Prabowo : Rapatkan Barisan untuk Indonesia Raya

“Tugas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bukan hanya sekedar cari kursi di parlemen, bukan sekedar cari suara. Sekali lagi saya tegaskan, kita ingin memimpin transformasi bangsa. Kita ingin membawa Indonesia ke tempat yang sepantasnya ditempati oleh bangsa Indonesia. Negara ke-empat terbesar di dunia, ekonomi ke-tujuh di dunia.”

ps08Demikian surat terbuka yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto kepada seluruh kader Gerindra, terutama yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) yang akan berlaga di Pemilu 2014 mendatang. Pesan itu disampaikan Prabowo lewat akun pribadi jejaring sosial facebook beberapa waktu lalu.

Prabowo menegaskan, rakyat Indonesia harus sejahtera, makmur, aman, adil, terhormat, berdaulat, berdiri diatas kaki sendiri. Tidak minta-minta ke bangsa lain. Tidak memohon belas kasihan bangsa lain. Tidak berharap bantuan bangsa lain. Tidak diejek bangsa lain. Tidak mengganggu bangsa lain, tetapi tidak mau didikte oleh bangsa lain. Tidak mau disuruh-suruh oleh bangsa lain. Tidak mau diinjak-injak oleh bangsa lain.

Untuk itu, Prabowo mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi untuk membela kepentingan bangsa dan kepentingan rakyat Indonesia tidak ringan. Setiap ada usaha dari pihak yang ingin menjaga dan mengamankan kekayaan nasional bangsa serta yang ingin menggunakan kekayaan nasional sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia akan selalu menghadapi perlawanan dan pertentangan oleh kaum komprador dan kaum koruptor. Komprador artinya adalah anak bangsa sendiri yang rela dan tega menjual kepentingan bangsa dan rakyatnya sendiri demi keuntungan dan kepentingan pribadi serta keluarganya saja.

“Negara sebesar kita, bangsa sekaya kita, begitu banyak pihak yang ingin menghambat dan mengkerdilkan,” tegas Prabowo sembari meyakinkan para kader bahwa kaum komprador dan kaum koruptor untuk mengakal-akali rakyat Indonesia, bisa dikalahkan dengan kekuatan rakyat.

Inilah yang menurut Prabowo sebagai fenomena sejarah ratusan tahun. Dan ini tidak terjadi hanya di negara Indonesia saja. Semua negara dan semua bangsa selalu mengalaminya. Sejarah kolonialisme dan imperialisme ribuan tahun mengajarkan hal ini. Biasanya, lanjut Prabowo, bangsa yang lemah sering diinjak, dijajah dan kekayaannya dirampas oleh bangsa yang kuat.

“Bangsa menjadi lemah ketika elit bangsa tersebut tidak teguh, tidak tangguh, tidak berani, tidak percaya diri, tidak rela berkorban, tidak jujur, tidak setia kepada rakyatnya sendiri,” kata mantan Danjen Kopassus ini.

Menurutnya, ini adalah pelajaran yang dapat dipetik dari sejarah. Karena itu, Prabowo pun menganjurkan kepada seluruh kader untuk selalu belajar sejarah. Mereka yang tidak mau belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang tidak mau belajar dari sejarah akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama yang pernah dilakukan oleh pendahulu-pendahulunya. “Kalau dahulu nenek moyang kita dijajah oleh bangsa lain, masa kita terus dijajah sekarang?” ujar putra Begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini.

Disadari atau tidak, kata Prabowo penjajahan yang terjadi sekarang memang dengan bungkus dan baju yang baru. Memang negara ini punya punya bendera sendiri. Punya lagu kebangsaan sendiri. Tetapi coba bertanya kepada diri sendiri, belajar dari lingkungan sendiri, lihat dengan gunakan mata sendiri, gunakan telinga, gunakan akal dan hati.

“Lihatlah, apakah kita benar-benar tuan di negeri sendiri? Apakah kita benar-benar tuan di rumah kita sendiri? Ataukah kita sebenarnya sudah menjadi tamu di tanah tumpah darah kita sendiri? Apakah kita akan terus menonton bangsa lain menjadi kaya karena kekayaan kita, dan kita tetap hidup miskin?” kata Prabowo.

Dalam hal ini, Prabowo menegaskan bahwa bukan dirinya menganjurkan bangsa ini untuk benci atau curiga dengan bangsa lain. Justru bangsa ini harus belajar dari bangsa lain. Bangsa ini harus bersahabat dengan mereka. “Yang saya ingin gugah adalah elite bangsa kita sendiri. Yang ingin saya gugah adalah pemimpin-pemimpin bangsa kita sendiri. Yang ingin saya gugah adalah anak-anak pintar bangsa Indonesia sendiri. Saya hanya mengungkapkan ini fenomena sejarah,” tandasnya.

