Rachel Maryam Sayidina : Terus Bersikap Kritis

Siapa bilang politisi perempuan tak berjiwa kritis. Terlebih bagi mereka yang melekat pada dirinya sebagai selebritis. Kiprahnya di dunia politik tak sekedar mengandalkan popularitas semata. Semua itu bisa dibuktikan lewat keseriusannya sebagai wakil rakyat yang terus bersikap kritis.

Itulah yang ditunjukkan Rachel Maryam Sayidina (30), aktris yang kini tengah berjuang di panggung politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) –yang ditekuninya sejak 2009 hingga 2014 nanti— yang bernaung di bawah bendera Partai Gerindra. Memang, kehadirannya di tubuh Fraksi Gerindra maupun gedung DPR tak sekedar menjadi pemanis belaka. Sikap kritisnya acap kali membuat kawan maupun lawan politiknya berdecak kagum. Tak hanya itu, ia pun menyelami komisi yang konon selalu didominasi politisi senior.

Sebagai anggota dewan, Rachel, demikian sapaan akrabnya, memang dikenal cukup berani. Ternyata, sikap kritisnya itu telah menjadi bagian dalam hidupnya, jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik praktis. ”Awalnya saya tak tertarik politik. Tapi memang, sejak dulu saya rakin mengkritisi sesuatu yang terjadi di lingkungan kita,” tandas aktris yang mengawali karir aktingnya dalam film Eliana, Eliana (2001)

Rupanya, tanpa disadari sikap kritisnya itu mengantarkannya kepada ajakan dari berbagai pihak untuk bergabung dalam aktifitas partai politik. Termasuk Partai Gerindra, yang kala itu tengah menjaring calon-calon legislatif yang siap bertarung di Pemilu 2009 lalu. Akhirnya, setelah melakukan komunikasi yang intensif dengan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, pilihan jatuh pada Partai Gerindra yang melamarnya untuk menjadi calon legislatif di daerah kampung halamannya.

”Saya diminta menjadi caleg dari Gerindra. Saya merasa mantap untuk bergabung dengan Gerindra, karena visi misi Gerindra memiliki kesamaan dengan saya,” tegas Ibu dari Muhammad Kale Mata Angin (5) yang mengaku sempat ditawari partai selain Gerindra.

Aktris cantik yang kian populer lewat film Arisan! (2003) ini akhirnya berhasil lolos sebagai anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II dengan raihan suara sebanyak 25.540 suara. Sebuah pencapaian yang cukup signifikan bagi seorang pendatang baru di arena politik negeri ini.

Setelah dinyatakan lolos, Rachel memilih masuk di Komisi I yang membidangi pertahanan, alutsista, infomasi dan komunikasi. Boleh jadi, pilihannya masuk ke Komisi I merupakan sebuah pilihan yang lumayan berat. Mengingat selain beban kerjanya yang tak mudah, eksistensi Rachel sebagai politisi pendatang baru di DPR harus berhadapan dengan politisi kawakan, termasuk yang memiliki latar belakang militer.

Namun semua itu tak lantas membuatnya melempem untuk menyuarakan amanat rakyat. “Saya orang yang suka tantangan. Saya ingin membuktikan kalau perempuan juga bisa bersaing di komisi I yang selama ini terkesan komisi laki-laki,” tandas perempuan kelahiran Bandung, 20 April 1980 ini.

Bicara soal pertahanan, menurutnya, kondisi bangsa saat ini masih banyak yang harus dinilai dari berbagai persoalan termasuk masalah pertahanan. Selama ini pemerintah kerap membeli alat utama sistem senjata (alutsista) yang manfaatnya kurang dan melakukan pemborosan. Selain itu, kata lulusan Sekolah Tinggi Perhotelan Bandung (NHI) ini, struktur militer di Indonesia juga perlu dirampingkan agar anggaran yang diturunkan dapat lebih berguna.

Tentunya, setelah menjalani aktifitasnya sebagai anggota DPR sejak dua tahun silam ini, menurut Rachel di satu sisi ada kesamaan yakni keenakan yang sama tapi di sisi lain ada perbedaan yang mencolok seperti tak ada waktu untuk bersikap santai. Ia harus lebih sering berfikir keras karena dihadapkan berbagai persoalan baru yang tengah terjadi di negeri tercinta ini.

”Setidaknya saya ingin tetap fokus di komisi I. Di sini saya banyak mendapat pengetahuan baru. Saya pun berniat akan mencalon kembali di periode mendatang. Saya ingin menjadi pemain, bukan lagi pengamat,” ujar aktris peraih Piala Citra Aktris Pendukung terbaik 2004 ini. [G]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah GARUDA, Edisi April 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s