Muhammad Sanusi : Inspirator Perubahan

Sepak terjangnya di percaturan politik kian diperhitungkan, baik kawan maupun lawan. Terlebih posisinya sebagai pimpinan fraksi membuatnya kerap tampil ke muka untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Aura idealisme aktivis dan intelektualitasnya juga masih cukup kental dan kuat mewarnai perubahan masyarakat Jakarta. Keberaniannya melawan arus dalam mengkritisi lembaga legislatif maupun eksekutif kian membentuk ketangguhan daya juangnya.

uciSetidaknya itulah gambaran politisi muda, Ir H Muhammad Sanusi atau biasa disapa Bang Uci. Pria kelahiran Jakarta, 4 Juli 1970 ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta di bawah bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kapasitas dan kematangannya di dunia politik membawanya dipercaya sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta. Kini, jelang Pemilu 2014, namanya kembali tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama seperti pada Pemilu 2009 lalu, Jakarta Timur.

“Awalnya di 2014 nanti saya mau nyaleg untuk DPR-RI, namun karena menurut partai saya masih lebih dibutuhkan untuk DKI Jakarta, maka saya sebagai kader harus patuh apa yang menjadi instruksi partai,” kata Uci yang juga menjabat sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta.

Keterlibatan Uci di panggung politik sejak 1999. Kala itu ia bergabung dengan Partai Kesatuan dan Persatuan (PKP) bentukan Edi Sudrajat. Berikutnya pada 2002, nama Sanusi pun masuk dalam jajaran pendiri Partai Demokrat. Namun karena kesibukan pekerjaan, insinyur lulusan Institut Sain dan Teknologi Nasional (ISTN) ini tak jadi ikut maju dalam perhelatan Pemilu 2004. Baru pada Pemilu 2009, ia ikut mencalonkan diri sebagai caleg.

Awalnya, Uci mencalonkan diri sebagai caleg di dapil Jakarta Barat dari Partai Demokrat. Namun di ujung waktu pencalegan, ia diminta oleh kakaknya, Mohamad Taufik untuk menggantikan posisinya sebagai caleg Gerindra di dapil Jakarta Timur. “Ini bukan permintaan partai tapi permintaan saya sebagai abang kamu,” ujar Uci menirukan perkataan Taufik kala itu yang menjabat Ketua DPD Partai Gerindra DKI.

Sebagai caleg yang ditempatkan di dapil bukan daerahnya diperlukan kerja keras dan perjuangan yang gampang. Selain medan yang belum dikenal sama sekali, benturan, hujatan dan konflik kepentingan antar sesama caleg yang ada waktu itu kian memanas. Menghadapi Pemilu 2009, Uci membentuk Metropolitan Studi Center (MSC) sebagai wadah tim pemenanganya. Bahkan kini, program MSC yang dibentuknya menggurita, tak melulu mengawal atas pencalonannya kembali.

“Meski dalam akta notaris pendiriannya memakai nama Metropolitan Studi Center, namun di lapangan MSC lebih dikenal Muhammad Sanusi Center yang berhidmat untuk memberikan advokasi kepada masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan akses layanan kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan. Nah, sekarang ada keinginan teman-teman yang membantu dalam Pemilu 2009 yang masih ingin bergabung untuk memperjuangkan apa yang saya janjikan dulu. Bahkan lebih besar cakupannya,” terangnya.

Menurutnya, MSC setidaknya telah mengadvokasi masyarakat kurang mampu dalam urusan pemakaman yang berbiaya tinggi. Padahal, lanjut Uci, Pemda DKI mengalokasikan Rp 850 ribu per mayit. Ternyata, selama ini anggaran itu baru terserap sebesar 20 persen saja. Di samping itu MSC juga sudah mengurus 162 akta lahir bagi penduduk yang lahir di Jakarta. Terakhir, MSC telah menggelar sidang itsbath nikah dan nikah massal yang diikuti 140 pasang. Ke depan MSC tengah merancang pendidikan kursus bahasa Inggris gratis untuk setiap kelurahan bekerja sama dengan mahasiswa.

“Apa yang dilakukan saya hanyalah menjalankan tugas dan kewenangan yang ada sebagai anggota dewan untuk memberdayakan anggaran yang dimiliki Pemda hampir Rp 50 Triliun demi kemaslahatan warga Jakarta. Tapi tidak semua anggota mengerti hal itu, kalaupun mengerti tapi tidak peduli,” tegas anggota Komisi D yang membidangi infrastruktur ini.

Pada dasarnya, apa yang dilakukan MSC semuanya bermuara pada perjuangan Partai Gerindra dan memenangkan Prabowo sebagai Presiden RI. Diakuinya, dalam setiap kegiatannya, MSC  selalu membawa nama besar Gerindra. “Setidaknya hingga saat ini sudah diterbitkan kartu anggota sebanyak 20 ribu anggota MSC yang terintegrasi dengan asuransi jiwa. Dan yang bergabung di MSC otomatis menjadi anggota Gerindra. Di luar itu, pastinya ada orang-orang yang pernah menerima manfaat dan pada akhirnya simpati,” urainya sembari menegaskan bahwa MSC sekali bergerak atasnama Gerindra, pantang mundur satu langkah pun.

Uci sendiri lahir dan besar di tengah-tengah keluarga organisator di kawasan Jakarta Utara. Ayahnya adalah tokoh Golkar. Sewaktu duduk di bangku SMP, Uci sudah bekerja sebagai penunggu telepon di studio radio swasta Kencana Bahari yang dikelola ayahnya. Begitu SMA, selain bertugas menunggu telepon, Uci sudah dipercaya menjadi penyiar dengan gaji Rp 30.000 per bulan.

Setelah lulus, ia kuliah di ISTN dan hampir jarang pulang ke rumah karena sibuk dengan organisasi kemahasiswaan. Sekarang ia tinggal bersama keluarganya di kawasan Jakarta Barat. “Kecil hingga besar di utara, kuliah di selatan sekarang tinggal di barat, tapi diplot nyaleg lagi di timur, termasuk di 2014 nanti. Sementara di pusat tempat main dan beraksi mengawal dan memperjuangkan nasib warga Jakarta sebagai anggota dewan,” kata Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra DKI Jakarta ini. [G]

Catatan:

  • Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Agustus 2013
  • Pada Pemilu 2014 ini, Mohamad Sanusi maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Partai Gerindra nomor urut 1 dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Timur.
Advertisements

7 thoughts on “Muhammad Sanusi : Inspirator Perubahan

    • Baru minggu lalu muncul di TV dan mengatakan kl dia bersama 2 org rekannya dr Partai sendiri sedang ditimbang timbang untuk DKI 1….
      Ikut Prihatin

      • Awalnya sempet simpatik dengan kampanye Sanusi. Ternyata cuma pencitraan belaka ala Foke dan SBY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s