Farah Quinn

foto by fernandez view

foto by fernandez view

Nama Farah Quinn, 29 tahun, kian tenar saja. Pemandu acara masak memasak bertitel Ala Chef di Trans TV ini, tengah menjadi buah bibir. Maklum, Farah boleh dibilang chef yang sempurna. Tak hanya piawai memasak, tapi juga cantik, seksi dan keren. Tak heran, bila program acara kuliner ber-setting di alam terbuka ini banyak diminati pemirsa televisi. Koki cantik yang seksi ini makin membuat acara masak memasaknya makin  yummy..

Dunia kuliner bukanlah hal yang baru baginya. Sejak di bangku SD, dapur menjadi tempat yang mengasyikkan bagi wanita kelahiran Bandung, 8 April 1980 ini. Pun ketika ia kuliah di Amerika, aktifitas masak memasak baginya sangat menggoda. Karena itu, setelah merampungkan kuliahnya di jurusan finance, ia kembali kuliah di bidang kuliner spesialisasi pastry di Pittsburgh Culinary Institute, Pennsylvania.

Dan sejak itu, dunia kuliner benar-benar menjadi bagian dari hidupnya. Di tengah-tengah kesibukan kuliah, ia juga nyambi bekerja Lydia’s Pittsburgh, restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Seakan tak puas mendalami dunia kuliner, ia pun kembali belajar di Word Pastry Championships dan sempat berguru pada ahli pastry seperti Ewald Notter dan Collete Peters.

Di sela-sela belajarnya, ia bekerja sebagai ahli pastry di Arizona Biltmore Resort, Phoenix, Arizona. Hingga akhirnya pada 2005, ia dan suaminya, Carson Quinn, merintis usaha kuliner sendiri dengan membuka restoran bernama Camus di New York. Sayang, restoran yang terletak di hotel bintang empat itu terpaksa dijualnya karena harus hijrah ke Jakarta.

Beruntung kepiawaiannya memasak tak sia-sia. Begitu tiba di tanah air, ia dipercaya memandu acara masak memasak Ala Chef. Di awal pekan pertama setiap bulannya, chef yang baru menetap di Indonesia sekitar delapan bulan ini, disibukkan dengan syuting Ala Chef –yang seringkali mengambil lokasi di luar kota.

Hobby Masak

Ibu Armand Quinn, (2) ini, mengakui sejak kecil memang gemar memasak. Ia acapkali menemani ibu dan neneknya memasak di dapur ketimbang bermain boneka. Mulai dari sekedar membantu membuat kue hingga mencoba-coba bikin kue sendiri. “Saya bersyukur ibu dan nenek tak keberatan, apalagi merasa terganggu. Dan kebisaan masak memasak itu terbawa, ketika saya harus jauh dari orangtua dan hingga detik ini,” kenang Farah.

Karena itu, ketika hendak liburan ke Indonesia, ia merasa surprise dengan adanya tawaran dari Trans TV untuk menjadi chef sekaligus presenter pada salah satu program barunya. “Setelah saya pikir-pikir kenapa tidak dicoba?. September saya kembali ke Indonesia untuk audisi dan langsung diterima. Oktober mulai pengambilan gambar dan saya merasa cocok, bulan berikutnya Ala Chef pun mulai ditayangkan,” kisah wanita bertubuh molek ini.

Diakui Farah, riwayat tentang dirinya memang telah dimiliki beberapa temannya ayahnya, termasuk raja Kuis, Helmy Yahya. “Mereka tahu saya dari acara Goodmorning Arizona. Kebetulan saya pernah menjadi bintang tamunya. Saya juga pernah tampil sebagai juri dibidang kuliner dalam acara pemilihan Gadis Pantene yang waktu itu disiarkan oleh Trans TV,” papar Farah.

Penampilannya dalam acara itulah yang memikat pihakTrans TV, membuat konsep acara kuliner yang berbeda dengan acara sejenisnya. Farah makin tertarik, karena dalam acara ini ia tampil tunggal tanpa bintang tamu. “Di acara ini, saya bertindak sebagai presenter plus chefnya. Syuting juga sering di luar kota, keliling Indonesia, meski masih seputar Jawa dan Bali, tapi sangat menyenangkan.”

