Hendrik Izaac Lewerissa : Gerindra Partai Pejuang

Sejak bergulirnya era reformasi 14 tahun silam banyak kaum profesional yang akhirnya tertarik dengan dunia politik. Meski boleh jadi, panggung itu nyaris tak pernah disentuh sebelumnya. Tapi nyatanya, tak sedikit pula dari mereka yang akhirnya mendedikasikan dirinya di panggung politik praktis.

hendrik garudaHendrik Izaac Lewerissa, SH, LLM, satu dari salah satu di antaranya. Pasalnya, bagi Lewerissa demikian sapaan akrabnya, politik itu sebagai suatu wadah untuk bisa berbuat sesuatu memperjuangkan kehidupan orang lain, bangsa dan negara. Lantas ia pun menjatuhkan pilihannya ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Menurutnya, semua orang tahu Partai Gerindra menjadi harapan puluhan juta rakyat Indonesia yang merindukan tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Memang, lanjut Lewerissa ini bukan tugas yang gampang, akan tetapi ini misi yang mulia. “Inilah yang kami jadikan sebagai mindset para politikus Gerindra, bahwa kita ini kader partai pejuang. Dan saya tidak punya obsesi untuk menjadi bagian dari rezim yang berkuasa untuk kekuasaan itu, tapi lebih pada untuk memperoleh kesempatan melayani kepentingan publik,” ujar pria kelahiran Ambon, 2 Maret 1968 ini.

Keterlibatannya di dunia politik praktis bermula pada tahun 2004 lalu dengan bergabung di Partai Demokrat. Pasca Munas 2005, ia pun ditunjuk sebagai wakil Sekjen dan ditugasi sebagai kordinator wilayah Maluku. Dalam perhelatan Pemilu 2009, Lewerissa pun maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR-RI dari dapil Maluku. Namun sayang, ia gagal melenggang ke Senayan. “Tentu saja ini ada rencana Tuhan yang sangat indah pada kegagalan saya di partai itu,” ujar lulusan Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini.

Tapi memang ada hal yang menarik dan begitu membekas baginya, ketika ia maju dalam pileg 2009 sejatinya ia tercatat sebagai corporate lawyer di perusahaan Prabowo Subianto –yang kala itu sudah mendirikan Partai Gerindra. “Dengan kebesaran jiwa seorang Pak Prabowo, beliau mengijinkan. Saya berterima kasih sekali kepada beliau, dengan kebesaran jiwa kepemimpinannya, beliau menghormati putusan saya maju sebagai caleg dari partai lain,” kenang Lewerissa yang sudah bergabung di Nusantara Energy Grup sejak 2002 silam.

Akhirnya, dengan tekad bulat ia pun mengundurkan diri dan bergabung ke Partai Gerindra. Lalu sejak awal 2010 ayah tiga anak ini diminta Prabowo untuk duduk sebagai anggota Dewan Pembina. Tak lama kemudian, ia pun mendapat tugas untuk mengembangkan Partai Gerindra di tanah kelahirannya. Ia pun dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku. Tentu saja ini bukanlah tugas yang mudah, namun dengan semangat juang dan pengalamannya serta kapasitasnya sebagai putra daerah Maluku, ia berhasil merampungkan pembenahan infrastruktur dan struktur partai hingga ke tingkat anak ranting.

Lewerissa sendiri adalah putra ke tujuh dari sepuluh bersaudara anak dari guru yang kerap berpindah tugas. Mau tak mau ia dan saudara-saudara kerap berpindah-pindah pula. Meski demikian, pendidikan adalah prioritas utama yang hingga kini terus ditanamkan ke keluarganya. Lulus dari Fakultas Hukum Unpatti Ambon 1992, Lewerissa mendapat beasiswa dari Pertamina untuk menempuh pendidikan di Law School of Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Usai menyelesaikan kontrak kerja, ia bekerja sebagai Legal Advisor bidang pertambangan, energi  dan sumber daya mineral di beberapa perusahaan internasional.

Lantas seperti apa pandangan dan pemikiran politik Lewerissa sebagai putra daerah Maluku seputar kondisi Maluku serta makna kemerdekaan yang tahun ini memasuki ke 67 tahun. Termasuk soal kesiapannya maju dalam pemilihan gubernur Maluku 2013 mendatang. Di tengah kesibukannya sebagai seorang corporate lawyer sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, ayah dari Patrick, Sara dan Hendry ini memaparkannya kepada Hayat Fakhrurrozi dari Garuda di rumahnya yang asri di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Bisa diceritakan aktivitas keseharian Anda?

