Euphony Rhapsody, Melodi Kegembiraan dari Alleira Batik

foto by view

Kehadirannya memang begitu menyentak publik tanah air. Terlebih bagi para pecinta fashion. Keberaniannya tampil dengan warna gradasi membuat batik kreasi Allure –yang kini berubah menjadi Alleira— menjadi busana etnis yang modern, elegan dan berkelas.

Untuk mempertegas kabar gembira itu, Alleira menggelar panggung fashion bertajuk Euphony Rhapsody. Sebuah melodi kegembiraan dengan menyuguhkan sejumlah koleksi terbaru yang begitu memikat, indah dan mempesona. Dalam kesempatan itu, Alleira pun menggandeng empat desainer mancanegara untuk unjuk kemampuannya mengolah batik dalam sebuah rancangan yang berkelas. Diantaranya Ou Fen asal Singapura, Zhuang Weiping asal Cina, Monica Lim Kabo asal Australia dan Changsook Choi dari Korea.

Alleira pun menampilkan busana batik anak dengan motif bunga freel dan dakron timbul dalam bentuk pita sebagai aksen manis untuk si kecil. Koleksi yang tampil dengan warna turquoise, saffron dan ruby red ini seakan menyiratkan dunia anak-anak yang indah dan penuh kegembiraan. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2010

Advertisements

Gaya Bangs ala Rudy Hadisuwarno

 

foto by view

Tak dipungkiri memang, setiap wanita akan selalu berusaha untuk menonjolkan kecantikan diri melalui riasan dan gaya rambut. Gaya rambut yang kurang tepat, monoton dan penggunaan make-up yang tak sesuai akan cenderung menjadi masalah bagi wanita dalam mendapatkan penampilan dirinya yang maksimal. Belum lagi dengan bentuk wajah yang bervariasi, yaitu; oval, lonjong, hati, bulat ataupun kotak yang memiliki karakter tersendiri pada masing-masing pribadi.

Nah, untuk tampil cantik dengan gaya yang fresh, simple namun sekaligus charming dapat hadir dengan menghadirkan bangs (poni). Pasalnya, poni ini kerap memancarkan kesan kemandirian dan karakter si empunya. Pun sisi feminimnya, begitu kuat terpancar dari alur rambutnya. Inilah yang ditawarkan oleh maestro hair stylist, Rudy Hadisuwarno yang memadukan guntingan dan gaya rambut dengan pewarnaan menawan yang begitu sensasional bagi setiap wanita dengan nama Bangs –yang hadir dalam dua pilihan yaitu Go Straight dan Side Effect— yang menjadi koleksi pertengahan tahun 2010.

Gaya Go Straight atau poni lurus menjadi solusi terbaik bagi yang memiliki bentuk muka lonjong atau hati. Gaya ini dapat membuat penampilan terlihat lebih fresh. Terlebih dengan pilihan warna yang sesuai, seperti kombinasi pilihan waran dasar light brown dipadukan dengan highlight copper. Sementara gaya Side Effect sangat cocok untuk bantuk wajah bulat maupun kotak. Gaya poni samping ala polem (poni lempar) ini akan membuat efek wajah lebih tirus atau oval dan menyamarkan bentuk pipi yang chubby. Hal ini dipertegas dengan paduan warna rambut dengan warna dasar coklat keunguan dipadu dengan highlight merah keunguan.

Sejatinya, gaya rambut berponi bisa saja diaplikasikan kepada para wanita yang tetap menginginkan rambut dengan kepanjangan sedang ataupun panjang. Dan dengan gaya rambut berponi pun bisa membuat lebih bergaya, segar dan mampu menutupi kekurangan yang ada pada wajah. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2010

Lurus Hitam Berkilau Berkat Glossy Smooth

Sepertinya, rambut lurus hitam tetap melegenda hingga kini. Memang tak berlebihan pula, bila dalam berbagai literatur dan mitologi kuno bahwa wanita cantik dan menawan kerap digambarkan sebagai sosok yang memiliki rambut lurus dan terawat. Tak heran bila, banyak wanita yang mendambakan memiliki rambut lurus hitam berkilau. Bahkan kini, seakan tengah menjadi tren di kalangan wanita, pun termasuk para selebriti.

