Lebih Dekat Dengan Moreno Soeprapto : Saatnya Mengabdi untuk Negeri

Muda dan berprestasi, melekat pada sosok Moreno Suprapto. Kala itu, di usia yang masih belia ia sudah merah prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia tercatat sebagai pembalap muda andalan Indonesia di ajang bergengsi seri Grand Prix A1. “Jiw saya bergetar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Menjadi sebuah kebanggaan yang tak ternilai harganya melihat bendera Merah Putih berkibar. Demi Indonesia Raya, saya rela bertaruh nyawa di lintasan adu balap,” kenang Moreno Suprapto mantan pembalap nasional ini.

CALEG DPR-RI DAPIL JATIM 9 NO URUT 1

CALEG DPR-RI DAPIL JATIM 9 NO URUT 1

Seiring berjalannya waktu, karirnya yang membanggakan sebagai pembalap nasional, ia tinggalkan pada 2008 lalu. Kini pria kelahiran Jakarta, 14 November 1980 ini tengah sibuk berpacu dengan waktu untuk bisa mendapatkan kursi di parlemen. Moreno maju sebagai caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Timur 9 yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

“Jika dulu saya adu balap, kini saya siap bertarung sebagai calon wakil rakyat dari kampung leluhur,” ujar caleg yang nomor urut 1 untuk dapil Jatim 9 ini.

Bukan tanpa alasan ia memilih ikut bertarung di dunia politik. “Ini bukan tanpa pertimbangan atau sekadar ikut-ikutan. Ini panggilan jiwa, sama seperti ketika saya harus berjuang di arena balap,” ungkap Moreno yang menekuni dunia otomotif berusia 14 tahun. Ia mengaku banyak berdiskusi dengan sang ayah, Tinton Soeprapto, sebelum memutuskan terjun ke dunia politik.

Atas restu sang ayah ia memilih Partai Gerindra. Partai yang dididirikan Prabowo Subianto ini begitu mengenai di hatinya. Ia menilai visi misi partai ini sangat selaras dengan cara pandang hidupnya. Meski sebelumnya ia menampik beberapa tawaran dari partai politik besar untuk maju sebagai caleg.

“Nurani saya langsung klik dengan Gerindra. Apalagi setelah mengikuti perkembangan politik di negeri kita, saya yakin partai ini akan membawa Indonesia jauh lebih baik,” papar Moreno yang mengaju sejak dulu memang mengagumi sosok Prabowo Subianto.

Moreno yakin, sepak terjangnya di dunia politik nanti tak jauh berbeda ketika menjadi pembalap. Ia pasti akan melakukan yang terbaik untuk negeri ini. Sama halnya ketika ia selalu berjuang untuk menjadi pemenang di arena balap. “Saya gregetan melihat ketimpangan di sana sini. Kita harus berbuat sesuatu untuk perubahan ke depan, agar lebih baik. Semua itu hanya bisa lewat jalur politik,” kata pemenang Grand Prix Shanghai para 2004 ini.

Sebagai pembalap nasional, tentu saja integritasnya tak diragukan lagi. Tak heran bila ia mendapat sambutan luar biasa saat mendaftarkan diri sebegai caleg di partai berlambang kepala burung garuda ini. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto pun menerimanya dengan tangan terbuka. Maklum, Moreno tercatat sebagai salah satu calegh muda dari kalangan atlet yang patut diperhitungkan di panggung politik.

Seperti apa latar belakang, pemikiran dan langkah yang dilakukan Moreno jelang Pemilu 2014? Moreno yang namanya mulai popular usai menjuarai Lippo City Kart Race (1994) itu memaparkan kepada Hayat Fakhrurrozi dari Majalah Garuda, yang menemuinya di tengah kesibukannya mempersiapkan diri untuk blusukan di dapil Malang Raya, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Bisa diceritakan aktivitas keseharian Anda?

Sejak saya pensiun balap di tahun 2008 dan memutuskan kembali ke Indonesia, saya mendirikan lembaga keselamatan pengendara. Saya memang tidak lepas dari dunia otomotif. Karena di dunia balap itu ada multifungsi yaitu prestasi, pembinaan dan keselamatan. Saya juga diamanahi untuk mengelola sirkuit sentul, termasuk hotel Lor In dan Sentul Driving Course. Dan saat ini saya lagi disibukkan menjalani aktivitas politik sebagai caleg.

Kenapa akhirnya memutuskan jadi caleg?