Menurutnya, keadilan dan kemakmuran tidak pernah jatuh dari langit. Setiap ajaran agama mengajarkan bahwa setiap umat menentukan nasibnya sendiri. Sebagaimana dalam ajaran Islam yang tercantum dalam kitab Al-Quran surat Arra’du ayat 11, yang mengatakan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum manakala kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri.

“Kalau kita terpuruk. Kalau negara kita dilanda pemerintahan yang lemah dan korup. Kalau kita mengalami kemerosotan karena tidak ada pembangunan yang berarti di negara kita. Kondisi ini adalah salah kita sendiri,” ujarnya.

Inilah tugas berat yang harus dihadapi Gerindra dan para kadernya. Gerindra ingin memimpin transformasi bangsa. Karena itu Gerindra perlu putra-putri terbaik memperkuat barisan, terutama dalam pemilihan umum yang akan datang. Sebagai partai, Gerindra hadir sebagai partai yang memiliki jati diri yang jelas yakni kebangsaan, kerakyatan, religious dan keadilan sosial. Dalam perjuangan, Partai Gerindra berpijak dan berpegangan teguh pada landasan kedaulatan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk itu, Prabowo pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk aktif mengambil bagian dalam pesta demokrasi yang digelar April 2014 mendatang. Meski memang tak dipungkiri, gerakan penggalangan massa untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu alias golput terus menggurita. Namun Prabowo yakin, masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat yang bodoh. “Golput adalah orang yang tidak mau bersikap dan tidak mau ambil risiko, dan itu yang membuat negara ini tambah rusak dan tambah miskin!” tegasnya mengingatkan.

***

Untuk menghadapi Pemilu 2014, Gerindra telah menjaring hampir 3.000 orang bakal caleg yang akan berlaga nanti. Prabowo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kader dan masyarakat umum yang mendaftar menjadi bakal calon anggota legislatif dari Partai Gerindra, dan kepada kader yang mempunyai saudara, kerabat, atau kawan yang mendaftar menjadi caleg Gerindra untuk tingkat DPR RI, tingkat DPRD Provinsi atau tingkat DPRD Kabupaten/Kota.

“Antusiasme dan semangat saudara menunjukkan, kalau saudara-saudara percaya, bahwa Gerindra mempunyai niat yang baik dan tulus untuk memperbaiki kehidupan negara dan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama. Ini juga berarti bahwa saudara tertarik dengan gagasan-gagasan, nilai-nilai dan pendirian Partai Gerindra,” ujarnya.

Prabowo mengingatkan bagi para kader atau kerabat kader yang belum berhasil terpilih dan terseleksi untuk bergabung dalam daftar caleg Gerindra untuk pemilihan umum 2014, pihaknya memohon dengan sangat, janganlah terlalu kecewa. Janganlah terlalu sedih. “Gerindra hanya punya tempat untuk 560 nama putera dan puteri terbaik bangsa untuk maju di tingkat nasional. Di tingkat provinsi, jumlah tempat yang kita miliki pun terbatas. Demikian pula di tingkat kabupaten dan kota. Hasrat saudara yang begitu besar, saya dan seluruh unsur pimpinan Gerindra sangat hormati dan kami berterimakasih,” ujarnya.

Keputusan yang telah Gerindra ambil pasti tidak akan memuaskan semua pihak. Pasti diantara kader ada yang kecewa. “Kecewa kepada saya. Kecewa kepada Gerindra. Itulah resiko yang harus saya hadapi sebagai pimpinan,” kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan bahwa niatan Partai Gerindra hanya setulus-tulusnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Memang, Partai Gerindra butuh putra putri yang terseleksi, yang terkuat, untuk bersama-sama bersama kita melakukan transformasi bangsa. “Saya lakukan ini bukan untuk mencari jabatan. Saya bersumpah kepada Allah SWT. Tidak ada sedikit pun saya mengejar jabatan demi kepentingan pribadi. Saya semata-mata melakukan ini untuk membela kepentingan bangsa dan negara, dengan nafas, dengan tenaga, dengan kemampuan yang saya miliki,” janjinya.

Gerindra sebagai partai politik peserta pemilu dalam waktu dekat ini akan menyusun suatu institusi partai yang disebut sebagai BAPPILU (Badan Pemenangan Pemilihan Umum) dengan segala unit-unit dibawahnya. Gerindra membutuhkan putra-putra dan putri-putri terbaik bangsa untuk memperkuat perjuangan ini. “Kami butuh relawan-relawan yang mau berjuang memperbaiki bangsa kita. Karena kita sangat membutuhkan kekuatan besar, saya membutuhkan keikutsertaan saudara-saudara dalam perjuangan kita bersama. Jangan tinggalkan saya dan Gerindra,” pintanya.

