Abdul Wachid : Hijrah ke Panggung Politik

Kata politik sama sekali tak ada dalam kamus hidupnya. Boleh jadi untuk mengenal pun hampir tak terpikir olehnya. Tapi itu dulu. Kini takdir merubah dirinya menjadi seorang pelaku politik. Bahkan ia pun bertekad untuk menjadi politisi sejati yang mumpuni. Untuk mewujudkannya itu, ia dan istri rela hijrah dari dunia usaha ke dunia politik.

Tekadnya bukanlah isapan jempol belaka. Sejak mengenal sekaligus memahami, bahkan mendapat kepercayaan untuk menahkodai partai politik di daerahnya, hatinya kian mantap untuk mendedikasikan diri di jalur politik. Lagi pula dulu di luar aktifitasnya sebagai pelaku usaha di bidang perkebunan dan pertanian bersama rekan-rekannya, ia pun getol memperjuangkan nasib para petani Tebu.

Memang, sebelumnya sosok Abdul Wachid (50), lebih dikenal sebagai pelaku bisnis sekaligus pelopor dan pendiri Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Sebuah perkumpulan para petani Tebu yang dibentuknya mulai dari tingkat desa hingga akhirnya terbentuk secara nasional. ”Saya ini sebelumnya, hanyalah petani Tebu yang terus berjuang soal nasib tebu dan gula nasional,” ujar Ketua APTRI ini.

Mulanya, di awal bulan Februari tahun 2008, usai memimpin rapat bersama para petani, dirinya dihubungi salah satu sekretaris Prabowo untuk menemuinya di Jakarta. Maka hari itu juga, Wachid pun langsung terbang ke Jakarta. Setibanya di Jakarta pagi hari, ia langsung menemui sang pengundang di kantornya di kawasan Bidakara, Jakarta Selatan. Sampai detik itu, pria kelahiran Jepara, 12 Mei 1961 ini belum mengetahui maksud dan tujuan sang tokoh –yang selama ini dikenalnya kerap menggulirkan ekonomi kerakyatan—  yang ditemuinya itu.

Usai menunggu akhirnya giliran Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Tengah ini menghadap. Dalam pertemuan itu Prabowo mengutarakan niatnya untuk mendirikan partai bernama Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Bahkan ia pun kaget, ketika Prabowo memintanya untuk bergabung dan memimpin partai di tanah kelahirannya Jawa Tengah. Antara percaya dan tidak, saat mendengar keinginan dan permintaan Prabowo saat itu. Pasalnya, pengetahuan dunia perpolitikan sama sekali tak dimiliki. ”Tapi saat itu, Pak Prabowo meyakinkan saya, bahwa saya layak memimpin Gerindra di Jawa Tengah,” katanya mengenang pertemuan itu.

Pada hari itu juga Wachid pun menandatangani kesanggupannya bergabung dan tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri Partai Gerindra. Rupanya, kegamangan mulai menghinggapi dirinya, ketika tiba di kampung halamannya, Jepara. Betapa tidak, saat menceritakan hal itu kepada keluarga, khususnya sang istri, malah ditertawakan. Istrinya menganggap dirinya tengah bermimpi. Wajar, selama ini ia dan keluarga nyaris tak pernah bersinggungan dengan dunia politik. Namun Wachid kembali meyakinkan istrinya, bahwa jika Prabowo saja meyakinkan dirinya, kenapa ia sendiri tidak, termasuk sang istri. ”Ya, sudahlah pak, kalau memang sampeyan yakin, jalani saja,” ujarnya menirukan omongan istri kala itu.

Seakan mendapat kekuatan baru, mendengar dukungan sang istri, meski nadanya agak meragukan saat itu. Akhirnya, setelah mendapat dukungan keluarga, ayah empat anak ini memutar otak, apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dalam benaknya terbersit untuk menghubungi beberapa rekan seperjuangannya di organisasi-organisasi sebelumnya. Maka saat itu juga ia menemui dan mengutarakan keinginannya untuk mengajak membangun Gerindra di Jawa Tengah. Beberapa rekannya ada yang tak menyanggupi karena sudah atau masih bergabung di partai lain. ”Meski mereka menolak, atau masih loyal dengan partai lamanya, mereka mendukung niat saya, terlebih saat mendengar nama Prabowo. Salah satunya Pak Wasiman, yang hingga kini masih bersama sebagai pengurus DPD,” katanya.

Hingga batas waktu yang telah ditentukan yakni 26 Februari, setelah kerja maraton selama dua minggu, ia berhasil membentuk kepengurusan tingkat kabupaten/kota sebanyak 29 DPC dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sementara sisanya menyusul, sekaligus sosialisasi ke seluruh wilayah Jawa Tengah. Dalam perjalanannya, ia sempat dilecehkan lawan politiknya. Merasa kepiawaianya dalam menggalang massa disepelekan, ia pun membuat gebrakan dengan menggandeng almarhum KH Abdurrahman Wahid  dalam sebuah kegiatan istigosah yang digelar di Jepara. Rupanya cara ini menarik perhatian masyarakat untuk hadir, terlebih dihadiri tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Dur beserta keluarganya. Pun ketika dipenghujung masa kampanye, ia memberanikan diri menggelar kampanye di Simpang Lima Semarang yang kerap menjadi momok partai peserta pemilu jika tak mampu menghadirkan massa.

Hasil kerasnya berbuah manis. Ia berhasil mengantarkan 65 orang kadernya duduk di DPRD Kabupaten/Kota, 9 orang DPRD Provinsi dan 4 orang DPR-RI. Salah satunya, ia –yang duduk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah— yang maju dalam Pemilu Legislatif 2009 dari Daerah Pemilihan (Dapil) II berhasil lolos sebagai anggota DPR dengan raihan suara sebanyak 43.919 suara. Kini ia duduk di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, BUMN dan UKM. ”Di komisi ini saya masih terus memperjuangkan nasib petani tebu, perdagangan dan industri gula,” tegas pengusaha yang mengakui sudah melimpahkan aktifitas bisnisnya pada putranya.

Ke depan, tekadnya mampu mengantarkan kader Partai Gerindra dari setiap dapilnya sebanyak 181 dapil yang ada di Jawa Tengah duduk di DPRD Kabupaten/Kota pada 2014 mendatang. ”Terus terang, dalam seminggu, saya ngantor di Senayan dari Senin sampai Jumat, sorenya saya harus ada di Semarang, ngantor di DPD dari Sabtu dan Minggu,” pungkasnya. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA, Edisi Juni 2011

Advertisements

3 thoughts on “Abdul Wachid : Hijrah ke Panggung Politik

  1. saya abdul nursarip dari tegal jawa tengah. ingin bertanya pada yth ketua DPD jawa tengah bpk Abul Wachid tentang DPD jawa tengah. apakah di DPD jawa tengah ada anggota yang bernama Agus Taviv Hasibuan dari Slawi, tegal?karena sdra Agus dalam DPO kepolisian resort tegal karena kasus penggelapan uang calon tenaga kerja di luar negeri…mohon bantuan bapak untuk mengecek nama tersebut… terima kasih

    • Saya akan menanggapi pertanyaan saudara abdul nursarip. Setelah saya tanya dengan beliau mengenai nama tersebut tidak ada dalam pengurus DPD Jateng. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s