Adam Muhammad : Gerindra itu Pergerakan yang Terus Bergerak

Loyal dan total dalam sebuah pergerakan adalah kepribadian seorang Adam Muhammad. Kader sekaligus pejuang politik di bawah naungan bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini bertekad tidak akan berhenti bergerak dan berjuang. Karena baginya, Partai Gerindra bukan sekadar partai politik, tapi sebuah pergerakan yang terus bergerak.

adamBaginya, banyak orang yang terjun ke parpol A, B atau C, namun pada akhirnya merasa kagok dalam aktivitas politiknya. Sedangkan di Gerindra tidak demikian, semua elemen bergerak. “Itulah Gerindra, dari namanya saja sudah angker, ini pergerakan bukan sekadar untuk menuju parlemen saja, tapi bergerak di semua lini kehidupan rakyat Indonesia,” tegas pria kelahiran Makassar, 2 Februari 1986 ini.

Loyalitasnya di partai berlambang kepala burung Garuda tak diragukan lagi. Selain duduk sebagai Ketua Bidang Perumahan Rakyat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, insinyur teknik sipil ini dipercaya untuk menjalankan tugas khusus. Diantaranya adalah di kantor DPP selain mengurusi administrasi kesekretariatan juga ditugasi untuk mendampingi dan menerima tamu, dari mulai yang hanya ingin mengenal Gerindra maupun pihak-pihak yang mau menyampaikan keluhan-keluhan seputar partai di daerah-daerah. Informasi yang ia diperoleh lalu disampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Keterlibatannya di Partai Gerindra sendiri berawal 2009 dari keingintahuan akan sosok Prabowo Subianto. Kala itu ia masih duduk di bangku kuliah Fakultas Teknik Universitas Sultan Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang teringat tentang Prabowo dengan stigma-stigma negatifnya. Puncaknya, Adam pun diajak menyaksikan video pidato Prabowo sebelum maju di Pilpres 2009 lalu. Ternyata, setelah menyimak orasinya,  ia baru sadar bahwa sebenarnya inilah sosok yang ia cari selama ini. “Pidato pertama benar-benar menghapus stigma saya terhadap beliau yang melekat selama itu,” kenang ayah satu anak ini.

Pun ketika di kampus tengah bergejolak perlawanan terhadap kebijakan Badan Hukum Pendidikan (BHP), menurutnya, satu-satunya pasangan calon presiden yang berani menandatangani pakta politik untuk mencabut undang-undang itu adalah Prabowo. Meski pun gagal dalam pilpres 2009 karena dicurangi, ternyata Gerindra terus mengawal hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan berhasil. “Dari situlah saya semakin jatuh hati. Apa yang dilakukannya sesuai perkataan dan perbuatan. Karena itu, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bekerja dan berjuang semaksimal mungkin mengawal beliau. Apa lagi yang kita tunggu untuk membantu beliau,” ujarnya.

Sampai hari ini, yang ada di benak Adam adalah berjuang untuk menjadikan Gerindra sebagai sebuah gerakan yang massif baik di lapangan maupun perolehan kursi di parlemen. Kemudian mengantarkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi presiden di 2014 mendatang. “Di otak saya itu baru ada bagaimana menjadikan Gerindra menang, Prabowo Presiden. Saya rasa ini yang kita butuhkan untuk Indonesia. Dan akan menjadi kebanggaan bagi saya kalau berada di dalam sini, meski saya tidak dihitung sama sekali keberadaannya tak jadi masalah,” tegas suami dari Mintarsih ini.

Tugas berat lain yang tengah diembannya sekaligus sebagai barometer keberhasilan Gerindra di tanah kelahirannya, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah memenangkan pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi yang akan berlaga dalam Pemilukada Sulsel pada 22 Januari nanti. Baginya, keberhasilan pasangan nomor urut 3 yang diusung Partai Gerindra dan partai non parlemen ini akan menjadi bukti seberapa kekuatan dan keberhasilan Gerindra khususnya di Sulsel menyongsong 2014 mendatang.

“Andi Rudiyanto Asapa adalah representasi dari Prabowo di Sulsel yang mampu berpikir taktis, dan hanya butuh sepersekian detik untuk memutuskan sesuatu, dan itu bukan masalah sepele. Sosok Andi Rudiyanto itu bukan sekadar seorang bupati dua periode, tapi sosok yang sederhana apa adanya, begitu juga dengan Andi Nawir,” tandasnya yang akhir-akhir ini sibuk bolak-balik Jakarta Makassar untuk keperluan sosialisasi ke daerah-daerah di Sulsel.

Sulung dari lima bersaudara ini memang dikenal disiplin dan penuh tanggungjawab. Maklum, sang ayah yang berprofesi sebagai seorang polisi kerap menggemblengnya dengan nilai-nilai kedisiplinan dan komitmen. Bahkan kepercayaan orang tua padanya sudah diberikan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sehingga ketika ia menginjak remaja ia aktif di organisasi sekolah semisal OSIS dan Pramuka. Dan ketika masuk dunia kampus, Adam pun lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kampus ketimbang di rumah. “Saya diajarkan untuk mandiri, boleh minta tolong jika memang sudah kepepet,” kenangnya.

Gemblengan orang tua itu membekas hingga kini ketika ia menggeluti dunia politik praktis. Dalam hal ini, ia selalu ingat pesan Prabowo pada para kader termasuk dirinya agar tampil sebagai pejuang politik bukan jadi politikus. “Saya ini orang yang taat kepada pemimpin, jadi apa yang dikatakan pemimpin akan saya jalankan,” pungkasnya. [G]

Catatan:

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Januari 2013

Pada Pemilu 2014 ini, Adam Muhammad maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Selaatan dari Partai Gerindra 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s