Gerindra Menjawab Tantangan

“Kita belum utuh menjadi seorang manusia, sebelum menjadi bagian dari perjuangan yang lebih besar dari diri kita sendiri.” Pesan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dalam surat terbuka sebagaimana yang dipublikasikan lewat akun pribadi jejaring sosial, facebook beberapa waktu lalu.

prabowo-130712cMenurut Prabowo, politik adalah upaya memperbaiki kehidupan suatu masyarakat. Kehidupan suatu rakyat. Jadi, kalau ingin memperbaiki kehidupan rakyat. Kalau ingin memperbaiki kehidupan sekitar kita sendiri, anak kita, cucu kita, mau tidak mau harus berpolitik. “Berpolitik itu berarti harus berpihak, harus memilih, harus berjuang,” tulisnya dalam surat terbuka sebagaimana yang dipublikasikan lewat akun pribadi jejaring sosial, facebook beberapa waktu lalu.

Kehadiran Gerindra di kancah perpolitikan Indonesia harus menjadi kekuatan politik yang memimpin transformasi. Gerindra hadir untuk memimpin pembaharuan bangsa. Gerindra didirikan untuk mengamankan dan menyelamatkan sumber-sumber ekonomi dan kekayaan bangsa Indonesia, sehingga kekayaan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia –tidak hanya segelintir orang saja.

“Jangan harap Indonesia bisa sejahtera, jika bukan kita sendiri yang menyelamatkan kekayaan kita sendiri dan mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan. Bersatulah bersama saya. Berjuanglah bersama saya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita yang memimpin perubahan dan transformasi bangsa, siapa lagi?” tegas putera Begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo itu.

Dalam berbagai survei dan jajak pendapat terkini, membuktikan Gerindra sudah konsisten berada di posisi tiga besar partai politik di Indonesia. Bahkan tingkat keterpilihan Gerindra sudah berada di posisi dua dan bahkan teratas, bersamaan dengan partai-partai lama dan partai besar lainnya. Tidak hanya itu dalam survei terakhir yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP), Partai Gerindra dinilai sebagai partai yang paling transparan dan kooperatif untuk proses assessment dan audiensi serta bersedia mengikuti proses penilaian dalam survei dengan score 3,74.

Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan penilaian ini membuktikan bahwa Gerindra konsisten menjaga prinsip transparansi dalam menjalankan amanah rakyat. Pasalnya, lanjut Fadli, transparansi adalah salah satu cara mencegah korupsi. Transparansi merupakan faktor penting untuk membentuk parpol modern yang sehat dan kuat.

“Di tengah sikap skeptis publik terhadap parpol, semoga hasil survei ini bisa menunjukkan pada publik bahwa masih ada sejumlah parpol yang transparan dalam hal keuangan. Partai Gerindra mencoba terus konsisten walaupun tak selalu mudah. Meskipun belum sempurna, kami mencoba tetap transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, Fadli juga menegaskan bahwa Gerindra tetap konsisten melarang perwakilannya di Senayan ikut melakukan studi banding ke luar negeri. Selain merupakan pemborosan, apa yang dilakukan DPR itu telah menghina intelektualitas orang Indonesia. Setidaknya, tahun ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengucurkan lebih dari Rp 21 triliun untuk perjalanan dinas anggota DPR. “Partai Gerindra sejak awal telah melarang seluruh kadernya di DPR untuk melakukan studi banding ke luar negeri. Kami lakukan moratorium studi banding hingga 2014. Bukan karena anti belajar ke negara lain, namun caranya yang menghamburkan uang rakyat,” ujarnya.

Dalam surat terbuka yang dipublis jejaring sosial facebook, Prabowo menegaskan untuk bisa menjadi gerbong pembaharuan, Gerindra tetap harus berada di dalam rel yang benar yakni demokrasi. Menurutnya, demokrasi adalah suatu sistim politik dimana mereka yang bersedia untuk berkuasa, harus meminta mandat dari rakyat. Mandat ini diberikan oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Proses ini sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai bangsa. Meski, disadari bahwa demokrasi di negeri ini masih penuh dengan kekurangan.