Setelah pensiun dari dunia balap di 2008, saya ingin mengembangkan dunia otomotif nasional dan memberikan kontribusi untuk bangsa ini. Nah, salah satu jalan untuk mewujudkannya itu dengan terjun ke politik. Untuk bia berpolitik ya harus gabung ke partai. Dan Partai Gerindra adalah pilihan saya.

Apa tanggapan keluarga ketika Anda memutuskan terjun ke dunia politik?

Kedua orang tua mendukung penuh. Meski beberapa keluarga ada yang tidak setuju, wajar inikan alam demokrasi. Yang jelas, orang tua berpesan jika nanti terpilih, jangan sampai melukai hati rakyat.

Kenapa memilih Partai Gerindra?

Pertama, saya melihat sosok prabowo sebagai tokoh panutan kawula muda, karena dia sosok yang tegas dan bijaksana.  Kedua, saya melihat Partai Gerindra sebagai partai politik yang melibatkan generasi muda. Sebagai generasi muda saya memiliki tanggung jawab atas masa depan bangsa ini. Karena itu, saya memutuskan untuk bergabung dengan Gerindra. Memang, sebelumnya ada beberapa partai pernah mendekati saya. Entah kenapa, saya belum merasa klik dengan mereka.

Keputusan gabung ke Gerindra karena panggilan hati atau ada yang mengarahkan?

Terus terang, saya setiap hari mengikuti perkembangan politik lewat media. Terlebih gerakan-gerakan yang dilakukan Gerindra. Dari pengamatan saya, Gerindra tidak pernah mengklaim sebagai partai berbasis agama atau nasionalis. Tapi yang jelas Gerindra selalu memperjuangkan hak-hak rakyat. Dan saya menilai Gerindra bersama Pak Prabowo sebagai partai yang terdepan dan pro kerakyatan.

Nah, suatu ketika saya baca koran, ada iklan rekrutmen yang isinya mengajak kader-kader terbaik negeri ini untuk gabung sebagai bakal calon anggota legislatif. Saya membatin, ini yang saya cari selama ini. Apalagi ada slogan tertulis, “Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?” cukup mengobarkan semangat saya untuk segera mendaftar waktu itu. Akhirnya saya hubungi kakak untuk ikut daftar ke Gerindra.

Bagaimana sambutan Gerindra, saat Anda mendaftarkan diri?

Luas biasa banget. Bukan karena saya muda dan sudah dikenal sebagai pembalap, tapi mereka, khususnya Pak Prabowo rupanya menyambut langsung saya dan Nanda. Saya ikuti prosesnya sama seperti yang lainnya. Akhirnya saya dinyatakan lolos dan di tempatkan di dapil Jatim 9 Malang Raya meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Memilih dapil Malang Raya atas dasar apa?

Sebenarnya saya siap di tempatkan di dapil mana saja, namun karena kakek saya dulu adalah bupati ketiga Malang. Kemudian, ayah saya kendati lahir di Blitar, beliau dibesarkan di Kota Malang. Karena itu, saya merasa memiliki kedekatan secara emosional dengan Kota dan Kabupaten  Malang. Saya juga sudah merasa sebagai Arek Malang.

Apakah akan mentargetkan suara dari anak muda saja atau dari semua golongan?           

Saya akan melihat geopolitik di dapil saya. Dari survei sebelumnya, ternyata angka pemilih pemula di Kota Malang itu tinggi. Berdasarkan itu, saya akan memfokuskan pada pemilih pemula lewat program-program kepemudaan. Walau begitu, kalangan orangtua, khususnya ibu-ibu juga saya dekati.

Sebagai pendatang baru di dunia politik, kendala apa yang dihadapi ?

Politik memang dunia baru bagi saya. Ketika saya masuk di dalamnya, berbagai masalah baik internal maupun eksternal mau tidak mau harus saya hadapi. Termasuk ketika saya turun ke dapil. Namun, saya berusaha menghindari beragam konflik dan intrik yang ada di dapil. Niat saya, datang untuk membuat dapil saya lebih maju, dan mewakili aspirasi mereka agar bisa membawa perubahan dan kemajuan.

Bagaimana respon dari masyarakat?

Saat saya bersentuhan dengan masyarakat, mereka mengharapkan saya bisa menjadi sosok kaum muda dari Gerindra yang tampil lain dari yang lain. Sama ketika saya berada di arena balap dengan integritas tinggi terhadap merah putih membawa nama besar bangsa di saat kaum seusianya hanya menonton. Memang kita sebagai caleg, datang dari latar belakang yang berbeda namun kita memiliki integritas dan kita harus menjaganya. Hal ini mutlak dan tidak bisa ditawar.