Menu Daerah

Lama bermukim di luar negeri, tak membuat Farah lupa dengan menu-menu Indonesia. Karena itu, setiap kali tampil, ia gemar mendemokan masakan dari berbagai daerah. Biasanya, ia mencoba memadukan ide-ide pribadinya dengan menu-menu tradisional sesuai lokasi yang dikunjunginya. Meski sebelumnya ada tim survey terlebih dulu yang mencari tahu menu favorit, unik serta sederhana di setiap daerah yang dikunjunginya, ia tak tinggal diam. Itulah yang membuat menu yang disajikannya memang bernilai gizi dan tentunya yummy.

Bahkan ia sangat terkesan dengan masakan khas kota Solo, Jogjakarta dan Bali. “Kotanya memang indah dan kaya dengan beragam resep masakan yang sehat dan yummy. Sepulang dari Solo, berat badan saya langsung naik, saking nikmatnya,” kata chef yang suka makanan serba bakar dan semua jenis sayuran.

Yang menarik, disela-sela kesibukannya sebagai presenter Ala Chef, setiap weekend dan libur syuting, ia seringkali diundang ke berbagai acara masak-memasak di beberapa tempat. Dan sudah barang tentu, tampil di beberapa acara off air. “Saya tengah menyusun buku resep makanan sehat untuk anak-anak. Anak sehat menjadikan sebuah keluarga hidup sehat. Doakan bisa terbit dalam waktu dekat ini,” pintanya.  [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Juli 2009

Advertisements

Bincang-bincang bersama Luna Maya

foto by fernandez view
foto by fernandez view

Model cantik yang juga bintang sinetron dan bintang iklan beberapa brand ternama ini, kerap menghiasi layar kaca. Tak hanya itu, gambar dirinya pun bertebaran hampir di setiap sudut keramaian kota Jakarta.

Ketenaran Luna makin bersinar. Sejak sukses berakting di film 30 Hari Mencari Cinta (2004) dan Brownies (2005), namanya kian terkenal. Terlebih ketika ia terpilih sebagai Bintang Lux pada 2006. Nama perempuan kelahiran Denpasar, 28 Agustus 1983 ini, terus berkibar lewat film-film layar lebar berikutnya. Bahkan lewat aktingnya di film Ruang (2006), ia masuk nominasi pada Festival Film Indonesia 2006, untuk kategori Pemeran Wanita Terbaik.

Aktris yang dikabarkan menjalin cinta dengan Ariel Peterpan ini, hingga kini sudah membintangi 13 judul film layar lebar. Dan perannya sebagai Selasih si Janda Kembang (2009) adalah film terakhir yang dibintangi bersama Agus Rahman Ringgo. Kini, saban pagi hari, Luna menyapa pemirsa lewat program acara musik bertajuk Dahsyat di RCTI, bersama Olga Syahputra dan Raffi Ahmad.

Selain kesibukannya di dunia hiburan, perempuan yang pada bulan Agustus mendatang, genap berusia 26 tahun ini, sibuk menjadi ikon beberapa merek global. Selain itu, sejak tahun 2007 lalu, Luna pun terpilih sebagai duta Word Food Program (WFP). Bahkan di program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi perbaikan gizi anak, ibu hamil, balita, pembangunan sanitasi dan air bersih ini, Luna rela tak dibayar.

Kini, Luna sibuk mengembangkan bisnis di bidang fashion dengan membuka butik berlabel LM Hardware dan salon New Hair Glory di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Lantas, bagaimana perempuan blasteran Jawa-Austria yang memiliki tinggi badan 173 sentimeter ini menjaga stamina dan kesehatan tubuhnya. Berikut pengakuan Luna kepada VIEW tentang aktifitasnya dalam menjalani hidup sehat.

VIEW: Sebagai selebriti yang memiliki jadwal yang padat, apakah Anda menjalani pola hidup sehat?

LUNA: Memang, hampir sebagian besar masyarakat tidak menjalankan pola hidup sehat, termasuk para selebriti sehingga mudah terkena stress, stroke dan sebagainya. Untungnya, sejak dulu saya terbiasa menjalani pola hidup sehat  dengan olahraga teratur dan mengkonsumsi makanan sehat.