“Sebuah demokrasi yang matang, demokrasi yang sebenar-benarnya demokrasi, menuntut bahwa proses pemilihan harus benar-benar bersih, transparan, dilaksanakan dengan jujur, dengan adil, tanpa kecurangan,” tulis mantan Danjen Kopassus itu.

Menurutnya, disinilah letak ujian yang paling menentukan dari proses demokrasi itu. Kalau proses pemilihannya penuh kecurangan, tidak transparan, maka demokrasi itu berarti demokrasi yang cacat. Apapun alasannya, pemilihan yang dilaksanakan dengan kecurangan adalah pemilihan yang cacat. Oleh karena itu Prabowo mengingatkan, sudah menjadi sebuah keharusan untuk memastikan seluruh proses pemilihan dari tahap persiapan sampai tahap akhir harus benar-benar bersih, jujur, transparan, adil, tanpa kecurangan.

Sebagai contoh mendasar, salah satu proses yang paling menentukan adalah penyusunan daftar pemilih. Daftar pemilih menentukan, siapa saja yang memiliki hak untuk memilih, hak untuk berpartisipasi dalam demokrasi. Sejatinya segenap elemen bangsa ini menyadari, bahwa di negara ini terdapat tanda tanya besar akan proses penyusunan daftar pemilih tetap yang penuh dengan rekayasa dan kecurangan. Jika hal itu terus terjadi maka masa depan demokrasi itu sendiri bisa terancam. Bahkan, stabilitas, ketenangan, dan kedamaian suatu negara bisa terancam.

“Kalau proses pemilu dilaksanakan dengan curang, berarti kekuasaan yang dilahirkan dari pemilihan itu, mandat yang dilahirkan adalah tidak sah, tidak memiliki legitimasi. Cepat atau lambat, rakyat bisa tidak patuh pada pemerintah tersebut, dan dengan demikian, negara mengarah ke negara gagal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan, bangsa Indonesia di ambang menjadi republik dagelan. Republik pseudo-demokrasi. Republik yang dikuasai oleh mafia, maling-maling yang hanya memikirkan bagaimana merampok kekayaan negara terus menerus tanpa memikirkan akibatnya kepada masa depan rakyat kebanyakan. Apa yang diperbuat hari ini, saat ini, akan dapat mempengaruhi masa depan bangsa, anak-anak dan cucu-cucu kita. “Marilah kita mencontoh founding fathers kita, para pendiri bangsa kita, yang selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi. Kepentingan rakyat dari kepentingan kelompok atau golongan,” imbaunya.

Untuk mewujudkan demokrasi yang sebenarnya, harus ada pendidikan politik ke rakyat yang besar dan banyak. Dengan pendidikan politik, sebagai partai politik, maka harus bisa menyentuh semua yang pemahaman politiknya masih sangat sederhana dan sangat terbatas. Partai politik sebagai salah satu instrumen politik harus berani terjun ke rakyat. Terjun ke rakyat di akar rumput yang paling dasar, mendidik rakyat, membuka kesadaran rakyat, mengajarkan hak-hak rakyat, menghimpun rakyat dan meyakinkan rakyat untuk memilih satu kekuatan yang harus memimpin perubahan dan transformasi.

Menurut Prabowo, Gerindra harus menjadi kekuatan tersebut. Gerindra harus menjadi kekuatan yang memimpin transformasi bangsa Indonesia. Gerindra harus massif, harus kuat, harus memimpin gelombang kekuatan rakyat. Gelombang people’s power. “Gerindra-lah yang harus memimpin gelombang tersebut sehingga tidak bisa dibendung oleh kecurangan. Tidak bisa dibendung oleh kekuatan korup, pancilok-pancilok yang selalu menipu rakyat. Tanpa kekuatan yang besar, tidak mungkin kebenaran menang di bangsa Indonesia,” tegasnya.

***

Tak dipungkiri memang, dalam kurun waktu yang relatif singkat, Gerindra mampu tampil terdepan. Tidak hanya itu, sekarang rakyat Indonesia tahu Gerindra sebagai kekuatan politik baru. Kekuatan politik yang tidak ragu-ragu, yang pertama dan bahkan mungkin satu-satunya yang berani mengatakan sistim ekonomi neoliberal itu keliru.

