenakan headband sebagai aksesoris rambut.

Setiap penampilannya, wanita selalu tak luput dengan perhiasan. Untuk tahun ini, perhiasan yang akan menjadi tren adalah perhiasan berbentuk rantai berukuran pendek dan tebal. Dan sepertinya, kalung dan bentuk rantai bergaya art deco kian digemari. Tak heran bila, selebriti sekelas Jennifer Lopez hingga aktris cantik Drew Barrymore kerap mengenakan perhiasan berbentuk rantai dengan riasan rambut dan make-up yang tak berlebihan.

Bahkan nama besar Kate Moss, sebagai super model dimanfaatkan oleh jaringan ritel fashion Top Shop yang melengkapi koleksi clothing line-nya dengan aksesoris hasil rancangan sang model. Koleksi aksesori rancangan Kate Moss hadir dengan bentuk dan model yang mengikuti perkembangan zaman dan memberikan kesan trendi.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Februari 2009

Bincang-bincang Bersama Zara Zettira

foto by fernandez
foto by fernandez

Setelah lama tak terdengar, kini ia kembali. Sepuluh tahun sudah, sepertinya ia menenggelamkan dirinya dengan kesibukan sebagai penulis skrenario sinetron. Terlebih setelah kepindahan dirinya ke Toronto, Kanada pada 1999 silam. Selama itu pula, namanya nyaris tak terdengar di kalangan pecinta buku fiksi.

Bagi sebagian kalangan –generasi remaja era 1980-an— ketika mendengar namanya, pasti akan teringat dengan sosok yang satu ini. Nama Zara Zettira (39) begitu melekat di hati para pecinta novel dan cerpen (cerita pendek) seputar romantika remaja. Dan memasuki era 1990-an, naskah film hasil karyanya begitu populer, salah satunya adalah Catatan si Boy.

Tak hanya itu, ribuan skrenario sinetron sudah ditulis mantan puteri remaja 1985 ini. Salah satunya Janjiku –yang merupakan salah satu sinetron dengan rating tertinggi dalam sejarah sinetron di Indonesia— Bella Vista, Shangrila, Tersanjung, Dia, hingga Malin Kundang. Bahkan hingga kini, ia pun saban tahunnya masih menulis naskah sinetron religi untuk momen ramadhan.

Dan di penghujung tahun 2008 lalu, sebagai penulis cepat dan produktif, ibu dari Alaya Eva Ramadi Zsemba dan Zsolt George Zainuddin Zsemba seakan terlahir kembali sebagai penulis buku. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya novel bertajuk Every Silence has a Story (Cerita dalam Keheningan) yang terbit dalam dua bahasa dalam satu buku. Novel berbahasa Indonesia dan Inggris ini, bertutur tentang pergulatan hidup seorang Zaira, tokoh utama yang tak lain adalah sosok dirinya.

Di sela-sela peluncuran novelnya di Jakarta akhir tahun lalu, kepada VIEW, Zara Zettira membeberkan seputar kembalinya ke dunia tulis menulis yang telah ditinggalkannya selama sepuluh tahun terakhir ini.

VIEW: Apa yang membuat Anda kembali menulis buku?
ZARA: Terus terang inilah bantuk pemberontakan hati dari seorang yang tertekan dengan sistem rating dan kejar tayang yang berlaku di industri pertelevisian negeri ini.

VIEW: Maksudnya?
ZARA: Ya, selama ini, sebagai penulis saya seakan tak ubahnya seperti robot yang harus menulis satu episode dalam sehari. Tak hanya itu, saya pun harus menulis cerita sesuai yang diminta rumah produksi. Dan semua itu bertentangan dengan tujuan saya menjadi penulis. Padahal saya kan mau menulis sesuai pemikiran sendiri, bukan atas dasar rating atau diatur-atur produser.

VIEW: Lalu selama Anda melakukan hal itu, apa yang terjadi?
ZARA: Awalnya saya menikmatinya. Tapi pada kurun waktu tiga tahun terakhir ini, saya dilanda kebingungan yang amat sangat. Karena menulis, bagiku, adalah nafkah batin. Pergulatan jiwa pun berkecamuk, hingga akhirnya saya harus masuk rumah sakit. Dan saat di rumah sakit itulah, ide untuk kembali menulis sesuai keinginan sendiri muncul kembali.

