Gerindra Terus Bergerak dan Semakin Siap

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, menegaskan jika lima tahun yang lalu, Gerindra selalu dipandang sebelah mata, bahkan diejek karena waktu itu hanya Gerindra yang berteriak anti kapitalis, menolak neo liberalis. Namun saat ini, banyak yang mengatakan hal yang sama, sependapat dengan apa yang diperjuangkan Gerindra lima tahun silam. Bahkan sekarang, tak sedikit juga yang bergabung.

prabowoDia menegaskan, Partai Gerindra harus terus dan tetap menjadi partai yang bersih. “Hai maling-maling, pancilok-pancilok, antek-antek asing, para koruptor, para penjahat, mata-mata, para munafikun, para pengkhianat, kau akan kami usir dari negeri ini,” seru Prabowo Subianto di hadapan ribuan kader dan simpatisan dalam orasi politiknya memperingati HUT ke-5 Partai Gerindra di Jakarta, Rabu (6/2) yang lalu.

Menurut Prabowo, hal ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemikir, professor dan cendikiawan yang dimiliki negeri ini bahwa perubahan sepertinya sudah tidak bisa dibendung lagi. Salah satu contoh, kehadiran para tokoh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada acara tersebut dan termasuk kerap diundangnya Gerindra dalam untuk memaparkan visi misi dan perjuangannya di hadapan publik dalam berbagai kesempatan.

“Ini bisa kita ambil nilai positifnya, bahwa Gerindra punya banyak kawan, punya banyak dukungan dan menjalin dengan semua patriot bangsa, karena mereka adalah sahabat dan kawan Gerindra. Karena itulah kita mendapat angin besar dukungan dari rakyat Indonesia,” tegasnya yang sering diminta ceramah di hadapan para professor, guru besar dan segenap elemen bangsa di berbagai forum.

Prabowo menegaskan, Partai Gerindra lahir bukan sekadar meramaikan hingar bingar panggung demokrasi. Tapi Gerindra yang dibangun lima tahun lalu adalah partai yang menawarkan perubahan dan harapan baru pada rakyat Indonesia. Pasalnya, sejarah mengajarkan bahwa persoalan bangsa adalah persoalan ribuan tahun, yaitu pertentangan dan pertarungan antara yang benar dan yang batil. Dan persoalan bangsa Indonesia adalah pertentangan dan pertarungan antara kaum kurawa dan pandawa. Antara mereka yang ingin merampok kekayaan negara dan mereka yang setia untuk bangsa dan negara.

“Karena itu kita gali akar-akar pemberani yang berani mengatakan untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dengan sekuat-kuatnya, karena sejak lima tahun lalu sedang dilupakan dan hendak dienyahkan oleh elit-elit bangsa ini. Partai Gerindra kita rancang, kita bangun untuk menjadi partai yang berani, militant, bukan yang mengharapkan uang, bukan yang ingin memperkaya diri,” serunya.

Mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini pun masih ingat betul, ketika di awal-awal pendirian partai, Gerindra kerap diejek, ditertawakan bahkan sangat sulit mencari orang yang mau untuk menjadi pengurus. Tapi setelah lima tahun, sekarang ini kondisi itu terbalik, banyak orang yang menawarkan diri untuk jadi pengurus.

“Kita dibilang nekat, bahkan ditertawakan, diejek, apa itu gerindra, gerindri, gerindro? Tapi sekarang, setelah saya berkeliling Indonesia membantu kampanye bupati, gubernur, saya merasakan ada harapan dan angin dukungan ke pada kita,” kenangnya.

Meski Gerindra tidak memiliki media televisi, surat kabar, atau radio tapi pesan-pesan perjuangan Gerindra bisa sampai ke telinga rakyat. Ternyata, menurut Prabowo, karena partai yang didirikannya mengandalkan kekuatan rakyat dan rakyat Indonesia memang tengah mencari yang sungguh-sungguh. Untuk itu, ia pun mengingatkan para seluruh kader bahwa niat Gerindra membuka proses pencalegan secara terbuka, supaya seluruh rakyat Indonesia mengetahui bahwa Gerindra mencari putera-puteri terbaik untuk melanjutkan perjuangan bersama. “Saya ingatkan kader yang berjuang dari awal akan kita hormati, bahwa ini bukan yayasan kesejahteraan sosial, kita adalah alat perjuangan bahwa yang ingin kita lakukan adalah perubahan besar bagi Indonesia, kita ingin menyelamatkan bangsa yang besar, kita ingin membangun sistim politk dan ekonomi yang kuat dan bersih yang membela rakyat dan bangsa ini,” ajaknya.

