Satu Jam Saja

Temans…yukkk ikutan mencegah global warming yang semakin parah. Ini saatnya kita bertindak!!!

EARTH HOUR merupakan kampanye global WWF (World Wide Fund) untuk menekan laju perubahan iklim. Semua komponen masyarakat baik individu, pelaku bisnis dan pemerintah dihimbau untuk melakukan aksi  memadamkan lampu selama 1 jam pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20:30-21:30 (waktu setempat). Pada tahun 2009, saat pelaksanaan pemadaman lampu selama satu jam pada 28 Maret 2009, telah berhasil menurunkan daya listrik se-Jawa Bali sebesar 150 MW, sementara khusus di DKI Jakarta sebanyak 50 MW berhasil dihemat.

Caranya gampang banget!!!

PADAMKAN LAMPU DI SEKITAR MU PADA:
Sabtu, 27 Maret 2010
Pkl. 20.30 – 21.30 WIB.

Mari kita semua bersama-sama padamkan lampu satu jam saja dan nyalakan masa depan!!

Psssttt…jangan lupa sebarkan informasi ini ya, spread the news to save the world from global warming!!!

Kampanye global ini didukung oleh:


Wabah Facebooking

originalfacebookingEntah ini sekedar perasaanku saja atau memang semua orang yang terakses dengan dunia maya [internet] merasa pula dijangkiti virus bernama facebook. Dan memang, ternyata ketika bersua dengan rekan kerja di lapangan selalu diburu pertanyaan, “punya facebook? add dong?” Nah lo pertanyaan itu tak sekedar datang dari seseorang teman, namun ketika di tempat lain pun sama. Bahkan saya sempat dibilang ‘tak asik’ rasanya bila tak punya facebook. Pun ketika saya meliput sebuah peluncuran novel dari sang novelis hebat, diantara yang hadir adalah facebooker. Dan salah satu pengundang pun ketika saya tanya, ada hubungan apa dengan si penulis, dia dengan enteng menjawabnya, “saya kenal dengan dia di facebook,” gubrak!!

Seperti tidak kalah kuatnya, facebook pun melanda istriku yang setahu saya tak begitu suka dengan satu dari sekian fasilitas ‘social networking’ dewasa ini. Suatu ketika dia invite saya untuk segera bergabung di facebook, namun lagi-lagi vaksinku begitu kuat untuk menghadapi godaannya untuk segera bergabung. Dan ternyata, ketika dia bersua dengan teman-temannya, perbincangannya tak jauh-jauh dari aktivitas facebooking mereka. Padahal bertelepon pun iya. Huh… lagi-lagi setelah saya googling wajah istriku pun terpampang di facebook, dan memang setelah saya liat di friendlist-nya setengahnya saya kenal dengan baik. Halah…

Kembali dengan teman-temanku di lapangan, lagi-lagi saya dibilang ga gaul, ga uptodate… walah? Padahal secara hari-hari kerja saya memang hampir tak pernah lepas dari akses internet. Dan juga beberapa blog pun sudah saya lahirkan lewat fasilitas Multiply dan WordPress.

Akhirnya apa daya, kini rupanya virus facebook itu telah merasuk ke jemari ini untuk ikut-ikutan menetakkannya sekedar posting yang tidak penting seperti yang sedang anda baca ini. Dan hari ini pun akhirnya saya meng-approve beberapa teman yang me-request. Pun ketika saya masuk ke facebook istri, setelah saya lihat-lihat beberapa barisan temannya saya pun kepincut untuk meng-add-nya sebagai teman… hahahahaha

Nah, bagi yang mau melongok facebook yang dimaksud coba searching di facebook dengan ID:  izoruhai ru

note: image didapat dari pakde gugel

Promosi Masjid?

Boleh dong promosi dikit tentang blog seputar keberadaan masjid yang saya hadirkan lewat wordpress ini. Dan sejatinya saya sekedar ingin berbagi informasi tentang masjid/musholah yang bertebaran di bumi Allah Subhanahu Wata’ala ini khususnya di negeri sejuta masjid, bernama Indonesia. http://masjid2masjid.wordpress.com yang hari ini sudah bisa dinikmati… selamat membaca.

masjid-ilustration1Wajar memang, jika negeri ini disebut-sebut sebagai negeri sejuta masjid. Pasalnya setiap sudut ruang kota hingga kampung dengan mudah fisik ‘masjid’ itu bisa ditemui. Termasuk musholah, sebutan lain dari masjid karena ukuran bangunan dan peruntukannya yang lebih sempit dibanding masjid tentunya.