Bagi mereka yang mungkin kecewa karena tidak terpilih dalam daftar caleg Gerindra di Pemilu 2014, Prabowo memohon untuk menerimanya dengan lapang dada dan berjiwa besar. “Perjuangan kita besar. Semua unsur harus bersatu. Sekali lagi saya mohon jiwa besar. Teruslah bergabung bersama saya dan bersama Gerindra,” imbaunya.

Menurut Prabowo, dunia mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, bangsa yang rendah hati, bangsa yang selalu suka bergaul dengan orang lain. Akan tetapi juga tidak boleh menutup diri dari kenyataan bahwa memang kadang-kadang bangsa ini punya rasa rendah diri yang teramat besar. Tidak percaya dengan kekuatan bangsa sendiri. Tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Tidak percaya dengan kepintaran orang-orang Indonesia sendiri. Tidak percaya dengan kearifan pemimpin-pemimpin sendiri.

Sekali lagi, Prabowo menggarisbawahi, inilah yang berobah. Bagi yang belum terpilih menjadi caleg, jangan terlalu kecewa. “Perjuangan masih panjang. Tantangan, gangguan, hambatan dan ancaman di hadapan kita sangat besar. Tidak mungkin tantangan-tantangan ini dapat kita atasi tanpa semangat dan kekuatan besar pula dari seluruh unsur rakyat Indonesia,” ujarnya.

“Rapatkan barisan, bulatkan tekad, kobarkan semangat kebangsaan. Jadilah pandu ibumu yang gagah berani, setia sejati, tangguh jiwanya, tangguh badannya untuk Indonesia Raya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” ajaknya.

Pasalnya, menurut Prabowo, kalau bukan bangsa ini yang mencintai negara ini, siapa lagi? Prabowo mengingatkan, apakah berharap orang lain cinta akan bangsa Indonesia. Janganlah mengira untuk sedetikpun orang lain akan kasihan kepada bangsa ini. Janganlah menjadi bangsa yang selalu tergantung dengan bangsa lain, bangsa yang bergantung kepada belas kasihan bangsa lain.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, ada sesuatu yang harus dilakukan untuk Jakarta oleh para kader dan politisi partainya, terutama yang lolos sebagai caleg untuk DPRD Provinsi DKI Jakarta. Setiap politisi harus memiliki prinsip yang harus dipegang teguh, begitu juga harus memegang teguh komitmen yang telah dijanjikan kepada warga Jakarta. Salah satu prinsip dan komitmen para caleg Partai Gerindra yang akan bertarung dengan caleg dari partai lainnya dalam pemilu adalah harus dikenal oleh rakyat dan mudah dihubungi oleh konstituen daerah pemilihan.

Saat ini, Gerindra Jakarta menyiapkan 106 orang caleg yang siap menjadi fighter of people atau pejuang rakyat. Terpilih atau tidak terpilih pada pemilu nanti, para caleg ini harus mampu terus berjuang untuk rakyat Jakarta. “Mereka harus jadi fighter untuk rakyat, tidak peduli dapat atau tidak dapat menjadi anggota DPRD. Yang penting bagaimana mendidik rakyat lebih cerdas untuk memilih. Mereka harus mendukung kebutuhan rakyat, tetapi bukan merusak,” tegasnya.

Sementara anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra yang juga anggota DPR-RI, Martin Hutabarat, mengatakan pada Pemilu 2014 nanti Gerindra ingin mendulang sebanyak mungkin suara. Hal ini diperlukan untuk memudahkan partai mengusung Prabowo menjadi calon presiden pada pemilihan presiden nanti. Untuk itu diperlukan kerja keras seluruh caleg Gerindra yang ada di semua tingkatan. “Kami ingin semua caleg bekerja keras untuk meraih hasil maksimal,” ujarnya.

Martin optimis partainya bakal mendulang sukses pada Pemilu 2014 nanti. Pasalnya, masyarakat saat ini sudah bosan dengan pola kepemimpinan yang sedang berjalan. Masyarakat, kata dia, butuh ketegasan kepemimpinan yang diyakini ada pada karakter Prabowo Subianto dan Gerindra. “Saya yakin antusiasme masyarakat pada kami terus meningkat,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon yang mengimbau kepada seluruh mesin politik Gerindra untuk turun ke tengah masyarakat dan melakukan sosiasilisasi dengan maksimal. Menurutnya, nama besar politikus dan senioritas dalam dunia politik bukan jaminan mulus meraih kursi empuk parlemen. Karena itu, seluruh kader Gerindra harus bekerja keras dan optimis untuk meraih simpati rakyat. Jika semua elemen bekerja maka 20 persen suara dalam Pemilu 2014 bisa diraih. “Kami optimis bisa meraih suara minimal 20 persen,” katanya. [g]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Mei 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s