Saat ini selain menjadi corporate lawyer di perusahaan Pak Prabowo, saya juga diberi tugas sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku. Tentu saja, setelah menyelesaikan pekerjaan di Jakarta saya lebih banyak di Maluku. Dengan posisi saya sebagai sebagai corporate lawyer-nya Pak Prabowo, saya harus bisa membagi waktu antara tugas dan pekerjaan. Disamping itu saya juga harus bisa berbagi waktu dengan keluarga. Jadi aktivitas saya tergantung kebutuhan, mana yang lebih memerlukan dan harus diselesaikan lebih dahulu.

Bagaimana awal keterlibatan Anda di partai politik?

Awalnya, pada tahun 2004 saya sudah terlibat di politik dengan bergabung di Partai Demokrat. Selain menjadi fungsionaris partai itu, saya pun ditugasi sebagai kordinator untuk wilayah Maluku. Bahkan hingga tahun 2009 saya masih di partai itu dan ikut maju sebagai calon legislatif dari dapil Maluku. Padahal seperti kita ketahui saat itu, Pak Prabowo sudah mendirikan Partai Gerindra.

Saat saya terjun di dunia parpol saya sudah bekerja di perusahaan Pak Prabowo, maka saat itu saya juga minta restu dari beliau dan beliau merestuinya. Bahkan pada saat Pemilu 2009, saya maju sebagai caleg Partai Demokrat, dengan kebesaran jiwa seorang Pak Prabowo, beliau mengijinkan, meski waktu itu saya masih tercatat sebagai corporate lawyer-nya tapi dan seperti kita ketahui saat itu Pak Prabowo pun sudah mendirikan Partai Gerindra. Tapi saya malah memilih aktif di partai politik yang berbeda. Saya berterima kasih sekali kepada beliau, dengan kebesaran jiwa kepemimpinannya, beliau menghormati putusan saya maju sebagai caleg dari partai lain.

Lantas kenapa akhirnya bergabung di Partai Gerindra?

Ketika saya gagal dalam pertarungan caleg, saya kemudian melakukan evaluasi atas kegagalan perjalanan karir politik saya, dimana saya kerja pada orang yang memiliki partai sementara saya menggunakan kendaraan parpol lain ini merupakan dilema. Akhirnya hasil perenungan itu saya harus mengundurkan diri dari partai itu. Awal tahun 2010 saya diberi kepercayaan oleh Pak Prabowo untuk duduk di jajaran anggota Dewan Pembina. Lantas tak lama kemudian, saya pun diminta untuk mengemban tugas sebagai ketua DPD Provinsi Maluku.

Apa yang membuat Anda memutuskan gabung ke Partai Gerindra?

Sebenarnya keputusan untuk bergabung ke Partai Gerindra adalah keputusan yang patut saya syukuri. Bayangkan kalau waktu itu saya masih ada di Demokrat atau saya terpilih sebagai anggota dewan dari Demokrat, tentu saja sulit bagi saya untuk menjelaskan kepada konstituen di daerah saya tentang citra dan kegagalan Demokrat serta posisi saya sebagai orang yang kerja pada orang nomor satu di Partai Gerindra. Tentu saja ini ada rencana Tuhan yang sangat indah pada kegagalan saya di partai itu dan bergabungnya diri saya ke Partai Gerindra.

Lantas apa yang Anda lakukan di Partai Gerindra?

Semua orang tahu Partai Gerindra menjadi harapan puluhan juga rakyat Indonesia yang merindukan tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Memang ini bukan tugas yang gampang, tapi ini misi yang mulia. Ada harapan puluhan juta rakyat Indonesia terhadap masa depan negeri ini menjadi adil dan sejahtera. Inilah yang kami jadikan sebagai mindset para politikus Gerindra, bahwa kita ini kader partai pejuang.

Oleh karena itu, dengan sekuat tenaga dan kemampuan saya beserta rekan-rekan pengurus terus melakukan konsolidasi internal di semua tingkatan. Kita tahu Maluku itu wilayahnya luas dan tersebar oleh lautan dengan kondisi geografis yang tidak mudah untuk ditaklukan. Pertengahan 2011 kami sudah bisa merampungkan konsolidasi dengan pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan dan kelurahan/desa di setiap kabupaten/kota. Sampai akhir tahun ini kita tengah merampungkan konsolidasi pengurus partai hingga tingkat ranting dan anak ranting.

Seperti apa Partai Gerindra di Maluku?

Memang, sejak kelahirannya pada tahun 2008 lalu mengikuti Pemilu 2009 baik legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres), Partai Gerindra Provinsi Maluku belum menjadi kekuatan politik yang signifikan. Namun demikian, Partai Gerindra mampu mendudukkan satu orang kadernya di DPRD Provinsi, dua orang di DPRD Kota Ambon, dan satu orang di DPRD Seram Barat, Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, Maluku Tenggara dan Maluku Barat Daya. Artinya, meski dari hasil Pemilu 2009 itu belum menjadikan Gerindra sebagai kekuatan politik yang signifikan, Gerindra Maluku tetap optimis bisa menghadapi Pemilu 2014 mendatang.