Dan tak heran bila Indonesia dengan 240 juta jiwa penduduknya yang mayoritas beragama muslim membutuhkan keberadaan masjid/mushola itu. Dimana pun. Tak sebatas di pemukiman perumahan di kota maupun di kampung. Bentuk fisik masjid/musholah itu pun kini dapat ditemui di gedung perkantoran baik instansi pemerintah maupun swasta. Pun dengan di hotel biasa hingga berbintang lima. Terlebih di kawasan pusat perbelanjaan mulai dari pasar tradisional hingga yang modern, semisal mal, baik yang kelas bawah hingga kelas wahid. Meski keberadaanya terkadang banyak mengundang tanya. Termasuk saya, mungkin Anda juga? Ya, terkadang masjid/musholah itu dihadirkan dengan begitu ‘wah’ atau biasa-biasa saja. Bahkan ada yang ala kadarnya saja –yang penting ada.

Dari sinilah, sepanjang saya menyambangi baik dalam rangka menjalankan tugas atau sekedar jalan-jalan sebisa mungkin menyempatkan mengamati dan jika berkesempatan membidiknya sekedar untuk memperkuat gambaran yang ada. Jadi apa yang saya gambarkan dalam setiap kesempatan menyambangi masjid/mushola yang dimaksud adalah hanya sekedar pendapat pribadi saya. Mohon maaf jika tidak berkenan. Dan saya akan sangat berterima kasih bila ada pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal ini sudi untuk mengkonfirmasikan bila ada sesuatu yang salah dalam beberapa tulisan seputar masjid/musholah yang di maksud.

Tulisan seputar masjid/musholah itu saya tulis sejak awal 2006, khususnya musholah yang ada di sekitar hotel, gedung dan mal. Dimana sebelumnya saya posting/publish di blog pribadi berjaringan Multiply.com dengan alamat http://hayat.multiply.com tentunya redaksi di blog ini sedikit ada perubahan sekedar untuk menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Dan hal itu saya pertegas kembali dengan membubuhi catatan di akhir tulisan.

Energi Matahari: 1 KW/M2 Area Bumi

Energi matahari, energi  natural ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang tidak habis dan kita dapat memakainya dimana pun berada.

Apakah Anda dapat menghitung kapasitas energi matahari  apabila menyinari bumi. Di saat hari yang cerah, energi matahari yang menyinari bumi menghasilkan rata – rata satu kilowatt per meter persegi area bumi. Berarti dalam satu jam energi matahari yang menyinari bumi mampu mensuplai energy yang dibutuhkan  di seluruh dunia untuk 1 tahun. Jika energi matahari dapat diserap diatas 1 % dari luas permukaan bumi, maka akan menutupi konsumsi energi listirik listik yang dibutuhkan untuk seluruh dunia. Permukaan bumi  disinari matahari dengan jumlah volume yang sangat besar.

Tidak seperti minyak bumi, batu bara dan energi fosil lainnya, energi matahari ramah lingkungan, untuk pemakaiannya tidak menghasilkan emisi gas buang CO2 yang dapat merusak lingkungan. Ini sangat kontras, energi fosil dihasilkan dari sumber bawah tanah yang mana tidak semua bangsa mempunyai tanah yang mempunyai sumber energi tersebut, sedangkan energi matahari dapat  dihasilkan dari mana saja,  di penjuru dunia mana pun. Dan tidak ada pembakaran untuk proses energi matahari ini.  Jika energi matahari bersinar dengan terang, maka energi matahari dapat diperoleh dipenjuru dunia.

Sampai hari ini , kita dihadapkan oleh masalah pemanasan global dan perusakan lingkungan, untuk mencari cara penanganan masalah tersebut, energi matahari adalah solusi yang efektif dan signifikan utnuk dunia dimana kita harus berhemat dan nyaman dalam menggunakan energi sehari – hari.

Sekali lagi, kita sebagai manusia tidak akan bisa menandinginya dengan segala kecongkakan kita terhadap alam yang telah disediakan oleh yang Maha Kuasa ini.

Masihkah kita tidak bersyukur dengan hal ini. Setiap hari kita masih bisa bertemu dengan cerahnya sinar matahari. Namun terkadang kita tetap masih mengeluhnya?