Kader Gerindra Berlaga di Pemilukada

Partai Gerindra harus menjadi partai yang memberi harapan dan solusi, serta masa depan yang lebih baik kepada rakyat. Gerindra harus bersih, karena rakyat menuntut pemerintahan yang bersih. “Saya yakin rakyat Indonesia siap berkorban dan rela menderita asal pemimpin yang mereka yakini bersih dan membela kepentingan rakyat,” tegas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto  ketika menemui para kader terbaiknya yang maju dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di berbagai daerah.

ps2Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Propinsi Sulawesi Selatan, Andi Rudiyanto Asapa berpasangan dengan Andi Nawir Pasinringi yang akan berlaga pada 22 Januari 2012 mendatang. “Kita tawarkan program kita, termasuk sikap untuk menawarkan pemerintahan bersih. Karena hanya dengan pemerintah bersih, pembangunan akan sampai ke rakyat,” kata Prabowo usai bertemu pasangan nomor urut 3 ini.

Menurut Prabowo, dalam proses demokrasi, pemimpin merakyat harus turun ke masyarakat. Pasalnya, lewat cara itulah para kandidat menawarkan visi dan program yang akan dijalankan. “Dan akhirnya rakyat yang akan memilih. Dua figur yang diusung di Sulsel ini adalah patriot dan putra terbaik untuk memimpin Sulsel jauh lebih baik ke depan,” ujarnya.

Sebagai kandidat, pasangan Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasinringi yang mengusung tagline Garuda-Na (Gerak Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir) berjanji program yang ditawarkan bukan sekadar janji atau pemanis visi misi, tapi bisa dibuktikan. Program-program strategis yang tak lepas dari 8 aksi program Partai Gerindra diusung sebagai sebuah gerakan perubahan untuk Sulsel yang lebih baik sebagai propinsi yang terdepan, mandiri dan mapan (tampan).

Andi Rudiyanto Asapa –yang akrab disapa Rudi, menegaskan Sulsel sebagai pusara kawasan Indonesia bagian timur harus tampil terdepan. Garuda-Na bertekad menjadikan Sulsel sebagai tiga propinsi terbaik dalam kualitas hidup dan ketersediaan infrastruktur di Indonesia. Sebagai bagian dari peradaban masyarakat dunia, mau tidak mau, kualitas hidup masyarakat Sulsel diukur dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan indikator Millenium Development Goal (MDGs). Sementara ketersediaan infrastruktur diukur dari pencapaian pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang dapat mendorong dan mengembangkan ekonomi daerah.

Kemudian Sulsel sebagai propinsi juga harus dapat mendorong masyarakatnya untuk mandiri atau tidak bergantung kepada pihak lain. “Kemandirian yang dimaksud adalah kemandirian pangan, kemandirian energi, serta kemandirian dalam mengelola potensi lokal Sulawesi Selatan untuk meningkatkan pendapatan,” tegasnya bupati Sinjai dua periode ini.

Sulawesi Selatan, lanjut Rudi, dapat menjadi propinsi yang maju dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi pendapatan perkapita yang berada di atas rata-rata nasional. Semua itu dihasilkan dari pengelolaan potensi unggulan daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pengembangan usaha. “Sehingga dengan sendirinya Sulsel tampil sebagai propinsi yang mapan secara ekonomi,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Andi Nawir Pasinringi yang menjadi pasangan Rudi menegaskan bahwa ia dan Rudi akan bekerja keras untuk menjadikan Sulsel sebagai propinsi tiga terbaik dalam kualitas hidup dan ketersedian infrastruktur di Indonesia. Nawir pun mengingatkan bahwa bersama Rudiyanto, dirinya akan mendorong Sulsel menjadi propinsi yang maju dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi pendapatan perkapita yang berada di atas rata-rata nasional dihasilkan dari pengelolaan potensi unggulan daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pengembangan wirausaha.

