Mohammad Taufik : Politik Pilihan Hidup Saya

Dunia politik digelutinya sejak masa muda hingga kini. Hitam putih panggung politik yang mewarnai perjalanan hidupnya. Ia merasa ditempa hingga menjadi politisi sejati. Karena itu, sepanjang hidupnya nyaris tiada henti mengikuti irama dalam proses politik. Baginya politik itu sudah menjadi pilihan hidupnya.

Adalah Muhammad Taufik (54), politisi kawakan yang mendedikasikan hidupnya untuk politik –yang kini tengah diamanahi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta. Pada pemilu 2009 lalu, Taufik berhasil mengantarkan partai Gerindra meraih enam kursi di DPRD dua kursi di DPR pusat. Tak hanya itu, berkat kepiawaiannya, menjadikan Gerindra sebagai partai yang diperhitungkan semua kalangan, baik di dalam maupun di luar parlemen. ”Gerindra selalu di depan dalam segala hal,” ujar pria kelahiran Jakarta, 3 Januari 1957 ini.

Keterlibatannya dalam dunia politik dimulai semasa duduk di bangku kuliah dengan aktif di organiasi intra maupun ekstra. Selain sibuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa, Taufik pun aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di sinilah, kiprahnya sebagai aktifis mahasiswa begitu menonjol. Bahkan saking sibuknya di organisasi, ia harus rela menyelesaikan masa studinya hingga enam tahun lamanya.

Selepas menyelesaikan kuliah, selain berkutat di dunia usaha, Taufik pun terjun langsung ke politik praktis dengan bergabung di Partai Golongan Karya. Kemudian di era reformasi, lulusan Universitas Jayabaya ini pun bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) –yang didirikan Edi Sudrajat. Namun di tahun 1999, ia mungundurkan diri dari aktifitas partai politik dan memilih berada jalur independen dengan mendirikan sebuah lembaga studi bersama rekan seperjuangannya bernama Pusat Pengkajian Jakarta. Meski menyatakan mundur, ia tak lantas meninggalkan kehidupan politiknya. Lewat LSM ini, tetap mengawal proses politik, khususnya kebijakan-kebijakan pemerintah ibukota.

Kesempatan untuk terus terlibat dalam proses politik kembali datang, ketika ia mengikuti seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Setelah dinyatakan lolos menjadi anggota KPU, ia pun terpilih sebagai Ketua KPU DKI Jakarta. Di lembaga inilah taji Taufik dalam menjalankan dan mengawal proses politik kembali diuji. Tak sedikit ujian dan cobaan yang dialaminya sebagai pimpinan KPU DKI Jakarta.

Usai menjalankan tugas sebagai pimpinan KPU DKI Jakarta, Taufik kembali terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung di Partai Gerindra. Bergabungnya Taufik di partai ini bukan tanpa alasan atau sekedar latah layaknya politisi kambuhan. Rupanya, apa yang menjadi manivesto perjuangan partai sejalan dengan apa yang selama ini diperjuangkannya. Maka naluri sebagai orang yang mendedikasikan hidupnya untuk politik, tergerak ikut mewujudkan cita-cita luhur pendiri partai. Di partai bentukan mantan Danjen Kopasus, Prabowo Subianto ini, Taufik dipercaya untuk memimpin DPD Gerindra DKI Jakarta.

Hingga di usia partai yang ketiga tahun, kepemimpinan Taufik dalam mengorganisir Gerindra DKI Jakarta patut diacungi jempol. Betapa tidak, berbagai program terus digalakkan untuk memacu kader sebagai mesin partai. Tak hanya itu, komunikasi politik baik intern maupun antar partai terus dilakukan dalam menggalang kekuatan menghadapi proses politik, mulai dari lokal maupun nasional. ”Kita gencar mengkomunikasikan berbagai hal baik internal maupun antar partai,” ujar ayah tiga anak ini.

Menurutnya, ini dilakukan tak sekedar untuk kepentingan sesaat tapi demi kelangsungan pendidikan politik dan kehidupan demokrasi di negeri ini. Terlebih ketika menghadapi suksesi baik pemilukada maupun pemilu. Proses politik terdekat adalah pemilukada DKI Jakarta 2012 mendatang. Tak tanggung-tanggung, untuk menghadapi pesta demokrasi tingkat lokal ini, ia membentuk Panitia Bersama (Panbers) di bawah komandonya, bersama Partai Golkar, Partai Damai Sejahtera, dan Partai Hanura. ”Bahkan kini beberapa partai lain berminat untuk gabung, tak heran bila Panbers ini mengarah pada koalisi,” ujar pelaku usaha media ini.

Sementara menjelang Pemilu 2014 nanti, ia bersama jajaran partainya telah berhasil melakukan verifikasi hingga ke tingkat ranting, sebagaimana  yang diinstruksikan DPP Gerindra. Untuk menunjang menghadapi suksesi nasional 2014 mendatang, Taufik pun gencar menjalankan program KTA-nisasi sebagai strategi pemenangan partai baik pemilukada 2012 maupun pileg dan pilpres 2014.

Setidaknya, meski mematok hanya sepuluh persen dari jumlah pemilih pada pemilu 2009 lalu sebanyak tujuh juta, program KTA-nisasi itu dinilai akan mampu mewujudkan target perolehan kursi pada pemilu legislatif 2014 mendatang. ”Kita menargetkan DKI bisa meraih empat kursi di DPR dan delapan belas kursi di DPRD,” katanya.

Di luar hiruk pikuk aktifitas politik, Taufik pun mengembangkan bisnis media yang sudah digelutinya sejak lulus kuliah. Sementara untuk menjaga stamina dan kesehatan sebagai politisi, Taufik selalu menyempatkan diri untuk berjalan kaki –yang telah menjadi rutinitas— saban pagi hari selama setengah jam. ”Tak usah berolahraga yang berbiaya mahal, cukup jalan kaki setiap pagi hari saja,” tuturnya. [G]

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk majalah GARUDA, Edisi Mei 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s