Menjaring Kader yang Berkarakter

Lima tahun lalu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masih dipandang sebelah mata. Kata antikorupsi yang kala itu lantang diteriakkan seakan tak bergema, tenggelam oleh hingar-bingar pencitraan. Penolakan neoliberal mendapat tanggapan dingin. Ini berimbas pada sulitnya mencari orang yang bersedia menjadi pengurus.

68393_kampanye_gerindra_663_382Lain dulu lain sekarang. Saat ini kepercayaan  rakyat kepada Gerindra mulai terbangun. “Setelah saya berkeliling Indonesia, membantu kampanye bupati, gubernur, saya merasakan ada harapan dan angin dukungan kepada kita,” Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 partai berlambang kepala burung Garuda ini, awal Februari lalu.

Prabowo ternyata tidak sesumbar. Pengalaman mantan Danjen Kopassus itu saat berkeliling Indonesua menjadi terbukti saat partai ini membuka pendaftaran calon anggota legislatif. Peluang menjadi anggota legislatif tak hanya diberikan kepada pengurus partai, tapi juga untuk umum. Peminatnya membludak. Antrian mengular.

Sejak dibuka pertengahan Januari, hingga akhir Februari tercatat sedikitnya 2780 orang mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif tingkat pusat untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. Hirup pikuk proses pencalegan tak cuma begitu tampak di Kantor DPP Partai Gerindra di jalan RM Harsono nomor 54 Ragunan, Jakarta Selatan, tapi di semua tingkatan.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi menegaskan, besarnya animo masyarakat pada Gerindra, menandakan adanya kepercayaan dan dukungan terhadap perjuangan Gerindra untuk melakukan perubahan di negeri ini. Para bakal calon yang datang ke Gerindra pun beraneka beragam, selain kader sendiri ada juga yang datang dari politisi parpol lain, baik yang senior maupun yang junior. Ada pula pengusaha, penggiat ormas, LSM hingga ibu rumah tangga.

Apa boleh buat, proses seleksi mesti diterapkan untuk memenuhi ketentuan penyelenggaraan pemilihan umum yang mematok maksimal 560 calon. Prabowo Subianto, ikut terlibat langsung dalam proses wawancara dengan beberapa bakal calon di tengah kesibukannya yang padat.

“Saya mohon sahabat untuk bantu doa, agar Gerindra dapat sukses mendapatkan anggota-anggota DPR yang benar-benar bisa mewakili aspirasi rakyat. Anggota-anggota DPR yang tidak suka membuang uang rakyat dengan menyetujui proyek-proyek tidak jelas, apalagi jalan-jalan dengan kedok studi banding ke luar negeri,” pinta Prabowo seperti yang ditulis dalam akun pribadi facebooknya sesaat setelah mendengarkan visi dan misi salah seorang bakal calon.

Prabowo mengingatkan bahwa para bakal calon yang pernah atau ingin korupsi, narkoba, tidak setia kepada cita-cita para pendiri bangsa, dapat dipastikan tidak akan bisa masuk daftar 560 calon anggota DPR RI Gerindra yang nanti dapat dicoblos pada bulan April 2014. “Target saya dan Gerindra adalah mendapatkan dan mengusung 560 putera puteri terbaik, untuk maju dan memenangkan Pemilihan Legislatif 2014. Putera puteri terbaik yang dapat duduk sebagai wakil rakyat yang setia membela, bukan merampok hak-hak rakyat,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, selain Prabowo Subianto, sejumlah tokoh senior Gerindra seperti Hashim Djojohadikusumo, Ketua Umum Suhardi dan para Wakil Ketua Umum, anggota Dewan Pembina serta termasuk dia sendiri. “Serangkaian tes ini dilakukan untuk mendalami pemahaman dan komitmen para bakal calon anggota DPR Gerindra terhadap ideologi negara Pancasila dan UUD 45. Juga motivasi dan niat menjadi anggota DPR, pemahanan terhadap Gerindra, apa dan bagaimana strategi pemenangannya di dapil terpilih,” tandasnya.