VIEW: Kapan Anda mulai menulis dan apa yang ditulis?
ZARA: Sejak keluar dari rumah sakit, seakan-akan saya mendapatkan energi baru untuk segera menuliskan keinginan saya itu. Dan kisah yang saya angkat tak lain adalah perjalanan hidup saya sendiri. Akhirnya lahirnya novel yang saya beri judul Cerita dalam Keheningan ini.

VIEW: Berapa lama novel ini Anda selesaikan?
ZARA: Novel yang awalnya berbahasa Inggris ini saya selesaikan dalam waktu enam hari. Saya akui, waktu menulis bagai orang kesurupan. Sampai-sampai tidak ingat kalau saya punya anak dan suami. Saya baru berhenti menulis ketika buang hajat ke toilet. Bahkan mandi pun tidak. Novel ini pun hanya baru sebagian dari yang saya tulis. Jadi masih ada kelanjutannya.

VIEW: Lantas apa mendasari Anda untuk menerbitkan dalam dua bahasa?
ZARA: Sebenarnya ini keinginan pribadi untuk mencoba sesuatu yang baru. Dan ternyata keinginan itu didukung oleh penerbit. Maka lahirlah novel dua bahasa ini.

VIEW: Pesan apa yang Anda bawa lewat novel ini?
ZARA: Novel yang sejatinya merupakan perjalanan hidup saya, sebagian masa lalu, masa kecil saya , perjuangan saya, pemikiran dan perasaan saya dulu sampai sekarang. Karena kita manusia pada hakekatnya adalah sama. Saya percaya dan berharap, novel ini bukan menjadi bacaan yang habis setelah selesai dibaca, melainkan akan memunculkan banyak pertanyaan yang dengan senang hati akan saya tanggapi secara pribadi dalam forumnya.

VIEW: Dengan kembali menulis buku, bagaimana dengan dunia naskah skrenario, apakah akan Anda tinggalkan?
ZARA: Ya, tidak serta merta saya tinggalkan begitu saja. Paling tidak saya hanya akan menerima tawaran untuk menulis naskah film anak-anak atau sinetron ramadhan. Dengan catatan tidak seperti tujuh tahun yang lalu.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Februari 2009

Gaya Rambut ala Film Thriller

rambut-triler1Diakui memang, kecantikan perempuan menjadi daya tarik tersendiri dunia film. Tanpa kehadirannya, film pun menjadi biasa saja. Tak terkecuali dengan film-film bergenre thriller nan mencekam. Pastinya, tokoh utama perempuan selalu menggunakan kecantikan sebagai senjatanya. Dan kini, dunia mode dan kecantikan mengangkatnya ke dalam tren musim gugur, dan dingin tahun ini. Tentunya, masih terbayang ketika sineas seperti Alfred Hitchcock, David Lynch, Bella Lugossi maupun Roman Polanski yang menempatkan perempuan sebagai tokoh utama.

Ya, para sineas itu memanfaatkan kecantikan yang bak pedang bermata dua. Pasalnya tak hanya keindahan yang mampu ditawarkan sang tokoh perempuan dalam film-film mereka, tapi juga sarat bahaya dan misteri. Upaya menggoda berbekal keindahan dengan latar belakang aura ‘gelap’ dan mood era 1930-an hingga 1950-an. Tren ini menguak kecantikan perempuan dari sisi yang berbeda, yaitu para leading lady dari film-film thriller dan suspense.

Adalah L’Oreal Prefessionel, pabrikan perawatan rambut asal Paris, Perancis, lewat teknologi Majirel-nya menghadirkan dua gaya rambut Femme Fatales dan Spies sebagai tren musim ini. Femme Fatales dinilai sebagai salah satu karakter perempuan dalam film thriller yang kerap diangkat para sineas kala itu. Sebut saja film Dial M for Murder (1954), Black Dahlia (2006), Wild Things (1998), atau Blue Velvet (1986). Layaknya sang laba-laba dalam Black Widow (1987), ia akan menggunakan perpaduan kecantikan dan kerapuhan untuk memikat siapa saja. Dan kesan feminin sang Femmes Fatales terbias dalam gaya, pilihan busana dan penataan rias wajah penuh warna-warna lebih hangat yang terdiri dari The Secret Agent, The Lady in Red, dan The Fatal Blonde.

