Mata Indah Mempesona

foto: istimewa

Bagi sebagian kalangan, terlebih kaum hawa, mata merupakan bagian tubuh yang mewakili kecantikan secara keseluruhan. Ya, mata dinilai mewakili personality dari seseorang ketika pertama kali bertemu. Tak heran, jika aktris cantik Luna Maya atau Sandra Dewi, sangat peduli dengan keindahan matanya. Dua wanita cantik ini, memang banyak dipuji orang karena  memiliki mata yang indah.

Lantas, seperti apa bentuk mata yang indah itu? Menurut para pakar kecantikan, mata indah sejatinya memang terlihat indah, dimana daerah sekeliling bola matanya terlihat putih, bersih, dan sehat. Selain itu, memiliki kelopak mata besar, lingkar bola mata (iris) mata besar sesuai dengan bentuk mata masing-masing, bulu mata tebal dan lentik. Karena itu, seseorang yang tak berwajah cantik, tapi jika memiliki mata yang indah, besar, berbinar, pasti akan menjadi penilaian tersendiri.

Tentu banyak cara untuk membuat wajah menjadi lebih menarik, dengan memperindah organ tubuh yang disebut sebagai jendela hati ini. Diantaranya dengan menggunakan contact lens (lensa kontak), yang kini digandrungi kaum wanita dari usia remaja hingga dewasa. Di pasaran, banyak pilihan warna yang ditawarkan produsen lensa kontak. Namun, warna cokelat dianggap sebagai lensa kontak yang fashionable.

Riset AC Nielsen bertajuk Usage and Attitude toward contact lens pada 2008, di lima kota besar (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Semarang), 55 persen menggunakan lensa kontak warna cokelat. Dan hanya sekitar 34 persen dari pengguna lensa kontak saat ini, menggunakan lensa kontak warna cokelat sebagai pilihan favoritnya. Saking pede-nya, dengan bentuk mata yang indah setelah menggunakan lensa kontak warna, sebanyak 72 persen responden mengaku merasa sangat narsis (bangga dengan dirinya) serta 85,9 persen, senang berkumpul bersama teman-teman.

Salah satu lensa kontak yang digemari adalah lensa kontak Acuvue 2 Define buatan Johnson & Johnson Vision Care. Lensa ini dirancang khusus untuk mata orang Asia, bahkan membesarkan diameter iris untuk Chinesse Eye dari 11.2 sampai 12.8 mm. Dengan desain lingkar limbal berwana cokelat gelap mempertegas warna iris mata secara alami, membuatnya terlihat lebih besar, lebih berbinar, lebih hidup, natural dan indah. Lensa kontak Acuvue 2 Define menggunakan teknologi Beauty-Wrapped-In-Comfort, dimana lingkaran berwarna cokelat gelap diantara dua lapisan bening melindungi mata dari kontak langsung pigmen warna, sehingga meminimalisasi terjadinya iritasi.

“Lensa kontak Acuvue 2 Define diciptakan dengan lingkaran garis halus berwarna coklat alami sesuai dengan warna asli mata kebanyakan orang Asia. Lensa ini menambah pola iris mata menjadikan mata lebih berbinar, lebih hidup dan lebih ekspresif, namun tetap terkesan alami,” papar Country Business Manager Johnson & Johnson Vision Care Indonesia, Donny F Saerang. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Desember 2009

Bincang-Bincang Bersama Hijau Daun

foto: dok Sony Music

Sejak terbentuk 2001 lalu, Hijau Daun memposisikan diri sebagai band indie. Band yang berani melawan arus, dengan membawakan lagu-lagu sendiri di setiap kesempatan manggung. Baru dua tahun kemudian, Hijau Daun mulai dikenal luas setelah dua single-nya masuk dalam dua album kompilasi, hit di kampung halamannya, Lampung. Sejak itu, grup band ini kerap sepanggung dengan band-band ibukota yang manggung di sana.

Meski baru menelurkan album pertama bertajuk Ikuti Cahaya (2008) sejak hijrah ke Jakarta, namun prestasinya begitu cemerlang. Band dibawah naungan Sony Music ini, berhasil membukukan angka sembilan juta aktivasi Ring Back Tone (RBT) dari single pertamanya Suara (Ku Berharap). Tak hanya itu, Hijau Daun juga berhasil memboyong empat penghargaan Indigo Awards 2009, salah satunya adalah Artist of The Year. Gelar Band Terbaik, Artis Pop Terbaik, dan Pendatang Baru Terbaik 2009 pun kini disandangnya.

