Selamatkan Masa Depan Anak Cucu

Deklarasi 6 Program Aksi Transformasi Bangsa menjadikan Gerindra satu-satunya partai yang memiliki dan mempublikasikan kepada rakyat Indonesia secara terbuka semua program, kegiatan dan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan. Enam program aksi itu sebagai bentuk kontrak politik.

ps1Saat ini Indonesia berada di persimpangan jalan. Indonesia menghadapi berbagai permasalahan mendasar dalam pembangunan nasional. Bangsa Indonesia mengalami beberapa paradoks besar yang bersifat mendasar dan struktural di berbagai bidang pembangunan. Tidak hanya itu, hingga saat ini masih terjadi berbagai kebocoran kekayaan negara dan sumberdaya alam nasional.

“Kalau kita ingin memperbaiki kehidupan bangsa, harus ada pergerakan dan perjuangan menuju transformasi bangsa.” Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dalam pidato politiknya saat deklarasi 6 Program Aksi Transformasi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menghadapi kondisi bangsa yang seperti itu, tidak ada jalan lain kecuali dengan melakukan koreksi mendasar dalam sistem ekonomi nasional sebagai upaya transformasi bangsa.

“Untuk itu mari kita lakukan perubahan. Mari kita selamatkan masa depan anak dan cucu kita,” ajak Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ajakan itu disampaikan dalam pidato politik saat deklarasi 6 Program Aksi Transformasi Bangsa di Jakarta, beberapa waktu lalu. Prabowo mengatakan kalau kitaingin memperbaiki kehidupan bangsa, harus ada pergerakan dan perjuangan menuju tranformasi bangsa. Mantan Pangkostrad ini kemudian mengajak bersama-sama mewujudkan cita-cita Bung Karno, Bung Sjahrir dan Jenderal Sudirman.

“Jangan kita kecewakan mereka yang telah gugur. Kalau dulu mereka berani mengatakan, merdeka atau mati, sekarang kita harus katakan, sudah saatnya Indonesia berdiri tegak, teguh, berani berdaulat dan optimis,” tuturnya.

Prabowo menegaskan, jika di awal kehadirannya, tahun 2008 Partai Gerindra mengusung 8 program aksi. Maka menjelang Pemilu 2014, Partai Gerindra mencanangkan 6 Program Aksi. Penyusunan 6 Program Aksi sendiri merupakan proses yang panjang, berkelanjutan, intensif dan konsisten. “Dengan deklarasi ini menjadi sangat jelas apa-apa saja yang akan dikerjakan oleh saya dan Gerindra jika mendapat mandat dari rakyat Indonesia pada Pemilu 2014,” tegasnya.

Selain itu, kata Prabowo, dengan deklarasi 6 Program Aksi Transformasi Bangsa menjadikan Partai Gerindra satu-satunya partai yang memiliki dan mempublikasikan kepada rakyat Indonesia secara terbuka semua program, kegiatan dan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan. 6 Program Aksi Transformasi Bangsa yang digagas Partai Gerindra, tak lain adalah sebagai bentuk kontrak politik.

Putra begawan ekonomi Indonesia, Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo ini menegaskan, “Setiap butir dalam 6 Program Aksi adalah kontrak politik saya dan semua kader Gerindra. Setiap butir adalah alat bagi rakyat untuk menuntut pemerintahan yang berkinerja baik, pemerintahan yang memiliki tolak ukur keberhasilan yang jelas, pemerintahan yang berpihak kepada rakyat Indonesia.”

Gerindra BerkibarApa saja enam Program Aksi itu? Pertama, membangun ekonomi yang kuat, berdaulat adil dan makmur. Upaya yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan pendapatan perkapita penduduk dari Rp 35 juta menjadi Rp 60 juta dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen per tahun menuju pertumbuhan 10 persen. Kemudian meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi jurang antara si miskin dan si kaya (menurunkan Indeks Gini dari 0.41 menjadi mencapai 0.31) dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dari sekitar 75 mencapai sekitar 85. Meningkatkan penerimaan negara dari pajak dari sekitar 12 persen hingga mencapai ratio minimal 16 persen dari Produk Domestik Bruto. Menjadikan BUMN yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian bangsa sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

Kedua, melaksanakan ekonomi kerakyatan. Partai Gerindra akan memprioritaskan peningkatan alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan, dan kelautan dan koperasi dan UMKM dan industri kecil dan menengah. Mendorong perbankan nasional dan lembaga keuangan lainnya untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi petani, nelayan, buruh, pegawai, industri kecil menengah, pedagang tradisional dan pedagang kecil lainnya. Mendirikan Bank Tani dan Nelayan yang secara khusus menyalurkan kredit untuk pertanian, perikanan dan kelautan serta memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro.