“Garuda-Na tidak hanya memberikan janji belaka, tapi jika pasangan ini terpilih, maka program yang dinantikan masyarakat akan diwujudkan langsung, termasuk pembenahan dan pembagunan infrastrukturnya,” papar Nawir, mantan bupati Pinrang dua periode ini. “Silakan menilai kami selama jadi bupati. Apa yang telah kami berikan untuk rakyat yang kami pimpin. Garuda-Na siap membangun Sulsel,” imbuhnya.

Tentu saja, untuk mewujudkan Sulsel sebagai propinsi yang ‘tampan’ Rudi menawarkan misi dari program tampan yakni meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kehidupan keagamaan. Misi berikutnya meningkatkan pemerataan ketersediaan infrastruktur, mewujudkan Sulsel sebagai propinsi mandiri pangan, mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan energi, termasuk kualitas produksi dan akses pemasaran potensi unggulan daerah. Dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan dan mendorong semangat kewirausahaan serta meningkatkan manajemen dan tata kelola pemerintahan yang bersih. “Semua misi itu merupakan sebagai upaya pemenuhan hak dasar hidup masyarakat,” tegasnya.

Menurut Rudi, pihaknya telah menyiapkan sederet strategi dalam mewujudkan Sulsel sebagai propinsi tampan. Diantaranya memastikan terciptanya pola hubungan yang adil dan bermartabat serta harmonis antara pemerintahan propinsi dan pemerintahan kabupaten/kota dengan penekanan utama pada terpenuhinya kebutuhan kabupaten/kota atas fasilitas, koordinasi, sinkronisasi antar pemerintah kabupaten/kota. Untuk itu harus ada strategi yang memastikan keberpihakan anggaran terhadap upaya pemerataan pembangunan dan pemenuhan hak dasar masyarakat di kabupaten/kota.

Program Strategis

Dalam tataran teknis, bila terpilih nanti setidaknya Rudi menyiapkan 23 program strategis dan tepat sasaran. Pasalnya tidak hanya sekadar ekonomis namun memang dibutuhkan masyarakat Sulsel seperti sekolah bermutu dan bebas biaya dari tingkat SD hingga SLTA baik negeri maupun swasta.  Guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Rudi pun bakal menggelontorkan 2000 Beasiswa Pendidikan Guru Andalan ke Strata 2 (Bidik Gatra 2).

Rudi pun menekankan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penggratisan secara menyeluruh. Pasalnya, selama ini penggratisan biaya kesehatan yang dilakukan pemerintah propinsi masih banyak yang harus dibenahi. “Gratis itu tidak boleh sembarang gratis. Masyarakat harus terlayani secara manusiawi. Jangan sampai gara-gara gratis, pelayanan jadi seadanya,” tandasnya.

Lebih lanjut Rudi mencontohkan pelayanan kesehatan di propinsi yang selama ini baru bisa menjamin pasien di kamar kelas 3. “Di Sinjai yang kami lakukan, setiap pasien gratis masuk kelas 2 dan semua diperlakukan setara. Ini yang akan Garuda-Na lakukan di tingkat propinsi,” tegas pelopor kesehatan gratis di Sulsel bahkan Indonesia ini.

Di samping itu, menurut Rudi, penggratisan biaya kesehatan harus secara paripurna. “Artinya semua wilayah gratis. Orang Luwu yang sakit di Makassar harus bisa berobat gratis di Makassar. Jadi dia tidak perlu kembali ke Luwu,” ujarnya.

Dengan demikian, jika biaya kesehatan semuanya ditanggung propinsi, maka lanjut Rudi, pemerintah kabupaten/kota bisa memanfaatkan anggarannya membangun infrastruktur seperti perbaikan rumah sakit.  ”Kita bisa mandiri, ini cuma masalah kemauan pemimpin saja yang belum ada,” tegas bupati yang sukses menjalankan program tiga pilar yakni agama, pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Sinjai.

