Lebih Dekat Dengan Afnaan Mahdi Alatas : Pentingnya Kepastian Hukum

Kesadaran hukum dalam masyarakay menjadi cermin kepatuhan hukum pada negara. Perilaku masyarakat yang tunduk dan menjunjung tinggi hukum sebagai suatu aturan akan membawa negara ini lebih bermartabat dalam menyelesaikan beragam persoalan hukum. Namun pada hakekatnya, masih banyak ketimpangan hukum yang terjadi pada negeri ini. “Sebagai anak bangsa saya merasa ikut terpanggil membenahi sistem hukum yang seringkali merugikan rakyat kecil,” kata wanita berparas cantik, Afnaan Mahdi Alatas, SH.

CALEG DPR-RI DAPIL KALTIM NO URUT 3

CALEG DPR-RI DAPIL KALTIM NO URUT 3

Di usianya yang relatif muda, perempuan kritis dan pemberani ini memantapkan diri untuk terjun langsung ke dunia politik. Kerisauan hatinya, soal hukum yang masih tumpang tindih di neggeri ini membuatnya memberanikan diri maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur.

“Ini yang membuat saya makin yakin terjun ke panggung politik praktis. Saya sangat prihatin terhadap lemahnya keadaan hukum di Indonesia. Kita sering melihat penegakan hukum bagaikan pisau yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” kata dara kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1991 ini.

Menurutnya, budaya hukum (legal culture) di Indonesia belum mampu terbangun dengan baik. Begitu pula dengan pandangan atau persepsi masyarakat terhadap sistem hukum dikarenakan sulitnya mendapatkan jaminan kepastian hukum. “Termasuk kualitas aparatur hukum itu sendiri yang seringkali berdampak merugikan negara, sehingga masyarakat sulit mempercayai hukum,” tandas putri dari dai muda ternama Habib Mahdi Alatas, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Agama, Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) ini.

Diakui Afnaan, tertarik dengan duni politik tak lepas dari aktivitas politik sang ayah di partai berlambang kepala burung Garuda ini. Meski demikian, tampilnya lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini bukan sekadar karena di belakangnya ada nama besar Habib Mahdi Alatas. Lebih dari itu, Afnaan pun sejatinya sudah aktif berorganisasi sejak duduk di bangku SMP. Aktivitas organisasi baik intra maupun ekstrakulikuler itu berlanjut ketika memasuki bangku kuliah di beberapa organisasi kampus. Di luar kampus, Afnaan melibatkan diri sebagai pengurus Gerakan Muslimin Indonesia Raya (Gemira), sebuah sayap Partai Gerindra yang menghimpun kalangan muslim.

Sebagai caleg perempuan, Afnaan ingin memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, dan bertekad mewujudkan budaya hukum yang baik dan benar di negeri ini. “Sebagai kader Gerindra, maka saya mencoba untuk mewujudkan cita-cita dan harapan partai dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat secara menyeluruh. Karena itu saya juga ingin memberikan kemampuan saya yang lebih bagi bangsa dan negara dengan cara menjadi sebagai caleg,” ujar caleg perempuan nomor urut 3 ini yang lebih memilih dapil Kaltim, karena kekuatan Gemira begitu besar di sana.

Lantas, sejauhmana pandangan politik serta persiapan yang dilakukan dara cantik yang suka membaca ini dalam menghadapi pesta demokrasi yang bakal digelar  9 April 2014 nanti? Di tengah kesibukannya sosialisasi di daerah pemilihan, kepada Hayat Fakhrurrozi dari Majalah Garuda, Afnaan menjawab semua pertanyaan yang diajukan beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa diceritakan aktivitas keseharian Anda?

Saat ini saya aktif di Gemira, salah satu sayap dari Partai Gerindra, sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga. Selain itu saya juga ikut terlibat dalam kegiatan Lembaga Bantuan Hukum Gerindra. Dan saat ini tentunya untuk keperluan pencalegan, saya lagi sibuk berkeliling dari kabupaten dan kota yang ada di daerah pemilihan yang secara geografi begitu luas.

