Dwi Ayu Lovita Putri : Pemuda Memberi Warna Baru Panggung Politik

Banyak kalangan yang menilai politik itu kejam, kotor dan menakutkan. Namun itu tidak berlaku bagi Dwi Ayu Lovita Putri. Baginya politik itu bertujuan mulia jika berada di tangan orang baik. Sebaliknya, bisa menjelma perbuatan yang kotor, kejam dan menakutkan bila dipegang orang jahat.

lovitMemang, politik merupakan dunia baru. Namun begitu tak menyurutkan dirinya untuk berbuat sesuatu. Berbekal pengalaman di berbagai organisasi kepemudaan, gadis ayu yang biasa disapa Lovi ini bertekad mengubah pandangan picik sebagian masyarakat terhadap aktivitas politik yang terkesan kejam. Terlebih keberadaan kaum perempuan di panggung politik yang masih dianggap sekadar pemanis belaka.

“Wajar jika masyarakat menilai seperti itu, karena yang mereka lihat seperti itu, wajah perpolitikan Indonesia yang kotor, karena ulah oknum-oknum yang berkecimpung di dunia politik tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” ujar penyandang gelar Putri Pariwisata Indonesia, Provinsi Kepulauan Riau 2011 ini.

Sebagai pendatang baru di pentas politik, perempuan kelahiran Dabo Singkep, 13 Oktober 1986 ini tak sekadar mengandalkan popularitasnya sebagai Putri Pariwisata. Selain berparas ayu, lulusan Universitas Maritim Raja Ali Haji ini memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Tak heran bila ia dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Lovi yang menghabiskan masa remajanya di kota Pahlawan, Surabaya memang termasuk remaja yang aktif. Berbagai organisasi dan kegiatan ia ikuti, mulai dari OSIS hingga aktivitas Pecinta Alam. Tahun 2004 silam, ia kembali ke Kota Tanjungpinang. Selain dibesarkan sebagai anak satu-satunya perempuan diantara dua orang saudara laki-laki, aktivitas organisasi itulah yang menggemblengnya tumbuh sebagai anak yang mandiri bahkan terkesan tomboy. Melihat kondisi seperti itu, sang ibu memasukkannya ke sekolah modeling dan sekolah kepribadian. Aktivitas baru itu pun mengantarnya tampil sebagai model professional. Kini, selain aktif di beberapa organisasi kepemudaan dan di dunia modeling, Lovi pun membuka sekolah modeling bernama Lovita Modelling School dan menjabat sebagai Ketua Model Kota Tanjungpinang.

Keterlibatan Lovi di pentas politik praktis tanpa disengaja. Pada pertengahan 2011, ia sedang di luar kota, seorang teman kuliah memintanya untuk bergabung ke Partai Gerindra. Mendapat tawaran itu, ia tanggapi begitu saja, karena memang kurang tertarik dengan organisasi partai politik. Setibanya di Tanjungpinang, ia menerima Surat Keputusan (SK) penetapan dirinya sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Tanjungpinang. Enam bulan kemudian, ia pun dipanggil untuk mengikuti diklat kaderisasi di Hambalang dan berhasil meraih predikat kader terbaik kedua angkatan XXI.

Pertengahan 2012, di tengah kesibukannya sebagai Ketua Yayasan Belia Cinta Indonesia yang mengelola Lovely Lovita School dan sejumlah organisasi kepemudaan, Lovi pun diangkat menjadi Sekretaris DPC Partai Gerindra Tanjungpinang. Tentu saja, dengan jabatan baru itu, kesibukannya semakin padat. Selain fokus membenahi kelengkapan adiministrasi kesekretariatan juga mengatur agenda kegiatan program-program aksi nyata Gerindra di tengah masyarakat.

Menurutnya, sebagai generasi muda harus mau ikut andil membangun bangsa. Salah satu caranya dengan berpolitik, karena kaum pemuda tidak mungkin bisa mengambil suatu keputusan dan kebijakan bila tidak masuk dalam sistem itu. Di Gerindra, anak-anak muda yang berkompeten benar-benar mendapat tempat. Dengan pemikiran yang segar dan kreatifitas yang ada, setidaknya kehadiran kaum muda bisa memberikan warna baru dan pemikiran baru untuk perpolitikan di Indonesia yang sudah terlanjur tercoreng.

“Tidak harus dengan biaya besar yang berujung pada euphoria belaka, tapi dengan hal-hal kecil dan biaya yang sangat murah, saya ingin membuktikan bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang langsung dirasakan dan berguna untuk orang banyak,” ujar Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Riau 2011 yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Tanjungpinang di Pemilu 2014 nanti.

Setidaknya, sebagai generasi muda, Lovi merasa terpanggil untuk maju sebagai caleg di kampung halamannya. Pasalnya, selama ini ia merasa banyak kebijakan-kebijakan yang kurang berpihak kepada kaum muda. Begitu pula keberdaan kaum perempuan yang duduk di parlemen masih dirasa kurang berperan maksimal, sehingga berimbas pada minimnya undang-undang yang mengatur dan melindungi hak-hak perempuan.

“Sebagai kader Gerindra, kita harus terus bergerak dan rapatkan barisan untuk kemenangan Gerindra dan mengantarkan Prabowo Subianto ke kursi presiden. Karena Gerindra merupakan partai gerakan, maka semua kader wajib bergerak langsung ke masyarakat dengan menjalankan program-program yang telah ada. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya. [G]

Catatan:

  • Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Mei 2013
  • Pada Pemilu 2014 ini, Dwi Ayu Lovita Putri maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Tanjung Pinang dari Partai Gerindra
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s