Biasanya, untuk mendapatkan rambut lurus diperlukan smoothing yang memerlukan waktu lama, sementara hasilnya meski lurus tapi rambut kerap menjadi sangat kaku dan cenderung kering. Rupanya, tren ini membuat pabrikan kosmetik asal Paris, Perancis, L’Oreal terinspirasi untuk kembali menghadirkan inovasi servis terbarunya. Dan, kali ini L’Oreal Professionel menawarkan Glossy Smooth, sebuah servis pewarnaan dan pelurusan rambut yang dapat di dalam satu hari, tanpa harus melakukan dua kali kunjungan ke salon.

 

foto by view

Inovasi ini merupakan jawaban atas impian para wanita Indonesia yang mendambakan rambut lurus berkilau dengan warna cenderung gelap. “Memang ada wanita yang ingin rambutnya bergelombang, tapi saat ini market kebanyakan lebih suka rambut lurus dan hitam,” jelas Pratiwi Halim, Marketing Manager L’Oreal Professionel Indonesia saat memperkenalkan Glossy Smooth beberapa waktu lalu.

Glossy Smooth sendiri merupakan kombinasi pelurusan rambut menggunakan X-Tenso Moiturist dengan servis pewarnaan sekaligus perawatan rambut menggunakan Richesse dari L’Oreal Professionel. Servis ini sendiri hanya memakan waktu sekira tiga jam pengerjaan, sehingga tak perlu repot-repot bolak-balik ke salon.

Lihat saja, betapa cantik dan mempesonanya sederet artis cantik seperti Dominique Diyose, Donita, Dinda Kanya Dewi dan Adela dengan tampilan rambut lurus berkilau berkat Glossy Smooth hanya dengan satu kali kunjungan. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi September 2010

ECO-LIFESTYLE ALA IIMS 2010

Sepertinya, gerakan untuk kembali hidup selaras dengan alam terus digadang-gadangkan banyak pihak. Pun dengan dunia otomotif –yang kerap menjadi kambing hitam atas ketidakseimbangan alam— berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Sehingga tak heran, jika gelaran pameran tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS 2010) yang memasuki tahun ke delapan belas ini mengusung tema Eco-Technology Motoring. Sebuah upaya yang menitikberatkan kepada harapan dari semua yang terlibat dalam industri otomotif untuk bisa mendukung gerakan industri otomotif yang berorientasi pada lingkungan.

Pameran –yang berlangsung sejak 23 Juli hingga 1 Agutus— yang diikuti lebih dari 22 merek kendaraan ini pun saling memamerkan mobil konsep berlabel ‘eco-lifestyle’. Seperti Daihatsu yang menghadirkan Fuel Cell Engine dan mobil konsep e.S (eco and Smart), sebuah mobil ber-cc kecil dan hanya mengkonsumsi seliter bensin untuk jarak 30km. Sementara, Suzuki yang mengusung Unlimited Green Technology memamerkan Suzuki R3, jenis MPV konsep terbaru yang ramah lingkungan.

Pun dengan merek Toyota yang mengangkat tema We Innovate the Eco-Life for You, dipresentasikan lewat produk dan layanan yang sarat dengan kepedulian lingkungan. Dan tentunya masih banyak brand lainnya seperti Subaru, Audi, Mitsubishi Hyundai, Mazda, VW, Proton, KIA, Chevrolet BMW, Mercedes, Ford, Nissan, Honda serta merek kendaraan besar yang tak mau ketinggalan untuk melabelkan ‘green technology’ pada jajaran mobil yang dipamerkan.

“Paling tidak inilah ajang bagi seluruh ATPM untuk menunjukkan komitmennya menghadirkan produk berteknologi ramah lingkungan,” ujar Johnny Darmawan, selaku Ketua Penyelenggara IIMS 2010. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010

KAMPANYE GAYA HIDUP MARI BICARA

Setelah berjalan tiga tahun, kampanye Mari Bicara yang diusung SariWangi dinilai mampu kesadaran perempuan Indonesia dalam mengambil inisiatif berkomunikasi dengan pasangannya. Dan untuk memberi inspirasi bagi pasangan lainnya, gerakan Mari Bicara itu dibukukan dengan judul Mari Bicara – 100 Kisah Menghangatkan Hati tentang Menjalin Komunikasi dari dan untuk Pasangan Suami Istri Indonesia.