Ketiga, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumberdaya air. Diantaranya adalah dengan  mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi pangan antara lain beras, jagung, kedele, tebu dan lain-lain yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang. Mencetak 2 juta hektar lahan untuk aren, ubi kayu, ubi jalar, kelapa, kemiri serta bahan baku bioetanol lainnya dengan sistem tumpang-sari yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang.

Membangun pabrik pupuk urea dan NPK baru milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton. Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas total 10.000 MW. Mendirikan kilang-kilang minyak bumi, pabrik etanol, dan pabrik DME (pengganti LPG). Di samping itu, menjamin harga pangan yang menguntungkan petani dan nelayan, dan melindungi konsumen.

Keempat, membangun kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Yakni dengan memperkuat karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila. Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku pelajaran, menghentikan model penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan mengembangkan pendidikan jarak jauh terutama untuk daerah yang sulit terjangkau dan miskin. Mengembangkan sekolah-sekolah kejuruan pertanian, kehutanan, maritim dan industri, termasuk Balai-balai  Latihan Kerja.

Meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru, dosen dan penyuluh. Mengembangkan rumah sakit modern di setiap kabupaten/kota dan memberikan jaminan sosial dan pelayanan kesehatan gratis untuk fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar. Mewajibkan sarjana dan dokter yang baru lulus untuk mengabdi di kantong kemiskinan dan daerah tertinggal. Melakukan pembinaan dan pelatihan khusus untuk meningkatkan prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia

Kelima, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup. Diantaranya dengan caran membangun prasarana di seluruh wilayah Indonesia seperti jalan dan jembatan termasuk  3.000 km jalan raya nasional baru yang modern dan 3.000 km rel kereta api,pelabuhan laut (samudera dan nusantara) dan pelabuhan  udara, listrik, dan telekomunikasi. Membangun infrastruktur, fasilitas pendukung dan kawasan industri nasional termasuk industri maritim dan pariwisata. Melakukan rehabilitasi 77 juta hektar hutan yang rusak dengan sistem tumpang-sari dan konservasi aneka ragam hayati, hutan lindung, taman nasional dan suaka alam.

Keenam, membangun pemerintah yang bebas korupsi, kuat, tegas, dan efektif. Antara lain dengan cara mempercepat peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan mengakselerasi reformasi birokrasi untuk mencapai sistem birokrasi yang efisien dan melayani dengan menerapkan sistem insentif dan hukuman yang efektif. Menempatkan 30 persen perempuan dalam posisi menteri dan atau pejabat setingkat menteri dan mendorong kedudukan strategis lainnya bagi perempuan pada pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota.

Prabowo menegaskan 6 Program Aksi ini merupakan hasil renungan dan kajian dari hasil analisis terhadap kondisi bangsa yang dirasakan dan dialami saat Indonesia merdeka selama 65 tahun lalu dan memasuki tahun ke 15 paska reformasi 1998. Pasalnya, kondisi masyarakat bangsa Indonesia berbanding terbalik dengan kondisi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Kata Prabowo, dengan kekayaan alam Indonesia, tetapi masyarakatnya hidup miskin.

“Analisa Partai Gerindra yang sudah lama kita sampaikan ke Bangsa Indonesia bahwa kondisi bangsa merupakan sebuah paradoks, kejanggalan, anomali, sesuatu gejala yang tidak masuk akal. Punya banyak kekayaan alam tapi rakyatnya miskin,” tegasnya.

Prabowo pun mempertanyakan dengan kekayaan laut yang melimpah, kenapa pemerintah masih harus mengimpor hasil laut seperti ikan dan garam, serta berbagai makanan lainnya yang justru menurutnya tersedia di Indonesia. “Wilayah tropis tapi impor bawang merah, singkong dan sapi. Harus tergantung pada bangsa lain,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Prabowo usaha pembangunan ekonomi yang ingin dicapai Partai Gerindra adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang kekayaannya tinggal di Indonesia dan tidak bocor ke luar negeri. Sehingga rakyat dapat hidup dengan rasa tenang karena semua kebutuhannya dapat terpenuhi. “Partai Gerindra yakin dengan penerapan sistem yang tepat, dalam hal ini berdasarkan pasal 33 UUD 1945 sesuai amanat para pendiri bangsa, cita-cita kita untuk membangun Indonesia Raya dapat terwujud,” ujar putera begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo ini.