Sejauh mana masyarakat di dapil Anda, mengenal seorang Moreno?

Diakui memang, saat ini kebanyakan dari mereka masih mengenal saya sebagai seorang pembalap, dan belum mengenal saya sebagai caleg. Untuk itu saya harus bekerja keras untuk mengenalkan diri saya sebagai caleg di semua kalangan. Apalagi di sebagian wilayah pedesaan di Kabupaten Malang, belum mengenal Moreno, khususnya kalangan orangtua. Karena, selain mereka setiap hari sibuk ke sawah atau ladang, juga jarang mendapat akses terhadap media. Nah, kalaupun mereka mengenal saya anak dari Tinton Soeprapto yang lebih dikenal dari dulu, itu tidak masalah. Toh, pada akhirnya mereke menjadi tahu silsilah saya.

Untuk bisa duduk di Senayan, berapa target Anda?

Jumlah kursi yang diperebutkan di Jatim 9 itu ada delapan kursi. Meski pada pemilu lalu belum berhasil meraih kursi, namun di 2014 nanti saya optimis Gerindra akan menang di Malang Raya. Karena dari hari ke hari tren Gerindra terus meningkat.

Saingan terberat di dapil Jatim 9 siapa saja?

Inikan sama halnya masuk dalam kompetisi, semua yang berlaga memiliki peluang menang baik dari internal maupun eksternal. Selain ada beberapa pendatang baru, ada juga caleg incumbent yang turun lagi. Bagi saya, yang harus dikerjakan saya saat ini  adalah lebih fokus untuk penguatan sosok saya.

Apakah sebelumnya pernah tidak bersentuhan dengan dunia politik?

Terus terang saya belum pernah bersentuhan dengan dunia politik sama sekali. Walau begitu, sebelumnya saya juga banyak terlibat aktif di beberapa organisasi. Setidaknya, saya mengerti tentang dinamika organisasi.

Apa yang Anda cari di dunia politik?

Saya sebagai kaum muda ingin memberikan kontribusi pada masyarakat Indonesia. Saya yakin melalui Partai Gerindra, saya berharap dapat memberikan perubahan positif bagi bangsa dan negara.  Karena lewat politik kita bisa melakukan perubahan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Jujur, kalau secara materi mungkin saya sudah cukup. Karena itu saya berpikir, inilah saatnya untuk mengabdi.

Persiapan apa saja yang sudah Anda lakukan untuk terjun ke dunia politik?

Saya sadar, dunia politik ini terhitung baru. Untuk itu, ketika memutuskan untuk terjun langsung di politik praktis, yang terlebih dulu dipersiapkan saya dalah mental. Karena saya juga sadar, dunia yang saya tekuni ini bukanlah hal yang mudah. Saya banyak berdiskusi dengan para politisi-politisi senior. Saya juga tidak pernah berhenti untuk belajar. Tentu tidak lupa juga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, agar selalu menjaga setiap langkah saya.

Anda saat ini adalah caleg termuda, bagaimana perasaan Anda?

Mungkin saya memang yang paling muda, tapi kalau saya memulai dari sekarang saya menganggapnya sebagai suatu investasi sosial untuk persiapan ke masa depan yang lebih baik. Bisa jadi kehadiran kaum muda akan memberi warna tersendiri dalam partai politik.

Bagi Anda apa bedanya berpacu di arena balap dengan di dunia politik?

Boleh jadi sama, semua bersaing, berebut untuk yang terdepan. Dan jika hal ini dilakukan dengan sportif dan fair maka saya yakin negeri ini lebih maju. Saya yakin Gerindra menang, sehingga kita bisa memuluskan Prabowo menjadi Presiden RI. Ke depannya bila saya dipercaya sebagai wakil rakyat, maka dengan integritas yang dimiliki, saya ingin memperbaiki perilaku politik yang selama ini sering dianggap kotor, meski memang sekarang faktanya seperti itu. Tapi kita harus optimis untuk bisa merubahnya. Gerindra nantinya akan mampu memberikan kontribusi yang positif.

Pesan Anda untuk para kader dan pemuda?

Untuk rekan-rekan caleg, kita harus berjuang sekuat tenaga untuk bisa memenangkan Gerindra sehingga kita bisa mengantarkan Pak Prabowo sebagai Presiden RI. Untuk kaum muda, saya harap jangan bersikap apatis terhadap dunia politik, karena jika bukan kita yang melakukan perubahan siapa lagi? Dan jika tidak sekarang, kapan lagi? [G]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA Edisi September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s