Lebih Dekat Dengan Jose Rizal : Mendekatkan Gerindra ke Hati Masyarakat

IMG_2219Berbagai ketimpangan yang terjadi di depan mata menyadarkan dirinya untuk melakukan sesuatu. Kondisi ini diperparah dengan sikap dan kelakuan kebanyakan politikus yang masih kerap mendahulukan kepentingan partai atau kelompok. Sebagai anak bangsa, rasa keprihatinan itu menggerakkan hatinya untuk terjun ke dunia politik. Dengan komitmen dan keteguhan hati, ia pun menjadikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai wadah berkiprah dalam politik.

Baginya, kondisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, tapi rakyatnya justru miskin papa, tak ubanya ayam yang mati di lumbung padi tidak boleh dibiarkan terus menerus. “Ini pasti ada yang keliru, ada kesalahan dalam mengurus negara, untuk itu saya terpanggil untuk ikut serta menjadi bagian dari upaya gerakan perubahan yang digerakkan bapak Prabowo Subianto,” ujar Yoserizal, SH pengusaha kuliner yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta sejak awal 2011 lalu.

Keinginannya untuk terlibat langsung di dunia politik memang sudah sejak duduk di bangku kuliah. Namun selain waktunya habis untuk membesarkan usahanya, pria kelahiran Padang, 16 Mei 1962 ini kerap mendapat tentangan dari keluarga. Terpaksa keinginan itupun diurungkan dulu. “Padahal saya geram sekali dengan ulah para politikus kita yang selama ini bekerja untuk diri, keluarga dan partai bukan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Yos demikian panggilan akrabnya menceritakan, mulanya tawaran untuk bergabung ke Gerindra datang dari Fachrur Rozi, teman kuliahnya yang sudah bergabung terlebih dulu dan duduk sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Yogyakarta. Tak lama kemudian, Yos pun dikenalkan dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prof Dr Ir Suhardi, M.Sc –yang memang tinggal di Yogyakarta—  saat bertandang ke acara halal bi halal di rumah sang Profesor. Dari sanalah, ayah dua anak ini membulatkan tekad untuk bergabung.

Memang, awalnya Yos hendak bergabung di partai berlambang matahari terbit tapi tak dapat izin dari keluarga. Pun ketiga ajakan untuk bergabung di partai berlambang pohon beringin lagi-lagi mendapat penolakan dari keluarga besarnya. Tapi entah kenapa, ketika keinginan hati nuraninya itu diutarakan lagi untuk terjun ke panggung politik di bawah panji Gerindra, keluarga menyambutnya dengan suka cita. “Kalau dulu saya mau masuk kedua partai itu tidak boleh, pas saya masuk Gerindra, semua keluarga mendukungnya,” kenang lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Sebagai seorang pengusaha rumah makan yang kini sudah mencapai 52 cabang, tentunya ia harus pandai berbagi waktu untuk mengurus partai berlambang kepala garuda yang kini diembannya. Untungnya, manajemen usaha kuliner yang digelutinya itu kini telah diserahkan kepada putranya, sehingga Yos pun memiliki waktu lebih untuk terus mengepakkan sayap garuda terbang ke segala penjuru bumi Yogyakarta.

Lalu seperti apa pandangan dari seorang pengusaha rumah makan yang terjun ke kancah politik? Di tengah kesibukannya, kepada Hayat Fakhrurrozi dari Garuda, suami dari Tina ini memaparkan pemikiran dan liku-liku perjalanan politiknya, sejak dipercaya Prabowo untuk menahkodai Partai Gerindra di bumi Yogyakarta. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa ceritakan aktivitas keseharian Anda?

Aktivitas saya kesehariannya sebagai wirausaha dengan membuka usaha rumah makan Padang Murah Meriah. Di tengah kesibukan saya mengelola usaha tersebut, saya juga menjalankan tugas kepartaian sejak Januari 2011, sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bisa ceritakan awal mula dan apa yang melatarbelakangi Anda terjun ke dunia politik?