VIEW: Motivasi yang paling mendasar, hingga Anda harus menjalani pola hidup sehat?
LUNA: Ya, sekarang di mana-mana ada polusi, belum lagi efek dari global warming yang mengancam kita. Coba bayangkan, 20 tahun mendatang, apa yang akan terjadi dengan kita, kalau kita tidak menjalani pola hidup sehat mulai dari sekarang.

VIEW: Selama ini pola hidup sehat seperti apa yang Anda terapkan?

LUNA: Sederhana saja kok. Saya biasa menerapkan hidup sehat dengan pola makan yang teratur, banyak minum air putih, vitamin dan selalu menyempatkan diri berolahraga usai beraktifitas.

VIEW: Di tengah kesibukan Anda, memang sempat berolahraga?

LUNA: Ya, sebisa mungkin saya lakukan. Dan nggak ada salahnya kan, kita berolahraga lima belas sampai setengah jam sebelum tidur. Apa lagi saya memiliki masalah dengan susah tidur.

VIEW: Kalau soal makanan?

LUNA: Yang penting makanan yang sehat dan menyehatkan. Dan karena saya tergolong paling malas, biasanya saya lengkapi dengan mengkonsumsi suplemen untuk menjaga kebugaran tubuh. Nah kalau soal makanan seperti gorengan, saya lebih suka buatan sendiri.

VIEW: Konon, meski badan Anda termasuk ringkih, tapi Anda pun seorang workaholic?

LUNA: Memang, meski ringkih saya pun workaholic. Maunya sih Sabtu dan Minggu bisa libur, tapi kalau ada kerjaan yang saya senangi, biasanya saya lupa segalanya.

VIEW: Lantas bagaimana Anda menyiasatinya, agar tidak drop, melihat badan Anda yang ringkih itu?

LUNA: Selain mengkonsumsi suplemen, saya juga sadar kok akan kondisiku sendiri, kalau sudah ada tanda-tanda drop ya saya harus istirahat.

VIEW: Mungkin Anda bisa berbagi tips untuk bisa hidup sehat dan menyehatkan sesuai, sebagaimana pengalaman Anda?

LUNA: Intinya, harus sadar dengan kondisi badan kita. Lalu istirahat dan tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan yang sehat secara teratur serta selalu menyempatkan diri untuk olahraga, meskipun hanya beberapa menit. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Juli 2009

Tren Fitur Kesehatan pada Perabotan Rumah

Seakan tengah mendengar cerita dari negeri dongeng, ketika tren gaya hidup sehat benar-benar terus membudaya. Terlebih, ditengah santernya berbagai isu penyakit aneh mewabah mulai meresahkan masyarakat dunia. Konsumen pun mulai kian sadar akan kehadiran produk berwawasan kesehatan. Kondisi ini, tentunya menjadi peluang besar bagi pabrikan elektronik rumah tangga yang mengusung fitur kesehatan pada setiap produknya.

Salah satunya adalah pabrikan asal Korea Selatan, LG Electronics yang baru-baru ini merilis produk home appliance dengan fitur-fitur kesehatan. Produk yang masuk dalam jajaran LG Home Appliance Health Collection tersebut diantaranya Air Conditioner (AC), vacuum cleaner, microwave, lemari es, mesin cuci, dishwasher dan Air Purifier. “Tak hanya modern, tapi produk tersebut dapat memberikan perlindungan kesehatan secara maksimal,” kata President Director PT LG Electronics Indonesia, Lee Kee Ju saat meluncurkan kampanye bertajuk Health Plus Campaign di Jakarta beberapa waktu lalu.

LG mengklaim, semua produk Air Conditioner (AC) dan Air Purifier buatannya telah dilengkapi dengan Neo Plasma Purifying System yang dapat melumpuhkan virus flu burung (H5N1).  Selain itu, LG pun melengkapinya dengan Ionizer dan sistem filter Allergy Care yang memurnikan udara, membunuh bakteri, dan menghilangkan bau. Sementara pada perangkat penghisap debu (vacuum cleaner) dilengkapi dengan fitur kesehatan seperti Kompressor Plus yang terdiri dari filter pembuangan HEPA karbon telah mendapatkan sertifikasi dari British Allergy Foundation.