Jika demikian, berapa target Anda di Pemilu 2014 nanti?

Target kita adalah satu fraksi utuh di setiap kabupaten/kota dan provinsi serta satu kursi di DPR pusat. Tentu saja, target ini terus saya sosialisasikan kepada kader Gerindra. Pasalnya kalau belum bisa menjadi kekuatan politik yang signifikan, maka sulit untuk melakukan perubahan, tapi kalau menjadi fraksi utuh, maka Gerindra akan lebih efektif untuk melakukan pengawaasan, legislasi dan budgeting. Di situlah apa yang menjadi manivesto Partai Gerindra bisa diperjuangkan dengan maksimal.

Dan lebih ideal lagi kalau para kader Gerindra sudah bisa tampil menjadi pemimpin-pemimpin daerah, apakah sebagai bupati/walikota atau gubernur, sehingga bisa mewujudkan manivesto perjuangan untuk rakyat. Semua sudah saya sampaikan kepada pengurus partai supaya kita punya visi dan misi yang sama dalam berjuang mewujudkan masyarakat adil makmur dan sejahtera. Selain target di lembaga legislatif, kita juga bertekad untuk memenangkan Pak Prabowo sebagai presiden. Target ini bisa realistis bila kita mau kerja keras dan konsolidasi yang baik. Saya pun terus mendorong, memompa semangat semua elemen yang tergabung di Gerindra Maluku, karena itulah yang menjadi prioritas kami.

Bagaimana dengan rencana pilkada Maluku, apa yang dilakukan Gerindra?

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Provinsi Maluku memang akan segera digelar 2013 nanti. Saya sebagai kader Gerindra Maluku diminta untuk ikut dalam pesta demokrasi tersebut. Melihat realitas yang ada, maka DPD Gerindra Maluku memutuskan untuk mengambil posisi kursi wakil gubernur rencananya akan berpasangan dengan Abdullah Tuasikal mantan Bupati Maluku Tengah. Komunikasi politik dengan beberapa partai politik sudah kami lakukan. Termasuk dukungan dan restu dari pusat serta Ketua Dewan Pembina sudah didapat. Mudah-mudahan ini langkah awal untuk mewujudkan masyarakat adil makmur dan sejahtera di bumi Maluku.

Seperti apa animo masyarakat Maluku terhadap Partai Gerindra?

Saat ini saya yakin, setelah berbicara dengan segenap elemen masyarakat Maluku mulai dari pejabat, wiraswasta, civitas akademik, hingga tukang ojek, rupanya animo masyarakat terhadap Gerindra sangat besar. tentu saja, animo yang besar ini harus kita kelola sehingga menjadi produktif. Di Gerindra saat ini luar biasa, kecintaan rakyat terhadap Prabowo begitu besar. Apalagi lembaga survei apapun sudah menempatkan Prabowo sebagai orang yang disukai. Di Maluku sendiri sangat tinggi. Kami yakin kalau diadakan survei di Maluku saja, maka elektabilitas dan popularitas beliau sangat tinggi. Tentu ini akan berimbas besar pada Gerindra sebagai kendaraan politik Pak Prabowo.

Maluku sebagai daerah konflik, bagaimana Gerindra menyikapinya?

Memang diakui Maluku sejak tahun 1999-2002 terjadi konflik horizontal itu membuat catatan kelam kehidupan masyarakat Maluku. Tentu saja ini mendestruksi harmonisasi masyarakat Maluku yang begitu terkenal sejak ribuan tahun silam. Kita sebagai partai tidak dalam posisi sebagai analis, kita pun tidak mau terjebak dalam diskusi tersebut, tapi kita mengakui itu adalah catatan kelam agar tidak terjadi lagi.

Sebagai parpol, Gerindra memiliki fungsi dan peran sebagaimana parpol yang lainnya. Salah satunya adalah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Sebagai partai nasionalis, merah putih, NKRI, Pancasila dan UUD 1945 itu menjadi komitmen nasional yang tidak bisa ditawar-tawar dan harus dijaga turun temurun dari generasi ke generasi. Partai Gerindra juga mengharapkan agar pemerintah agar mampu untuk melindungi masyarakat di seluruh Indonesia, sehingga apa yang terjadi di Maluku tidak terjadi di wilayah lain.

Bagaimana kondisi Maluku saat ini?