Lewat penghasilan dari RBT dan penghargaan Indigo Awards –yang digelar  salah satu operator seluler (PT Telekomunikasi Indonesia) untuk artis-artis yang karya musik digitalnya diapresiasi masyarakat ini— Hijau Daun kian  terkenal. Band ini digawangi lima personil, Dide pada vokal, Array dan Arya pemetik gitar, Richan pada bass dan Deny sang penabuh drum.

Bertempat di restoran Lumbung Padi, Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu, Hijau Daun menggelar syukuran bersama anak yatim. Dalam kesempatan itu, Hijau Daun lewat Dide sang vokalis, di depan para wartawan berbagi cerita tentang perjalanan karir musik mereka. Berikut ringkasan obrolannya :

VIEW: Apa komentar Anda dengan pencapaian prestasi yang luar biasa ini?
HIJAU DAUN: Ini merupakan mimpi yang luar biasa. Pada awalnya, target kita cuma pingin bikin orang tahu band yang namanya Hijau Daun. Ternyata dengan pencapaian ini, kami merasakan lebih banyak berkahnya.

VIEW: Bagaimana dengan pihak label, apa komentar mereka dengan prestasi kalian?
HIJAU DAUN: Tentunya yang pertama kali mengetahui hal ini adalah pihak label. Dan untungnya pihak label transparan juga,  jadi kami serahkan ke label. Kami puas dengan semua berkah yang dikasih.

VIEW: Seberapa jauh, perjalanan karir dari kalian sebagai band sebelum akhirnya hijrah ke ibukota?
HIJAU DAUN: Memang, awalnya kami sepakat bersama-sama melawan arus musik di Lampung, karena sering bawain lagu sendiri. Ini karena di kota kami belum ada band indie.

VIEW: Alasan yang mendasar kalian hijrah ke ibukota?
HIJAU DAUN: Tentunya karena kami ingin berkarir secara professional, dan hal itu datang ketika kami diberi kesempatan untuk bernaung di bawah bendera Sony Music Indonesia pada bulan April 2008 lalu dengan merilis album Ikuti Cahaya.

VIEW: Lantas apa makna dari album perdana itu bagi Hijau Daun?
HIJAU DAUN: Bagi kami, album pertama itu jati diri dan album berikutnya menjadi pembuktian bahwa kita masih ada di panggung musik.

VIEW: Lantas ada apa dengan nama Hijau Daun?
HIJAU DAUN: Nama Hijau Daun sendiri diambil dari filosofi klorofil yang memberikan oksigen bagi kehidupan. Dan kami berharap dapat memberikan oksigen baru dalam kehidupan musik Indonesia.

VIEW: Bagaimana kalian menjaga kekompakan tim?
HIJAU DAUN: Hehehe… biasanya kita mandi bareng, hahaha. Terus biasanya kalau sehabis manggung, kita sering makan bareng di satu meja sambil ngobrol asyik. Pokonya seru deh. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Desember 2009

Tempat Liburan Akhir Tahun Paling Menarik

Tak terasa tahun 2009 segera berakhir. Biasanya, akhir tahun identik dengan liburan. Berlibur ke sejumlah tempat wisata setelah berkutat dengan rutinitas sepanjang tahun, menjadi pilihan menarik. Dua hari, lima hari atau sepekan, bisa jadi menjadi liburan yang sangat berarti jika dapat menikmati akhir tahun yang berkesan.

Kini, banyak biro perjalanan yang menawarkan paket tur liburan akhir tahun. Panorama Tours, sejak Oktober hingga pertengahan Desember ini, gencar menawarkan liburan akhir tahun baik mancanegara maupun domestik dengan potongan harga mencapai 1.000 dollar. Tentunya ini pilihan bagi mereka yang tak mau repot-repot mengatur segala urusan dalam berlibur, mulai dari transportasi, akomodasi hingga tujuan destinasi yang dituju. Tapi bagi yang sudah menguasai seluk beluk daerah wisata yang akan dituju, tinggal merencanakannya sendiri tanpa ikut tur.

Lalu, kemana rencana liburan akhir tahun kali ini? Destinasi yang akan dituju, mancanegara atau domestik? Semua itu, tentunya harus disesuaikan dengan rencana dan anggaran yang tersedia. Namun paling tidak di bawah ini ada beberapa daerah tujuan wisata domestik –yang memiliki daya tarik tersendiri— layak dikunjungi. Paling tidak, tak sekadar berlibur, tapi sekaligus lebih mengenal kekayaan alam negeri sendiri yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Dimana selama ini begitu dikagumi oleh para wisatawan dari mancanegara karena keindahan dan kearifan lokalnya.