Alat pencuci piring (dishwasher) keluaran LG pun menerapkan Hybrid Drying System yang secara efektif mengeringkan bak pencuci untuk menghilangkan cairan dalam mesin. Selain itu, perangkat dapur ini dilengkapi dengan lampu Ultra Violet yang mensterilkan piring-piring setelah pencucian. Sementara fitur kesehatan pada mesin cuci, terdiri dari Steam Technology, Smart Detergent Residue Sensor dan Allergy Care yang menyingkirkan penyebab alergi dan kuman selama proses pencucian.

Pada peralatan masak memasak seperti Oven Microwave, LG membenamkan fitur kesehatan SteamChef yang mampu menurunkan kadar garam di dalam masakan yang diolah. Sementar pada produk lemari es, LG menerapkan fitur VitaLight, Vacuum Fresh dan Green Ion Door Cooling yang akan menjaga kesegaran makanan, sayuran dan buah-buahan hingga dua setengah kali lebih lama.

Sebelumnya, raksasa elektronik asal Jepang, Sharp, lewat teknologi temuannya Plasmacluster juga menghadirkan fitur kesehatan pada produk AC, Air Purifier, kulkas, dan mesin cuci. Ion Plasmacluster yang dikembangkan Sharp pada produk AC, Air Purifier, kulkas dan meson cuci itu, mampu menonaktifkan mikroba di udara, penyebab alergi, serta bau-bauan yang tak sedap. Sharp pun mengklaim bahwa Ion Plasmacluster ini mampu mengurangi hingga 99 persen aktifitas virus patogenik dan mematikan virus influenza tipe A, (H5N1). Tak tanggung-tanggung, untuk membuktikannya itu, Sharp pun mendapatkan sertifikasi dari 13 lembaga riset Jepang dan negara lainnya termasuk Indonesia.

“Air Purifier Plasmacluster merupakan produk Sharp yang diproduksi khusus untuk menjawab persoalan kebutuhan manusia akan udara bersih dan sehat ditengah situasi pencemaran udara yang semakin parah di perkotaan. Tanpa kita sadari, udara di dalam rumah sendiri bisa 5 sampai 10 kali lebih terpolusi dan kotor dibandingkan dengan udara di luar rumah,” ungkap President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Fumihiro Irie ketika menerima sertifikat hasil riset dari Institute of Human Virology and Cancer Biology-University of Indonesia beberapa waktu lalu.

Rupanya, teknologi temuan Sharp ini menarik minat para pabrikan otomotif Jepang, seperti Toyota, Hino, Isuzu, dan Denso untuk mengaplikasikan ion plasmacluter pada AC mobil buatannya. Demikian pula dengan lift buatan Fujitec dan kereta listrik Jepang, yang dikembangkan oleh Kawasaki Heavy Industry Ltd. “Memang, visi Sharp menuju tahun 2012 adalah berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang sadar lingkungan dan kesehatan, fokus kepada produk-produk penghasil energi dan hemat energi,” kata Takashi Suzuki, Division Health and Environment System Group Sharp Corporation.

Perabot elektronik rumah tangga buatan Sharp yang dilengkapi fitur kesehatan lainnya, hadir dalam water oven berlabel Healsio. Produk small home appliances ini dibekali dengan fitur-fitur terkini yang peduli kesehatan. Betapa tidak, lewat fitur Supperheated Steam-nya, dengan suhu uap air 300 derajat celcius, water oven Healsio mampu mengurangi kadar minyak dalam tubuh sebanyak 31 gelas dalam setahun. Selain fitur-fitur dasar seperti Steam, Grill, Microwave dan Convection, Sharp juga membenamkan fitur Energy Save Mode yang akan menghemat konsumsi energi listrik. ”Kami sangat yakin Healsio ini akan mampu mengambil tempat di pasaran, mengingat masyarakat kini sudah sangat peduli terhadap kesehatan,” kata Meilianti, Product Manager Small Home Appliances, Microwave Oven and Washing Machine Sharp Indonesia.

