Lebih Dekat Dengan Syammy Dusman : Komitmen Pejuang Politik

Boleh jadi, panggung politik memang masih baru baginya. Namun kecintaannya pada negara yang begitu besar, ia bertekad untuk mengabdi pada negeri  ini. Ia pun tak gentar berlaga di pentas politik yang kabarnya penuh intrik. Baginya, inilah jalan yang harus ditempuh demi sebuah perubahan di bumi pertiwi.

CALEG DPR-RI DAPIL SUMBAR NO URUT 6

CALEG DPR-RI DAPIL SUMBAR NO URUT 6

Gaya bicaranya yang blak blakan dan apa adanya menjadi ciri khas Syammy Dusman, SE. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang disiplin, loyal, tegas dan konsisten. Namun di balik itu, Syammy adalah sosok yang sederhana dan pandai bergaul. Karakter itu terus melekat pada dirinya yang kini tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nomor urut 6 dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat 1.

“Jujur, saya merasa sedih melihat kondisi negara yang carut marut seperti ini. Bukan saja soal ekonomi negeri yang terus terjajah oleh pihak asing, tapi soal kasus korupsi yang terjadi di negeri ini kian membuat miris. Makanya saya terpanggil untuk maju sebagai caleg, agar bisa berbuat sesuatu untuk negara ini ke arah yang lebih baik,” tegas pria kelahiran Duri, 9 Oktober 1971 ini.

Sebagai pejuang politik di bawah bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bukanlah perkara mudah bagi Syammy. Di samping harus membekali diri, kesiapan mental dan daya tahan terhadap godaan harus kuat.  Beruntung ia mengakui mendapat didikan dan gemblengan langsung dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Satu-satunya jalan untuk merubah nasib bangsa ini adalah dengan terjun ke politik. Dan saya memilih untuk menjadi pejuang politik,” tegasnya.

Tak ayal, di tengah kesibukannya mengelola usaha, ia rela bolak balik Jakarta – Padang untuk melakukan sosialisasi. Inilah yang dimaksud sebagai bentuk awal perjuangan seorang pejuang politik dalam merebut kekuasaan sebelum menjalankan program aksi transformasi bangsa yang tengah dinanti publik. “Dan pemilu punya makna penting dalam menentukan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada rakyat,” katanya.

Lahir dan dibesarkan dari keluarga seorang pejuang –yang ingin membebaskan negeri dari ancaman komunis ini— membuatnya paham betul kerasnya sebuah perjuangan. Kala itu, situasi dan kondisi negara tengah genting memaksa keluarganya hijrah ke Riau. Tahun 1982 keluarganya kembali ke Padang bersamaan ibunya yang pindah tugas ke kota itu. Usai menamatkan SMA, ia yang sempat mengenyam pendidikan akademi militer itu akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Selain aktif sebagai Wakil Bendahara Umum Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia, ia pun dipercaya sebagai Kepala Divisi Security untuk mengamankan 27 ribu hektar perkebunan PT Tidar Kerinci Agung, Dharmasraya, Sumatera Barat hingga 2007. Kemudian ia pun dipercaya Prabowo sebagai General Manager Log Procurement PT Kertas Nusantara, Berau Kalimantan Timur selama tiga tahun. Berikutnya masih di tempat yang sama, ia kembali mengemban tugas sebagai General Manager Asset Management hingga 2011. Baru kemudian pada akhir 2011 hingga sekarang, ia duduk sebagai Direktur Utama PT Gardatama Nusantara, Jakarta.

Lalu seperti apa perjalanan aktivitas politik dan perjuangan yang dilakukan pendiri koperasi Swadesi Indonesia ini dalam menjalankan amanah dari masyarakat Sumatera Barat untuk maju sebagai caleg? Saat ditemui Hayat Fakhrurrozi dari Majalah Garuda, di kantornya di Jakarta, ia memaparkan banyak hal. Berikut kutipannya:

Bisa ceritakan aktivitas keseharian Anda?