Prabowo Subianto, menegaskan jauh sebelum terjadi resesi ekonomi di Amerika Serikat bulan Oktober 2008, Gerindra sudah berkali-kali mengingatkan, bahwa sistim ekonomi neoliberal dan kapitalisme tidak terkendali (unregulated, laissez-faire capitalism) tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak. “Ternyata sekarang rakyat di Amerika Serikat dan di Eropa Barat sadar akan hal tersebut,” tegas calon presiden ini.

Saat ini demokrasi bangsa Indonesia sedang dibajak dan sedang dirusak oleh iklim kleptokrasi, oleh berkuasanya maling-maling sebagai pejabat negara. Ini adalah kondisi nyata yang dapat rasakan bersama. Indonesia sebagai negara terbesar keempat dalam jumlah penduduk, ke 16 dalam besaran ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi 6,5 persen. Memang, semua itu angka-angka yang mengagumkan, tetapi nyatanya negara ini besar karena konsumsi bukan karena produksi. “Kita tumbuh karena ekstraksi sumber alam kita. Bangsa lain melirik Indonesia hanya untuk mengambil sumber alam kita dan pangsa pasar kita yang besar,” tandasnya.

Setidaknya, saat ini setengah dari rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Itu menurut Bank Dunia, jika seseorang berpenghasilan kurang lebih Rp 20.000 sehari. Saat ini pula, setengah dari balita di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kurang gizi. Bahkan sepertiga dari anak-anak balita di Ibukota Republik Indonesia mengalami hal serupa.

Di sisi lain, setiap sepuluh menit, hutan negeri ini sebesar enam lapangan sepak bola habis ditebang secara liar. Lebih miris lagi, bahwa bangsa yang tiga perempat terdiri dari laut harus impor ikan asin, ikan teri dan ikan patin. Bahkan negeri dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ini harus mengimpor garam. Tak hanya itu, Indonesia sebagai bangsa agraris yang sudah ratusan tahun punya jutaan hektar sawah juga harus mengimpor beras, gula, bawang, cabai, singkong, daging, dan susu.

Prabowo menegaskan, kenyataan ironis yang dihadapi bangsa bukan lantas menjadikan rakyat ultra-nasionalis, sok jago sendiri. “Saya selalu mengatakan kita harus belajar dari bangsa lain. Cita-cita kita tidak muluk-muluk. Kita tidak pernah bermimpi mau jadi super power. Kita tidak pernah mau mendominasi siapapun. Tantangan yang ada di hadapan kita sangat besar. Memberikan makan saja kepada seluruh rakyat Indonesia adalah tantangan yang luar biasa,” ujarnya.

“Selain itu, kita tidak boleh timbul kebencian kepada orang asing. Kita harus berkaca kepada diri kita sendiri. Justru kita harus mawas diri, instrokspeksi, instropeksi dan instrokspeksi. Kita harus berani melihat kelemahan kita, penyakit-penyakit yang ada di badan kita, baru kita bisa kuat, baru kita bisa bangkit,” imbuhnya.

Prabowo mengingatkan kepada seluruh kader dan simpatisan bahwa jika memang benar ingin perubahan, hanya satu alat yang dapat mewujudkan perubahan itu yakni Partai Gerindra. Tidak terkotak-kotak dalam beragam organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan menggunakan nama Prabowo. Gerindra harus menang pemilu 2014. Gerindra harus menjadi single majority di DPR-RI.

“Sekali lagi, saya mohon sahabat revisi nama ormas sahabat, dan bergabunglah dengan Partai Gerindra. Bergabunglah dengan gerakan kejujuran, gerakan anti korupsi, gerakan membela wong cilik, gerakan agar wong cilik iso gumuyu, gerakan agar Indonesia berdiri diatas kaki sendiri, gerakan agar Indonesia terhormat, gerakan agar Indonesia dihormati bangsa bangsa lain, gerakan menjadikan Indonesia tidak mengemis, gerakan menjadikan Indonesia swasembada pangan dan energi, gerakan menjadikan Indonesia negara produsen tidak hanya konsumen produk impor,” pintanya.

Prabowo pun sadar, perjuangan ini memang berat, tetapi Gerindra tidak boleh gentar, Gerindra harus tabah. “Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan pernah menyerah,” tegasnya. [g]

Catatan:

Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi April 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s