Program kerja presiden

Menurut Prabowo, bangsa ini telah memilih demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Jika bangsa ini menghendaki pemerintahan nasional yang tidak mencla-mencle, pemerintahan yang bisa mengatasi berbagai tantangan bangsa, maka mau tidak mau harus rakyat memilih partai politik, memilih figur yang mempunyai rencana kerja yang jelas.

“Bila Partai Gerindra mendapat kepercayaan dan mandat dari rakyat dengan memenangkan Pemilu, dan memenangkan Pilpres, maka 6 program Aksi itu menjadi visi misi dan program kerja presiden,” ujar Prabowo.

Selain itu, dengan adanya 6 program tersebut, pemilih Partai Gerindra bukanlah pembeli kucing dalam karung. “Jadi pemilih Gerindra tidaklah seperti membeli kucing dalam karung. Karena, program dan tujuan kami jelas,” ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, Burhanuddin Abdullah meyakini, apabila keenam program aksi tranformasi bangsa ini dilaksanakan, maka Indonesia menjadi bangsa yang unggul, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia juga akan memiliki pemerintahan yang tegas, efektif, kuat dan bebas korupsi. Selain itu, program-program ini juga diyakini akan menjadikan Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, trampil, kreatif, inovatif dan maju.

Burhanuddin menambahkan fokus utama dari 6 Program Aksi Partai Gerindra ini adalah upaya transformasi atau perubahan mendasar di berbagai bidang dan aspek serta paradigma pembangunan menuju pembangunan yang menjamin kedaulatan, keadilan dan kemakmuran untuk rakyat. Selama ini terjadi paradoks dan kebocoran yang disebabkan oleh sistem ekonomi neo-liberalistik tak terkendali yang telah berlangsung lebih dari empat dasawarsa.

“Untuk itu, tidak ada jalan lain selain mengedepankan dan melaksanakan ekonomi kerakyatan yang dilandasi oleh pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 untuk diimplementasikan secara lebih efektif, dengan fokus pertanian dan pangan, maritim, industri pengolahan bernilai tambah tinggi, UMKM, infrastruktur dan perdagangan,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan kembali bahwa 6 Program Aksi merupakan hasil kajian mendalam dari Dewan Pakar Partai Gerindra untuk lebih menyempurnakan program aksi yang pernah diluncurkan sebelumnya pada 2008 lalu. “6 Program Aksi adalah penyempurnaan dari 8 Program Aksi yang sebelumnya telah diluncurkan. Tidak ada perubahan paradigma dalam 6 Program Aksi. Hanya penyempurnaan untuk menangkap perkembangan tuntutan zaman. Hal-hal yang telah tercapai, tak kami masukan kembali. Seperti misalnya penghapusan BHP,” terang Fadli.

Menurutnya, melalui deklarasi ini menunjukkan Partai Gerindra adalah partai politik yang secara terbuka dan transparan mempublikasikan semua program kerja, kegiatan, dan prioritas pembangunan yang akan dilakukan bila memenangkan Pemilu 2014. Selain programnya jelas terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, juga mudah dimengerti masyarakat umum.

“Melalui deklarasi 6 Program Aksi, keterbukaan dan transparansi serta akuntabilitas bisa terjamin. Partai  Gerindra bisa dievaluasi dan ditagih janji politiknya,” sambung Fadli.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan setidaknya pemerintahan saat ini, telah menjalankan minimal 2 dari 8 program yang menjadi program Partai Gerindra yang dicanangkan pada 2008 lalu. “Dulu di era pilpres 2009, kita punya 8 program kalau memenangkan Pilpres. Untuk Pilpres 2014, kita hanya mengusung 6 program karena sesuai nomor urut Partai Gerindra. Kedua program itu sudah dijalankan oleh pemerintahan SBY,” kata Muzani.

Menurutnya, salah satu program yang telah dikerjakan pemerintahan saat ini adalah kewajiban bagi setiap importir mengembalikan uang hasil ekpor mereka ke bank di dalam negeri. “Sekarang kan ada kewajiban bagi setiap eksportir untuk melaporkan kegiatan ekspornya dan uangnya diwajibkan masuk ke bank dalam negeri. Walau masih baru, ini sangat baik,” terangnya.

Muzani menegaskan inti dari enam program tersebut mencakup pengembangan potensi desa, pertanian, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta infrastruktur. Muzani juga memastikan bahwa program-program yang ditawarkan Partai Gerindra itu realistis dan implementatif. “Tidak melangit dan tidak terlalu recehan,” katanya. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s