Memang, jauh sebelum pemanasan global atau beragam penyakit aneh menggejala, beberapa pabrikan elektronik telah menerapkan fitur yang mampu mendongkrak penjualan ini. Namun sepertinya, inilah momen tepat industri elektronik kembali melejitkan daya jual di tengah persaingan yang kian ketat. Seperti halnya yang dilakukan oleh LG, yang mengklaim bahwa produk buatannya yang dilengkapi fitur kesehatan memberi kontribusi penjualan cukup besar, mencapai 35 persen dari omset selama triwulan pertama tahun ini yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara bagi Sharp, upaya kampanye produk-produk berfitur kesehatan ini, tak lain untuk mewujudkan visinya menuju tahun 2012 dalam berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang sadar lingkungan dan kesehatan, fokus kepada produk-produk penghasil energi dan hemat energi. Paling tidak, dengan adanya gerakan produsen yang kian sadar untuk menghadirkan produk berwawasan kesehatan akan mendorong berkembangnya pola hidup sehat dan menyehatkan. Dan tentunya, diharapkan tidak saja bermanfaat bagi konsumen tapi juga pada bumi yang kian gersang ini.[view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Juli 2009

Bugar ala Seleb

sonia dagu bigTampil menarik, dengan tubuh yang bugar dan fit sudah menjadi keniscayaan bagi siapa saja. Terlebih bagi kalangan selebriti yang selalu menjadi sorotan publik. Dengan seabreg aktifitas, mulai dari menghadiri undangan hingga tampil sebagai bintang di sebuah film, sinetron atau iklan, mau tak mau para selebriti harus tampil bugar dan memesona sepanjang hari.

Lantas bagaimana para selebriti menjalani lakonnya sebagai public figure, dengan sederet pra syarat itu? Ada banyak cara untuk memperthankan dan membentuk tubuh  agar tetap segar dan bugar. Seperti yang dilakukan  dua selebriti cantik yang memiliki ‘multi’ profesi, Caroline Zachrie dan dr Sonia Wibisono. Keduanya,   selalu mendahulukan gaya hidup sehat untuk bisa tampil bugar.

Model cantik Caroline Zachrie, 33 tahun yang tengah menjajal dunia tarik suara misalnya, mengaku bisa tampil sempurna di atas catwalk maupun panggung hiburan lainnya, karena rajin berolahraga. Baginya olahraga sudah menjadi gaya hidup yang tak bisa dilepaskan begitu saja. Bahkan ia memilih menepati jadwal olahraga ketimbang harus mengejar jadwal syuting.

Dan selain berolahraga saban hari, ada aktifitas yang cukup membuat tubuhnya berkeringat yakni yoga bhikram –yang  dilakukan seminggu sekali. Yoga ini dilakukannya di ruangan bersuhu tinggi, sekitar 42 derajat celcius. “Berkeringat yang sehat adalah gaya hidupku. Aku jarang sakit, karena rajin berolahraga. Kulit sehatku juga bukan karena obat-obatan tapi dari keteraturan dalam menggerakkan seluruh tubuh.”

Model cantik kelahiran, Belanda 20 April 1975 ini juga rajin mengkonsumsi buah-buahan, juga banyak minum air putih sebelum dan sesaat setelah bangun tidur. Tak kalah pentingnya, wajib beristirahat selama 6-8 jam per hari.  “Itu yang bikin saya seger,” tambah presenter Insert Investigasi ini. Tak heran, bila di setiap kesempatan, Caroline selalu tampil sempurna dengan balutan busana yang memamerkan bentuk tubuhnya yang ideal.

Hal yang sama juga dilakukan dokter cantik, Sonia Wibisono, 32 tahun. Wanita ini makin sibuk dengan beragam aktifitas di dunia hiburan, ditengah ketatnya jadwal menjalani profesinya sebagai seorang dokter. Baginya, sebagai kaum perempuan muda yang hidup di perkotaan, harus bisa mensiasati untuk menjaga agar dirinya tetap sehat dan bugar. Terlebih di tangah tantangan stres serta kondisi lingkungan yang kurang ideal saat ini. “Kita harus rajin merawat diri, baik dari luar maupun dalam, semisal berolahraga, mengkonsumsi asupan gizi dan nutrisi yang cukup,” ujar dokter Sonia.

Menurut Sonia, harus diakui jika banyak kalangan selebriti yang sering kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang benar dan seimbang. Bahkan terkadang banyak diantaranya yang terjerumus dalam gaya hidup yang tidak sehat. Padahal, menurutnya, gaya hidup sehat itu sangat mudah diterapkan semisal dengan olahraga teratur, minum asupan dan nutrisi seimbang dan makan makanan yang sehat.