Sejak kapan Anda bersentuhan dengan dunia politik?

Sewaktu masih duduk di bangku SMA, saya sering mengikuti aktivitas politik yang dijalani ayah saya yang memang menjadi pengurus DPP Partai Gerindra sebagai Ketua Bidang Agama. Memang, awalnya hanya ikut-ikutan saja, tapi pada tahun 2010, saya memutuskan untuk mulai aktif turun langsung di dunia politik. Sejak saat itu saya dipercaya menjadi pengurus Gemira. Namun keterlitaban saya di Partai Gerindra bukan semata-mata hanya karena ada ayah saya di partai tersebut, akan tetapi karena visi, misi dan manivesto perjuangan partai ini yang membuat saya tertarik memasuki dunia politik praktis.

Apa yang melatarbelakangi Anda terjun ke dunia politik?

Yang melatarbelakangi saya terjun ke dunia politik praktis ialah rasa keprihatinan saya terhadap lemahnya keadaan hukum di Indonesia. Kita sering melihat penegakan hukum bagaikan pisau yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Harus diakui, budaya hukum (legal culture) di Indonesia belum mampu terbangun dengan baik. Pandangan atau persepsi masyarakat terhadap sistem hukum dikarenakan sulitnya mendapatkan jaminan kepastian hukum.  Termasuk kualitas aparatur hukum itu sendiri yang seringkali berdampak merugikan negara, sehingga masyarakat sulit mempercayai hukum. Selain itu ketidakselarasan Undang-undang yang satu dengan yang lainnya membuat adanya ketidakpastian hukum. Karenanya, saya merasa sebagai generasi penerus bangsa merasa terpanggil untuk mengadakan perubahan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia itu sendiri sesuai dengan UUD 1945.

Lalu apa yang membuat Anda gabung dengan Gerindra?

Selain saya kagum terhadap sosok dan ketegasan Bapak Prabowo Subianto. Rupanya ada kesamaan cara pandang, visi dan misi saya dengan beliau yang ingin memakmurkan rakyat Indonesia di segala bidang. Hal itu dipertegas lagi dengan adanya 6 Program Aksi Partai Gerindra yang membuat saya semakin yakin.

Kalau begitu, seperti apa sosok Prabowo di mata Anda?

Sosok Bapak Prabowo Subianto di mata saya ialah sebagai seorang putra bengawan ekonom yang sudah tak asing lagi kiprahnya dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Bukan itu saja, beliau juga dikenal di seluruh belahan dunia. Beliau memberikan kesegaran dalam perpolitikan serta berdemokrasi yang lebih menjunjung keadilan, kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan konsep aksi yang memihak kepada rakyat. Jiwa nasionalisme yang ada padanya begitu amat kuat dan tak diragukan lagi. Ditambah lagi beliau memiliki jiwa disiplin dan ketegasan dalam menjaga kesatuan NKRI. Sosok seperti inilah bagi saya yang sangat ideal dan dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi kompetensi globalisasi dunia.

Perempuan terjun ke dunia politik, menurut Anda?

Terjunnya perempuan di dunia politik adalah langkah bagus dan pas untuk membela kaumnya sendiri. Jadi tidak hanya sekadar memenuhi kuota 30 persen, tapi memang antara perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi bangsa dan negara lewat jalur politik. Apalagi kalau kuota 30 persen itu terpenuhi, maka perempuan akan bisa memperjuangkan hak-haknya dalam berbangsa dan bernegara.

Kenapa Anda memilih dapil Kaltim?

Di samping ini adalah tugas dari Partai Gerindra, saya pun menilai selama ini Kaltim sebagai basis kekuatan Gemira.

Seperti apa kondisi dan perkembangan Partai Gerindra di Kaltim yang menjadi dapil Anda?

