Soepriyatno: Kebijakan Pro Rakyat

Baginya politik adalah alat perjuangan untuk berbuat sesuatu bagi rakyat. Tentu saja menciptakan kondisi yang lebih baik dengan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Inilah yang tengah diperjuangkan Soepriyatno di gedung wakil rakyat, di bawah bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Termasuk ketika diamanahi untuk memulihkan kondisi internal partai di wilayah Jawa Timur.

Sebelum terjun ke panggung politik, pria berusia 45 tahun ini lebih dikenal sebagai pengusaha. Tak hanya itu, ia pun aktif di beberapa organisasi kepemudaan. Luasnya jaringan yang dimiliki mau tidak mau akhirnya bersinggungan pula dengan dunia politik. Terlebih ketika ia bergabung di sejumlah usaha yang dijalankan Prabowo Subianto.

Awalnya, Soepri demikian sapaan akrabnya hanya sekadar membantu mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Prabowo Subianto sewaktu masih bergabung dengan Partai Golkar. Di sanalah ia mendapat tempaan politik praktis langsung dari Prabowo. “Awalnya saya hanya bantu-bantu beliau saja,” ujarnya mengenang.

Seiring berjalannya waktu, Soepri pun diminta untuk membantu dalam persiapan pendirian partai baru besutan Prabowo bernama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Adalah Fadli Zon, rekan bisnisnya yang memintanya untuk ikut bergabung ke Gerindra. Tanpa pikir panjang, Soepri pun menyanggupinya. Tak heran bila ia termasuk dalam jajaran pendiri partai berlambang kepala burung garuda ini.

Lantas pada pemilu 2009 lalu, ia pun dicalonkan sebagai calon legislatif untuk DPR pusat di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur XI, meliputi Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep (Madura). Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran Surabaya, 19 Oktober 1966 ini mampu meraih suara sebanyak 118.443 suara –yang merupakan perolehan suara terbanyak di Partai Gerindra. Ia pun berhasil melenggang ke Senayan sebagai wakil rakyat dan kini duduk di Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi, serta kependudukan.

Sebagai anggota sekaligus menjabat Wakil Ketua Komisi IX, ia terus memperjuangkan yang selama ini menjadi aspirasi rakyat. Salah satunya adalah soal Rancangan Undang Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS) –yang setelah melewati 50 kali rapat— yang akhirnya disahkan dalam sidang paripurna DPR menjadi undang-undang (UU) pada akhir bulan lalu. Meski memang, implementasi dari UU tersebut baru bisa dirasakan rakyat paling cepat pada 2014 nanti. “Kita lihat kemampuan pemerintah pada tahun itu, maka tidak ada masalah,” tandas lulusan Instutut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Permasalahan yang tak kalah pentingnya yang tengah diperjuangkannya di Komisi IX adalah persoalan keberadaan puskesmas dan fasilitasnya yang selam ini kurang memadai. Sejauh pengamatannya, di beberapa daerah selama ini keterjangkauan terhadap puskesmas sangat sulit. Kalau pun ada, menurutnya tak ditunjang dengan fasilitas yang semestinya. Begitu pula dengan keberadaan Posyandu dan Keluarga Berencana (KB) yang kini sudah tak diminati lagi. “Ini yang tengah menjadi prioritas Partai Gerindra yang diperjuangkan kadernya di Komisi IX,” tegas suami dari dr Karlina, MARS –pemilik salah satu rumah sakit di bilangan Depok, Jawa Barat ini.

Kenapa menjadi prioritas, menurutnya, KB merupakan program yang menentukan perencanaan perjalanan negara ke depan. Pasalnya, dengan sumber daya manusia yang berkualitas, jumlah anak yang terukur sehingga kontribusi kepada lingkungan menjadi lebih baik. Program revitalisasi KB harus didukung, sehingga perencanaan bangsa dan Negara ini lebih baik. “Jadi anak orang kaya banyak itu bermasalah, anak orang miskin banyak lebih bermasalah lagi,” ujarnya.

Selain sibuk di gedung wakil rakyat, Soepri pun mendapat kepercayaan untuk membenahi Partai Gerindra di Provinsi Jawa Timur yang tengah dirundung masalah kepengurusan. Berkat kepiawaian serta keberaniannya akhirnya ia pun ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Jawa Timur. Kini di bawah kepemimpinannya, kondisi Gerindra Jawa Timur mulai kian kondusif. Meski memang, diakuinya masih ada satu dua orang yang merasa sakit hati. “Wajar, dalam setiap perjuangan pasti ada saja pihak yang merasa tidak senang dengan hasil yang ada. Namun itu akan terus saya minimalisir sehingga menjadi kondusif dan nyaman bagi semua kader partai,” tegasnya.

Saat ini, sebagai pimpinan partai di daerah Jawa Timur –yang notebene memiliki lima orang wakil di Senayan— terus melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran kepengurusan hingga ke tingkat bawah demi menjaga perjuangan partai. “Kita berikan mereka ketenangan dalam bekerja dan tidak membebaninya dalam menjalankan roda organisasi, jadi sesuai kemampuannya saja,” ujar politisi muda yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, sebuah organisasi sayap dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Ke depan, Soepri berharap Gerindra sebagai partai mampu menyiapkan dan menciptakan kader-kader yang mumpuni di bidangnya. Dan yang terpenting adalah menjaga keberpihakannya kepada rakyat. “Karena disadari atau tidak, arah angin perhatian rakyat tengah menuju ke partai Gerindra,” ungkap politisi yang juga menjadi penasehat Gerakan Pemuda Anshor Jawa Timur ini.  [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA, Edisi November 2011

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s