Empat Tahun Gerindra Terus Mengabdi untuk Negeri

Akhir-akhir ini, masyarakat kerap menyaksikan tampilnya Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto di layar kaca. Hampir di setiap momen, mulai dari peringatan hari besar nasional maupun hari besar agama, ia kerap menyampaikan pesan kepada rakyat Indonesia.

Boleh jadi, lewat iklan layanan masyarakat itu, ingatan kita tertuju kembali pada iklan Partai Gerindra yang kerap ditayangkan di berbagai stasiun televisi menjelang Pemilu 2009 silam. Kala itu usia Partai Gerindra seumur jagung jika dihitung sejak didirikan pada 6 Februari 2008. Namun, partai ini telah memikat rakyat lewat visi dan misi yang disampaikan dalam iklan tersebut seperti ekonomi kerakyatan, membuka lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Iklan yang digambarkan dengan bayang-bayang kepak sayap burung garuda yang tampak jelas di daratan. Melintasi daratan, ketika orang-orang sedang menjalankan aktivitasnya bersembahyang di tempat ibadah, bekerja di sawah, belajar, dan lain-lain diiringi narasi suara Prabowo Subianto yang mengajak untuk bergabung dengan Partai Gerindra.

Tak dimungkiri, berkat iklan yang merakyat dan spesifik itu, popularitas partai berlambang kepala burung garuda itu terus meningkat. Setidaknya lewat kampanye itu sebenarnya Partai Gerindra telah membuat sebuah gebrakan baru. Betapa tidak, partai yang mencoba mengembalikan dan menyadarkan kembali akar ke-Indonesiaan yang berawal dari masyarakat pedesaan sebagai petani dan nelayan itu mampu meraih 4.646.406 suara atau 4,46 persen. Padahal sebagai pemain baru –yang mengikuti pemilu untuk kali pertamanya— dengan persiapan hanya dua sampai tiga bulan, Partai Gerindra melesat ke posisi partai papan atas berada di urutan delapan.

Lantas kini setelah menginjak usia empat tahun. Seperti apa keberadaan Partai Gerindra di pentas politik Indonesia? Waktu empat tahun memang masih terlalu singkat. Sejatinya, komitmen perjuangan Partai Gerindra diyakini tetap berada di rel yang telah digariskan para pendirinya. Partai Gerindra terus mengedepankan delapan program aksi sebagai program kongkrit untuk mensejahterakan rakyat. Tak hanya itu, seluruh delapan program aksi itu memiliki parameter, ukuran dan target yang jelas.

“Kami mendirikan Partai tiga tahun lalu rasanya seperti baru kemarin. Waktu habis untuk verifikasi Partai, kampanye, dan melakukan program. Sebagian besar waktu yang ada justru habis untuk proses administrasi,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prof Dr Ir Suhardi, Msc.

Hal senada ditegaskan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, bahwa peningkatan jumlah suara Partai Gerindra itu terkait dengan manifesto perjuangan Partai yang sangat jelas. “Kami tetap pada ekonomi kerakyatan dan politik yang berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Lebih Siap

Menurut Suhardi, dengan tetap mengedepankan delapan program aksi, Partai Gerindra tengah berancang-ancang untuk menghadapi pelaksanaan Pemilu 2014. Tentu saja, pengalaman Pemilu 2009 menjadi landasan bagi pihaknya untuk mendongkrak suara pada Pemilu 2014 nanti. Untuk itu, konsolidasi dan kordinasi di semua lini terus ditingkatkan untuk menguatkan misi partai. Meski waktu yang tersedia terbilang singkat, Suhardi menegaskan Partai Gerindra kini lebih siap.

Tak berlebihan jika guru besar kehutanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu meyakini bahwa partainya lebih siap. Pasalnya, selain telah dinyatakan lolos verifikasi, partai ini digerakkan oleh kader-kader militan dan teruji akan mampu mendongkrak perolehan suara partai pada pemilu 2014 mendatang.  Berbeda ketika masa-masa awal berdiri, selain waktu yang mepet, Partai Gerindra pun belum punya banyak kader dan saksi. Tapi, pada pemilu 2014 mendatang, dengan dukungan lebih dari 5 juta saksi, Partai Gerindra lebih siap. Hingga saat ini saja, telah tercatat 13 juta pemegang kartu tanda anggota Partai Gerindra. Karena itu, Partai Gerindra optimistis perolehan suara pada pemilu 2014 akan meningkat.

Terus Berjuang

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan Partai Gerindra akan berjuang untuk mengubah nasib bangsa menuju masa depan Indonesia yang sejahtera, aman, adil, dan memberi kepastian masa depan kepada generasi penerusnya.

