Selebriti di Panggung Politik

caleg1Lain dulu, lain sekarang. Dulu, kehadiran artis hanya sekedar sebagai penggembira dan penghibur saat kampanye di gelar. Kini, mereka ikut terjun langsung di panggung politik. Fenomena ini bukan barang baru, mengingat pada Pemilu 2004 lalu, ada sekitar 25 artis yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg). Dan, sejumlah artis, terbukti sukses di kancah pemilihan kepala daerah beberapa bulan lalu, seperti Dede Yusuf, Rano Karno dan Dicky Chandra.

Diakui atau tidak, tampilnya para artis di pentas politik dalam pesta demokrasi yang bakal di gelar 9 April nanti, cukup menyita perhatian. Paling tidak, sosok yang biasanya ‘wara-wiri’ di layar kaca itu, lebih dikenal masyarakat. Entah mengatasnamakan popularitas atau kualitas, sejumlah partai politik (parpol) pun seakan-akan ‘latah’ berlomba mengusungnya. Bermodal popularitas yang disandangnya, diharapkan akan mendongkrak suara parpolnya. Sederer artis pun digadang-gadang sejumlah parpol, sejak beberapa bulan lalu.

Diantara para pesohor yang maju sebagai caleg dalam pemilu kali ini, tercatat nama Tantowi Yahya, Nurul Arifin, Jeremi Thomas, Bangkit Sanjaya dan Dharma Oratmangun sebagai kader di Partai Golkar. Sementara artis yang menjadikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai gerbong politiknya, Marissa Haque, Evie Tamala, Lyra Virna, Ferry Irawan, Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati, Emilia Contessa, Denada, Mieke Wijaya, Kristina, Rahman Yacob, dan Soultan Saladin.

Partai Amanat Nasional (PAN) –partai yang dianggap banyak mengawal kalangan selebriti untuk maju ke gedung dewan, sejumlah nama seperti Eko Patrio, Mandra, Derry Drajat, Tito Sumarsono, Mara Karma, Adrian Maulana, Ita Mustafa, Popy Maretha, Ikang Fauzi, Maylaffaiza, Henidar Amroe, Raslina Rasidin, Marini Zumarnis, Primus Yustisio, Cahyono, Lucky Emuardi, Intan Savila, Ferry Soraya dan Wanda Hamidah.

Sedangkan, di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terdapat Sonny Tulung, Rieke Dyah Pitaloka, Edo Kondolongit, dan Miing Bagito. Di partai Demokrat, ada Komar, Venna Melinda, Inggrid Kansil, Tere, Angelina Sondakh, dan Adji Massaid. Dan, di Partai Damai Sejahtera (PDS) tercatat nama Thessa Kaunang, Ricky Jo, Tamara Geraldine dan Ronny Pangemanan. Sementara di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggandeng Teuku Firmansyah dan Gita KDI.

Selain partai besar, sejumlah partai baru, pun mengusung kalangan selebriti, diantaranya Muchsin Alatas, Gusti Randa dan Anwar Fuady yang bergabung di Partai Hanura. Begitu pula dengan Partai Gerindra yang memilih Rachel Maryam dan Tessa Mariska. Nama aktor kawakan, El Manik diusung oleh Partai Matahari Bangsa (PMB). Sementara artis –yang telah lama vakum— Yuyun Sukowati muncul sebagai caleg di bawah bendera Partai Indonesia Sejahtera (PIS).

Dari sejumlah selebriti tersebut, paling tidak terdapat 20 orang artis yang bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat yang terbagi dalam 11 dapil. Sementara yang lainnya tersebar di dapil yang memiliki suara signifikan seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Riau.

Meski pada kenyataannya, tak sekadar cibiran yang didapat, ‘nama beken’ para artis pun menjadi kendala. Namun hal itu, tak menyurutkan artis untuk tetap maju menjadi caleg dan bersaing dengan tokoh-tokoh popular lainnya. Akankah para selebriti itu mampu membuktikan bisa mendulang suara dalam pemilu nanti? Ataukah hanya sekadar menjadi ‘politisi pajangan’ untuk memeriahkan pesta demokrasi berbiaya besar ini.

Soal itu, sejumlah petinggi parpol yang menampung selebriti, menepisnya. Mereka berani menjamin bahwa para artis yang terpilih, kelak akan mampu melaksanakan tiga fungsi anggota legislatif, seperti legislasi, anggaran dan pengawasan. “Diakui, popularitas artis menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan, disamping aspek pendidikan dan intelektualitas. Dan caleg artis diyakini mampu menjalankan tiga fungsi itu,” jelas Ketua DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan.

Hal senada diungkap Sekjen Partai Hanura, Yus Usman, bahwa partainya tak semata mengandalkan popularitas artis, tapi juga memperhatikan pendidikan, kompetensi, dan kemampuan mereka dalam bersosialisasi. “Walaupun dia artis populer, tapi kalau tak punya pendidikan memadai, kemampuan bermasyarakat kurang, kami tak rekrut,” katanya.

Bahkan beberapa waktu lalu, Soetrisno Bachir, orang nomer satu di tubuh PAN pun sempat berseloroh mengenai keberadaan artis di panggung politik, “Artis juga untuk menjadi hiburan, supaya politik yang kotor itu dapat cerah.” Dan memang, munculnya kalangan selebriti di ranah politik pemilu kali ini, harus diakui memberi warna tersendiri pada kelangsungan kehidupan demokrasi di tanah air. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi April 2009

Advertisements

One thought on “Selebriti di Panggung Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s