Gelaran Perayaan Rambu Solo’

Salah satu acara adat masyarakat Toraja yang digelar di penghujung tahun 2011 adalah perayaan Rambu Solo’. Rambu Solo’ adalah upacara kematian yang turun temurun diwariskan oleh penganut Aluk To Dolo (kepercayaan masyarakat Toraja sebelum masuknya Islam dan Nasrani) di daerah tersebut.

Ya, sore itu, sejumlah warga tengah mengarak jenazah almarhumah Agnes Datu Sarungallo, ibu kandung istri Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa, pada rangkaian upacara adat Rambu Solo’ di Tongkonan Siguntu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (28/12). Inilah yang disebut ritual Ma’pasonglo, sebuah ritual arak-arakan jenazah dan keluarga dari Tongkonan ke Lakkian. Dimana jasad akan disemayamkan di lakkian sampai upacara Rambu Solo berakhir. Mendiang Agnes Datu Sarungallo sendiri meninggal pada 16 Agustus 2011 silam dalam usia 72 tahun.

Upacara pemakaman ibu mertua dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Rudiyanto Asapa yang juga dihadiri kader Gerindra itu berlangsung sangat meriah dan baru akan berakhir pada Selasa 3 Januari 2012. Pasalnya, dalam upacara itu masyarakat adat Siguntu juga menganugerahkan gelar adat Taluk Langit pada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang dipimpin oleh sesepuh Tongkonan Siguntu. Taluk Langit adalah gelar kebangsawanan di Toraja yang berarti Tunas Emas Manusia dari Langit. Dengan gelar itu, masyarakat Siguntu mengharapkan Prabowo menjadi ‘Tomanurung’ yang bisa membawa kemakmuran negeri ini.

“Semoga gelar yang diberikan tidak mengecewakan masyarakat. Kita berbuat baik untuk negeru ini,” kata Prabowo –yang mengenakan pakaian khas Toraja, passapu atau penutup kepala serta menggenggam parang khas Toraja—  dalam sambutannya di tengah ribuan warga yang memadati lokasi Tongkonan Siguntu, sore itu.

Selain penganugerahan gelar adat, yang menarik perhatian para pengunjung adalah acara silaga tedong (pertarungan kerbau) yang diselenggarakan usai acara Ma’pasonglo. Acara adu kerbau itu tak disia-siakan oleh rombongan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang didampingi Permadi dan Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa –yang tak lain Bupati Sinjai, ikut mendampingi pula Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Nizar, mantan Ketua PSSI Nurdin Halid, dan anggota DPRD Sulsel Kadir Halid turut menyaksikan adu kerbau itu.

Sayang, kerbau milik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto –yang dinamai Hambalang— yang turun pada ronde pertama kalah melawan kerbau milik Paulus dengan nama Loleng. Pada setiap pertarungan, kerbau tampil sebagai pemenang selalu memiliki penggemar tersendiri.

Tedong termahal

Bagi masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan, keberadaan tedong (kerbau) menjadi salah satu simbol kesejahteraan dan kebangsawanan. Terlebih bila kerbau itu berjenis bonga’ (belang) dan Salego. Dalam acara ritual Rambu Solo yang digelar oleh keluarga besar Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Rudiyanto Asapa, di Tongkonan Siguntu, Toraja Utara, tampak tampil kerbau seharga Rp 360 juta. Kerbau Salego berumur 14 tahun menjadi yang pertama kali tampil di sejak acara ritual Rambu Solo yang di gelar di Toraja.

Mendiang Agnes Datu Sarungallo yang meninggal pada 16 Agustus 2011 lalu merupakan ibu mertua dari Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa. Mendiang istri dari Y Palauk Tallulembang ini meninggalkan 9 orang anak, 22 orang cucu dan 2 orang cicit –yang tak lain cucu dari pasangan dr Felicitas Torrodatu Tallulembang dan Andi Rudiyanto Asapa.

Acara Rambu Solo yang berlangsung sejak 22 Desember dan puncaknya pada ritual Meaa’ (pemakaman) yang dilaksanakan pada 3 Januari. Ritual Meaa’ merupakan prosesi pemakaman jenasah almarhumah dengan diarak melalui jalan, tempat yang selalu dikunjuungi almarhumah semasa hidupnya kemudian ke tempat pemakaman (patane). Pada saat inilah pemotongan kerbau tandirapasan (simbol) yang mengakhiri seluruh rangkaian upacara pemakaman.

Gelaran Rambu Solo yang diselenggarakan oleh keluarga besar Andi Rudiyanto Asapa ini menjadi satu dari sekian gelaran yang paling meriah sepanjang sejarah. Terlebih acara adat yang masuk dalam agenda wisata bertajuk Lovely December itu mendapat animo wisatawan baik lokal maupun mancanegara. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s