Sejak 2011, saya mendapat tugas untuk memimpin perusahaan yang didirikan Pak Prabowo. Di samping itu saya juga harus bisa membagi waktu antara mengurus perusahaan juga turun ke dapil untuk sosialisasi. Karena keperluan itu, akhirnya saya sering meninggalkan aktivitas kantoran. Harus diakui memang kesibukan saya kian padat sejak pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Biasanya saya seminggu di Jakarta, seminggu berikutnya berada di dapil untuk menemui konstituen yang tersebar di 11 kabupaten/kota diantaranya Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Tanah Datar serta Kota Padang, Solok, Sawahlunto dan Padangpanjang.

Mengapa akhirnya terjun ke politik?

Sebenarnya pada awalnya saya termasuk orang tidak terlalu suka dengan dunia politik. Saya memang dikenal dan suka bicara A ya A, bicara B ya B, bukan abu-abu. Namun setelah ikut terlibat dalam berbagai kesempatan kegiatan politik, akhirnya saya berpikir ada benarnya amanah yang diberikan teman-teman di kampung halaman untuk ikut terjun ke politik praktis. Apalagi, setelah Pak Prabowo memerintahkan saya untuk membantu aktivitas Partai Gerindra.

Saya pun tergerak ketika melihat Pak Prabowo yang secara materi sudah berkecukupan bahkan lebih. tapi  masih mau mengurusi dan peduli dengan kondisi bangsa yang sudah carut marut ini. Sejak saat itu, saya bulatkan tekad untuk berada di barisan para pejuang politik di bawah komando Pak Prabowo.

Kapan Anda mulai bersentuhan dengan politik?

Tepatnya 2011. Saya diminta oleh Pak Prabowo untuk masuk dalam jajaran struktur partai. Selama saya membantu menjalankan usaha beliau, saya hanya sebatas anggota biasa saja. Keterlibatan saya di politik praktis bukan sekadar karena saya pernah menjadi ajudan beliau atau karena menjalankan usahanya, tapi beliaulah yang menggugah kesadaran saya untuk berpolitik. Ada banyak pelajaran yang saya petik dari perjuangan beliau sebagai seorang pemimpin baik semasa di militer maupun saat memimpin dunia bisnis termasuk partai politik.

Jadi menurut Anda politik itu apa?

Politik itu alat perjuangan untuk mencapai cita-cita. Kalau diarahkan ke jalan yang benar, maka hasilnya juga akan benar. Begitu juga sebaliknya, kalau politik ini digunakan ke arah jalan yang salah maka tentu salah. Karena itu, kita diminta untuk menjadi pejuang politik bukan politikus. Karena negara ini membutuhkan pejuang politik yang harus siap membentengi, mempertahankan negara dari berbagai rongrongan. Selama ini negara kita digerogoti oleh pihak asing baik secara ekonomi maupun kebijakan. Sudah begitu, kondisi ini diperparah lagi oleh perilaku politikus yang tanpa malu ikut menggerogoti negara ini.

Apa yang melatarbelakangi Anda maju sebagai caleg?

Jujur, rasanya sedih melihat kondisi negara yang carut marut seperti ini. Bukan saja soal ekonomi negeri yang terus terjajah oleh pihak asing, tapi soal kasus korupsi yang terjadi di negeri ini kian membuat miris. Belum lagi sikap pemimpin negara yang kurang tegas, tidak berani dan hanya bisa saling hujat menimbulkan tanda tanya besar, mau dibawa kemana negara ini?

Di saat bersamaan ada desakan dari teman, kerabat dan kolega yang ada di Sumatera Barat khususnya yang masuk dalam dapil Sumbar 1 itu kepada saya untuk berbuat sesuatu demi perubahan yang lebih baik. Terlebih saya sebagai putera daerah memiliki kesempatan untuk itu. Dan memang, saya pribadi ingin membuktikan bahwa saya mampu dan yakin bisa mewujudkan cita-cita mengantarkan masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik lewat Partai Gerindra. Karena saya pun sepaham dan berpikir kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Lantas apa visi misi Anda sebagai caleg?