“ Paling penting, tak lupa olah raga secara teratur,” kata wanita kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977 ini. Katanya, berolahraga secara teratur akan melancarkan aliran darah seluruh tubuh. Selain itu, hidup akan lebih semangat, kulit lebih cerah, jantung lebih kuat, menstruasi pun lebih teratur. “ Disamping tidur yang cukup baik kualitas nyenyaknya maupun kuantitasnya selama delapan jam,” tambahnya.

Dokter Sonia pun selalu melakoni kebiasaan minum susu hangat atau calsium sebelum tidur serta mandi air hangat. Padatnya aktifitas menimbulkan yang sering menimbulkan stress, dapat diatasi dengan melakukan yoga. “ Bisa juga dengan menari, melukis atau menyanyi. Dan, jalani hidup ini dengan bahagia karena pasti Anda akan terlihat lebih cantik, sehat dan bugar.” [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Juli 2009

The Infinity Kemang Village Residences: Infinite Luxury Living of The Stars

infinity2Hadirnya kawasan superblok memang menjadi fenomena menarik. Dan tentunya, seiring dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, superblok akan menjadi daya tarik karena konsepnya yang menyatu dan semua ada disitu. Tak hanya reputasi dan gengsi, tren yang terus menggejala ini telah menjadi bagian gaya hidup kaum kosmopolitan.

Satu dari sekian hunian superblok adalah Kemang Village, sebuah kawasan superblok kelas dunia –yang dikembangkan Lippo Group— hadir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Setelah sukses meluncurkan empat tower sebelumnya yakni The Ritz, The Empire, The Cosmopolitan dan The Tiffany, Kemang Village kembali menawarkan The Infinity. Sebuah kondominium yang memiliki fasilitas hidup serba mewah layaknya seorang bintang. Wajar, menara kelima dari Kemang Village yang dilabeli The Infinity ini merupakan produk properti yang menyasar kalangan atas.

Menurut Jopy Rusli, Direktur PT Lippo Karawaci Tbk., pembangunan menara The Infinity yang menelan biaya Rp 400 miliar ini, rencananya akan rampung tahun 2011 mendatang. Menara sebanyak 174 unit, dilengkapi sistem keamaan super ketat sejak dari pintu gerbang hingga pada setiap unitnya, ditawarkan mulai dari Rp 2 miliar. “ Meski belum diluncurkan ke publik, sekitar 20 persen dari total unit yang ada telah dipesan,” ungkap Jopy saat memperkenalkan menara yang mengusung jargon Infinite Luxury Living of The Stars kepada media beberapa waktu lalu.

Tak berlebihan memang, imbuh Jopy, jika The Infinity mengusung hal itu. Pasalnya, selain tiap lantainya hanya terdiri empat unit, penghuni bisa menikmati fasilitas yang terintegrasi di Kemang Village. Di depan lobi –yang bermaterikan serba kaca dan tampak megah— penghuni akan disambut oleh sebuah dramatic water fall berukuran besar. Berikutnya ketika hendak menuju ruangan, penghuni pun bisa langsung menggunakan lift pribadi. Dan kala memasuki ruangan yang terhubung dengan foyer dan balkon yang serba pribadi dengan view yang menakjubkan.

Kenyamanan tak berhenti disitu saja. Penghuni pun dibolehkan memboyong hewan piaraan kesayangannya menjadi bagian dari penghuni kondominium yang hadir dalam ukuran mulai dari 107,6 meter persegi hingga yang paling besar 319,4 meter persegi. “ Inilah sebuah konsep yang pertama dan satu-satunya pada kondominium yang dilengkapi dengan menyediakan ruangan untuk hewan piaraannya,” imbuhnya.

Kehadiran kawasan Avenue of The Star yang terhubung langsung dengan mewah menjadi nilai tambah dari The Infinity. Kawasan ini pun menjadi incaran kalangan selebriti negeri ini. Betapa tidak, di kawasan yang menyediakan Walk of Fame ini, memberikan kesempatan para selebriti unjuk popularitas. Dan tentunya, suasana ini bakal memberi kesan tersendiri bagi para penghuni kawasan Kemang Village yang dibangun Lippo Group dengan konsep The Ultimate Landmark of Life Style. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Juli 2009