Suhardi menuturkan, proses seleksi terhadap 2780 bakal calon menjadi 560 bukanlah hal mudah bagi Gerindra. Namun yang jelas, Partai Gerindra  sangat mempertimbang idealisme, rekam jejak dan kualitas orang per orang. Pasalnya, faktor itu dianggap sangat penting bagi Gerindra dalam menyaring para bakal calon yang akan bersaing memperebutkan kursi di Senayan. “Siapapun dia, apapun latar belakang sosial dan profesinya kelak ketika terpilih harus bisa berbuat banyak dan menjadi contoh di DPR dan DPRD. Karena, rakyat sekarang semakin merindukan wakil-wakilnya yang berkualitas dan idealismenya terjamin,” ujarnya.

Gerindra, kata Suhardi, sangat terbuka untuk menerima putra putri terbaik di negeri ini. Momentum perubahan yang ada di tahun politik harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengajak orang yang berniat baik menjadi calon anggota legislatif agar bisa membuat perubahan. Karena lewat politik bisa memperbaiki keadaan, jika diisi oleh orang baik. “Kalau orang baik tidak mau ikut terjun ke politik, maka yang ada dunia politik akan dikuasai orang-orang berniat jahat,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan Partai Gerindra sangat terbuka bagi siapa saja yang berniat baik untuk berjuang mewujudkan perubahan di Indonesia. Namun demikian, ada beberapa kriteria yang harus dipunyai para bakal calon anggota dewan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. “Nantinya bakal calon yang lolos selain harus memahami AD/ART Partai Gerindra, patuh kepada semua aturan dan ketetapan Gerindra serta akan menjalani pendidikan dan latihan yang disiapkan Gerindra,” ujarnya.

Memang, menurut Fadli, untuk bisa mendapatkan tiket ke Senayan tentu situasi dan kondisinya berbeda dengan Pemilu 2009 lalu. Karena, jumlah partai politik peserta Pemilu 2014 berkurang. Bila pada Pemilu 2009 jumlah peserta pemilu sebanyak 38 parpol, kali ini hanya 12 saja. Otomatis ribuan politisi dari pusat hingga daerah berebut agar bisa masuk ke 12 parpol tersebut. Tak hanya berasal dari kader-kader parpol yang tidak lolos menjadi peserta pemilu masuk ke parpol lain, tapi para pendatang baru di panggung politik pun akan menjajal kemampuannya.

Penggabungan parpol yang tidak lolos tentunya akan menambah jumlah kader, di semua tingkatan. “Memang, mesin partai bertambah besar, tapi persaingan internal juga bisa sengit,” ujarnya saat menjadi pembicara pada pelatihan komunikasi yang digelar Pengurus Pusat (PP) Tunas Indonesia Raya (Tidar) beberapa waktu lalu.

Persaingan itu kian seru, sebab masih ada ratusan politisi kawakan yang masih ingin duduk kembali di gedung wakil rakyat. Padahal jumlah politisi muda dan para pendatang baru di dunia politik juga semakin banyak. Meski demikian, Fadli menegaskan nama besar politisi dan senioritas dalam dunia politik bukan jaminan mulus meraih kursi parlemen. Untuk itu, Fadli meminta seluruh kader Gerindra bekerja keras dan optimis untuk meraih simpati rakyat.

Ajakan yang sama juga datang dari politisi muda, Aryo Djojohadikusumo, Ketua Umum PP Tidar yang meminta kepada seluruh kader yang ingin maju untuk meningkatkan sosialisasi kegiatan positif  kepada masyarakat. Selama ini, sudah banyak aksi nyata yang dikerjakan, tapi kurang dipublikasikan. “Banyak organisasi sayap di partai lain kegiatannya tidak jelas, tapi sosialisasinya luar biasa. Sementara Tidar dan Gerindra kegiatannya jelas tapi kurang publikasi. Ini harus kita balik selama 13 bulan mendatang,” ajaknya.

“Saya pilih Gerindra

Satu dari sekian bakal calon anggota legislatif dari kalangan public figure yang bernaung di bawah bendera Gerindra adalah dua pembalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto. Keduanya, jatuh hati pada Gerindra karena kagum akan sosok Prabowo Subianto. “Kenapa saya pilih Gerindra, saya kagum pada Bapak Prabowo,” ujar Ananda usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif, pada medio Februari lalu.

Selain kagum, Ananda Mikola juga mengaku ingin meneruskan pengabdiannya pada bangsa dan negara. Setelah, karir balapnya sudah mulai berkurang. Dia juga menyatakan jika masuknya ke Partai Gerindra bukan tujuan utama untuk masuk ke Senayan.