Melihat perkembangan saat ini Partai Gerindra di Kalimantan Timur memiliki kekuatan yang bisa dikatakan sangat kuat. Hal ini terbukti dengan majunya Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Ipong sebagai salah satu kader partai dalam ajang pilgub kemarin, meski hanya berada di posisi kedua. Namun hal itu menunjukkan keberadaan dan keseriusan kinerja seluruh elemen Partai Gerindra Kaltim. Di samping itu, Kalimantan Timur juga menjadi lumbung kekuatan dari sayap Gemira. Kader yang sangat solid dan berpotensi untuk mewakili Gerindra di DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota.

Saya rasa, Gerindra bukan hanya di Kaltim saja yang mendapat dukungan dari rakyat. Gerindra Kaltim saat ini boleh jadi lebih kuat, karena ada beberapa partai dan politisi yang menggabungkan diri. Termasuk menjelang Pemilu 2014, diantara ada caleg untuk DPR-RI yang kini masih tercatat sebagai anggota DPD-RI. Begitu pula dengan bergabungnya salah satu kader terbaik Partai Partiot yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kaltim. Belum lagi kekuatan-kekuatan partai dan Gerakan Pemuda Anshor Kaltim yang bergabung ke Gerindra. Artinya kekuatan serta gerbong mereka bisa memberikan kekuatan tersendiri bagi Gerindra. Sehingga, dengan kekuatan tersebut, Gerindra diharapkan bisa meraih tiga kursi dari delapa kursi yang tersedia di dapil Kaltim.

Langkah apa yang tengah Anda lakukan di dapil Kaltim?

Sebagai caleg DPR-RI otomatis saya terus bergerak memberikan informasi dan mensosialisasikan 6 Program Aksi Partai Gerindra yang tentunya tidak dimiliki oleh partai lain. Dan melalui sayap Gemira, saya kerap menggelar aktivitas dakwah sebagai wahana untuk menyapa masyarakat. Selain itu, seperti caleg lainnya, pastinya saya terus melakukan pendekatan langsung turun ke tengah-tengah masyarakat. Terlebih sebagai putri dari seorang da’i muda Habib Mahdi Alatas yang namanya cukup dikenal di penjuru nusantara, maka saya akan menggunakan kekuatan dakwah sebagai sarana yang dapat menguatkan suara saya, nantinya.

Apa visi dan misi Anda sebagai caleg Partai Gerindra?

Visi saya adalah terwujudnya DPR-RI sebagai lembaga legislatif yang efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kaltim yang menjadi dapil saya, menuju masyarakat yang sejahtera, adil, berkualitas serta mendapat ridha Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sementara misi yang akan saya jalankan adalah memperjuangkan aspirasi rakyat khususnya daerah Kaltim untuk mewujudkan pembangunan Kaltim yang sejahtera, adil, dan berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mengoptimalkan peran dan fungsi DPR-RI sebagai salah satu badan legislatif yang berfungsi dan memiliki kewenangan penuh untuk mengajukan usul, membahas, memutuskan serta memberi pertimbangan dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang.

Kemudian, saya juga ingin mewujudkan masyarakat sejahtera yang berkeadilan, mewujudkan penegakan supremasi hukum yang berkeadilan, mewujudkan persamaan hak politik dan hak-hak sipil bagi perempuan, mewujudkan Indonesia baru yang demokratis, makmur, mandiri, bermartabat dan terbebas dalam KKN, dengan mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan kewenangan saya selaku anggota parlemen. Dan yang tak kalah penting lagi, mewujudkan masyarakat yang beriman, bertakwa, berkualitas dan mandiri dalam menghadapi globalisasi dunia.

Program apa yang akan Anda tawarkan kepada konstituen?

Tentunya program yang akan saya tawarkan tidak akan jauh dengan 6 Program Aksi Partai Gerindra. Akan tetapi, karena latar belakang pendidikan saya sebagai Sarjana Hukum, maka saya akan lebih memfokuskan program saya di bidang hukum, seperti program pemberantasan korupsi dan pemberantasan buta hukum.