Terus terang, saya terjun ke dunia politik baru satu setengah tahun yang lalu, tepatnya 12 Januari 2011. Tak tanggung-tanggung saya pun diamanahi untuk menahkodai DPD Partai Gerindra DIY. Yang menyebabkan saya terjun ke dunia politik tak lain karena keprihatinan atas kondisi bangsa ini. Saya sering bertemu mitra kerja, para pemasok bahan baku untuk rumah makan yang sebagian dari mereka adalah bakul-bakul pasar. Kebanyakan dari mereka berkeluh kesah atas penghidupan yang semakin hari semakin susah. Saya pun berfikir ada apa gerangan? Pasti ada yang salah urus di negaraku ini. Disamping itu banyaknya ketimpangan-ketimpangan dari sisi hukum, meluasnya korupsi dan sebagainya yang kerap diberitakan media mengusik hati nurani ini untuk melakukan sesuatu.

Lalu apa yang membuat Anda gabung dengan Gerindra?

Saya tertarik dengan sosok Prabowo Subianto. Ia seorang militer yang berprestasi, jujur, tegas dan ksatria. Berprestasi karena sewaktu pendidikan di akademi militer adalah juara di angkatannya bahkan setelah pendidikan dalam penugasannya beliau selalu menunjukkan dedikasi dan prestasi. Disebut jujur, karena selama beliau menjabat selalu jujur dan dibuktikan beliau tidak tersangkut kasus korupsi. Tegas karena ia selalu tegas dan berani dalam pengambilan keputusan. Ksatria karena beliau selalu membela kaum yang lemah.

Seperti apa proses bergabungnya Anda ke Gerindra?

Saya masuk Gerindra karena ditawari oleh teman kuliah saya, Fachrur Rozi, SH yang saat itu sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Yogyakarta. Selain menawari saya untuk gabung ke dia juga memperkenalkan saya dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prof Dr Ir Suhardi, M.Sc. Pada saat itu beliau mengadakan open house di rumahnya atau yang lebih dikenal dengan nama Joglo Kayen. Dalam kesempatan halal bil halal tersebut saya banyak menerima masukan dan arahan dari beliau tentang Gerindra. Sejak saat itu, akhirnya saya banyak berdiskusi masalah perpolitikan negeri ini khususnya aksi-aksi yang dilakukan Gerindra. Tentunya dari perbincangan dengan beberapa teman politikus Gerindra itu kian menambah tekad saya untuk terjun ke dunia politik dan memilih Gerindra.

Setelah gabung ke Gerindra, apa tugas Anda?

Tidak tanggung-tanggung setelah menyatakan diri gabung, saya ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DIY. Saya pun diamanahi membesarkan partai ini untuk menghadapi pemenangan Pemilu 2014 baik legislatif maupun Presiden. Dalam pemilu legislatif kami menargetkan perolehan kursi minimal satu kursi di setiap dapil (daerah pemilihan). Sedangkan di pilpres adalah memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI

Seperti apa kontribusi Anda terhadap Gerindra?

Kontribusi saya pada Gerindra adalah meluangkan waktu dan tenaga ditengah kesibukan menjalankan bisnis saya untuk mengelola partai mulai dari melakukan konsolidasi melalui penguatan struktural partai dan pembentukan sayap-sayap partai hingga bertanggungjawab penuh Gerindra di wilayah Yogyakarta. Begitu pula secara materi, sebagaimana lazimnya ketua partai, saya juga harus memfasilitasi pertemuan-pertemuan kader, sekretariat kantor partai, termasuk membantu biaya opertasionalnya dan masih banyak lagi.

Program apa saja yang sudah dijalankan Partai Gerindra untuk rakyat Yogyakarta?

Partai Gerindra pernah mengadakan aksi sosial diantaranya penanaman pohon di pinggiran sungai, membantu posko bencana Merapi, bencana banjir lahar dingin kali code. Selain melakukan sosialisasi pembudayaan Pancasila, kita juga melaksanakan pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan kelompok usaha ternak kambing. Beberapa waktu lalu program itu dijalankan di Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul. Intinya kami akan fokus pada upaya-upaya penumbuhan ekonomi rakyat.

Kondisi dan perkembangan Partai Gerindra Yogyakarta saat ini seperti apa?

Kalau dari sisi perkembangan Partai Gerindra saat ini dibanding yang lalu jika dilihat secara kuantitas dan kualitas kegiatan boleh dibilang makin meningkat dan mengalami kemajuan yang signifikan. Baik itu kegiatan internal partai maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Kekuatan Partai Gerindra Yogyakarta bagaimana?

