Prof Firmanzah, Ph.D: Manajemen Mutu Berarti Kompetisi

Sejatinya, manajemen mutu itu erat kaitannya dengan yang namanya kompetisi. Seberapa tinggi derajat kompetisi dalam sebuah industri atau market maka kebutuhan akan manajemen mutu semakin tinggi pula. Semakin rendah tingkat kompetisinya, maka tekanan akan manajemen mutu semakin rendah. Hal ini dikarenakan manajemen mutu merupakan sebuah proses yang berorientasi pada pencapaian nilai tambah.

Definisi diatas berlaku bagi organisasi apapun, baik yang profit maupun non-profit. Pasalnya, bicara soal manajemen mutu berarti menggabungkan dua pengertian antara manajemen dan  mutu itu sendiri. Proses pengorganisasian, pengendalian, pengawasan sebuah organisasi baik yang terstruktur maupun tidak merupakan sebuah proses manajemen. Sedangkan mutu merupakan kualitas.

Karena mutu memiliki dimensi di setiap proses itu perlu ada nilai tambah. Tentunya, nilai tambah itu baik berdasarkan biaya, manfaat maupun fitur-fiturnya. ”Jadi proses yang berorientasi pada pencapaian nilai tambah itulah yang disebut dengan manajemen mutu,” tegas Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Tak heran bila yang terjadi di Indonesia pada era tahun 1960-1970an, kondisi ekonomi negeri ini akibat ekses demand bukan ekses supplay. Karena ekses deman inilah maka sebenarnya persaingan tidak terlalu kuat. Dan ketika total quality managemen diperkenalkan pada awal tahun 1990-an, banyak perusahaan yang sudah kepalang menggelontorkan investasi besar tidak mampu bersaing di pasaran karena sama sekali tak menghasilkan nilai tambah baik pada produk maupun layanan. Banyak diantaranya yang kelimpungan menghadapi pasar bahkan berujung pada kebangkrutan.

Lalu pasca reformasi, untuk bisa bersaing di pasar, banyak perusahaan yang melek akan manajemen mutu. Perusahaan di bidang telekomunikasi misalnya, mereka tampil lebih inovatif. Tak heran bila, beragam cara untuk meningkatkan produk maupun layanan pada konsumen pun terus diusung demi meraih hati pelanggan.

Begitu pula dengan sektor lainnya, perlahan namun pasti penerapan manajemen mutu seakan menjadi sebuah keharusan baik di kalangan masyarakat, korporasi maupun birokrasi. ”Dan kini, saya rasa masyarakat, sudah melek akan manajemen mutu,” ujar pengagum teori Tsun Zu ini.

Meski memang dalam penerapannya beragam. Artinya, jika dulu manajemen mutu dikaitkan dengan konsep total quality managemen, maka sekarang lebih beragam. Misalnya, kenapa Badan Pengawasan Obat dan Makanan-Minuman (BPOM) melakukan pengetatan standar kualitas, itu merupakan bagian dari manajemen mutu. Sehingga, manajemen mutu tidak hanya sistem yang formal dan dikemas dalam sebuah konsep multi manajemen.

”Kita bicara transparansi, keterbukaan informasi, publikasi di media itu manajemen mutu. Termasuk akreditasi, sertifikasi pengajar itu manajemen mutu,” terang pakar dalam bidang manajemen internasional dan strategis lulusan Universitas Pau and Pays De l’Adour, Perancis ini.

Dengan adanya keterbukaan sebuah kebijakan publik yang menjamin mutu dan kualitas masyarakat sebagai konsumen baik produk maupun layanan menjadi terbantu. Di dunia korporasi, proses pencatatan, pelaporan serta adanya peningkatan target pajak itu pun sebagai upaya penerapan manajemen mutu. Pun dengan berbagai pengawasan terhadap kasus-kasus korupsi yang ada di birokrasi itu bagian dari manajemen mutu. ”Kasus-kasus korupsi yang terjadi di birokrasi kita itu kan sangat tidak bermutu,” ujarnya.

Keterbukaan merupakan sebagai awal dari upaya untuk melakukan manajemen mutu. Berikutnya yang dilakukan adalah sistem prosedur, penataan terhadap tugas dan kewenangan, jalur koordinasi dan sebagainya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip manajemen mutu.

Dan yang harus diperhatikan adalah bahwa mutu harus dilihat dari sustain quality, bukan quality yang sifatnya statis. Karena semua itu terkait dengan espektasi yang terus bergerak. Selain itu, mutu alias kualitas juga harus terus menerus beradaptasi dengan espektasi stakeholder. Pun dengan continues improvement harus terus dilakukan. [QA]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah QUALITY ACTION, Edisi 02/Desember 2011

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s