Di samping itu, mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, bahwa sejarah peradaban manusia mengajarkan, setiap negara-negara yang tidak mampu mengatasi korupsi, negara itu akan bubar. Kalau bangsa Indonesia tidak mampu mengurangi korupsi yang sudah meraja lela pasti bangsa ini akan gagal. “Dengan korupsi semua aparat pemerintah akan rapuh, tidak akan ada uang untuk menyejahterakan rakyat, tidak akan cukup kapal patroli, pesawat tempur, peluru dan alat pertahanan lainnya. Begitu juga penegak hukum akan lemah, para hakim lemah, negara ini akan gagal, dan sudah kita rasakan semua,” tegas Prabowo mengingatkan.

Menurutnya, memang harus diakui pertumbuhan ekonomi benar ada, konsumsi naik, tapi faktanya rapuh. Sehingga sangatlah rentan bangsa ini. Ditambah lagi adanya kekuatan kaum koruptor, komprador, para maling, antek-antek asing yang masih sangat kuat, maka perjuangan Gerindra sangatlah berat. Kalau kader Gerindra hanya menjadikan Gerindra sebagai kendaraan untuk sekadar mencari jabatan, kursi, maka siap-siap untuk kecewa dan tidak tenang di partai.

“Perjuangan kita tidak ringan. Semakin kita menguat di rakyat, semakin kita dihalangi. Karena itu Gerindra harus memperkuat diri, militan, ini bukan partai untuk cari kursi, ini partai perjuangan. Yang kuat maju, yang tidak kuat akan tenggelam atau minggir. Kita hanya akan bersama mereka yang sudah melalui tempaan dan ujian yang berat,” kata Prabowo sambil mengingatkan bahwa perjuangan partai Gerindra layaknya seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memperjuangkan kepentingan rakyat di masa Soekarno dulu.

Prabowo mengajak seluruh elemen bahwa momentum hari jadi Gerindra yang ke-5 adalah suasana yang harus disikapi dengan arif namun waspada. Sebagai Pembina, Prabowo sangat merasakan betapa beratnya perjuangan para kader di daerah yang rela menjual Sapi, menjual motornya untuk operasional Gerindra di wilayahnya. Bahkan ada yang rela mengumpulkan upahnya dari hasil jeret karet, untuk bisa keliling di wilayahnya. “Semakin kita kuat, semakin orang takut, yang takut adalah mereka yang senang Indonesia lemah, korupsi seperti situasi saat ini. Terimakasih atas perjuangan kalian. Makanya saya sangat suka motto yang dicanangkan kaum muda bahwa kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Itulah napas perjuangan kita,” ujarnya terharu.

Prabowo pun mengingatkan para elit partai yang ada di pusat bahwa jangan sampai lantas besar diri, tapi harus ikut berjuangan setia sampai akhir nanti. Karena yang Gerindra inginkan, lanjut Prabowo adalah kemenangan. Setelah menang, baru bisa berbuat untuk rakyat. Kalau tidak menang, maka Gerindra hanya bisa menjadi pahlawan ngomong saja. Untuk itu diperlukan jiwa yang besar, mental yang kuat. Kalau ada pemimpin dari luar yang memiliki kekuatan yang ingin bergabung maka Gerindra harus menyambutnya.

“Saya pun siap minggir jika sudak tidak diperlukan lagi. Setiap saat partai menghendaki saya minggir, saya siap akan minggir dengan secepatnya. Saya tidak berambisi untuk menduduki jabatan itu. Demi Allah, saya tidak untuk mengejar jabatan itu,” ujar capres ini lantang.

Baginya, sebagai orang yang mendapat mandat untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2014 nanti, apa yang dilakukan sekarang ini tak ubahnya seperti jaman pada saat masih berdinas di militer yang berada di medan tempur dan siap mati. Pun bila kelak mendapat mandat dari rakyat, tidak mungkin seorang Prabowo melakukan perubahan di negeri ini sendirian. Untuk itu Prabowo mengajak segenap sayap partai untuk bergerak dan berjuang terus mewujudkan harapan rakyat.