Setidaknya posisi di wilayah Yogyakarta Partai Gerindra mampu masuk lima besar. Memang secara keanggotaan hasil pemilu 2009 lalu baru mencapai 20 ribu orang. Untuk saat ini, setidaknya di setiap dusun atau anak ranting saja ada sekitar 15 orang pengurus dan jika dijumlahkan seluruh DIY, kira-kira ada sekitar 80 ribuan. Ini baru dari yang masuk struktur partai di ditingkat anak ranting. Belum yang ada di sayap seperti PIRA, SATRIA, TIDAR, KIRA dan yang lainnya serta keluarganya.

Jika dipetakan, kantong-kantong Partai Gerindra Yogyakarta ada di mana saja?

Sementara ini yang menjadi lumbung-lumbung Partai Gerindra ada di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Sementara untuk Kota Yogyakarta dan Kulon Progo sedang kami inisiasi.

Jelang pemilu 2014 berapa target yang ingin dicapai?

Target Partai Gerindra pada Pemilu 2014 setidaknya satu kursi di setiap dapil dari DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi maupun DPR RI

Lantas peluang Prabowo dan Gerindra di Pemilu 2014 seperti apa?

Kalau berdasarkan pantauan kami dengan masyarakat yang saya temui baik di jalanan, di warung-warung maupun di grass roots maka figur Prabowo Subianto menjadi harapan masyarakat untuk memimpin negeri ini. Sedangkan Gerindra harus saya akui masih kalah populer dengan Prabowo Subianto, maka tugas kami adalah lebih mempopulerkan Gerindra dan mendekatkan Gerindra ke hati masyarakat.

Menurut Anda politik itu apa?

Politik adalah sebuah kebijakan untuk mencapai tujuan. Jadi menurut hemat saya politik adalah sarana untuk mencapai tujuan bangsa. Kalau Indonesia berarti harus mampu mewujudkan apa yang menjadi tujuan dari pendirian bangsa Indonesia yakni sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Lalu menurut Anda kondisi perpolitikan negeri ini seperti apa?

Kalau kondisi perpolitikan yang dimaksud adalah partai politik maka masih banyak partai politik yang mendahulukan kepentingan partai atau kelompok. Hal ini bisa dilihat dari sidang-sidang di legislatif maupun kabinet. Dimana kepentingan bangsa dan negara kalah dengan kepentingan kelompok atau partai. Sebagai contoh adalah kasus Lapindo, bantuan APBN sebesar itu apa pas? Dan siapa yang semestinya bertanggungjawab atas kasus Lapindo? Kasus Century dan korupsi yang melibatkan anggota DPR-RI serta para pejabat publik seperti menteri, gubernur, walikota/bupati. Kebanyakan politikus kita bukan negarawan tapi orang yang bekerja untuk diri, keluarga dan partai bukan untuk bangsa Indonesia.

Bagaimana pula menurut Anda kondisi kepemimpinan nasional Republik ini?

Secara umum kita akui bangsa ini mengalami krisis kepemimpinan terlebih di era Presiden SBY yang dimata kami sering lambat dan ragu dalam mengambil keputusan penting dan strategis.

Lantas seperti apa seharusnya kepemimpinan negeri ini?

Pemimpin negeri ini idealnya adalah ia yang bisa Ing ngarso sung tulodho yaitu pemimpin yang mampu sebagai contoh dan panutan. Untuk ini diperlukan integritas dan komitmen dalam setiap kebijakan yang ditempuh. Lalu Ing Madyo mangun karso yakni pemimpin yang mampu mengajak dan memotivasi bawahan dan rakyat agar semangat membangun bangsa. Yang terakhir  adalah tut wuri handayani, dimana seorang pemimpin harus mampu mendelegasikan kewenangan pada orang yang tepat sehingga sang pemimpin cukup di belakang namun mengayomi.

Apa pesan Anda untuk para kader Gerindra Yogyakarta dalam menghadapi Pemilu mendatang?

Pesan saya adalah sebagaimana amanat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra bahwa kader Gerindra harus bersih dari kasus korupsi, hukum dan moral agar dipercaya oleh masyarakat. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Prabowo Subianto sebagai pemimpin masa depan bangsa Indonesia yang mampu membawa Indonesia ke masa kejayaan. [G]

H. YOSERIZAL, SH

Tempat dan Tanggal Lahir

Padang, 16 Mei 1962

Jabatan:

  • Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DIY, 2011 – sekarang

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Juli 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s