Masyarakat saat ini banyak berharap banyak pada Gerindra dan sosok Prabowo sebagai pemimpin, karena masyarakat juga ingin keluar dari kondisi, dimana negara selama ini lalai, aparatnya lemah dalam melindungi rakyatnya. Orang merasa sudah gelisah dengan keadaan-keadaan ini, syukur di Maluku saat ini sudah sangat kondusif, harmonis, dan ini harus terus dipelihara. Promosi kedamaian itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi segenap elemen negara, termasuk Gerindra sebagai parpol.

Apa komentar Anda tentang kondisi kepemimpinan nasional saat ini?

Ya, kami tidak bisa men-generalisir bahwa kehidupan di negeri ini buruk, itu suatu sikap yang tidak baik. Tapi memang masih ada banyak sekali hal yang harus diperbaiki. Karena selama ini masih ada kelompok-kelompok di masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan yang sewenang-wenang atas kelompok masyarakat lain.  Dimana lebih sering pada akhirnya tidak diproses secara hukum dengan baik. Kita sebagai negara yang memiliki konstitusi tapi tidak menjalankannya, kalau negara kita negara hukum maka dalam berbangsa, bernegara harus menegakkan hukum pada setiap tindakan yang melanggar hukum.

Jika memang demikian, tentu ada yang salah?

Ya, yang salah ini adalah soal penegakan hukum. Kita belum bisa menjadikan hukum sebagai panglima, karena masih ada tarik menarik kepentingan antara hukum dan politik. Jangan lupa hukum itu juga punya fungsi rekayasa untuk ketertiban sosial. Jadi kalau hukum bisa dijadikan sebagai sarana rekayasa sosial dan disalahgunakan maka amburadul jadinya? Bisa jadi siapa yang kuat menjadi penguasa. Banyak contoh di negeri ini, pencuri sandal jepit dihukum sementara pelanggar hukum berat banyak yang berkeliaran bebas. Inikan sangat paradoks dan harus dilawan oleh Gerindra.

Maka jika Gerindra berkuasa nanti, akan ada banyak perubahan yang diinginkan masyarakat. Memang kita juga meyakini bahwa pembangunan itu harus berkelanjutan, kita juga tidak bisa menyelesaikan segala permasalahan negara dan bangsa ini dalam waktu sekejap dan instan, tapi harus berkelanjutan.

Bicara soal negara, tahun ini Indonesia sudah 67 tahun merdeka, komentar Anda?

Memang, kita sudah 67 tahun merdeka, sudah harus menjadi renungan bagi setiap anak bangsa, sebagai bangsa apakah kita sudah menjadi negara yang mandiri, dihormati, makmur, maju, sejahtera, mempunyai peradaban modern? Inikan menjadi problem kita semua. Kalau pertanyaan itu diajukan pada setiap elemen bangsa, jawabannya kita belum melalui itu sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Nah, pilihannya sekarang ada pada diri kita, apakah kita akan berdiri pasif, atau pro aktif untuk menuju perubahan yang lebih baik sehingga bisa diwujudkan sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Partai Gerindra justeru lahir karena keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik. Sebagai suatu kekuatan alternatif yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Selain itu, Gerindra juga lahir di tengah kegelisahan masyarakat yang terus begini. Negara ini dengan kelimpahan kekayaan yang ada di bumi dan laut serta isinya harus menjadi lebih sejahtera lagi. Tapi kenyataannya? Dibanding dengan negara lain yang buminya tidak memiliki kekayaan tapi lebih sejahtera, masa kita tidak bisa. Oleh karena itulah yang mendorong Partai Gerindra sebagai partai pejuang untuk mewujudkan hal itu.

Kalau menurut Anda, politik itu apa?

Itu juga menjadi pertanyaan banyak teman-teman saya, sebagai seorang pengacara kenapa mau terjun ke politik. Saya melihat politik itu sebagai suatu wadah untuk bisa kita berjuang, memperjuangkan kehidupan orang lain, bangsa dan negara. Sebab saya tidak punya obsesi untuk menjadi bagian dari rezim yang berkuasa untuk kekuasaan itu, tapi lebih pada untuk memperoleh kesempatan. Karena sekali lagi, politik itu sebagai wadah perjuangan untuk mengambil kesempatan melayani kepentingan publik.

Apa pesan Anda kepada kader Gerindra di Maluku?

Saudara-saudara sudah menentukan keputusan yang tepat dengan bergabung ke Gerindra. Karena partai yang memiliki misi mulia untuk mengantarkan ke perubahan yang lebih baik. Untuk itu tetap semangat dalam berjuang dan memperjuangkan puluhan juta bahkan ratusan rakyat Indonesia untuk menuju perubahan. [G]

HENDRIK IZAAC LEWERISSA, SH., LLM

Tempat dan Tanggal Lahir:

Ambon, 2 Maret 1968

Jabatan:

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Maluku.

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s