The Secret Agent yang terinspirasi dari film-film thriller lampau yang menyisakan para agen ganda perempuan, seperti pesona bond girl. Dimana gaya tampilan era 60-an dengan Chignon Eropa dan make-up smokey klasik. Dengan permainan warna menawan dari koleksi Majirel memberikan aura misterius sang Secret Agent. Warna merah yang ngetren tahun ini melahirkan The Lady in Red. Dengan layer bergaya brit pop di bagian crown serta permainan acak bagian bawah menjadi lebih unik, dengan sentuhan berbagai warna Majirel diatas sapuan Majirogue pada sekujur rambut. Sementara model The Fatal Blonde hadir dengan tata rambut berlayer klasik, ikal bak Grace Kelly dalam film Dial M for Murder. Dimana sapuan warna terang kepirangan dari Majiblond dan highlight Majirel menjadi pilihan. Kesan sang Blonde yang sensasional begitu tampak pada gaya ini.

Gaya tatanan rambut Spies yang dihadirkan Majirel, memang lebih menyasar pada pribadi sporty, fashionista, dan dinamis. Sebut saja, jagoan perempuan yang tampil versatile, androgini dan memesona semisal tokoh di film Aeon Flux (2005) atau Joana Lumley dalam The Avenger (1998) hingga Catherine Zeta-Jones dalam The Entrapment (1999). Kesan rambut ala Spies dalam nuansa berbeda ini terdiri dari Speed Demon, The Specialist dan The Justice Maker. Speed Demon lebih pada gaya bob yang berevolusi dengan layer tajam yang berbeda-beda di bagian sisi dan dipertegas dengan aksen triangle di bagian depan.

Untuk model The Specialist, rambut tampil dengan cutting lebih maskulin dan layer tajam ala era lampau tak berarti sang Spies tak mampu menjelma menjadi lebih indah. Aksen gaya ini adalah cutting dengan layer pendek klasik ala era lampau. sempat sangat populer di Eropa tahun lalu yang diadaptasi banyak ikon seperti Agyness Deyn. Sedangkan gaya The Justice Maker menghadirkan rambut penuh layer tajam dan dinamis ala para heroine berkostum jumpsuit. Dengan cutting terkini diberikan pada rambut, berlayer dari puncak kepala yang memberikan bagian sisi menjadi lebih tebal. Permainan warna tetap menggunakan teknik triangle.

Senafas dengan itu, dunia mode pun memperkenalkan tren ini melalui koleksi rumah mode dan halaman mode di majalah internasional. Begitu banyak siluet dan desain yang tercipta dari bahan satin dan sutera, dengan permainan warna merah sebagai warna musim ini. Garis-garis tegas semi maskulin pun mewarnai panggung runway tahun ini. Kesan retro dan Parisian elegance menyeruak kuat dari jajaran koleksi rumah mode dunia. Pun dengan dunia kecantikan, yang tahun ini lebih unik, extravagant dan jauh dari konvesional. Dengan perpaduan warna gelap dan garis-garis nan kuat, make-up diaplikasikan dalam sapuan pucat, bibir lebih penuh dengan pilihan palet gelap, serta aksen alis tebal bak bintang Hollywood era lampau.

Kesemuanya merupakan representasi dari tema thriller yang menjadi milik dunia musim ini. “Kunci tema kali ini adalah Hollwyood revamp. Kembalinya nostalgia keindahan era lalu, banyak bermain dengan perpaduan busana maskulin seperti suit dan jaket serta bahan-bahan feminine semisal sutera, chiffon, animal print, renda dan warna metal,” tegas Catherine Guillery, pencetus tren pewarnaan L’Oreal Professionnel.

Catherine menambahkan bahwa rok-rok high-wasited, siluet pinsil di atas lutut yang menyeruak di tahun 1950-an kembali populer. Dan gaya busana ini pertama kali diperkenalkan melalui film-film baheula oleh para penata kostum film Hollywood.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Februari 2009