Kantong suara Anda ada di mana saja, siapa yang menjadi sasaran dan berapa targetnya?

Kalau dilihat kekuatan Gemira di Kaltim yang meliputi 14 kabupaten/kota, hampir semua memiliki kekuatan merata. Hanya saja, saya akan lebih fokus di daerah Balikpapan, Samarinda, Kutai, dan  Tarakan. Di samping kekuatan yang ada di sayap Gemira, saya juga merangkul sayap lain seperti Satria dan karena saya hadir sebagai caleg muda, saya pun akan menyasar suara kalangan perempuan dan pemilih pemula. Setidaknya, untuk bisa ke Senayan saya harus bisa meraih 75 – 90 ribu suara.

Dalam menjalankan aktifitas politik, siapa idola yang selalu menginspirasi Anda?

Tentunya saya mengidolakan Bapak Prabowo Subianto. Disamping itu saya juga mengidolakan sosok Basuki Tjahya Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok. Saya mengidolakan kedua tokoh ini, karena menurut saya keduanya memiliki karakter yang sangat tegas, transparan, pro rakyat, serta memiliki semangat yang sangat besar akan adanya perubahan.

Menurut Anda apa arti politik itu?

Menurut saya politik memiliki arti yang sangat luas. Dapat dikatakan bahwa politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Ada juga yang menyatakan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan dari suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem Indonesia dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Ada pula yang mengatakan bahwa politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara.

Bagi saya, politik merupakan upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki dan tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaan negara atau tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat dan bukan tujuan pribadi seseorang. Politik juga menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan.

Menurut Anda kondisi perpolitikan negeri ini seperti apa?

Kondisi perpolitikan di Indonesia belakangan ini belum menunjukkan ke arah yang lebih baik. Faktanya, sebagian besar politisi bekerja bukan karena semangat ideologis partainya, tapi karena kepentingan masing-masing pribadi atau partai. Lebih mengedepankan kepentingan pribadi atau partainya daripada aspirasi rakyat. Partai politik tidak bisa bebas bergerak, karena banyak kepentingan yang membatasi. Contoh kasus bank Century, adalah bukti sulitnya mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan partai.

Bagaimana pula menurut Anda kondisi kepemimpinan nasional Republik ini?

Kondisi kepemimpinan nasional saat ini masih sangat jauh dari harapan rakyat. Meningkatnya kasus KKN yang dilakukan untuk kepentingan sesaat bagi para pejabat negara yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam tertib hukum dan tertib sosial justru menjadi terdakwa dengan tuntutan pidana korupsi. Hal-hal seperti ini menyebabkan rakyat kita mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintahaan, mengapa? Karena kepentingan pribadi menjadi kepentingan nomor satu sekarang ini. Padahal yang kita butuhkan saat ini ialah kepemimpinan yang lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi.

Jadi, seperti apa mustinya kepemimpinan negeri ini?

Kepemimpinan nasional yang kita butuhkan saat ini ialah kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan rakyat Indonesia dibandingkan bangsa-bangsa maju. Kepemimpinan yang bersikap pro-rakyat, kepemimpinan yang memiliki visi, berintegritas dan secara tegas dapat menegakkan supremasi hukum. Dan itu menurut saya hanya ada pada sosok Bapak Prabowo Subianto yang tegas, berani, pro rakyat, serta memiliki rasa nasionalisme.

Apa pesan Anda untuk rekan-rekan kader Gerindra, Caleg dan masyarakat Kaltim dalam rangka memenangkan Gerindra dan mengantarkan Prabowo sebagai Presiden?

Mensosialisasikan 6 program aksi, pembinaan kepada masyarakat agar lebih memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, dan menjunjung tinggi norma-norma bernegara. Sehingga masyarakat paham dan tahu mengapa harus memilih dan mendukung Partai Gerindra dan mengusung Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden di tahun 2014 nanti. [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA Edisi September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s