Bagi pecinta wisata diving tak ada salahnya mengunjungi pulau Wakatobi, destinasi yang sangat fantastis sebagai wisata selam dan wisata laut dengan keajaiban laut bawah dan terumbu karang terbaik di dunia, berlokasi di Laut Banda Sulawesi Tenggara. Wakatobi merupakan akronim dari gugusan Kepulauan Tukang Besi yang terdiri dari empat pulau besar yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Wakatobil dikenal juga sebagai Kepulauan Tukang Besi. Kepulauan yang hingga kini terkenal dengan pembuatan keris tradisional yang indah. Gugusan kepulauan ini memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut jernih, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain. Bisa jadi, wilayah ini merupakan kawasan wisata taman laut pertama di Indonesia.

Untuk bisa menikmati keindahan Wakatobi, terlebih di bulan Desember –yang menjadi bulan baik untuk kegiatan penyelaman— dibutuhkan waktu perjalanan 5-6 jam dengan kapal cepat dari Kendari atau transit di Bau-Bau. Namun kini, di pulau Tomia pun sudah tersedia jalur penerbangan dari Denpasar Bali. Tentunya ini akan membuat perjalanan ke Wakatobi semakin mudah dan nyaman. Tak heran bila banyak kalangan dunia pariwisata memprediksikan Wakatobi sebagai destinasi favorit di tahun 2010 mendatang.

Pilihan alternatif untuk mengisi liburan akhir tahun adalah menjelajahi wisata budaya di kawasan timur Indonesia. Ya, tentunya image Tanah Toraja masih begitu melekat sebagai kekayaan budaya, meski pamornya beberapa tahun terakhir ini sedikit meredup. Kawasan yang terletak sekira 350 KM sebelah utara kota Makassar ini terkenal dengan bentuk bangunan rumah adat Tongkonan serta upacara adat rambu solo (pemakaman) yang begitu kesohor. Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini bisa menggunakan jalur darat dari Makassar, memang cukup melelahkan karena harus ditempuh selama tujuh jam. Namun terdapat pula jalur penerbangan domestik memakai pesawat kecil dari Bandara Hasanudin Makassar dengan waktu tempuh hanya 45 menit saja.

Bagi yang tak memiliki waktu liburan panjang, kawasan ujung barat pulau Jawa bisa menjadi pilihan alternatif. Dan memang ternyata, kawasan ini menyimpan wisata alam yang tak kalah menariknya untuk dijelajahi di saat liburan nanti. Salah satunya adalah Taman Nasional Ujung Kulon –yang dideklarasikan oleh UNESCO sebagai Natural World Heritage Site. Selain Taman Nasional Ujung Kulon, kawasan yang sebagian besar masuk Kabupaten Pandeglang ini diberkahi sebaran pantainya yang eksotik, mulai dari Carita, Ciputih, Tanjung Lesung hingga Pulau Umang. Lantas jika bergeser ke selatan memasuki kabupaten Sukabumi terdapat ada kawasan Ujung Genteng, hingga Cisolok dan Sawarna, terhampar pantai pasir putih yang menghadap ke Samudera Hindia.

Mungkin hingga saat ini, destinasi Bali tetap menjadi impian sebagian kalangan untuk dijelajahi. Tak heran memang, pulau dewata yang kini ditetapkan sebagai Asia’s Best Resort Destination 2009 oleh CEI Asia, mengalahkan Thailand yang menempati peringkat kedua dan Gold Coast, Australia, di posisi ketiga. Memang, pamor Bali sebagai destinasi yang menjanjikan bagi para pelancong dibuktikan dengan pemandangan alam yang indah, pantai yang asri, hingga tempat wisata yang atraktif. Kafe, restoran, dan toko-toko seni yang berderet di sepanjang jalan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tak hanya itu, tradisi keagamaan yang dipegang teguh masyarakat Bali justru menjadi magnit yang kuat bagi wisatawan.

“Tak dipungkiri, Bali menjadi tempat tujuan paket tur wisata paling favorit wisatawan domestik yang akan menghabiskan waktu paket travel liburannya di akhir tahun, baik yang berangkat sendiri maupun melalui biro tur travel,” ungkap Ibu Fenny Maria, Vice President Retail Business Development Panorama Tours. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW Edisi Desember 2009