Jamal Mirdad: Berbicara dari Hati ke Hati

Sebagai figur publik, ketertarikan Jamal Mirdad (51) di panggung politik bukan sekedar latah atau mengikuti tren belaka. Memang, saat itu pamor selebriti seakan menjadi ’magnet’ tersendiri bagi banyak partai untuk menarik simpati masa. Namun, lebih dari itu, penyanyi sekaligus aktor layar lebar kawakan ini telah lama terjun ke dunia politik praktis. Setidaknya, ia pernah mendirikan atau aktif di kepengurusan salah satu partai politik. Sayang, partai yang dibidaninya tak lolos verifikasi.

Perjuangannya tak lantas berhenti sampai disitu. Semangat untuk memperjuangkan amanah suara rakyat terus berkobar dalam dirinya. ia pun bergabung ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan mencalonkan diri sebagai legislator. Upayanya berbuah manis. Ia pun berhasil melenggang ke Senayan, setelah berhasil mengumpulkan 34.674 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I meliputi Kabupaten Semarang, Kendal dan Salatiga.

Tak hanya ketika kampanye, pria kelahiran Kudus, 7 Mei 1960 ini menemui konstituennya. Tapi, sampai saat ini, saban masa reses tiba, ia kerap mendatangi masyarakat yang menjadi konstituennya. Dalam pertemuan itu pelantun tembang laris, Yang Penting Hepi ini mengajaknya berbicara dari hati ke hati dan mengetuk keikhlasan hati mereka untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi. ”Karena itu janji saya sewaktu kampanye dulu. Saya harus balik, dong. Mereka kan, yang memberi amanah. Ya, mungkin ketemu bersama, bikin acara syukuran,” ujar suami dari Lidya Kandou ini.

Aktor yang populer lewat film Ramadhan dan Ramona (1992) bersama istrinya itu, kini duduk di Komisi X. Di komisi yang membidangi  masalah pendidikan, seni, pemuda, olahraga dan pariwisata ini, Jamal merasa percaya diri dengan tugas yang diembannya. Di komisi ini, ia banyak bertemu kolega lama yang sebagian berasal dari kalangan seniman dan artis. Ia pun meminta masyarakat jangan menyangsikan kemampuannya.

Salah satu yang menjadi sorotannya sebagai anggota dewan, adalah perfilman nasional –yang tengah menjadi perbincangan banyak pihak. ”Masyarakat harus aktif memberikan masukan kepada para pelaku industri film, temaruk artis dan sutradara termasuk produser,” ujarnya.

Jamal pun berjanji, dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat –yang pernah bergelut di industri film— akan serius memperjuangkan agar pendapatan para pekerja industri film ditingkatkan. ”Sejauh ini pendapatan para pekerja film itu sangat minim, padahal mereka bekerja seharian,” tandasnya.

Perkawinannya dengan aktris cantik, Lidya Kandao (48), meski pernah bikin heboh negeri ini, namun hingga kini mereka tetap langgeng. Bahkan dua putrinya, Nana Mirdad dan Naysila Mirdad mengikuti jejak mereka terjun di panggung hiburan. Keduanya yang kerap menghiasi layar kaca, seakan tengah saling beradu pamor. Malah, jika tak ada aral melintang, konon perjalanan bahtera keluarga Jamal – Lidya bakal disinetronkan. Konon ide itu muncul dari kedua putrinya yang kian diperhitungkan di jagat hiburan. [g]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah GARUDA, Edisi Maret 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s