Visi dan misi saya sesuai dengan apa yang telah digariskan partai. Mengantarkan bangsa Indonesia yang berdaulat secara ekonomi, berdiri diatas kaki sendiri sebagaimana yang tertuang dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Untuk bisa mewujudkan program aksi itu, tentunya Gerindra harus menang dan Prabowo presiden. Karenanya di momen pemilu 2014 ini saya bertekad untuk bisa meraih suara sebanyak-banyaknya, sehingga Pak Prabowo bisa diusung menjadi capres tanpa koalisi. Bahkan tidak sekadar 20 persen sesuai ambang batas presidential threshold saja, tapi kalau bisa mendekati 50 persen, sehingga Partai Gerindra tampil sebagai single majority di parlemen dan dengan mudah merealisasikan 6 program aksi itu.

Memang benar, Pak Prabowo bahwa saat ini banyak diantara para elit politik yang hanya mengumbar janji dan selalu mementingkan kelompok sendiri. Dan faktanya, banyak diantara mereka yang telibat kasus korupsi. Beliau mengingatkan, jangan sampai kader Gerindra baik yang sedang duduk di parlemen maupun yang tengah berjuang ke sana berlaku culas, curang, apalagi korupsi. Selain itu, beliau juga mengingatkan kepada seluruh kader kalau mau terjun ke politik jangan ragu-ragu. Karena kader Gerindra tidak disiapkan untuk menjadi politikus tapi pejuang-pejuang politik. Dan ini terbukti bahwa Gerindra tetap konsisten berjuang demi rakyat, demi perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Kenapa Anda memilih dapil Sumbar 1?

Tentunya daerah ini tidak asing bagi saya, yang juga putera daerah asli Sumatera Barat. Saya dibesarkan di sana dan pernah bekerja di Tidar Kerinci Agung (TKA) Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Setidaknya ini akan lebih memudahkan saya baik secara bahasa, budaya dan adat istiadat dalam meraih simpati dan suara di daerah ini. Dan tentunya masyarakat pun lebih merasa yakin menitipkan suaranya kepada saya selaku putera daerah.

Apa yang Anda tawarkan di dapil tersebut?

Saya tidak muluk-muluk apalagi neko-neko dengan mengumbar janji yang tidak jelas. Saya hanya menawarkan apa yang ada di 6 Program Aksi Partai Gerindra. Dimana program aksi itu akan bisa dijalankan bila Gerindra menang dan Pak Prabowo jadi presiden. Apalagi masyarakat Sumbar saat ini sangat menginginkan Prabowo sebagai presiden. Karenanya saya selalu sampaikan kepada mereka bahwa kalau ingin presidennya Prabowo, maka menangkan dulu partai Gerindra dengan memilih caleg partai Gerindra.

Seperti apa karakter pemilih di dapil Sumbar 1?

Sebagian besar masyarakat Sumbar itu berprofesi sebagai buruh, petani, pedagang, dan pengusaha baik pribumi maupun keturunan. Sejatinya mereka hanya ingin bisa makan esok hari, anak-anak bisa sekolah dan sehat. Keinginan mereka cuma satu, menjadikan Pak Prabowo sebagai presiden.

Lalu bagaimana dengan pemilih pragmatis?

Tidak dipungkiri pemilih seperti itu masih ada di sana yang selama ini meminta uang. Saya tidak meladeni hal itu. Saya lebih baik mengeluarkan uang untuk kepentingan sosialisasi program aksi Partai Gerindra. Meski memang, banyak pula caleg yang melakukan hal itu dalam meraih simpati masyarakat. Saya tidak gentar menghadapi hal itu. Karena selain membebani diri kita, masih banyak juga masyarakat yang tidak meminta uang.

