Gaya Rambut ala Film Thriller

rambut-triler1Diakui memang, kecantikan perempuan menjadi daya tarik tersendiri dunia film. Tanpa kehadirannya, film pun menjadi biasa saja. Tak terkecuali dengan film-film bergenre thriller nan mencekam. Pastinya, tokoh utama perempuan selalu menggunakan kecantikan sebagai senjatanya. Dan kini, dunia mode dan kecantikan mengangkatnya ke dalam tren musim gugur, dan dingin tahun ini. Tentunya, masih terbayang ketika sineas seperti Alfred Hitchcock, David Lynch, Bella Lugossi maupun Roman Polanski yang menempatkan perempuan sebagai tokoh utama.

Ya, para sineas itu memanfaatkan kecantikan yang bak pedang bermata dua. Pasalnya tak hanya keindahan yang mampu ditawarkan sang tokoh perempuan dalam film-film mereka, tapi juga sarat bahaya dan misteri. Upaya menggoda berbekal keindahan dengan latar belakang aura ‘gelap’ dan mood era 1930-an hingga 1950-an. Tren ini menguak kecantikan perempuan dari sisi yang berbeda, yaitu para leading lady dari film-film thriller dan suspense.

Adalah L’Oreal Prefessionel, pabrikan perawatan rambut asal Paris, Perancis, lewat teknologi Majirel-nya menghadirkan dua gaya rambut Femme Fatales dan Spies sebagai tren musim ini. Femme Fatales dinilai sebagai salah satu karakter perempuan dalam film thriller yang kerap diangkat para sineas kala itu. Sebut saja film Dial M for Murder (1954), Black Dahlia (2006), Wild Things (1998), atau Blue Velvet (1986). Layaknya sang laba-laba dalam Black Widow (1987), ia akan menggunakan perpaduan kecantikan dan kerapuhan untuk memikat siapa saja. Dan kesan feminin sang Femmes Fatales terbias dalam gaya, pilihan busana dan penataan rias wajah penuh warna-warna lebih hangat yang terdiri dari The Secret Agent, The Lady in Red, dan The Fatal Blonde.

The Secret Agent yang terinspirasi dari film-film thriller lampau yang menyisakan para agen ganda perempuan, seperti pesona bond girl. Dimana gaya tampilan era 60-an dengan Chignon Eropa dan make-up smokey klasik. Dengan permainan warna menawan dari koleksi Majirel memberikan aura misterius sang Secret Agent. Warna merah yang ngetren tahun ini melahirkan The Lady in Red. Dengan layer bergaya brit pop di bagian crown serta permainan acak bagian bawah menjadi lebih unik, dengan sentuhan berbagai warna Majirel diatas sapuan Majirogue pada sekujur rambut. Sementara model The Fatal Blonde hadir dengan tata rambut berlayer klasik, ikal bak Grace Kelly dalam film Dial M for Murder. Dimana sapuan warna terang kepirangan dari Majiblond dan highlight Majirel menjadi pilihan. Kesan sang Blonde yang sensasional begitu tampak pada gaya ini.

Gaya tatanan rambut Spies yang dihadirkan Majirel, memang lebih menyasar pada pribadi sporty, fashionista, dan dinamis. Sebut saja, jagoan perempuan yang tampil versatile, androgini dan memesona semisal tokoh di film Aeon Flux (2005) atau Joana Lumley dalam The Avenger (1998) hingga Catherine Zeta-Jones dalam The Entrapment (1999). Kesan rambut ala Spies dalam nuansa berbeda ini terdiri dari Speed Demon, The Specialist dan The Justice Maker. Speed Demon lebih pada gaya bob yang berevolusi dengan layer tajam yang berbeda-beda di bagian sisi dan dipertegas dengan aksen triangle di bagian depan.

Untuk model The Specialist, rambut tampil dengan cutting lebih maskulin dan layer tajam ala era lampau tak berarti sang Spies tak mampu menjelma menjadi lebih indah. Aksen gaya ini adalah cutting dengan layer pendek klasik ala era lampau. sempat sangat populer di Eropa tahun lalu yang diadaptasi banyak ikon seperti Agyness Deyn. Sedangkan gaya The Justice Maker menghadirkan rambut penuh layer tajam dan dinamis ala para heroine berkostum jumpsuit. Dengan cutting terkini diberikan pada rambut, berlayer dari puncak kepala yang memberikan bagian sisi menjadi lebih tebal. Permainan warna tetap menggunakan teknik triangle.

Senafas dengan itu, dunia mode pun memperkenalkan tren ini melalui koleksi rumah mode dan halaman mode di majalah internasional. Begitu banyak siluet dan desain yang tercipta dari bahan satin dan sutera, dengan permainan warna merah sebagai warna musim ini. Garis-garis tegas semi maskulin pun mewarnai panggung runway tahun ini. Kesan retro dan Parisian elegance menyeruak kuat dari jajaran koleksi rumah mode dunia. Pun dengan dunia kecantikan, yang tahun ini lebih unik, extravagant dan jauh dari konvesional. Dengan perpaduan warna gelap dan garis-garis nan kuat, make-up diaplikasikan dalam sapuan pucat, bibir lebih penuh dengan pilihan palet gelap, serta aksen alis tebal bak bintang Hollywood era lampau.

Kesemuanya merupakan representasi dari tema thriller yang menjadi milik dunia musim ini. “Kunci tema kali ini adalah Hollwyood revamp. Kembalinya nostalgia keindahan era lalu, banyak bermain dengan perpaduan busana maskulin seperti suit dan jaket serta bahan-bahan feminine semisal sutera, chiffon, animal print, renda dan warna metal,” tegas Catherine Guillery, pencetus tren pewarnaan L’Oreal Professionnel.

Catherine menambahkan bahwa rok-rok high-wasited, siluet pinsil di atas lutut yang menyeruak di tahun 1950-an kembali populer. Dan gaya busana ini pertama kali diperkenalkan melalui film-film baheula oleh para penata kostum film Hollywood.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah VIEW edisi Februari 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s