Peluncuran buku yang memuat 100 kisah nyata dan inspiratif kiriman perempuan Indonesia ini berlangsung di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, pasangan selebriti Ira Wibowo dan Katon Bagaskara yang didapuk sebagai ikon dari kampanye ini ikut membeberkan pengalaman seputar komunikasi mereka sebagai pasangan suami istri.

“Melalui buku ini, SariWangi berusaha memfasilitasi pasangan Indonesia dalam mewujudkan komunikasi efektif,” ujar Senior Brand Manager SariWangi, PT Unilever Indonesia Tbk, Nanang Siswanto. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010

MAZEE, DESTINASI BARU DUNIA FASHION

foto by izoruhai

Selera dan gaya hidup kaum urban terus berkembang, termasuk dalam dunia pasar mode. Salah satunya yang dihadirkan pusat perbelanjaan fX Lifestyle X’nter lewat Mazee The Art and Fashion Store yang menawarkan konsep baru di dunia ritel. Outlet yang menempati lantai f6, fX Lifestyle X’nter ini memang sengaja ditujukan untuk para pecinta fashion, art dan musik yang berjiwa muda dan update dengan gaya hidup terkini.

Dan di Mazee –yang berarti labirin— ini, pengunjung akan menemukan sekira 60 unit gerai dari beragam brand karya anak bangsa dengan penempatan berliku-liku mirip sebuah labirin di area seluas 1.675 meter persegi. Selain penataan yang unit dan atraktif ini juga menerapkan konsep lovely everyday objects dengan memanfaatkan produk-produk yang biasa digunakan sehari-hari dengan tema visual merchandise summer backyard party.

“Kami berharap kaum urban dapat lebih termotivasi untuk mengeksplorasikan inspirasi yang menghasilkan hasil karya kreatif, stylist, dan unik,” ujar Albert Jahja, selaku Deputy Marketing Director Mazee. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010

PESONA KAIN TRADISIONAL INDONESIA

Wastra alias kain-kain tradisional Indonesia memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Meski demikian, banyak diantara masyarakat yang kurang menyadari akan hal itu. Tak heran, jika kain-kain tradional itu hanya menumpuk di dalam lemari. Padahal kain-kain itu bisa bernilai lebih dan bisa dikenakan dalam aktifitas sehari-hari. Seperti yang ditawarkan Stephanus Hamy, perancang mode kenamaan ini bersama fashion stylist Debby Suryawan dalam tiga bukunya yang bertajuk Chic Mengolah Wastra Indonesia seri Tenun NTT, Wastra Bali dan Batik Jawa Barat.

Di buku ini memuat bagaimana cara memadankan kain tradisional dengan busana harian agar bisa dikenakan untuk beragam event, bahkan harian saat kerja. Misalnya untuk usia 40-an, desain lebih formal dengan pemilihan warna yang gelap dengan potongan simpel untuk memberi elegan. Sedangkan untuk usia 20-30an, sentuhan ceria dan muda sangat terasa pada pemilihan warna, dan potongan yang lebih rumit, seperti rok dengan akses lipit, obi, balero dan tube dress yang menggelembung di bagian bawah.

”Tiap kain memiliki motif dan karakter yang berbeda, sehingga diperlukan gaya yang berbeda pula, misalnya wastra batik Jawa Barat yang ringan, penuh warna dan atraktif, sangat cocok dipadupadankan untuk keseharian dan pesta koktil,” ujar Stephanus Hamy saat peluncuran buku Chic Mengolah Wastra Indonesia di Pasaraya Grande, Jakarta beberapa waktu lalu yang dimeriahkan dengan peragaan busana kain tradisional. [view]

Catatan: Artikel ini ditulis dan dimuat untuk VIEW edisi Agustus 2010