“Sekarang pun saya seperti itu, saya tidak mengharapkan apa-apa, bukan jabatan yang saya kejar, tapi amanah rakyat, harapan rakyat dan kita harus berjuang untuk itu. Prabowo bukan siapa-siapa tanpa dukungan Gerindra, rakyat, kader yang militan. Tapi Prabowo bersama seluruh elemen bangsa percaya bahwa kita mampu, kita mampu, kita mampu bawa perubahan untuk Indonesia,” serunya berulang-ulang.

“Dan jika Prabowo terjatuh, biarkan dia, cari Prabowo Prabowo lain. Saya juga sudah mencari pengganti saya, siapa tahu ada apa-apa dengan saya, maka Gerindra tidak boleh menyerah, tidak boleh gentar, karena Gerindra partai perjuangan, partai merah putih bersih, partai yang bersih,” serunya dengan suara lantang.

Prabowo kembali mengingatkan para kadernya, bahwa Gerindra sebagai partai yang mengusung perubahan membutuhkan para pemimpin, kader muda yang baik, murni, bersih dan setia kepada negara bangsa, Pancasila dan UUD 1945. Bukan kaum munafik, para penghianat yang bermuka manis tapi menikam dari belakang.

“Terima kasih atas kesetiaan kalian selama ini. Kita butuh keberanian, jangan ragu-ragu. Yang ragu-ragu minggir, karena kita tidak main-main tapi sungguh-sungguh sepenuh hati. Kita percaya dengan demokrasi, kita akan ikuti peraturan. Tapi kalau kita dicurangi kita tidak akan gentar, kita tidak akan menyerah, kita tidak akan mengemis untuk dikasihani. Kita tahu apa yang harus kita lakukan, susunlah barisan kalian, perkuat kekuatan. Insya Allah, gelombang perubahan itu tidak bisa dibendung lagi,” pungkas Prabowo mengakhiri orasi politiknya dengan disambut riuh tepuk tangan para kader dan simpatisan.

Sementara Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, Burhanuddin Abdullah mengatakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seluruh elemen partai berlambang kepala burung Garuda ini dalam rangka diusianya yang kelima dan menghadapi pertarungan demokrasi ke depan. Diantaranya, Gerindra harus bisa menjaga visi misi yang diperjuangkan, karena tanpa keyakinan itu, lanjut Burhanuddin, jangan harap militansi kader Gerindra akan berjalan baik. Berikutnya, Gerindra harus terus berusaha meningkatkan kemampuannya. Selain itu Gerindra juga harus tetap bekerja keras, berjuang, jangan sampai bergantung pada para tokoh dan menjaga kohesi sosial dan moral para kader, sehingga bisa tetap tampil ke muka.

“Jadi selain kita harus terus menyuarakan suara kita. Gerindra harus meningkatkan voice, yaitu vision, obsession, integrity, courage dan endurance. Kalau kita bisa menjaga dan terus meningkatkan voice itu, kita yakin Gerindra akan menang. Jayalah Gerindra,” pekiknya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Haryadi Darmawan, bahwa jangan sampai Gerindra tampak lebih baik, lebih bersih dari luar, karena Gerindra belum ada di lingkaran kekuasaan. Memang, perjuangan Gerindra yang memposisikan diri sebagai partai yang sesuai dengan pembukaan UUD 1945 masih sangat jauh bahkan awal pun belum dimulai karena belum berkuasa. “Untuk itu saya mengajak seluruh elemen kader Gerindra untuk terus berjuang. Karena Gerindra dan terutama Prabowo, kita telah berjanji untuk seterusnya berjuang untuk rakyat,” ujarnya mengingatkan.

Sedangkan menurut pandangan anggota Dewan Pembina Gerindra, Permadi, Partai Gerindra harus mulai menunjukkan kekuatannya bahwa partai ini sudah menjelma menjadi partai besar. Memang, lanjut Permadi, setelah Pemilu 2009 lalu, Gerindra masih diejek, ditertawakan, dilecehkan hanya karena mampu meraih suara 4,6 persen. “Itu dulu, sekarang kita menjadi partai tiga besar. Dan elektabilitas Prabowo pun terus meningkat. Sudah waktunya Gerindra unjuk kekuatan menyongsong perubahan,” tegasnya.

