Tren Belanja Tengah Malam

Fenomena belanja tengah malam kian marak. Seakan tak peduli dengan kondisi ekonomi, penggila belanja sepertinya selalu menantikan saatnya berbelanja. Tak hanya kaum wanita, kalangan pria, tua muda, hingga anak-anak pun ikut menikmatinya. Dan pemandangan ini, sepertinya akan menjelma menjadi sebuah tradisi baru bagi warga ibu kota Jakarta.

Bagi kalangan shopaholic, belanja tengah malam dengan iming-iming diskon gede-gedean merupakan kesempatan untuk mendapatkan barang bermerek dan bergengsi dengan harga miring. Tampak jelas, raut wajah para penggila belanja yang puas dan bangga, ketika menenteng barang belanjaan. Meski mungkin saja, barang yang dibelinya tak dibutuhkan.

Sejak digulirkan beberapa tahun silam oleh Senayan City –salah satu pusat perbelanjaan kelas wahid di Jakarta, program Midnight Shopping atau belanja tengah malam selalu dinanti penggila belanja. Potongan harga yang ditawarkan hingga 80 persen menjadi daya tarik tersendiri. Disamping tentunya, menikmati pengalaman baru, bagaimana serunya belanja tengah malam. Bagi Senayan City sendiri, ajang ini digelar tiga kali setahun, Juni, September, dan Desember.

Kini, tak hanya Senayan City yang menggelar belanaja tengah malam. Beberapa mal seperti Mal Taman Anggrek, Mal Kelapa Gading, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Mal of Indonesia, Pacific Place Plaza, Supermal Karawaci, Cilandak Town Square, hingga Paris Van Java Bandung pun menggelar acara yang sama. Bahkan tujuh pusat perbelanjaan di bawah bendera Lippo Group Plaza Semanggi, Cibubur Junction, Gajah Mada Plaza, Pluit Village, Mal Eka Lokasari Bogor, Bandung Indah Plaza, dan Sun Plaza Medan, ikut menggelar event yang sama dengan beragam iming-iming diskon dan hadiah menarik.

Dan sepertinya, Midnight Shopping, di beberapa pusat perbelanjaan pada tahun ini lebih semarak. Seperti yang digelar Senayan City Juni lalu, bersamaan dengan program Jakarta Great Sale (JGS) disambut antuasias. Saking ramainya, jejeran antrean di depan mesin kasir tampak jelas, meski hari hampir beranjak pagi lagi. Demikian pula yang terjadi di luar kawasan sekitar pusat perbelanjaan, kemacetan total tak terelakkan sejak menjelang dimulai hingga berakhirnya Midnight Shopping.

Menurut Very Y Setiady, Marketing Director Senayan City, Midnight Shopping tahun ini tak hanya ajang diskon produk bermutu, tapi juga terbesar karena diikuti lebih 200 tenant. “ Tahun ini kami memiliki lebih banyak tenant yang berpartisipasi, lebih banyak special offer dan lebih banyak hadiah untuk para pengunjung,” paparnya. Jika tahun lalu, produk best seller adalah bantal dan guling, kali ini adalah koper dan tas-tas perjalanan dari merek internasional, seperti Elle dan American Tourister.

Kegembiraan akan keuntungan yang diraih pun melingkupi para pemegang brand global. Ratih D Gianda, Group Head of Investor Relation PT Mitra Adiperkasa Tbk, pemegang lisensi merek Debenhams mengatakan, angka penjualan dari promo Midnight Sale cukup besar. Para tenant berharap, gelaran Midnight Shopping –yang biasanya masih dalam satu rangkaian kegiatan Jakarta Great Sale (JGS)— bisa mengalihkan perhatian shopaholic negeri ini terhadap Great Singapore Sale.

Ingin menikmati serunya belanja tengah malam atau sekadar melihat-lihat bagaimana ‘kalapnya’ penggila belanja beraksi? Sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Senayan City akan menggelar kembali program Midnight Shopping pada September dan Desember tahun ini. [view]

Tulisan ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2009

Advertisements

2 thoughts on “Tren Belanja Tengah Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s