Menurutnya, jika hal ini dilakukan nanti, maka tidak perlu lagi ada alasan rumah sakit menolak pasien. Karena semuanya ditanggung propinsi, sehingga tak perlu bawa kartu apapun. “Cukup buktikan Anda warga Sulawesi Selatan dengan menunjukkan KTP. Itu sudah wajib dilayani dimanapun. Karena yang namanya pelayanan dasar harus mudah dan cepat. Orang sakit jangan lagi dibuat susah. Bisa meninggal di jalan,” jelasnya.

Keterbatasan tenaga medis di daerah pedesaan dan pinggiran juga menjadi perhatian serius Garuda-Na. Untuk itu, Rudi mencanangkan program satu dokter satu desa. Sehingga beban masyarakat dalam jarak semakin berkurang. ”Dokter yang harus datang ke desa,” tegas suami dari dr Felicitas Tallulembang ini.

Rudi kembali menegaskan pendidikan dan kesehatan gratis harus benar-benar dilaksanakan secara penuh. “Pemerintah harus jamin dua hal itu gratis benar-benar gratis. Tidak ada satu rupiah pun yang harus dikeluarkan,” tegas Rudi.

Di sektor pertanian, Garuda-Na menawarkan program Saribattang (sejuta irigasi bangkitkan pertanian tangguh), bantuan 23 ribu hand tracktor untuk petani, serta penyediaan bibit dan pupuk yang tepat waktu, tepat sasaran dan terjangkau. Garuda-Na juga mencanangkan Bangga-Berternak (pembangunan dan pengembangan peternakan berbasis teknologi peternakan). Tidak hanya itu, Rudi pun bakal menciptakan Sawerigading (Seratus Ribu Wirausahawan Enerjik, Mandiri, Tangguh dan Berdaya saing).

Rudi pun berjanji akan memberi prioritas dan porsi pembangunan yang besar bagi petani dan nelayan. Jumlah masyarakat Sulsel dari kalangan petani dan nelayan yang berkisar 80 persen, menjadi alasan Garuda-Na untuk lebih memprioritaskan petani dan nelayan. Terlebih profesi petani dan nelayan masih dilihat sebagai rakyat miskin. Padahal itu hanya karena kurang perhatian. “Bukan karena jumlah mereka yang besar tadi saja. Tapi juga jika pertanian gagal, harga akan melambung tinggi. Jika harga tinggi tak hanya petani yang tak bisa makan. Kita semua bisa tergolong miskin,” jelasnya.

Rudi melihat selama ini pemerintah salah kaprah dalam melihat kemiskinan. Menurutnya, mustahil memberantas kemiskinan, jika yang diperhatikan itu kepentingan yang lain, bukan kepentingan masyarakat miskin. “Kemiskinan terlalu dilihat sebagai angka-angka.  Makanya angkanya semakin kecil, pemerintah menganggap sudah berhasil. Padahal rakyat miskin bukan angka, di lapangan kemiskinan tidak berkurang secara merata, justru banyak yang semakin miskin,” tandasnya

Lewat program mandiri pangan, Rudi berjanji akan mengembalikan citra Sulsel sebagai propinsi lumbung pangan. Pasalnya, selama ini Sulsel diklaim sebagai daerah penghasil beras, tapi ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat tidak merata. “Masih banyak masyarakat Sulsel yang sulit memenuhi kebutuhan pangannya,” ucap Rudi.

Menurutnya, untuk menjadikan Sulsel mandiri pangan, sektor pembangunan pertanian memang harus menjadi prioritas pemerintah. Begitu juga perikanan, perkebunan, maupun sektor industri rumah tangga. Program pembangunan ekonomi harus berkesinambungan. Karena mandiri pangan tidak hanya bertumpu pada pertanian tapi juga sektor ekonomi lainnya.

Rudi pun bakal melanjutkan program yang pernah sukses dijalankan di Kabupaten Sinjai yakni pemberian insentif bagi petugas pelayanan rumah ibadah. Pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkualitas juga menjadi prioritas khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Di samping itu untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, Rudi pun bakal menggulirkan program Realebbiri (Reformasi untuk Aparatur yang Lebih Baik dan Bebas dari Korupsi). Sementara untuk pembinaan wilayah, pihaknya akan menerapkan program Sipakatau-Sipakalebbi (Koordinasi pembinaan kabupaten dan kota untuk sistim pemenuhan kebutuhan daerah yang lebih baik).