“Kita berjuang menyelamatkan masa depan bangsa. Itulah tujuan Partai Gerindra,” tegasnya saat berpidato usai melantik Pengurus Pusat (PP) Perempuan Indonesia Raya (PIRA), di Jakarta (21/1) lalu.

Sejak awal Partai Gerindra sudah memberikan penilaian terhadap kondisi bangsa. Menurutnya, satu-satunya partai yang mengkritik sistem ekonomi Indonesia adalah Partai Gerindra. “Sistem ekonomi Indonesia berada di jalan yang keliru. Kita sudah mengoreksi arah ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan, Partai Gerindra ketika berdiri sudah membuat manifesto perjuangan. Dimana manifesto yang digodok oleh kelompok kerja dipimpin Fadli Zon itu diresmikan dan dicetak pada September 2008. Dan 19 Oktober 2008, terjadilah yang namanya “Black Monday” yakni runtuhnya bursa Wall Street, bursa Amerika Serikat di New York. Peristiwa itu menelan kerugian hingga 2 triliun dolar. “Kita sudah mengkritik sistem ekonomi liberalism sebelum kejadian itu. Ternyata sejarah membenarkan apa yang disinyalir Partai Gerindra,” terangnya.

Imbasnya, kini Amerika dan Eropa terjerembab dalam resesi ekonomi yang luar biasa. Jutaan orang kehilangan pekerjaan, ribuan perusahaan bangkrut, mata uang terancam, dan utang hampir mampu tak terbayar. “Partai Gerindra sudah mengingatkan bangsa Indonesia. Manakala sistem ekonomi liberal terus dilaksanakan di Indonesia, ujungnya adalah rakyat Indonesia akan mengalami penderitaan,” ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, bukti-bukti yang mengarah ke arah itu sudah tampak. Mantan Danjen Kopassus itu menyebutkan sekitar 35 persen anak balita Indonesia mengalami kurang gizi. Dengan demikian dari tiga anak balita, satu anak mengalami gizi buruk. Bahkan di Nusa Tenggara Barat, mencapai 58 persen. Kenyataan pahit pun ada di Jakarta sebagai ibu kota negara, setidaknya ada 26 persen anak balita kurang gizi.

“Percuma kita berteriak pertumbuhan ekonomi tinggi. Percuma kita berteriak ada kemajuan di sana-sini. Tapi anak-anak balita kita mengalami kurang gizi. Berarti ekonomi Indonesia tidak memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya,” tegasnya.

Dalam pidato politiknya di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-4, pada Senin (6/2), Prabowo mengingatkan kembali bahwa selama ini kebijakan masih saja menguntungkan kekuatan asing dan tidak membela rakyat. Untuk itu, kepada kadernya yang duduk di Senayan, Prabowo mengingatkan untuk membela sekuat hati tentang kepentingan rakyat.

“Saudara-saudara, kalau 26 anggota DPR RI dari Gerindra tidak mampu menahan neo liberalisme dan menahan arus cengkraman ekonomi asing, kalau perlu kita tarik semuanya,” tegasnya.

“Sampai sekarang kita satu-satunya partai di DPR yang mengatakan kembali ke pasal 33 UUD 1945,” lanjutya. Bahkan Prabowo pun menyindir, penganut neo liberalisme  sekarang sudah mulai cepat-cepat cuci tangan. “Mereka sudah melihat  tanda sejarah, oh kami juga punya UUD 45. Enak aja. Kemana aje lo empat tahun? Kemana aja 13 tahun, sekarang UUD 45, kemarin-kemarin kerjanya amandemen terus,” tandasnya.

Untuk itu, Prabowo menegaskan lebih baik pihaknya tidak ikut memutuskan kebijakan yang tidak pro rakyat, tidak mementingkan kebijakan dan membela rakyat. “Dari pada ikut tercemar dan tercoreng di hadapan rakyat Indonesia,” tandasnya.

Salah satu kebijakan yang hanya akan membahayakan Indononesia dan rakyatnya adalah kebijakan impor bahan pangan. Baginya, kebiasaan pemimpin Indonesia yang memutuskan untuk terus melakukan impor itu sangatlah berbahaya. “Kebiasaanya pemimpin kita memilih impor, impor, impor terus sangat membahayakan Indonesia dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Padahal sejak awal berdiri Partai Gerindra sudah mencanangkan pembangunan ekonomi harus melalui pertanian. Dalam 8 program aksinya, Indonesia harus mencetak sawah baru dan lahan-lahan baru. Nyatanya, program itu kini dijalankan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang ingin mencetak satu juta hektar lahan sawah baru. “Kita sambut positif langkah Menteri BUMN yang baru, yang ingin mencetak ladang sawah baru. Terima kasih, mudah-mudahan segera terwujud,” kata Prabowo sembari mengingatkan bahwa program sawah satu juta hektare itu, merupakan gagasan Partai Gerindra.

