Bincang-Bincang Bersama Hijau Daun

foto: dok Sony Music

Sejak terbentuk 2001 lalu, Hijau Daun memposisikan diri sebagai band indie. Band yang berani melawan arus, dengan membawakan lagu-lagu sendiri di setiap kesempatan manggung. Baru dua tahun kemudian, Hijau Daun mulai dikenal luas setelah dua single-nya masuk dalam dua album kompilasi, hit di kampung halamannya, Lampung. Sejak itu, grup band ini kerap sepanggung dengan band-band ibukota yang manggung di sana.

Meski baru menelurkan album pertama bertajuk Ikuti Cahaya (2008) sejak hijrah ke Jakarta, namun prestasinya begitu cemerlang. Band dibawah naungan Sony Music ini, berhasil membukukan angka sembilan juta aktivasi Ring Back Tone (RBT) dari single pertamanya Suara (Ku Berharap). Tak hanya itu, Hijau Daun juga berhasil memboyong empat penghargaan Indigo Awards 2009, salah satunya adalah Artist of The Year. Gelar Band Terbaik, Artis Pop Terbaik, dan Pendatang Baru Terbaik 2009 pun kini disandangnya.

Lewat penghasilan dari RBT dan penghargaan Indigo Awards –yang digelar  salah satu operator seluler (PT Telekomunikasi Indonesia) untuk artis-artis yang karya musik digitalnya diapresiasi masyarakat ini— Hijau Daun kian  terkenal. Band ini digawangi lima personil, Dide pada vokal, Array dan Arya pemetik gitar, Richan pada bass dan Deny sang penabuh drum.

Bertempat di restoran Lumbung Padi, Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu, Hijau Daun menggelar syukuran bersama anak yatim. Dalam kesempatan itu, Hijau Daun lewat Dide sang vokalis, di depan para wartawan berbagi cerita tentang perjalanan karir musik mereka. Berikut ringkasan obrolannya :

VIEW: Apa komentar Anda dengan pencapaian prestasi yang luar biasa ini?
HIJAU DAUN: Ini merupakan mimpi yang luar biasa. Pada awalnya, target kita cuma pingin bikin orang tahu band yang namanya Hijau Daun. Ternyata dengan pencapaian ini, kami merasakan lebih banyak berkahnya.

VIEW: Bagaimana dengan pihak label, apa komentar mereka dengan prestasi kalian?
HIJAU DAUN: Tentunya yang pertama kali mengetahui hal ini adalah pihak label. Dan untungnya pihak label transparan juga,  jadi kami serahkan ke label. Kami puas dengan semua berkah yang dikasih.

VIEW: Seberapa jauh, perjalanan karir dari kalian sebagai band sebelum akhirnya hijrah ke ibukota?
HIJAU DAUN: Memang, awalnya kami sepakat bersama-sama melawan arus musik di Lampung, karena sering bawain lagu sendiri. Ini karena di kota kami belum ada band indie.

VIEW: Alasan yang mendasar kalian hijrah ke ibukota?
HIJAU DAUN: Tentunya karena kami ingin berkarir secara professional, dan hal itu datang ketika kami diberi kesempatan untuk bernaung di bawah bendera Sony Music Indonesia pada bulan April 2008 lalu dengan merilis album Ikuti Cahaya.

VIEW: Lantas apa makna dari album perdana itu bagi Hijau Daun?
HIJAU DAUN: Bagi kami, album pertama itu jati diri dan album berikutnya menjadi pembuktian bahwa kita masih ada di panggung musik.

VIEW: Lantas ada apa dengan nama Hijau Daun?
HIJAU DAUN: Nama Hijau Daun sendiri diambil dari filosofi klorofil yang memberikan oksigen bagi kehidupan. Dan kami berharap dapat memberikan oksigen baru dalam kehidupan musik Indonesia.

VIEW: Bagaimana kalian menjaga kekompakan tim?
HIJAU DAUN: Hehehe… biasanya kita mandi bareng, hahaha. Terus biasanya kalau sehabis manggung, kita sering makan bareng di satu meja sambil ngobrol asyik. Pokonya seru deh. [view]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Desember 2009

Advertisements

8 thoughts on “Bincang-Bincang Bersama Hijau Daun

  1. dide kapan manggung di alun2 Sragen. . . .???q pengen u tahu q akan selalun mengagumimu sepanjang waktuq. . . walau wajahmu mengingatkanq dengan masa laluq yang selalu membekas di hati. . .

  2. waaah… rupanya ada kenangan tersendiri dengan mba ditha terhadap wajah dide yaaa… untuk informasi soal manggung coba mba cari informasinya ke Sony Music Indonesia deh… yg menaungi manajemen Hijau Daun ini…

    btw: makasih yaaa dah berkunjung dan meninggalkan komen

  3. dide aku pengeen buanget ketemu kamu pokknya aku kan selalu cinta ma kamu andai kamu tahu aku disini selalu menghafalkan setiap lirik lagu yang kamu lantunkan aku kan selalu menunggu kamu manggung di alun2 sragen. . . .dide I LOVE U FOREVER. . .!

  4. ak ngefans bgt sm hijau daun,terutama lagu”n yg selalu enak watd di.dnger . kk” hijau daun jgn pnh brhenti tuk berkrya mencptkan lagu” baguzZz . . . . ak tnggu Y lagu” terbrunya .

    • waah… terima kasih aya doanya… semoga dkabulkan oleh gusti allah… dan kepada hijau daun…tetaplah ingat akan asal muasal kalian hingga sukses kini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s