Dalam hal ini, Rudi mencontohkan keberadaan Kota Parepare yang menjadi satu-satunya daerah yang memiliki pelabuhan ekspor dan impor selain Makassar. Namun selama ini kurang dimaksimalkan pemprov Sulsel. Mestinya, daerah ini sudah menjadi kota ekonomi di Sulsel setelah Makassar. “Kejayaan Parepare harus dikembalikan sebagai kota ekonomi setelah Makassar,” ujar Rudi saat menemui masyarakat Pare-Pare akhir bulan lalu.

Menurutnya, kota ini sudah seharusnya dijadikan kawasan pengembangan ekonomi terpadu. Ini bisa dilakukan kalau pemprov memberi motivasi dan dukungan ke daerah ini. Dengan menjadikan Pare-Pare sebagai kota ekonomi, barang ekspor tidak perlu lagi dibawa ke Makassar tapi cukup dikemas dengan baik di kota berjuluk Bandar Madani ini.

Untuk mengawal program tersebut, Rudi-Nawir sepakat menerapkan empat nilai pemerintahan, diantaranya getting (tegas), lempu-lambusu (jujur), ada tongeng/kana tojeng (berkata benar) dan temmapasilaingeng (adil dan tak berpihak). Keempat nilai tersebut bukan tanpa dasar yang kuat. Pasalnya, Garuda-Na melihat, nilai-nilai itu kurang bahkan terkesan diabaikan dalam pemerintahan saat ini. Padahal, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan, dibutuhkan empat nilai tersebut. “Kita bisa melihat saat ini masih ada kesan monopoli di dalam pemerintahan karena ada keberpihakan pemimpin pada kelompok tertentu. Di sinilah perlunya ada ketegasan seorang gubernur sehingga ada perlakuan sama terhadap mayarakat Sulsel,” kata Rudi.

Derasnya dukungan

Angin dukungan masyarakat Sulsel terhadap pasangan yang berjanji akan mengubah Sulsel menjadi propinsi ‘tampan’ di mata rakyat Indonesia ini terus mengalir. Sebanyak 25 ribu warga miskin yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Komite Perjuangan Rakyat Miskin Makassar (KPRM) menyatakan  siap memenangkan Garuda-Na, 22 Januari mendatang.

“Kami melihat Rudi-Nawir merupakan sosok figur yang sudah teruji dalam hal membela kepentingan sosial rakyat dibandingkan dengan pasangan calon lainnya yang lebih mengutamakan kepentingan bisnis,” ujar Koordinator JRMK, M Nawir.

Sementara anggota Komisi II DPR-RI, Mestariyani Habie, menilai banyaknya dukungan dari kalangan yang ada di Sulsel tidak lepas dari latar belakang Bupati Sinjai dua periode itu tidak hanya sekadar sebagai ahli hukum handal. Tapi masyarakat Sulsel sudah bisa menilai sendiri ‘cap’ yang menempel pada masing-masing calon. Apa yang dilakukan Garuda-Na tidak hanya mengedepankan kepentingan kemenangan politik semata, namun bagaimana bisa menjadi energi positif dan pembelajaran bagi masyarakat Sulsel.

“Program yang ditawarkan sangat menyentuh apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Sulsel saat ini. Program Garuda-Na sejalan dengan problematika masyarakat, khususnya kalangan pekerja pabrik, petani, nelayan, pedagang, dan tokoh adat yang sering terabaikan hak-hak hukumnya. Rudi bisa memberikan jawaban konkrit dengan pelayanan konsultasi hukum secara gratis. Tak heran bila masyarakat menaruh harapan yang besar pada pasangan ini,” ujar anggota Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Sulsel 1 ini. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Desember 2012

Advertisements

One thought on “Kader Gerindra Berlaga di Pemilukada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s