“Dalam hati, ke mana saja pemerintah, kok baru dilaksanakan sekarang. Tapi kita legowo, wakafkan gagasan itu. Boleh dicontek asalkan untuk rakyat Indonesia. Kita senang dicontek, tetapi kasih catatan kaki dong, saran dari Gerindra,” imbuhnya.

Perjuangan yang tak kalah beratnya menginjak usia empat tahun, adalah mensosialisasikan Pancasila kepada generasi muda, agar persatuan bangsa semakin kokoh. Pasalnya, saat ini disinyalir ada sejumlah pihak yang menginginkan Indonesia lemah. Bahkan berusaha memecah belah Negara Kesatuan Indonesia Raya (NKRI). Untuk itu Partai Gerindra gencar menanamkan revitalisasi ideologi Pancasila dan kembali ke konstitusi UUD 1945.

Calon Presiden 2014

Jika parpol lain masih menimbang-nimbang dan mencari sosok calon presiden (capres), maka Partai Gerindra menjadi satu-satunya parpol yang berani mengusung capres jauh-jauh hari. Memang, ketika Pemilu 2009 Partai Gerinda paling belakangan menentukan capres, tapi sekarang menjadi yang paling dahulu mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres dalam Pemilu 2014 nanti. “Kami tidak mungkin ditawar soal itu. Apa pun yang terjadi, kami harus mencalonkan Pak Prabowo,” kata Suhardi.

Sebelumnya, Prabowo sendiri sudah mengisyaratkan maju di Pemilu 2014 sebagai capres dari Partai Gerindra saat berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (8/1) lalu. Keputusan tersebut diambil Prabowo karena permintaan para Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra.  Sementara soal calon wakilnya, Prabowo menegaskan Partai Gerindra baru akan menentukan siapa yang menjadi calon wakil menjelang pemilihan. “Kami sekarang masih berjuang dulu,” kata Prabowo.

Prabowo Subianto mengatakan dirinya sangat yakin akan memenangkan pemilihan presiden pada 2014 mendatang. “Target 2014 menang, menerima mandat dari rakyat. Menerima kepercayaan dari rakyat, bersama-bersama kita rubah haluan bangsa ini. Insya Allah menang,” ujarnya. “Partai yang membela rakyat, melawan korupsi, dan bersama rakyat meraih kesejahteraan,” imbuhnya.

 ***

Kilas Balik Berdirinya Partai Gerindra

Hanya dalam waktu singkat, kurang dari tiga bulan sejak deklarasi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) lolos verifikasi partai di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 4 April 2008. Tiga bulan setelah itu, Partai Gerindra pun lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sejatinya, sebelum partai berlambang kepala burung garuda ini berdiri, jejaring embrio partai sudah muncul meski tidak formal. “Sehingga ketika pluit ini ditiup, dibunyikan, semua komponen sudah siap,” kata Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Meski, waktu itu tak banyak orang mengenal partai ini. Namun hasil kerja cerdas dengan gencar beriklan membuahkan hasil yang sepadan. Disamping itu, Gerindra juga mengembangkan taktik menambah anggota melalui kartu anggota yang sekaligus menjadi kartu asuransi. Premi tersebut ditanggung partai selama dua tahun pertama. Alhasil, pada peringatan setahun Partai Gerindra pada 6 Februari 2009 malam di Balai Sarbini, Jakarta, ada penyerahan kartu anggota ke-10 juta.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku kekuatan partainya semakin terasa. Saat ini, menurutnya Partai Gerindra telah hadir di semua provinsi hingga ke tingkat kecamatan. Pada akhir tahun ini, Prabowo berharap Gerindra dapat hadir di seluruh desa. Partai “Gerindra kemudian diharapkan bisa hadir di seluruh RT pada akhir 2013,” ujarnya berharap.

Sembari membesarkan partai, Partai Gerindra juga mengembangkan sejumlah organisasi sayap. Setidaknya kini untuk memanaskan mesin partai, ada sayap SATRIA (Satuan Relawan Indonesia Raya), TIDAR (Tunas Indonesia Raya), GEMIRA (Gerakan Muslimin Indonesia Raya), KIRA (Kristen Indonesia Raya), GEMA SADHANA (Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara), dan PIRA (Perempuan Indonesia Raya). Disamping itu ada beberapa gerakan pendukung partai yang siap ikut memanaskan mesin partai menghadapi 2014 seperti GARDU Prabowo, GERBANG, GIBAS, Prabowo Fans Club, dan masih banyak lagi.

* Catatan : Artikel ini ditulis dan dimuat di Majalah GARUDA, edisi 14/Februari/2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s