Gunadi Ibrahim: Menjaga Kepercayaan Rakyat

Tenang, tapi meyakinkan dan penuh optimisme. Seperti itulah Gunadi Ibrahim (49) dalam menyikapi berbagai masalah. Termasuk dalam aktivitas politiknya sebagai wakil rakyat. Pun ketika ia dipercaya untuk memimpin Partai Gerindra di tanah kelahirannya, Lampung.

Berkat kepiawaian dan luasnya jaringan yang dimiliki, Gunadi berhasil membangun partai berlambang kepala garuda dalam waktu singkat. Tak hanya itu, kerja kerasnya dalam pesta demokrasi 2009 lalu, membuahkan hasil maksimal dengan mengantarkan dua orang wakil rakyat ke Senayan, yakni dirinya dan Ahmad Muzani –Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Meski diakui olehnya, diawal perjuangannya membentuk partai baru itu, tak sedikit orang yang mengejeknya. Pun teman-teman sejawatnya yang menganggap dirinya tengah terbuai mimpi. Namun dengan penuh sadar, semua itu tak lantas membuat semangatnya mengendur. “Waktu itu banyak orang menganggap saya mimpi di siang bolong,” urainya.

Memang, keputusannya untuk bergabung ke partai besutan Prabowo Subianto itu banyak dinilai teman sejawatnya terlalu mengada-ada. Betapa tidak, saat itu pria kelahiran, Bandar Lampung, 19 Maret 1962 ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung. Namun tekadnya sudah bulat, terlebih setelah menemui Prabowo dan mendapat mandat langsung darinya, ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Di pemilu 2009 lalu, Gunadi yang berlaga di Daerah Pemilihan (dapil) II –yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Tulang Bawang dan Way Kanan— berhasil meraih suara sebanyak 34.280 suara. Kini, ia pun ditempatkan di Komisi V yang membidangi masalah perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan desa dan kawasan tertinggal. “Ini sesuai dengan kapasitas saya sebagai orang yang pernah terjun di dunia usaha yang bergerak di bidang infrastruktur,” kata politisi yang sebelum terjun di panggung politik praktis, lebih dikenal sebagai pengusaha di bidang kontruksi.

Tentunya, sebagai wakil rakyat yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung membutuhkan waktu dan perhatian ekstra. Untuk itu, ia pun menerapkan manajemen kendali dan kepercayaan penuh pada seluruh jajarannya dalam menjalankan tugas menjaga dan membesarkan partai. Rupanya, gaya kepemimpinan serta manajemen yang diterapkannya sudah berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga ia bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dan tak perlu repot bolak balik Jakarta Lampung. “Hanya jika dipandang perlu dan penting yang harus ditangani baru saya turun, termasuk memanfaatkan waktu reses untuk menemui konstituen saya. Lagian jarak Jakarta Lampung tidak jauh,” ujarnya.

Di wilayah Lampung sendiri, saat ini Gerindra boleh dibilang berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan sudah terbentuknya kepengurusan di seluruh tingkat ranting sebanyak 2800 ranting yang tersebar di 215 anak cabang (tingkat kecamatan). Bahkan di tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), jumlah pengurus ditingkatkan menjadi 50 orang.

Bagi Gunadi, apa yang dilakukannya itu tidak sekadar untuk menghadapi 2014 mendatang, tapi sebagai bentuk konsolidasi dalam menjaga dan membesarkan Gerindra. Selain itu pihaknya kerap melakukan turun ke pelosok desa untuk memperkenalkan dan menyampaikan langsung program-program aksi yang dicanangkan Prabowo lewat Gerindra. Sehingga ketika partai ini berhasil mengantarkan Prabowo ke kursi presiden, semua kader tidak kaget-kagetan. “Saya lihat, respon masyarakat begitu antusias, karena program Gerindra mudah dan bisa diaplikasikan  di lapangan,” tegas pengusaha yang pernah aktif di Gapensi Lampung ini.

Terlebih selama tiga tahun menahkodai Gerindra di wilayah Lampung, Gunadi banyak mendapat pelajaran dari cara dan gaya kepemimpinan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu selaku Ketua Dewan Pembina. Menurutnya, meski dibesarkan di dunia militer, Prabowo tak hanya memiliki ketegasan, keberanian dan kejujuran saja, tapi pemikirannya begitu visioner. “Di Gerindra ini satu suara, satu komando, inilah yang membuat kita adem. Namun bukan berarti tidak demokratis ya, tapi semua itu karena kita solid,” ujar ayah tiga orang anak ini.

Untuk itu, Gunadi pun bertekad untuk mengembangkan dan membesarkan partai dengan sepenuh hati. Tak tanggung-tanggung, meski pemilu 2014 masih tiga tahun lagi, ia sudah menargetkan daerahnya bisa mengumpulkan suara sebanyak 18 persen. Dengan kata lain, Lampung mampu mengantarkan minimal tiga kursi di DPR pusat. Tentu, target ini bukan sekadar ngecap, tapi berdasarkan perhitungan yang matang dan kondisi real di lapangan. “Kalau kita turun ke desa-desa, orang desa tahu kalau Gerindra itu Prabowo dan Prabowo itu ya Gerindra. Kita tinggal menjaga dan meningkatkan tingkat kepercayaan rakyat yang mulai mengarah ke Gerindra,” katanya.

Meski diakuinya, dengan kondisi itu tantangan serta ujian yang dihadapinya pun kian berat. Karena tak dipungkiri, partai lain pun tengah mempersiapkan ‘amunisi-amunisi’ menjelang 2014 mendatang. Namun Gunadi sudah memiliki strategi jitu untuk memenangkan ‘peperangan’ nanti. “Biasalah semakin kita berada di puncak, makin kencang anginnya, bahkan bisa jadi banyak angin-angin buatan,” pungkasnya.

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA, edisi November 2011

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s