Oriental Look Nan Memesona

fs-1Seakan tak lekang dimakan waktu, fashion bergaya oriental kian diminati. Pasalnya, busana dengan sentuhan oriental look, kini tampil lebih gaya dengan beragam warna. Meski momen imlek telah berlalu, busana gaya oriental masih bisa dikenakan sehari-hari tanpa harus menunggu tahun baru Cina.

Istilah kerah cheongsam atau kerah shanghai sudah tak asing lagi di telinga para pecinta fashion. Kreativitas dari para desainer fashion pun memberi kesan tersendiri, meski pada akhirnya busana beraksen oriental itu tak harus terlihat secara total. Dan, industri mode dengan segala kreasi mampu mengkombinasi yang mengubah tampilan busana ala Cina menjadi lebih ringan, muda, modern dan elegan tanpa harus menghilangkan unsur orientalnya. Seperti yang ditawarkan desainer kondang, Sebastian dan Obin dalam pagelaran Eye on Fashion at Plaza Indonesia beberapa waktu lalu.

Sebastian Gunawan lewat rumah mode Sebastian’s memperkenalkan koleksi dengan kesan ultrafeminin, girly, dan romantis yang dirangkum dalam tema Be Prosperous and Chic. Lewat rancangan yang menjadi bagian dari koleksi 2009, Sebastian menawarkan koleksi yang menjadi pakemnya, berupa rok span, gaun pendek, dan gaun panjang.

Pada koleksi yang diusung untuk koleksi nomor duanya, Red Label, ia memberikan sentuhan oriental berupa warna-warna cerah dan gaya Cina, seperti ceongsham. Warna-warna jatuh pada putih, pink, merah marun, ungu, dan emas tampak mendominasi gaun-gaun berbahan chiffon, shantung, duchess, lace, brokat, dan organza. “Warna-warna ini memiliki arti harapan, kegembiraan, dan cerminan dari karakter diri,” jelas perancang yang rancangannya sangat digemari wanita muda.

fs-2Detail berupa permainan warna senada dengan seni dekoratif, seperti manik-manik, bebatuan, dan pita-pita, menghiasi koleksinya yang bermotif abstrak dan riil. Selain itu, ia juga menghadirkan hiasan kerancang bermotif bunga dan abstrak. Pun pada bahan brukat yang tidak luput dari hiasan dengan aneka bordir timbulnya. “Saya sengaja memberikan bebatuan dengan potongan geometris. Jadi tidak terlalu terkesan feminin, tapi tetap berkarakter,” tandasnya.

Sementara, desainer kawakan Josephine Obin Komara, lewat Bin House-nya menampilkan busana ala Cina dengan bermaterikan kain-kain nusantara. Dengan menggunakan bahan sutera yang dikombinasikan dengan katun, Obin menawarkan blus, rok, dan celana panjang dipadupadankan dengan atasan berupa kebaya bercorak lebih modern.

fs-3Warna-warna cerah semisal merah dan prada emas menjadi pilihannya. Meski demikian, Obin tetap memberi sentuhan nuansa tradisional lewat motif-motif batik tradisional nusantara mulai dari kawung, sidomukti, parang, tirtotedjo hingga cakra. “Saya sengaja memberikan warna yang colourful, mencerminkan semangat baru di tahun yang baru. Tapi saya juga memberikan sentuhan khas. Karena sense fashion itu ada di percampuran dan implementasinya,” kata Obin.

Dalam koleksi ini, Obin –yang dikenal dengan pemakaian batik beragam motif— menyebutnya sebagai batik cheongsam. Hal ini ditunjukan pada beberapa rancangannya menggunakan siluet asimetris dan aksen kerut atau lipatan-lipatan, sebatas betis. Rancangan yang didominasi warna merah itu dipaduka dengan atasan blus cheongsam lengan pendek dengan variasi belahan di tengah dan menyamping. Sentuhan warna yang beragam pada atasan seperti cokelat muda, kuning gading, abu-abu dan biru memberi kesan modern nan elegan.

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s