Bahkan banyak diantaranya mereka mengharap bahwa yang penting caleg itu mau datang ke tengah-tengah mereka bukan hanya lewat foto. Memang untuk sosialisasi mendatangi mereka tak diungkiri saya harus keluarkan uang untuk keperluan operasional karena jarak yang saling berjauhan. Apalagi partai menargetkan minimal dua kursi harus bisa diraih Gerindra dari delapan kursi yang tersedia.

Bagaimana Anda mengantisipasinya?

Yang jelas syukur alhamdulillah selama ini belum ada yang minta uang kepada saya. Karena mereka tahu bahwa hal itu tidak akan saya lakukan. Mereka pun menaruh harapan besar kepada Gerindra, sehingga ini memudahkan saya untuk mensosialisasikan program aksi partai. Saya tidak menjanjikan apa-apa, kecuali jika memang nanti Partai Gerindra dipercaya memimpin negeri ini, maka enam program aksi itu akan benar-benar bisa dijalankan.

Dari sekian banyak daerah itu, Anda fokus menggarap daerah mana?

Setidaknya dari 11 kabupaten/kota yang masuk dalam dapil Sumbar 1, ada enam kabupaten/kota yang diharapkan bisa mendulang suara secara maksimal diantaranya Kabupaten Dharmasraya, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan dan Kepulauan Mentawai. Di ke enam daerah tersebut saya bentuk simpul-simpul.

Berapa target yang harus dicapai?

Untuk bisa lolos setidaknya harus meraih atau mendekati sekitar 150 ribu suara. Jadi, Memang bagi masyarakat Sumatera Barat image Gerindra masih bersih dan terus meningkat. Begitu pula sosok Pak Prabowo yang menjadi icon seorang pemimpin yang disegani. Namun untuk bisa meloloskan dua atau tiga kursi, mau tidak mau caleg harus kerja keras dan turun langsung ke lapangan. Dan selalu saya sampaikan kepada mereka jika memang ingin menjadikan Prabowo sebagai presiden, maka mau tidak mau harus menangkan dulu perahu yang akan membawa Pak Prabowo yakni Gerindra.

Seperti apa Prabowo di mata masyarakat Sumbar?

Beliau dinilai sebagai sosok yang nasionalis melebihi tokoh lainnya, ketegasan dan keberanian yang dimilikinya begitu kuat. Meski memang banyak pula yang mencemoohnya, menghujatnya tapi kami dan masyarakat Sumatera Barat yakin hanya ada satu nama yang bisa mengembalikan Indonesia sebagai Macan Asia yang disegani dunia yakni Prabowo Subianto. Saya tahu persis perjuangan dan apa yang diperbuatnya selama ini demi bangsa dan negara.

Apa harapan dan pesan Anda?

Saya berharap masyarakat Sumatera Barat harus benar-benar memperhatikan partai mana dan caleg siapa yang bisa membawa aspirasi mereka. Selama ini mereka bilang, masyarakat itu cuma pagi hari mereka bisa makan, dan anaknya sekolah dan hidup sehat. Tapi apa yang terjadi? Mereka banyak dibohongi oleh para politisi yang pada akhirnya mereka menjadi apatis dan tidak percaya lagi kepada partai politik.

Karena itu inilah kesempatan kita sebagai partai yang selalu berada bersama rakyat untuk merebut kekuasaan mengembalikan kejayaan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Sejatinya, apa yang mereka inginkan itu sebenarnya bisa diwujudkan bersama Partai Gerindra. Terlebih jika memang masyarakat Sumatera Barat menginginkan Pak Prabowo menjadi presiden. [G]

Catatan:

  • Artikel ini ditulis dan dimuat untuk Majalah GARUDA edisi September 2013
  • Pada Pemilu 2014 ini, Syammy Dusman maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR-RI dari Partai Gerindra nomor urut 6 dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat.
Advertisements

2 thoughts on “Lebih Dekat Dengan Syammy Dusman : Komitmen Pejuang Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s