Oleh karenanya, Permadi mengingatkan, orang-orang yang hanya mencari uang di Gerindra harus disingkirkan segera mungkin. “Di Gerindra, kami akan kompak untuk menyingkirkan siapapun, sehingga Gerindra tetap dikenal sebagai partai yang bersih dan berani, sikap kita harus tegas dan berkualitas,” ujarnya berapi-api.

Begitu pula dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Suhardi, yang mengatakan bahwa keberadaan dan kehadiran Gerindra di tengah rakyat Indonesia telah berwujud nyata. Secara faktual Gerindra sudah memperoleh kepercayaan rakyat dan mampu menjadi salah satu partai yang lolos ke Senayan sejak kelahirannya lima tahun silam.

“Kita harus merapatkan barisan, mengokohkan semangat dan senantiasa bekerja keras guna meningkatkan kinerja kader dan kinerja partai dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang telah kita canangkan bersama. Kita percaya Hari Kelahiran adalah momentum yang baik untuk mengaca diri sekaligus juga berani membaca tanda-tanda zaman yang tengah menggelinding guna memantapkan kiprah Gerindra ke depan,” ujarnya.

Senada dengan Suhardi, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa kemenangan Gerindra adalah keniscayaan. Untuk itu Muzani mengajak kepada seluruh kader untuk bertekad mengawal perubahan dengan memenangkan kursi sebanyak-banyaknya sehingga jalan untuk mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia menjadi lempang. “Kita harus merubah dari kerumunan menjadi barisan, dari para fans club menjadi kekuatan dukungan, kita usung bersama perbuhanan di negeri ini,” tegas anggota DPR-RI ini.

Ketua Badan Seleksi Organisasi sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengingatkan setelah lima tahun memperjuangkan 8 program aksi Partai Gerindra sudah saatnya mencanangkan program baru lainnya. Pasalnya menurut Hashim, dari 8 program aksi itu sebagian diantaranya sudah berhasil dilaksanakan. Diantaranya adalah penolakan terhadap Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang akhirnya telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) berkat perjuangan Gerindra.

“Saya kira, tahun depan, kita bisa berkuasa dan sehingga kita bisa merubah sistim yang berlaku menjadi lebih baik demi rakyat Indonesia, bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, menyatakan ada enam hal yang dapat dijadikan pegangan untuk memenangkan Gerindra dalam Pemilu 2014 mendatang. Diantaranya Gerindra memiliki ideology partai yang paling jelas yakni kerakyatan dan kebangsaan. Gerindra juga satu-satunya partai yang memiliki manifesto perjuangan dan program aksi. Gerindra juga memiliki figur Prabowo Subianto yang terus mengalami peningkatan elektabilitas. Gerindra memiliki infrastruktur yang kuat dari pusat sampai ke desa-desa. Jika pada 2009 lalu, Gerindra hanya memiliki waktu sedikit, maka 2014 nanti, Gerindra punya waktu untuk terus menunjukkan kekuatan.

Dan yang terpenting, lanjut Fadli, Gerindra selain sudah masuk dalam tiga besar partai politik, Gerindra juga tetap solid dan tidak terkait korupsi. “Kalau partai lain mulai terpecah belah, kemudian dililit kasus korupsi, Gerindra tetap bersih. Tentu saja ini momentum yang sangat tepat untuk memulai melakukan revolusi kepemimpinan yang disebut sebagai revolusi dari atas,” ujar Fadli Zon sembari memaparkan keberhasilan Gerindra dalam mengusung Jokowi-Basuki sebagai bentuk realisasi revolusi kepemimpinan. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Februari 2013

Advertisements

2 thoughts on “Gerindra Terus Bergerak dan Semakin Siap

  1. bukanlah sebuah proses singkat Gerindra menjadi Partai yang cukup besar hingga saat ini, nama besar pak Prabowo pun menentukan Partai ini bisa menjadi besar hari ini, jika rakyat percaya dengan sosok pak prabowo pun merupakan hal yang tidak mudah didalam kiprahnya memupuk nama baik dengan segudang prestasi yang beliau torehkan. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s