Rani Mauliani: Semua Mata Tertuju Pada Gerindra

Tak pernah terbayang sebelumnya jika keterlibatannya sebagai aktivis sosial membawanya ke dunia politik praktis. Termasuk ketika harus mengemban amanah sebagai wakil rakyat sekaligus menahkodai partai politik salah satu wilayah di ibukota. Semua itu dijalani Rani Mauliani dengan penuh rasa tanggungjawab.

raniKeterlibatannya di dunia politik berawal ketika ia gabung menjadi relawan di Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) yang ada dibawah bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Menjelang Pemilu 2009, Gerindra membutuhkan caleg perempuan, Rani pun diminta untuk ikut bertarung dalam pesta demokrasi itu. ”Waktu itu saya tidak bisa menolak, terlebih ini perintah langsung dari abang saya,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 10 Februari 1978 ini.

Perjuangan dan kerja cerdasnya dalam bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jakarta Barat mengantarkannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Dengan latar belakang dan pengalamannya sebagai aktivis sosial, oleh Partai Gerindra, Rani ditempatkan di Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat meliputi pendidikan, kesehatan, layanan sosial dan olahraga. Meski menangani banyak hal, ada bidang yang mendapat prioritas tersendiri olehnya yakni layanan kesehatan. “Boleh jadi bidang itu menjadi makanan sehari-hari. Bahkan boleh dibilang saya ini menjadi ikonnya ambulan,” ujar perempuan yang dipercaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Barat ini.

Berangkat dari pengalamannya sebagai aktivis sosial dalam bidang kesehatan, Rani menjadi salah satu pendiri lahirnya Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) yang bernaung di DPP Partai Gerindra. Pasalnya, aksi sosial yang dilakukan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Barat bersama timnya dalam membantu masyarakat miskin kota untuk mendapatkan akses layanan kesehatan itu menjadi pendorong lahirnya Kesira. Maka selain sibuk sebagai anggota dewan, Rani pun harus membagi waktunya mensosialisasikan program kerja Kesira ke seluruh penjuru nusantara.

Sebagai anggota DPRD DKI, ia terus memperjuangkan masalah kesehatan ini, baik dalam hal anggaran maupun aturan main tentang jaminan kesehatan warga DKI Jakarta. Meski demikian, ia tak lantas mengesampingkan bidang yang menjadi tanggungjawabnya. Setidaknya, keberadaan dirinya dan fraksi Gerindra di DPRD DKI meski hanya enam orang anggota kerap menjadi acuan bagi partai lain dalam setiap pengambilan keputusan. Terlebih, diakuinya bahwa dengan caranya yang kerap menjalin kerjasama lintas partai membawa kemashalatan.

“Yang jelas ketika kita sudah mengatasnamakan DPRD, kita harus bekerjasama dalam memperjuangkan nasib rakyat. Karena warga DKI banyak menaruh harapan kepada kita yang mewakili mereka,” ujar lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini.

Meski selalu mengaku sebagai anak bawang, namun kinerjanya baik sebagai anggota dewan maupun Ketua DPC selalu mendapat acungan jempol. Pasalnya, lewat caranya yang unik dalam memimpin dan menjalankan tugas sebagai anggota dewan, Rani selalu bisa mengatasi segala persoalan internal maupun yang berkaitan dengan nasib warga Jakarta. Dalam memimpin pun, Rani tidak mempermasalahkan hirarki kepemimpinan baik yang ada di tubuh DPC, PAC maupun Ranting. “Yang jelas kerja nyata, sehingga semua mata akan tertuju pada Gerindra dengan sendirinya,” ujar politisi yang juga duduk sebagai Ketua III Badan Kesira DPP Partai Gerindra.

Selain memperjuangkan delapan program aksi dan pro rakyat, sebagai bagian dari fraksi Gerindra DPRD DKI, Rani terlibat langsung sebagai tim pemenangan Jokowi-Ahok calon guberbur dan wakil gubernur yang diusung PDI-P dan Gerindra yang akan berlaga pada 11 Juli mendatang. Menurutnya, melawan incumbent itu bukan perkara mudah, tapi Rani optimis, perpaduan Jokowi-Ahok mampu mengalahkan mereka. Pasalnya Jakarta tidak sekadar masalah macet, banjir seperti yang digadang-gadangkan pasangan lainnya, tapi lebih dari itu. “Warga Jakarta butuh kenyamanan, keamanan, pekerjaan, kesejahteraan dan itu yang akan kita perjuangkan,” ujar wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan PD SATRIA DKI Jakarta.

Sebagai pimpinan cabang sebuah parpol yang tengah mengusung Jokowi-Ahok tentu berharap besar wilayahnya akan menyumbangkan banyak suara, khususnya dari etnis Tionghoa yang sebelumnya antipasti terhadap pemilu. Dan tentunya ini akan berimbas pada perolehan suara untuk pemilu 2014 mendatang. “Setidaknya, kantong-kantong suara Gerindra yang ada di Jakarta Barat akan mampu memenuhi target tiga sampai lima kursi sebagaimana yang ditargetkan partai pada pemilu 2014 nanti,” tegas seraya memaparkan setiap minggunya ada sekitar 70 orang masuk jadi anggota hanya dari satu orang kader yang menamakan dirinya maniak Gerindra.

Baginya, ketika kaum perempuan menginginkan perubahan, maka harus ada andil di dalamnya. Makanya, sebagai kaum perempuan yang masih dianggap kelas dua harus terjun di dunia politik, tampil ke depan dan berani bicara. “Tapi ingat dengan kodratnya sebagai perempuan,” ujar putri dari pasangan Hj Nany Suryantini – H Rachmad HS ini mengingatkan. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA Edisi Juni 2012

Advertisements

One thought on “Rani Mauliani: Semua Mata Tertuju Pada Gerindra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s