Pun dengan sang adik, Moreno yang mengaku terjun ke partai politik, selain karena latar belakang pendidikan Hubungan Intenasional yang berkenaan dengan politik, juga untuk mewakili kaum muda.

“Saya mewakili kader muda untuk maju dalam legislatif, mudah-mudahan bisa mewakili kaum muda Indonesia agar bisa lebih berkarya dan memberikan inspirasi,” ujarnya.

Keduanya pun resmi menjadi kader dan mendaftar sebagai bakal calon anggota DPR di Partai Gerindra. Usai mendaftar dan diterima khusus oleh Prabowo, kakak beradik ini langsung mengganti pakaian kemeja yang dikenakannya berganti menjadi kaos merah bertuliskan “Saya Pilih Gerindra” di bagian belakang. Dan jika dinyatakan lolos seleksi, konon kakak beradik ini rencananya Ananda akan ditempatkan di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat, sementara Moreno akan diplot di dapil Jawa Timur.

Bagi Prabowo Subianto, bergabungnya dua pembalap nasional itu, memiliki alasan tersendiri. Menurutnya, kedua anak muda ini merupakan pemuda yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara tak kurang dari 15 tahun sebagai pembalap. Dalam arena balap itu, tentunya mereka harus berani mempertaruhkan jiwa raganya karena olahraga tersebut cukup berisiko. “Kami sangat senang, mereka berdua anak muda yang dinamis, kreatif, patriotik dan telah lama mengabdi pada bangsa dan negara,” ujar Prabowo saat menerima kedua pembalap ini di Kantor DPP, Jakarta.

Prabowo menegaskan bahwa partai yang didirikannya ini mewadahi pemuda dan pemudi bangsa untuk memberikan perubahan melalui jalur politik.

“Gerindra adalah partai penerus, dan kita buka jalan untuk anak-anak muda,” paparnya.

Pesohor lainnya dari kalangan artis, yang lebih dulu mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif, salah satunya adalah Irwansyah. Ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPR dari Partai Gerindra untuk dapil Banten III –yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Boleh jadi, aktivitas politik bintang sinetron dan film ini bukan kali pertamanya. Suami dari Zaskia Sungkar ini pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tangerang pada 2012 lalu, meski gagal dalam pencalonan.

 Irwansyah, mengaku punya beberapa alasan untuk memilih Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya. “Gerindra merupakan salah satu partai besar. Saya yakin Pak Prabowo bisa jadi presiden. Gerindra juga merupakan partai yang pantas memimpin Indonesia,” tutur Irwan.

Apabila lolos seleksi nanti, Irwansyah mengaku punya banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Terlebih karena dirinya seorang artis, Irwansyah pun ingin terlebih dahulu memperbaiki seni dan kebudayaan. “Yang pasti, karena saya artis, seni dan budaya dulu yang saya beresin. Kalau pemilih sih targetnya pemula, kalau SMA kelas 3 kan juga pemilih pemula,” ujarnya.

Di wilayah DKI Jakarta sebagai pusara panggung politik nasional tak kalah ramainya. Setelah berhasil mengantarkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Wakil Gubernur DKI, Partai Gerindra DKI Jakarta kian diserbu para bakal calon legislatif DPRD DKI. “Sekarang ini Gerindra lagi jadi magnet, apalagi di Jakarta. Ada imbas dari proses pencalonan gubernur DKI kemarin. Di mana Gerindra tidak membeda-bedakan dari mana asal orangnya, sehingga ini yang menjadi ketertarikan orang. Antusiasme masyarakat untuk jadi bakal caleg lewat Gerindra besar sekali,” ujar Muhammad Taufik, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta.

Menurutnya, setidaknya lebih dari 280 orang bakal calon yang mendaftar untuk bisa mendapat tiket ke DPRD di bawah bendera Gerindra. Sementara kursi yang diperebutkan di DPRD DKI sebanyak 106 kursi dari 6 wilayah. Sehingga ia dan timnya harus bekerja ekstra untuk menyeleksi bakal calon yang berasal dari tokoh masyarakat, agama, mantan pejabat hingga artis. Setidaknya, untuk bisa lolos sebagai calon legislatif, para bakal calon harus memiliki elektabilitas tinggi, kemampuan tinggi, dan pengetahuan tinggi. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s