S. Andyka : Suara Rakyatlah yang Menentukan

Semangat dan keinginannya berdiri di garda terdepan kian menyala. Terlebih ketika perahu politiknya berhasil mampu selangkah lebih maju. Meski raihan kesuksesan itu baginya bukan untuk berbangga diri, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan program nyata yang berpihak pada rakyat.

andikaSetidaknya, itulah orientasi politisi muda, S Andyka sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jakarta Utara setelah berhasil mendulang raihan suara terbanyak untuk pasangan Joko Widodo – Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) DKI Jakarta yang lalu. Tak tanggung-tanggung, bersama tim relawannya berhasil menyumbangkan 59 persen suara –yang merupakan raihan suara tertinggi di lima wilayah kecuali Kepulauan Seribu.

“Saya melihat sisi positif dari keberhasilan ini, jangan kan bicara lingkup DKI Jakarta, secara nasional juga sangat mempengaruhi bahwa ternyata suara rakyatlah yang menentukan. Dengan raihan ini harus ada perubahan yang signifikan,” ujar pria kelahiran Ujungpandang, 16 Agustus 1970 ini.

Tentu saja, keberhasilannya Partai Gerindra mengantarkan Jokowi-Ahok memberi pelajaran tersendiri, sekaligus tamparan bagi para politikus, termasuk dirinya bahwa figur pemimpin itu harus mampu terjun langsung, berinteraksi, mendengar apa yang diinginkan masyarakat. Tidak hanya itu, politisi juga bukan saja mau mendengar, menampung aspirasi tapi memberikan jalan keluar terbaik.

Selain itu, sebagai pimpinan partai di Jakarta Utara, Andyka mengakui bukanlah perkara mudah untuk bisa mempertahkan perolehan ini. Dibutuhkan kerja keras dari seluruh pengurus, simpatisan bahkan harus ditingkatkan. Pasalnya muara dari perjuangan ini bagaimana kita bisa mengantarkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi presiden. Untuk itu, bersama seluruh jajaran pengurus, Andyka bertekad untuk terus melakukan konsolidasi, kordinasi, kaderisasi, komunikasi yang baik dengan masyarakat dan memberi contoh yang baik kepada publik. Sehingga masyarakat berkesimpulan bahwa partai Gerindra menjadi satu-satunya parpol pilihan mereka yang dapat dijadikan kendaraan untuk bisa menyampaikan aspirasi mereka. “Tapi sekali lagi ini bukan perkara mudah, karena lagi-lagi suara rakyatlah yang menentukan,” tandas anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta ini mengingatkan.

Andyka sendiri bukanlah orang yang baru kemarin bergelut di panggung politik. Aktivis sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini sangat mengenal dan memahami perilaku masyarakat dalam berdemokrasi melalui partai politik. Jadi, sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra di Jakarta Utara kerap menekankan kepada para pengurus, kader dan simpatisan bahwa ada atau tidak ada pemilukada, harus tetap berada di jalur yang sudah digariskan pimpinan. Pasalnya, apabila sudah menjadi pengurus, kader Gerindra, maka apapun yang dilakukan, masyarakat akan mengaitkannya dengan partai baik positif maupun negatif.

“Jadi bukan sekadar pada saat menggunakan uniform saja, tapi pada saat tidak menggunakan juga warga akan melihat bahwa yang bersangkutan itu Gerindra,” tegas Anggota Dewan .

Keterlibatannya di partai berlambang kepala burung Garuda ini bukan karena kebetulan atau sekadar ikut-ikutan belaka. Walaupun berlatarbekalang sebagai pengusaha, namun sepak terjangnya di beberapa LSM yang didirikan menjadikan bekal tersendiri dalam menghadapi dan berinteraksi dengan masyarakat. Ketika diajak untuk berkecimpung di Gerindra, setelah beberapa waktu vakum dari dunia perpolitikan, Andyka langsung tertuju pada sosok Prabowo Subianto. “Yang pertama kali saya lihat adalah figur Pak Prabowo,” ujarnya mengenang.

 Setelah bergabung, Andyka mengakui apa yang ada di dalamnya, baik orang per orang, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), programnya langsung bersentuhan dengan rakyat. Kemudian pada Pemilu 2009 yang lalu, Andyka pun diminta untuk maju sebagai calon legislatif untuk dapil Jakarta Utara. “Dengan dibantu teman-teman saya pun maju, persoalan jadi atau tidak itu nomor sekian, yang terpenting idola saya, Prabowo menjadi presiden,” kata Andyka yang bisa melenggang ke gedung DPRD DKI setelah berhasil mengumpulkan suara terbanyak di Jakarta Utara sekitar 5000 suara itu.

Saat ini, selain sebagai sekretaris Fraksi Gerindra dan duduk di Komisi C, Andyka juga dipercaya sebagai anggota Badan Legislasi (Baleg) DPRD DKI Jakarta. Tentu saja, disamping bertugas mengembangkan partai di wilayah Jakarta Utara, Andyka juga harus mengawal dan mengkritisi kinerja gubernur dan wakil gurbenur yang pada pemilukada kemarin diusungnya bersama PDIP. Sebagai partai pengusung, tentu akan mendapat implikasi langsung, ketika kinerja dari gubernur dan wakil terpilih tersebut tidak pro rakyat. Meski memang publik Jakarta pun harus paham bahwa Jokowi-Ahok saat ini bukan lagi gubernurnya Gerindra dan PDIP, melainkan gubernurnya semua masyarakat Jakarta. “Namun, implikasinya sebagai parpol sangat besar,” ujarnya sembari mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengkritisi gubernur apabila tidak berpihak pada rakyat. [g]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Oktober 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s